JUrnal Minggu ke-5 CGP Angkatan 4
1.3.a.10.1. Jurnal Refleksi - Minggu
5
Menjadi pengalaman yang luar biasa
mengikuti Program Guru Penggerak. Pada kesempatan ini kita diharapkan pada
ruang untuk bisa menggali nilai-nilai yang ada pada diri sendiri, berawal dari
peristiwa yang bernuansa negatif dan positif. Dari keduanya kita bisa menjadi
diri yang seperti sekarang ini.
Berawal dari peristiwa tersebut,
saya menuliskan Jurnal Minggu ini dengan Model Dscrol.
What?
Satu peritiwa beruansa negatif yang
hingga sekarang masih lekat dalam ingatan dan terkadang membuat diri ini masih
malu adalah ketika tidak naik kelas dengan Nilai dalam rapot nyaris merah
semua. Tidak cukup sampai di situ berbagai cemooahan datang dari kakak dan
teman-teman sebaya. Bagaimana bisa aku tidak naik kelas.
Beruntung ada Bapak dan Simbok yang
tak pernah menyalahkan, bahkan memberikan semanga yang luar biasa bagi saya
untuk bisa tunjukkan bahwa saya, diri ini mampu menjadi yang tebaik.
Dan benar juga nyaris di sepanjang
SD 6 tahun berikutnya selalu menjadi Nomor 1, ya Juara Kelas.
Satu kebanggaan yang melekat dalam
diri ini menjadi pemicu dalam setiap langkah menjalani hidup dan melaksanakan
tugas-tugas yang harus saya selesaikan.
To What?
Ketika mengalami peritiswa negative
yang muncul pertama dari diri saya adalah malu, kepada teman, malu kepada
saudara dan tetangga. Tapi di balik itu ada keinginan yang kuat ingin
membutktikan bahwa diri saya bisa, mampu menjadi yang terbaik.
Hal ini berkat kedua orang tau yang
selalu memberi motivasi, semangat dan tidak pernah menyalahkan karena kegagalan
yang saya alami.
Now What?
Kegagalan yang pernah saya rasakan
tidak akan pernah hilang. Tidak salah apabila banyak yang mengatakan bahwa
kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Kegagalan hendaklah menjadi
pengalaman yang paling berahrga untuk kita melangkah ke depan. Jadikan
kegagalan menjadi cambuk bagi kita untuk meraih keberhasilan. Pelajaran ini
yang selalu saya tanamkan dalam diri sehingga mampu mendapatkan hasil yang
membanggakan.
Apabila ada yang mencemooh dan
meragukan dengan kemampuan, kita pantas berterima kasih kepada mereka. Karena
dari itu kita menjadi termotivasi untuk menunjukkan kepada mereka bahwa kita
tidak seperti yang mereka tuduhkan.
Motivasi dari orang lain jelas
sangat penting. Bergaul menjalin komunikasi dengan berbagai kalangan penting
untuk menumbuhkan dan menguatkan potensi kita. Merasa kurang dan tidak mampu
juga bsa menjadikan diri kita untuk terpacu memperdalam pengetahuan yang ada
dalam diri kita.
Melalui Program Guru Penggerak ini,
semakin banyak kita ketahui hal-hal yang perlu dan harus kita lakukan. Hal ini
demi memperkuat peran kita, demi memantabkan tugas kita sebagai seorang guru
yang harus memberi pelayanan terbaik untuk anak didik kita.
Untuk itu juga dibutuhkan satu
komitmen yang kuat dari diri kita. Komitmen untuk mengikuti dengan
sungguh-sungguh program yang telah dijalani. Komitmen yang kuat untuk
memberikan segenap kemampuan kita kepada siswa, kepada komunitas kita (sekolah)
dan lebih luas lagi untuk bangsa dan negara ini.
Tekad dan komitmen saya ini untuk
pendidikan Indonesia, kepada seluruh anak didik saya, teman sejawat institusi
saya melakukan yang terbaik. Semoga apa yang sudah, sedang, dan akan saya
lakukan ini membawa dampak yang luar biasa bagi diri saya, orang lain (siswa dan
teman sejawat) dan juga sekolah saya. Saya berharap dan bertekad dapat mengambil peran penting dalam upaay
mewujudkan Merdeka Belajar dalam rangka membentuk Profil Pelajar Pancasila.
Tekad dan komitmen saya ini tidak
mungkin bisa terwujud tanpa adanya dukungan dari segenap pihak. Oleh karena itu
saya harus mampu merangkul mereka dalam satu aksi kolaborasi yang positif demi
terwujudnya tujuan pendidikan pada umumya dan sekolah pada khususnya.
.
Komentar
Posting Komentar