CORONA

 

CORONA 1

 

Terus menjalar

Semakin menakutkan

Laju virus semakin menular

Corona menjadi mematikan

 

Menukik….menghujam

Mata panah ditancapkan

Menjadi kian mencekam

Karena susah  diberi wejangan

 

Wahai jiwa yang mendengar

Wahai hati yang merasa

Kembalilah pada diri yang sadar

Jangan biarkan merajalela

 

Sudah sekian lama kita berada

Sebangsa dunia dalam bencana

Menjadi tanggung jawab bersama

Membuat sirna virus corona

 

 

Disiplin dan jaga diri

Biar segera pergi

Tahan semua hawa nafsu

Biar segera berlalu

 

CORONA 2

Tanpa tanda dan gejala

Tiba-tiba ada

Berkembang nyata

Menjadi tak terhingga

 

Gejolak merebak menebar luka

Corona virus pembawa petaka

Menyapu rata segenap bangsa

Dunia merana karena bencana

 

Bangsa menjadi susah

Dunia smakin gelisah

Panik, getir tak berkesudahan

Terus menggulir tak bertepian

 

Jangan pernah lelah

Berjuang terus sambil berserah

Pada Yang Kuasa pemilik semesta

Senantiasa kita berdoa

 

CORONA 3

 

Getar hati menangis beku

Sesak dada menahan pilu

Tertunduk lesu menahan rasa

Tatap mata jauh hampa

 

Sepanjang hari mengurung diri

Dalam rumah yang terkunci

Menutup segala yang terbuka

Menekan segenap rasa

 

Duka merana di mana-mana

Wabah corona tak kunjung sirna

Tangis luka ribuan manusia

Menjadi bencana segenap bangsa

 

Butuh kebersamaan

Perlu kesadaran

Akhiri semua penderitaan

Berjasa memusnahkan

 

 

 

 

CORONA 4

 

Kencang mengalir angin semilir,
menyebar berita duka getir,
pilu rasa hati merana

menahan rasa penuh luka

 

Corona menganiaya

jutaan manusia tak berdaya

mengerang merintih menahan luka
di siang malam tiada beda

                    

lengang jalanan sunyi sepi

resah rasa menghantui

hati pilu terselimuti

tanpa disadari menjadi benci

 

Tak banyak yang bisa dilakukan,
mendengar korban berjatuhan,
ciutkan nyali pupus harapan,
rasa menyerah hadapi kenyataan

 

 

 

CORONA 5

 

Ratapan gempar menggelegar,
Dengung tangis pilu terdengar,
Tidak senja tidak fajar,
Duka kematian yang terkabar,

Karenamu wahai Corona,
sekian lama semakin menggila

Perenggut ribuan manusia,
Tua muda semua terkena

Senja hingga di fajar menjelang,
Doa selalu kita panjatkan

Duka ini semoga segera menghilang,
Kembali senum dalam keceriaan

 

 

jauh beredar
rangkaian menular
laju cepat berkembang
virus corona mengkhawatirkan

putus benang
dari pakan dan lungsin
jauhkan dari tusukan jarum
telisik jahitan tambalan.

kalau daur terputus
rangkaian menghilang
kalau jejak corona terhapus
bebas dari pandemi bala bencana

lingkaran setan
tiada ujung pangkal
jauh dari bersingungan
hindarkan diri dari peredaran

patuhilah kesepakatan
cukup dikuti segala aturan
siklus hanya empat belas hari
jangka waktu menghentikan penularan

siklus terhapus musnah
laju daur terputus punah
virus corona tinggal cerita
membekas dalam sejarah dunia.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN AKSI NYATA MODUL 2.3 COACHING MODEL TIRTA ALTERNATIF SOLUSI MEMECAHKAN MASALAH

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 3.1