PENGUATAN PERAN DAN NILAI GURU UNTUK MEWUJUDKANN PROFIL PELAJAR PANCASILA MELALUI REFLEKTIF PEMBELAJARAN
PENGUATAN PERAN DAN NILAI GURU
UNTUK MEWUJUDKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
MELALUI REFLEKTIF PEMBELAJARAN
*)Suhardi SMP N 1 Muntilan
A. Latar Belakang
Seorang guru sebagaimana juga manusia pada umumnya memiliki kehidupan pribadi, keluarga, lingkungan sekolah dan juga lingkungan masyarakat. Bagi masyarakat, guru merupakan teladan bagi anggota keluarga di rumah, murid dan teman sejawat di sekolah dan juga dalam masyarakat luas. Oleh karena itu di manapun berada, guru harus memiliki karakter yang dapat menjadi panutan dan teladan dimanapun berada.
Dalam menjalankan tugas dan perannya sebagai pemimpin pembelajaran, sebagai pendorong kolaborasi di tempat kerja, berupaya mewujudkan kepemimpinan murid, guru harus memiliki nilai karakter mandiri, reflektif, inovatif, kolaboratif dan berpihak pada murid di setiap pembelajaran. Artinya guru berupaya menerapkan merdeka belajar dengan memperhatikan minat, karakter, dan gaya belajar anak didik.
Guru penggerak yang diharapkan muncul dari pelaksanaan program ini adalah guru penggerak yang memiliki nilai dan berperan penting dalam memajukan pendidikan di Indonesia nantinya.
Salah satu penjelasan terkemuka tentang nilai, dijelaskan oleh Milton Rokeach. Menurut Abdul Hadi Hari dalam Jurnal Peran Nilai-Nilai Personal (Personal Values) terhadap Sikap Konsumen (2015), Milton Rokeach mendefinisikan nilai sebagai suatu keyakinan yang dijadikan standar untuk mengarahkan perbuatan serta cara pengambilan keputusan terhadap obyek atau situasi yang sifatnya spesifik.
Dalam diri seseorang, nilai berfungsi sebagai bahan evaluasi dan dalam membuat keputusan, bahkan hingga berfungsi sebagai motivasi dalam mengarahkan tingkah laku individu dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting bagi guru untuk mengarahkan dan membimbing siswa.
Selain itu, seorang guru memiliki peran yang penting dalam membuat perubahan pendidikan ke arah yang lebih baik, beberapa peran guru penggerak yang mendasari kemajuan pendidikn perlu untuk diterapkan secara konsisten hingga menjadi kebiasaan yang membudaya. Diharapkan guru bisa menggerakkan diri sendiri dan komunitas belajar lain untuk mewujudkan merdeka belajar dan membentuk Profil Pelajar Pancasila sesuai dengan yang diamanatkan oleh program guru penggerak ini.
B. Keterkaitan Nilai dan Peran Guru Penggerak dengan Filosofi Ki Hadjar Dewantara
Nilai dan peran guru penggerak sangat erat kaitannya dengan upaya mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Hal ini berarti guru mengemban tugas untuk dapat menerapkan nilai-nilai karakter luhur yang diharapkan dapat ditanamkan dalam diri siswa yang akan melanjutkan estafet kehidupan bangsa dan negara.
Tanggung jawab besar seorang guru untuk dapat mengantarkan siswa menjadi generasi yang merdeka dalam berekspresi untuk melakukan perubahan positif yang bermanfaat ungguk diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
Nilai dan peran yang harus dimiliki seorang guru menjadi acuan dalam mendidik anak bangsa menjadi profil pelajar pancasila yang merdeka, karena seorang guru harus bisa menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada diri anak agar mereka dapat mencapai keselamatan, dan kebahagiaan setingi tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia tentunya. Guru berperan mengembangkan kemampuan anak didik, sesuai potensi, bakat, minat, kodrat alam dan zamannya.


Gambar : Aktivitas siswa saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM)

Gambar : Aktivitas siswa saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM)
C. Aksi Nyata
Tujuan dari aksi ini adalah menguatkan peran dan nilai guru untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila. Melalui tindakan reflektif dalam pembelajaran yang dilakukan oleh siswa setelah kegiatan pembelajaran, diharapkan mampu memerikan bekal kepada diri siswa untuk secara mandiri bersikap kritis. Sikap kritis ini diwujukan dalam tindakan reflektif terhadap pembelajaran yang telah dilakukan.
Reflektif merupakan salah satu nilai guru penggerak dalam pembelajaran. Tindakan reflektif ini akan selalu menghubungkan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari, terbuka dengan hal-hal baru. Tindakan ini secara tidak langsung kita sudah menerapkan pembelajaran yang berpusat pada anak. Dalam penerapannya anak diberi keleluasaan untuk melakukan refleksi tentang pengalaman belajarnya hingga dampak atau akibat dari apa yang telah dilakukan.
Berpikir reflektif adah salah satu komponen dari aspek Profil Pelajar Pancasila yaitu berpikir kritis. Melalui tindakan reflektif ini, berarti siswa mengkritisi apa yang dilakukan selama mengikuti pembelajaran dan juga memberikan komentar terhadap guru dalam pembelajaran. Dengan berpikir kritis dapat menimbulkan berbagai pemikiran-pemikiran ke arah perubahan yang lebih baik.
Bagi guru sendiri, refleksi pembelajaran yang dilakukan siswa akan menjadi bahan renungan dalam merancang tindakan berikutnya. Guru menjadi tahu dan memahami apa yang dirasakan dan dialami siswa saat melakukan melakukan pembelajaran. 


Gambar : aktivitas Siswa saat mengerjakan tugas di rumah
D. Hasil dari aksi nyata yang dilakukan
Aksi ini menghasilkan beberapa karya siswa dalam bentuk tulisan yang kemudian disampaikan ke guru dalam bentuk audio dan/atau video. Apa yang direfleksikan merupakan satu hal yang murni dari pemikiran siswa dari apa yang didapat dan dirasakan.
Siswa mengungkapkan perasaanya, manfaat serta dampak setelah mengikuti proses pembelajaran yang diikuti.
Keberhasilan yang dilakukan dengan tindakan memberikan kepercayaan dan kebeasan kepada setiap siswa untuk memberikan refleksinya memberikan dampak positif.
Dengan berbagai keterbatasan dan kekurangannya bisa dinyatakan bahwa tindakan refleksi pembelajaran ini dapat menumbuhkan rasa percarya diri siswa, kreatifitas dalam mengungkapkan perasaan dan juga menghasilkan sesuatu dalam berbagai bentuk karya. Karya mereka ada yang berupa poster, video atau bisa pula dalam bentuk yang sederhana berupa tulisan tangan yang difoto kemudian diunggah menjadi status WA.

Gambar Contoh beberapa hasil karya siswa




Refleksi Pembelajaran dari Siswa
E. Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang
Untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna perlu menerima masukan dari siswa. Siswa perlu dihargai dan didengar sehingga pembelajaran yang dilaksanakan paling tidak seperti yang diharapkan siswa.
Oleh karena itu ke depan hasil reflektif pembelajaran ini akan saya jadikan acuan dalam persiapan dan pelaksanaan pembelajaran serta dalam berbagai aktivitas yang melibatkan warga sekolah.
Tindakan reflektif tidak hanya dari siswa tetapi juga dari diri sendiri, rekan sejawat, hingga kepala sekolah. Hal ini memungkinkan saya selaku guru menerima banyak masukan yang dapat dijadikan pertimbangan unuk menentukan langkah selanjutnya demi perbaikan.
Komentar
Posting Komentar