BAPAKKU YANG LUAR BIASA
UNTUK BAPAKKU YANG LUAR BIASA
Sepintas, mungkin benar bapak (kulebih terbiasa memanggil ayah dengan bapak) itu biasa, tidak ada yang istimewa. Orang desa yang sederhana. Seorang Buruh tani dengan 5 orang anak (seorang telah mendahului kami dipanggil Yang Kuasa). Bekerja dari pagi hingga siang pulang sekedar makan dan istirahat sebentar, sorenya harus ke sawah lagi demi kami anak-anaknya.
Satu hal yang
membuat kami bangga dan kagum pada sosok “bapak” adalah bahwa dalam hidupnya
yang selalu ada dalam angan dan pikirannya hanya bagaimana kami sekeluarga bisa
makan, kami (anak-anaknya) bisa sekolah dan kelak bisa menjadi “orang” yang
mandiri (tidak bergantung kepada orang lain).
Komentar
Posting Komentar