PUISI CORONA
CORONA 1
(Mashardi,
1 Juni 2020)
Terus menjalar
Semakin menakutkan
Laju virus semakin
menular
Corona menjadi
mematikan
Menukik….menghujam
Mata panah
ditancapkan
Menjadi kian
mencekam
Karena susah diberi wejangan
Wahai jiwa yang
mendengar
Wahai hati yang
merasa
Kembalilah pada
diri yang sadar
Jangan biarkan
merajalela
Sudah sekian lama
kita berada
Sebangsa dunia
dalam bencana
Menjadi tanggung
jawab bersama
Membuat sirna
virus corona
Disiplin dan jaga
diri
Biar segera pergi
Tahan semua hawa
nafsu
Biar segera
berlalu
CORONA 2
(Mashardi,
10 Juni 2020)
Tanpa tanda dan gejala
Tiba-tiba ada
Berkembang nyata
Menjadi tak terhingga
Gejolak merebak menebar luka
Corona virus pembawa petaka
Menyapu rata segenap bangsa
Dunia merana karena bencana
Bangsa menjadi susah
Dunia smakin gelisah
Panik, getir tak berkesudahan
Terus menggulir tak bertepian
Jangan pernah lelah
Berjuang terus sambil berserah
Pada Yang Kuasa pemilik semesta
Senantiasa kita berdoa
CORONA 3
(Mashardi, 1 Agustus 2020)
Getar hati menangis beku
Sesak dada menahan pilu
Tertunduk lesu menahan
rasa
Tatap mata jauh hampa
Sepanjang hari mengurung
diri
Dalam rumah yang terkunci
Menutup segala yang
terbuka
Menekan segenap rasa
Duka merana di mana-mana
Wabah corona tak kunjung
sirna
Tangis luka ribuan manusia
Menjadi bencana segenap
bangsa
Butuh kebersamaan
Perlu kesadaran
Akhiri semua penderitaan
Berjasa memusnahkan
CORONA 4
(Mashardi, 11 September 2020)
Kencang mengalir
angin semilir,
menyebar berita duka getir,
pilu rasa hati merana
menahan
rasa penuh luka
Corona
menganiaya
jutaan
manusia tak berdaya
mengerang
merintih menahan luka
di siang malam tiada beda
lengang
jalanan sunyi sepi
resah
rasa menghantui
hati pilu
terselimuti
tanpa
disadari menjadi benci
Tak banyak yang bisa dilakukan,
mendengar korban berjatuhan,
ciutkan nyali pupus harapan,
rasa menyerah hadapi kenyataan
CORONA 5
(Mashardi, 21 September 2020)
Ratapan gempar
menggelegar,
Dengung tangis pilu terdengar,
Tidak senja tidak fajar,
Duka kematian yang terkabar,
Karenamu
wahai Corona,
sekian lama semakin menggila
Perenggut
ribuan manusia,
Tua muda semua terkena
Senja
hingga di fajar menjelang,
Doa selalu kita panjatkan
Duka ini
semoga segera menghilang,
Kembali senyum dalam keceriaan

Komentar
Posting Komentar