3.2.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya

 

3.2.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya

Suhardi : CGP Angkatan 4 SMP Negeri 1 Muntilan Kabupaten Magelang

 

PEMETAAN TUJUH ASET SUMBER DAYA PADA SMP NEGERI 1 MUNTILAN

 

1.    SUMBER DAYA MANUSIA

Pemetaan modal atau asset individu merupakan kegiatan menginverntaris pengetahuan, kecerdasan dan ketrampilan yang dimiliki setiap warganya dalam sebuah komunitas (dalam hal ini SMP Negeri 1 Muntilan). Sumber daya manusia yang ada pada SMP Negeri 1 Muntilan adalah:

 a.    Murid

Murid adalah komponen manusia yang menempati posisi sentral dalam pendidikan atau biasa dikenal disebut dengan peserta didik. Dalam proses belajar-mengajar, murid sebagai pihak yang ingin menyelesaikan kurikulum dan dalam upaya mencapai tujuan atau cita-cita. Dalam undang-udang pendidikan, murid merupakan bagian yang paling penting dari sistem pendidikan, sehingga indikator sukses atau tidaknya dunia pendidikan adalah keberhasilan atau kegagalan murid setelah menempuh proses pendidikan.

Murid atau anak adalah pribadi yang “unik” yang mempunyai potensi dan mengalami proses berkembang. Dalam proses berkembang itu anak atau murid membutuhkan bantuan yang sifat dan coraknya tidak ditentukan oleh guru tetapi oleh anak itu sendiri, dalam suatu kehidupan bersama dengan individu-individu yang lain.

Dalam proses belajar-mengajar yang diperhatikan pertama kali adalah murid/anak didik, bagaimana keadaan dan kemampuannya, baru setelah itu menentukan komponen-komponen yang lain. Apa bahan yang diperlukan, bagaimana cara yang tepat untuk bertindak, alat atau fasilitas apa yang cocok dan mendukung, semua itu harus disesuaikan dengan keadaan/karakteristik murid. Itulah sebabnya murid atau anak didik adalah merupakan subjek belajar.

 


b.   Kepala Sekolah

Nama Kepala Sekolah : YULIYANTO, M.Pd

Pendidikan  : S2 (Pend. Matematika)

Pangkat/Gol : Pembina TK I/IVb

Seorang kepala Sekolah yang masih cukup muda dengan visi yang jelas untuk memajukan mutu sekolah dengan selalu mengedepankan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dalam setiap pelaksanaan tugas

Srategi pemberdayaan : Kepala SMP N 1 Muntilan yang terbilang cukup muda di wilayah kabupaten Magelang, beliau selalu mengedepankan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan suatu kegiatan.

 

 

 

 

 

 

 

c.     Guru dan Karyawan (Tenaga Kependidikan)

 

 

 

 

Strategi Pemberdayaan : Komunikasi, koordinasi dan kolaborasi yang efektif antara senior-yunior dengan mengedepankan kepentingan tugas dan tanggung jawab sekolah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

d.    Orang tua/Wali Murid

 

 

Orang tua/wali murid SMP Negeri 1 Muntilan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan oleh sekolah dengan memberikan dukungan moral kepada siswa.

 

 

 

2.    Modal Sosial

Modal sosial adalah norma dan aturan yang mengikat warganya dan megatur pola perilaku warga, termasuk unsur kepercayaan (trust) dan jaringan (networking) antara unsur yang ada di dalam komunitas. Modal Sosial yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan SMP Negeri 1 Muntilan antara lain: MKKS, MGMP, PGRI, Kwarcab, PMI dan lain sebagainya. Berbagai instansi terkait tersebut, memberikan kontribusi yang sangat besar dalam pengembangan SMP Negeri 1 Muntilan.

Strategi Pelaksanaan : Menjalin komunikasi yang efektif, koordinasi dan kolaborasi dengan berbabagi komunitas terkait untuk pengembangan sekolah dalam rangka peningkatan pelayanan kepada murid.

 

3.    Modal Fisik

a.    Bangunan Fisik yang ada di SMP Negeri 1 Muntilan antara lain :

1)    21 Ruang Kelas,

2)    Ruang Kepala Sekolah

3)    Ruang Wakil Kepala Sekolah

4)    Ruang Guru

5)    Ruang Tenaga Administrasi

6)    Ruang BK

7)    UKS

8)    Perpustakaan

9)    Laboratorium Fisika

10) Laboratorium Biologi

11) Laboratorium Komputer

12) Laboratorium Bahasa

b.    Infrastruktur berupa sarana dan prasarana pendukung kegiatan yang terprogram dan laksanakan sekolah

Infrastruktur sekolah : Proyektor, Komputer, wifi, Air bersih,Saluran pembuangan, pasokan  listrik yang baik serta Alat Transportasi (pribadi maupun umum) yang digunakan warga sekolah sebagai sarana pendukung.

 

4.    Modal Lingkungan/alam

Secara geografis, SMP Negeri 1 Muntilan sangat strategis karena terletak di Kecamatan Muntilan serta berada di jalan utama dan pusat kota Muntilan yaitu di Jalan Pemuda. Dengan letak seperti itu, sekolah ini mudah dijangkau bagi siswa dan masyarakat di seluruh penjuru daerah di Kabupaten Magelang bagian selatan dan sekitarnya.

 

5.    Modal Finansial

Modal finansial termasuk tabungan, hutan, investasi, penguranan dan pendapatan pajak, hibah, gaji, serta sumber pendapatan internal dan eksternal. Modal Finansial SMP Negeri 1 Muntilan adalah:

a.    Dana BOS

b.    Dana BOSDA : Alokasi Dana Pendamping BOS dari APBD Kabupaten Magelang.

Strategi Pemanfaatan dana BOS dan BOSDA : Penyusunan RKAS dengan melibatkan seluruh stakeholder yang ada dan disosialisasikan kepada segenap pihak terkait utamanya kepada Komite Sekolah dan Orang tua/walimurid.

 

c.     Penggalangan Dana Alumni : pemberian beasiswa, bantuan alat komunikasi dan pembelajaran (HP)

 

6.    Modal Politik

Modal politik adalah ukuran keterlibatan sosial. Semua lapisan atau kelompok memiliki peluang atau kesemapatan yang sama dalam kepemimpinan, serta memiliki suara dalam masalah umum yang terjadi dalam komunitas.

Lembaga pemerintah atau perwakilannya yang memiliki gubungan dengan komunitas, seperti komunitas ekolah, komite pekayan kesehatan, pelaanan listrik atau air.

Modal politik yang mendukung dalam pengembangan SMP Negeri 1 Muntilan adalah:

a.     DPRD Kabupaten Magelang,

b.    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang,

c.     KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Kabupaten Magelang,

d.    BPBD (Badan Penggulangan Bencana Daerah),

e.     Puskesmas,

f.      PMI,

g.    Koramil Muntilan,

h.    Polsek Muntilan

i.      Universitas Tidar Magelang dan pertguruan tinggi Lainnya di sekitar Kabupaten Magelang (UNY dan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta)

j.      dan instansi terkait lainnya.

Strategi Pemanfaatan : Dalam rangka optimalisasi pelayanan kepad masyarakat (utamanya murid), SMP Negeri 1 Muntilan menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga/instansi terkait melalui berbagai kegiatan seperti sosialsiasi, pembinaan mental, dan bentuk yan lan. Kegiatan yang dilaksanakan dengan melibatkan instansi terkait antara lain : Pendidkan Biela Negara dan wawasan kebangsaan (dengan DPRD, Koramil, dan Polsek), Pendidikan Anti Korupsi (dengan KPK dan Polsek), Gaya Hidup Sehat, Penanggulangan bahaya Narkoba (Dinas Kesehatan, Koramil, Polsek, Puskesmas, PMI)

Dok : Bekerjasama dengan KPK, Kepolisian dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Magelang : Sosialsiasi Pendidikan dan Ikrar Generasi Anti Korupsi

 

 

 

 

Kerjasama Dengan Untidar Magelang dalam Pelatihan Book Creator

Program S2 Universitas Sanata Dharma Penelitian Gerakan Literasi Sekolah di SMP N 1 Muntilan

 

 

 

 

 

7.    Modal Agama dan Budaya

SMP Negeri 1 Muntilan merupakan lembaga pendidikan menengah tingkat pertama tertua yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magelang. Sebagai sekolah tertua, SMP Negeri 1 Muntilan memiliki sejarah yang cukup panjang. Pada awalnya (sebelum tahun 1946), sekolah ini bernama Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pemda. Mulai tahun 1946 nama sekolah ini berganti menjadi SMP Negeri 1 Muntilan. Dalam hal prestasi pendidikan, pada tahun 1971 sekolah ini mendapat predikat sebagai SMP Perintis, tahun 1978 sebagai SMP Teladan, tahun 2002 sebagai Sekolah Standar Nasional (SSN), dan tahun 2008 oleh pemerintah ditetapkan sebagai salah satu Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).

Sekolah ini menghuni bangunan yang pada masa sebelum kemerdekaan merupakan milik seorang Tionghoa kaya di Muntilan, Khoo Kim Goan. Dia adalah saudagar ternak dan pedagang intan, sekaligus pengusaha otobis "Victoria". Karena kekayaannya, ia dipersamakan dengan orang Eropa (gelijkgesteld). Pada saat tentara Jepang menyerbu Muntilan awal Maret 1942, rumah ini menjadi sasaran bom. Kim Goan dan keluarganya mengungsi dan rumahnya mengalami kerusakan pada masa pendudukan Jepang. Setelah Jepang mundur, rumah ini diambil alih pemerintah RI dan difungsikan sebagai gedung sekolah. Terdapat gedung (ruang Kepala Sekolah, Ruang Wakil Kepala Sekolah, Tenaga Administrasi, Ruang BK) yang merupakan Bangunan Cagar Budaya.

Bermodal sejarah panjang tersebut, SMP Negeri 1 Muntilan memiliki berbagai sumber daya yang sangat potensial untuk dikembangkan. Dari aspek budaya, SMP Negeri 1 Muntilan bekerjasama dengan tokoh masyarakat dalam pengembangan budaya jawa (karawitan). Sementara dalam pengembangan agama melalui berbagai kegiatan religiusitas (yang dikemas dalam kegiatan pembiasaan dan kegiatan rutin lainnya) bekerjasama dengan berbagai lembaga dan tokoh agama.

 

Group Karawitan Nglaras Rasa Guru dan Karyawan SMP Negeri 1 Muntilan

Group Topeng Ireng SMP Negeri 1 Muntilan

 

 

 

Kegiatan Ekstrakurikuler Musik Tradisional (Mustrad) yang beberapa kalimeraih kejuaraan FLS2N Tingkat Kabupaten Magelang

 

Strategi Pemanfaatkan dan Pengembangan : Untuk kepentingan pengembangan, sekolah menjalin kerjasama dengan berbagai instansi dan perorangan (tokoh agama dan budaya) untuk meningkatkan asset yang ada. Sementara untuk optimalisasi potensi murid melalui berbagai aktivitas untuk membangun kesadaran budaya dan juga keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta budaya religius dengan kegiatan PPK Religiusitas dan berbagai even keagamanaan sperti Peringatan Hari Besar Agama dan kegiatan Bulan Ramadhan.

 

 

 

    

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN AKSI NYATA MODUL 2.3 COACHING MODEL TIRTA ALTERNATIF SOLUSI MEMECAHKAN MASALAH

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 3.1