PENDIDIKAN BERWAWASAN LINGKUNGAN HIDUP

 


MEMBANGUN KARAKTER SISWA

DENGAN PENDIDIKAN BERWAWASAN LINGKUNGAN HIDUP

Suhardi, S.Pd., MM.Pd. *)

 

Pengantar

Bencana alam yang berdampak pada rusaknya lingkungan menjadi permasalahan yang cukup serius bagi negara Indonesia. Pelbagai bencana yang terjadi dari tahun ke tahun, mulai mengusik kenyamanan manusia. Hanya saja konsekwensi ini belum menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki pola interaksi antar manusia dan lingkungan secara lebih baik. Sudah jelas dibalik bencana-bencana yang terjadi di Indonesia tak lepas dari kegagalan manusia dalam berinteraksi dengan alam.

Dominasi pandangan antroposentrisme, menempatkan manusia di atas alam, telah menjadikan manusia sangat berkuasa yang bisa melakukan apa saja demi kepuasan sesua dengan kapasitasnya. Kalau ia menjadi pengusaha maka ia akan mengekplorasi alam sesua dengan kepentingan bisnisnya, dan kalau ia menjadi penguasa akan menggulirkan kebijakan yang kurang menguntungkan bagi keseimbangan alam tak jauh beda juga dengan masyarakat. Jadi pada prinsipnya krisis ekologis yang selama ini terjadi akar pesoalannya terletak pada bangunan struktur nilai hidup manusia yang timpang dalam memandang dan berinteraksi dengan alam.

 

Peran Pendidikan

Tidak ada kalimat yang paling indah untuk memulai membahas pengertian dan peranan pendidikan kecuali dengan kalimat "Pendidikan adalah mata uang yang berlaku kapan saja dan dimana saja". Kalimat sederhana ini menunjukkan betapa penting nilai pendidikan dibandingkan dengan harta dan mata uang apa saja yang ada di dunia. Beberapa orang mungkin memiliki sejumlah besar mata uang Euro* atau Dollar* di kantong, namun itu tidak akan berlaku di pedalaman Amazon ataupun di daerah konflik yang tidak memiliki money changer outlet**. Seseorang yang berpendidikan tinggi, terlatih dan memiliki keterampilan tentu bisa bertahan hidup dalam kondisi apapun. Penekanan peranan pendidikan hampir menunjukkan fungsi dan posisinya pada setiap sendi kehidupan masyarakat. Berdasarkan hal ini dapat ditarik kesimpulan memberikan pendidikan kepada orang lain ataupun diri sendiri memiliki arti memberikan seluruh modal dibutuhkan dalam menjalani hidup oleh karena itu salah memberikan pendidikan dapat diartikan sebagai proses penyesatan terhadap kehidupan. (http://www.ahmaddahlan.net/2015/10/pengertian-dan-peranan-pendidikan.html).

Pendidikan memiliki peran yang sangat vital dalam konteks perubahan realitas sosial. Di tengah “ketidakpekaan” manusia terhadap berbagai fenomena yang terjadi, pendidikan harus banyak terlibat dalam proses perubahan paradigma dan prilaku masyarakat. Pendidikan berperan dalam merespon persoalan-persoalan realitas sosial yang selama ini menjadi problem bagi banyak kalangan.

Sekolah sebagai gerbang utama ilmu pengetahuan dan tempat transfer informasi memiliki tugas yang sangat berat untuk menyadarkan warga sekolah, baik guru, karyawan, orang tua siswa dan siswa swndiri untuk selalu berusaha menjaga dan memlihara lingkungan hidup sekitarnya agar terpelihara dengan baik. Mengajarkan kepada siswa dan membiasakannya kepada semua warga sekolah akan sangat bermanfaat bagi terbentuknya manusia yang sadar dan peduli terhadap lingkungan.

 

Pendidikan Berwawasan Lingkungan

Karakter merupakan sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain atau tabiat. Sekolah sebagai  bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi  pelajaran sesuai tingkatannya. Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan  manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan atau proses mendidik. dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa (Depdiknas, 2008).

Pendidikan diharapkan dapat melahirkan manusia-manusia yang sadar lingkungan. Pendidikan harus progresif dan respek terhadap dinamika perkembangan zaman. Terjadinya ketidakseimbangan eksosistem merupakan bagian dari ketidakbecusan manusia berintraksi dengan lingkungan secara tidak langsung telah mendesak pendidikan kita untuk menjadikan lingkungan sebagai bagian dari bahan ajar pendidikan kita. Dengan demikian, pendidikan berwawasan lingkungan adalah satu agenda mendesak untuk lebih ditindak lanjuti, baik secara konseptual maupun secara praksis dalam konteks pendidikan di Indonesia.

Wawasan adalah pandangan, sedangkan lingkungan adalah bulatan yang melingkari dan hidup adalah masih terus ada, bergerak dan bekerja sebagaimana mestinya (tentang manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan). Dalam Kamus Umum Bahasa, Pendidikan berwawasan lingkungan hidup merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang  dalam memandang terhadap kesatuan manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, yang masih terus ada bergerak dan bekerja sebagaimana mestinya.

Pendidikan berwawasan lingkungan adalah pendidikan yang menyadarkan peserta didik ihwal posisi lingkungan hidup bagi ummat manusia. Pendidikan berwawasan lingkungan ingin merekonstruksi satu pola pemahaman yang menganggap lingkungan sebagai obyek yang bisa diperlakukan semaunya pada satu bangunan paradigma yang menjadikan lingkungan sebagai satu bagian dari kehidupan kita yang juga butuh etika dan tata cara berinteraksi dengannya. Pendidikan berwawasan lingkungan ingin memberi bekal terhadap peserta didik bagaimana tata cara berintraksi dengan lingkungan.

Di sekolah ini, siswa dididik dan diajar agar terbangun karakter cinta lingkungan hidup. Proses pengajaran dan pendidikan dilakukan secara teoritis maupun praktik. Pendidikan secara teoritis dilakukan dengan mengimplementasian materi lingkungan hidup ke dalam silabus semua mata pelajaran, sedangkan secara praktik melalui pembudayaan seperti budaya smutlis, piket kelas, petugas 7K, budaya menempatkan sampah pada tempatnya, budaya hemat air dan listrik, adanya ar

ea bebas rokok, serta lainnya. Proses mendidik dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan dalam waktu yang cukup lama. Dengan proses tersebut  siswa akan paham arti pentingnya lingkungan hidup.

Keteladanan dari tenaga kependidikan dalam tindakan mencintai lingkungan tidak kalah pentingnya dalam proses pembentukan karakter. Melalui pendidikan, pengajaran dan keteladanan, karakter siswa terbangun sehingga sikap dan tindakan cinta lingkungan hidup dilakukan dengan penuh kesadaran.

 

Simpulan

Pendidikan berwawasan lingkungan yang diperoleh siswa  akan mampu membangun karakter cinta lingkungan. Pendidikan yang dilaksanakan secara berkesinambungan akan semakin memperkuat karakter siswa.

Daftar Pustaka:

Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

 

W.J.S Poerwadarminta. 2003. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Edisi ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.

 

http://www.ahmaddahlan.net/2015/10/pengertian-dan-peranan-pendidikan.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN AKSI NYATA MODUL 2.3 COACHING MODEL TIRTA ALTERNATIF SOLUSI MEMECAHKAN MASALAH

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 3.1