LAPORAN AKSI NYATA MODUL 3.3
LAPORAN AKSI NYATA MODUL 3.3
PROGRAM BERDAMPAK PADA MURID
TRASI BI DARSI
(TRADISI LITERASI UNTUK PEMBINAAN
KESADARAN KONSTITUSI)
SMP NEGERI 1 MUNTILAN
*) SUHARDI (SMP Negeri 1 Muntilan)
A.
Latar Belakang
Program yang berdampak ada
murid adalah program yang bertujuan untuk meningkatkan keberpihakan kepada
murid. Program ini diharapkan dapat menguatkan apa yang telah dimiliki
mengajarkan anak atau mendorong kebermaknaan atau kemitraan kepada smua dalam
sebuah komunitas. dan akhirnya implementasi kepemimpinan murid atau secara
kkontekstual. Karakteristik lingkungan yang mendukung kegiatan mengembangkan
ketrampilan berinteraksi sosial secara positif.
Kepemimpinan murid
memungkinkan murid untuk menumbuhkan dan mengembangan sikap kritis, mandiri,
kreatif dan inovatif dalam mewujudkan pengelolaan program pengembangan sekolah.
SMP Negeri 1 Muntilan memiliki
satu program dalam bentuk kegiatan pembiasaan kokurikuler yaitu Literasi dan
PPK. Selama masa Pandemi Literasi dan PPK dilakukan secara Online. Program
tersebut dinamakan Literasi Online (Lion) dan PPK (yang terbagi dalam PPK
Nasionalisme, PPK Profil Pelajar Pancasila, dan PPK Religiusitas). Melalui
program ini diharapkan karakter siswa berkembang secara positif sehingga berkontribusi
dalam meningkatkan belajar siswa. Selain itu juga berpengaruh positif terhadap
kedisiplinan, ketertiban dan ketaatan siswa terhadap peraturan yang berlaku.
Pada Aksi nyata Modul 3.3 ini,
penulis mencoba mengangkat satu tema yang berjudul “Trasi Bi Darsi (Tradisi Literasi untuk Pembinaan Kesadaran Konstitusi)
SMP Negeri 1 Muntilan. Dengan aksi ini, penulis berharap program literasi
juga memberi dampak positif bagi kesadaran murid terhadap berbagai ketentuan
yang berlaku (konstitusi). Selain itu juga suara (keterlibatan), pilihan dan
kepemilikan murid menjadi berkembang dan berpengaruh positif terhadap
pengembangan sekolah.
B.
Tujuan
1.
Tumbuh dan berkembangnya kesadaran
murid terhadap tata tertib sekolah (konsitusi sekolah) melalui program
pembiasaan literasi yang diselenggarakan.
2.
Suara, pilihan, dan kepemilikan
murid dapat terakomodasi dalam Tata tertib sekolah.
C.
Penerapan Manajemen Perubahan BAGJA pada Aksi Nyata
1.
Buat
Pertanyaan : Bagaimana dapat Membina Kesadaran
Konstitusi Siswa melalui Tradisi Literasi? Tindakan yang perlu dilakukan untuk
menjawab pertanyaan ini adalah berkoordinasi dengan Tim Kurikulum, Kesiswaan, Tim
PPK, dan Tim GLS untuk menyusun program yang bisa dilaksanakan. Rencana untuk
melibatkan murid (suara, pilihan dan kepemilikan) adalah dengan membuat semacam
angket untuk minta masukan murid tentang berbagai ketentuan yang akan
diberlakukan, dan melibatkan perwakilan murid dalam penyusunan tata tertib
sekolah.
2. Ambil Pelajaran :
Pertanyaan
yang diajukan : Aktivitas apa saja yang menarik
keterlibatan siswa dalam kegiatan literasi? Bagaimana kegiatan PPK dan literasi
selama ini? Materi apa yang bisa diintegrasikan dalam literasi untuk membina
kesadaran konstitusi murid? Tindakan
yang diperlukan ; Survey melalui angket untuk murid, Koordinasi dengan tim
mengenai literasi, Memberikan beberapa pertanyaan kepada perwakilan
murid/pengurus osis tentang bagaimana peraturan tata tertib sekolah yang
diinginkan. Rencana untuk melibatkan
suara/pilihan/kepemilikan murid: Curah
pendapat dengan perwakilan murid/pengurus OSIS tentang peraturan tata tertib
sekolah, koordinasi dengan Tim sekolah, Rapat Perwakilan Kelas/Pengurus OSIS
3.
Gali
Mimpi (Dream) :
Menyusun deskripsi secara kolektif bilamana inisiatif
terwujud dan meluangkan kesempatan untuk berkolaborasi (kapan, di mana, dan
siapa saja yang terlibat) Pertanyaan
yang diajukan : Bagaimana proses literasi untuk membina kesadaran
konstitusi siswa SMP Negeri 1 Muntilan? Dampak positif apa yang didapatkan jika
program ini terlaksana dengan baik? Tindakan
yang diperlukan : Menyediakan ruang untuk berkomunikasi membahas tujuan dan
bagaimana mencapai tujuan yang diharapkan melalui literasi. Refleksi secara berkala kegiatan yang dilaksanakan. Rencana untuk melibatkan
suara/pilihan/kepemilikan murid : Bertanya kepada murid bagaimana peraturan
sekolah selama ini, apa yang perlu diatur dalam peraturan tata tertib sekolah,
apa yang diharapkan dari adanya peraturan tata tertib sekolah? Refleksi kepada
murid tentang kegiatan yang dilaksanakan.
4.
Jabarkan
Rencana :
Pada tahap ini saya
mengidentifikasi tindakan secara konkret yang diperlukan untuk menjalankan
langkah-langkah kecil, sederhana dan mudah segera dilaksanakan untuk mencapai
tujuan. Pertanyaan yang bisa diajukan: Kebijakan
sekolah apa yang sudah ada sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan ini? Bagaimana
kegiatan ini dapat terakomodasi dalam pembiasaan di sekolah? Strategi seperti
apa yang dapat memperkuat minat dan motivasi murid agar bisa terlaksana dengan
baik. Tindakan yang diperlukan : Mempelajari kebijakan terkadi dengan literasi
dan tata tertib sekolah, Koordinasi dengan tim terkait dengan melibatkan perwakilan
kelas (Pengurus OSIS), Mengitegrasikan dalam kegiatan pembiasaan sekolah
(khususnya PPK dan Literasi), Rencana melibatkan suara/pilihan/kepemilikan
murid adalah komitmen murid penting dalam pelaksanaan kegiatan yang dilakukan
melalui pembiasaan (tradisi). Secara periodik akan diminta untuk merefleksi
kegiatan yang dilaksanakan.
5.
Atur
Eksekusi
Pada tahap ini menentukan siapa yang berperan/terlibat
dalam pengambilan keputusan dan mendesai alur komunikasi dan pengelolaan
kegiatan agar bisa dilaksanakan secara berkesinambungan. Pertanyaan yang diajukan : Siapa yang bertanggung jawab agar
kegiatan dapat berjalan efektif dan berkesinambungan? Tindakan yang diperlukan : Membentuk Tim (penanggung jawab
kegiatan) Rencana melibatkan suara/pilihan/kepemikan
murid.
D.
Tolok Ukur
- Terlaksananya sosialisasi Aksi nyata kepada Tim
Pengembang Sekolah
- Terlaksananya sosialisasi Rancangan Aksi Nyata kepada
Perwakilan Siswa (Pengurus OSIS)
- Tersusunnya Tata Tertib Siswa yang mengakomodasi suara,
pilihan dan kepemilikan murid.
E.
Linimasa Tindakan yang Akan Dilakukan
- Sosialisasi Program kepada Tim Pengembang Sekolah
- Sosialisasi Program kepada Perwakilan Murid (Pengurus
OSIS)
- Angket pemahaman Siswa terhadap tata tertib Sekolah
- Penyusunan Tata Tertib Sekolah yang mengakomodasi
suara, pilihan, dan kepemilikan murid.
- Pembahasan Tata tertib Sekolah oleh Tim Pengembang Sekolah
F.
Dukungan yang dibutuhkan
1.
Kebijakan Kepala Sekolah
2.
Komunikasi dan kolaborasi Tim
Pengembang Sekolah
3.
Partisipasi Murid dalam Penyusunan
Tata Tertib Sekolah
G.
Refleksi dan Tindak Lanjut
- Peristiwa (Fact)
Kesadaran murid
terhadap peraturan tata tertib sekolah selama Masa Pandemi pada SMP Negeri 1
Muntilan mengalami penurunan. Kegiatan
pembiasaan literasi dan PPK yang diselenggarakan sekolah tetap dapat
dilaksanakan secara daring. Program pembiasaan ini dilaksanakan di samping
untuk membentuk dan membina karakter murid dan juga menumbuhkan budaya baca di
sekolah juga dalam rangka mempersiapkan murid untuk menghadapi ANBK. Program
Pembiasaan sekolah dalam bentuk Literasi dan PPK yang selama ini
diselenggarakan dapat dioptimalkan sebagai sarana untuk membina kesadaran murid
terhadap berbagai peraturan yang berlaku (khususnya tata tertib sekolah).
- Perasaan (Feeling)
Setelah menerapkan program ini ada rasa bangga dapat melakukan
pengelolaan program yang berdampak pada murid dengan mendorong murid untuk
terlibat dalam program pengembangan sekolah. Bersyukur karena dapat
memfasiiltasi murid dalam menyampaikan suara, pilihan dan kepemilikan dalam
penyusunan dan pelaksanaan program pengembangan sekolah. Perasaan saya saat menjalankan aksi nyata adalah senang
karena saya mengaktifkan kembali kegiatan literasi di sekolah yang telah lama
vakum. Begitu juga dengan minat, wawasan dan pola pikir murid sudah mulai
berkembang. Tetapi perasaan lain yang sering muncul adalah kekhawatiran akan
berbagai resiko yang akan dialami ke depannya karena kondisi pandemi saat ini
sehingga hal tersebut akan mengganggu progres tujuan dari program tersebut.
- Pembelajaran (Finding)
Semua materi membentuk karakter pada guru penggerak untuk
selalu berpihak pada murid sehingga ketika mengambil keputusan, merencanakan
dan melaksanakan program sekolah yang pertama kali dijadikan barometer adalah
keberpihakan pada murid. Pembelajaran yang diperoleh dari aksi nyata adalah murid
memerlukan dukungan untuk meningkatkan minat, wawasan dan perubahan pola pikir
mereka karena kondisi saat ini merupakan dampak negatif dari gadget sehingga
minat baca mereka rendah. Begitupun dengan dukungan sekolah dan peran guru serta orang tua
sangat penting sekali untuk menumbuhkan motivasi instrinsik literasi pada
murid. Selain itu juga murid memerlukan satu ruang yang mampu memberikan
peluang untuk ikut terlibat secara langsung (suara), menggunakan pilihannya dan
ikut merasa memiliki (kepemilikan) terhadap program yang dilaksanakan sekolah.
- Penerapan ke depan (Future)
Program Tradisi Literasi untuk Pembinaan Kesadaran Kontsitusi
(Trasi Bi Darsi) ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih besar bukan
hanya pada lingkungan sekolah tetapi juga di lingkungan keluarga maupun
masyarakat sekitar sehingga budaya literasi sekolah dan kesadaran terhadap
peratuan dan ketentuan yang berlaku bisa terwujud dan mampu melahirkan generasi
yang memiliki keterampilan abad 21. Untuk itu diperlukan komunikasi dan kolaborasi yang efektid antara
sekolah dengan orang tua siswa terkait program ini. Dukungan orang tua sangat
penting artinya untuk tetap menjadi keberlangsungan tradisi (pembiasaan) yang deprogramkan
sekolah.
H.
Dokumentasi
- 1. Sosialisasi Program dan curah pendapat kepada Perwakilan Murid (Pengurus OSIS
- Soalisasi dan Koordinasi Program dengan Tim Pengembang Sekolah



.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

Komentar
Posting Komentar