Cak Beran
CAK BERAN (LACAK BERITA KORAN) UNTUK MENINGKATKAN
AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIIE SMP N 1 MUNTILAN TAHUN PELAJARAN
2018/2019
*)Suhardi
I.
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pembelajaran PPKn di SMP N 1 Muntilan
selama ini lebih banyak menekankan pada aspek pengetahuan dibandingkan dengan
upaya pembentukan sikap dan ketrampilan peserta didik. Kegiatan pembelajaran
cenderung lebih difokuskan pada pencapaian hasil belajar dari pada proses.
Secara kuantitatif memang kegiatan pembelajaran yang demikian dapat
menghasilkan nilai yang tinggi, tetapi secara kualitas dalam hal sikap dan
ketrampilan masih cukup memprihatikan. Banyak peserta didik yang perlu
perbaikan dalam sikap dan ketrampilan. Sikap yang perlu mendapat perhatian
diantaranya kepedulian terhadap lingkungan baik fisik maupun sosial.
Berdasarkan data penilaian yang
dilakukan pada siswa kelas 8E dengan materi “Sumpah Pemuda dalam Bingkai
Bhinneka Tunggal Ika” masih belum seperti yang diharapkan. Dari hasil penilaian
yang dilakukan diperoleh data nilai tertinggi 96,67 dan terendah 66,67 dengan
rata-rata kelas 83,93. Dari 28 siswa ada 8 siswa (28,57%) masih memperoleh
nilai di bawah KKM (kurang dari 81).
Sikap siswa berdasarkan pengamatan diperoleh data masih terdapat 12
siswa yang berpredikat C (cukup) yang artinya apabila ini adalah nilai sikap
raport, maka ke-12 siswa ini tidak naik kelas, karena syarat kenaikan kelas
untuk nilai sikap adalah minimal baik. Sementara dari ketrampilan siswa
diperoleh rata-rata 85,70, nilai tertinggi 95 (1 siswa) dan
terendah 75,00. Seorang siswa memperoleh nilai Sangat Baik (95), 4 siswa nilai
Baik (87 – 94), 22 siswa nilai cukup (81 – 86) dan seorang siswa nilai kurang
(nilai 75/kurang dari 81).
Keadaan tersebut perlu segera
disikapi dengan bijak dan tepat agar tidak meluas dan berkembang ke arah yang
lebih parah lagi. Sebagai strategi yang penulis lakukan dalam pembelajaran
adalah dengan strategi Cak Beran (Lacak Berita Koran). Melalui Cak Beran (Lacak
Berita Koran) diharapkan dalam diri siswa akan berkembang aktivitas siswa dalam
kegiatan pembelajaran yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa
baik pengetahuan, sikap, maupun ketrampilan siswa
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut,
dirumuskan masalah sebagai berikut:
1.
Bagaimana
implementasi Cak Beran umtuk menigkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa Kelas VIIIE SMP Negeri 1 Muntilan?
2.
Bagaimana
aktivitas dan hasil belajar siswa Kelas VIIIE SMP Negeri 1 Mumila dengan penerapan
Cak Beran dalam pembelajaran?
3.
Bagaimana
dampak penerapan Cak Beran terhadap sikap dan perilaku siswa Kelas VIIIE SMP
Negeri 1 Muntilan?
C.
Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas,
penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk:
1.
mendeskripsikan
implementasi Cak Beran umtuk menigkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa Kelas VIIIE SMP Negeri 1 Muntilan;
2.
mengetahui
aktivitas dan hasil belajar siswa Kelas VIIIE SMP Negeri 1 Mumila dengan penerapan
Cak Beran dalam pembelajaran;
3.
mengetahui
dampak penerapan Cak Beran terhadap sikap dan perilaku siswa Kelas VIIIE SMP
Negeri 1 Muntilan.
D.
Manfaat Penulisan
Penulisan karya
ilmiah ini diharapkan mampu memberikan manfaat secara teoretis dan praktis .
1.
Manfaat Teoretis
Secara teoretis, penulisan ini diharapkan dapat:
a.
menambah khasanah ilmu pengetahuan dan menarik
pihak-pihak lain untuk melakukan upaya meningkatkan hasil dan aktivitas
belajar siswa.
b.
menjadi kajian bagi pengembangan keilmuan tentang teori-teori
hasil dan aktivitas belajar siswa, media pembelajaran dan pengajaran di kelas.
c.
membantu para praktisi pendidikan dalam
meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran.
2.
Manfaat Praktis
Secara praktis, penulisan ini diharapkan dapat:
a.
meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa
dalam pembelajaran di kelas.
b.
meningkatkan kreativitas guru dalam pengembangan
metode dan media pembelajaran.
c.
pemanfaatan berbagai sumber belajar dalam
pembelajaran yang sudah ada di sekolah.
II.
KAJIAN PUSTAKA
A.
Belajar dan Pembelajaran
Belajar merupakan aspek dari perkembangan yang
menunjuk pada perubahan (modifikasi) perilaku sebagai hasil dari praktik dan
pengalaman (Oemar Hamalik, 2010:84).
Sunhaji dalam bukunya Strategi Pembelajaran
(2009:12-13) mengemukakan terdapat beberapa elemen yang mencirikan tentang
belajar, antara lain ;
a.
belajar
adalah, merupakan perubahan dalam tingkah laku. Perubahan itu dapat mengarah
pada tingkah laku yang baik, tetapi juga bisa mengarah ke tingkah laku yang
jelek.
b.
perubahan
itu melalui pengalaman dan latihan, jadi bukan disebabkan karena pertumbuhan
dan kematangan seperti pada bayi. Dengan lain ungkapan mengalami
sesuatu belum tentu merupakan belajar, tetapi belajar berarti akan mengalami.
c.
perubahan
itu relatif, merupakan akhir dari sesuatu periode waktu yang panjang, mungkin
berhari-hari, berbulan-bulan,
bahkan bertahun-tahun. Oleh
karena itu, bukan karena sekadar termotivasi, adaptasi, dan ketajaman
perhatian/kepekaan yang biasanya bersifat sementara.
d.
Tingkah
laku yang mengalami perubahan menyangkut berbagai aspek kepribadian, fisik dan
psikis, perubahan berpikir, keterampilan, kecakapan, kebiasaan, dan sikap.
Menurut pendapat tradisional, belajar
adalah menambah dan mengumpulkan sejumlah pengetahuan. Di sini yang
dipentingkan pendidikan intelektual. Kepada anak-anak diberikan bermacam-macam
pelajaran untuk menambah pengetahuan yang dimilikinya, terutama dengan jalan
menghafal (Zainal Aqib, 2010:42). Sementara ahli pendidikan modern merumuskan
bahwa belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri
seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat
pengalaman dan latihan.
Ashar Arsyad dalam bukunya Media Pembelajaran
menyatakan:
“Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang
terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi
karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Oleh karena itu,
belajar dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Salah satu pertanda bahwa
seseorang itu telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri
orang itu yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat
pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya” (2007:1).
Sedangkan menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan
Zain :
“Belajar adalah proses perubahan perilaku berkat
pengalaman dan latihan. Artinya tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku,
baik yang menyangkut pengehuan, keterampilan maupun sikap, bahkan meliput
segenap aspek organisme atau pribadi. Kegiatan belajar mengajar seperti
mengorganisasi pengalaman belajar, mengolah kegiatan mengajar, menilai proses, dan hasil belajar,
kesemuanya termasuk dalam cakupan tanggung jawab guru. Jadi, hakikat belajar
adalah perubahan”(2006:10-11).
Dari beberapa pengertian tentang belajar
tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar adalah segenap rangkaian kegiatan atau aktivitas
yang dilakukan secara sadar oleh seseorang dan mengakibatkan perubahan dalam
dirinya berupa penambahan pengetahuan atau ketrampilan berdasarkan alat indera
dan pengalamannya. Oleh sebab
itu apabila setelah belajar siswa tidak ada perubahan tingkah laku yang positif
dalam arti tidak memiliki kecakapan baru serta wawasan pengetahuannya tidak
bertambah maka dapat dikatakan bahwa belajarnya belum sempurna.
Belajar dan mengajar
merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Belajar menunjuk hal yang dilakukan seseorang
sebagai objek yang menerima pelajaran yaitu peserta didik, sedangkan mengajar
menunjuk pada hal yang harus dilakukan oleh guru sebagai seorang pendidik. Dua
konsep tersebut menjadi terpadu dalam satu kegiatan, manakala terjadi interaksi
antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa, yaitu pada saat pelajaran
berlangsung.
Menurut
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2006:33) dalam kegiatan belajar mengajar
terdapat dua hal yang ikut menentukan keberhasilan, yakni pengaturan proses
belajar mengajar, dan pengajaran itu sendiri, dan keduanya mempunyai saling
ketergantungan satu sama lain.
Kegiatan
belajar mengajar itulah yang disebut pembelajaran. Pembelajaran berdasarkan makna leksikal berarti
proses, cara, perbuatan mempelajari. Dalam kegiatan pembelajaran, guru mengajar diartikan
sebagai upaya guru mengorganisir lingkungan terjadinya pembelajaran (Agus
Suprijono, 2011:13).
Sementara menurut Seni Apriliya, pembelajaran
merupakan proses komunikasi. Sebagai proses komunikasi maka ada sumber pesan
(guru), penerima pesan (murid) dan pesan yaitu materi pelajaran yang diambilkan
dari kurikulum (2007:35).
Proses pembelajaran adalah kegiatan yang bernilai
edukatif. Nilai edukatif tersebut mewarnai interaksi yang terjadi antara guru
dengan siswa, siswa dengan siswa, siswa dengan sumber belajar dalam mencapai
tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Harapan yang ada pada setiap guru adalah
bagaimana materi pelajaran yang disampaikan kepada anak didiknya dapat dipahami
secara tuntas. Untuk memenuhi harapan tersebut bukanlah sesuatu yang mudah,
karena harus disadari bahwa setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda
baik dari segi minat, potensi, motivasi, kecerdasan dan usaha siswa itu sendiri
termasuk faktor yang berasal dari luar diri siswa seperti lingkungan.
B.
Cak Beran (Lacak Berita Koran) sebagai
Strategi Pembelajaran
Kata
“lacak” (Cak) mengandung makna sebagai usaha untuk mencari dan menemukan
sesuatu (bisa tentang benda, informasi, atau lainnya) yang diperlukan untuk
satu kepentingan. Berita menurut KBBI adalah cerita atau keterangan mengenai
kejadian atau peristiwa yang hangat; kabar. Berita adalah informasi mengenai
sesuatu yang sedang terjadi, disajikan lewat bentuk cetak, siaran, internet
atau dari mulut ke mulut kepada orang ketiga atau orang banyak. Koran (dari
bahasa Belanda: Krant, dari Bahasa Perancis Courant) atau surat kabar adalah
suatu penerbitan yang ringan dan mudah dibuang, biasanya dicetak pada kertas
berbiaya rendah yang disebut kertas koran, yang berisi berita-berita terkini
dalam berbagai topik. Sementara menurut KBBI, koran adalah lembaran-lembaran
kertas bertuliskan kabar (berita) dan sebagainya terbagi dalam kolom-kolom.
Jadi dalam hal ini, yang penulis maksudkan adalah mencari satu fakta/peristiwa
lewat berita/informasi yang ada di surat kabar/koran.
Cak Beran
merupakan satu akronim yang kalau dipanjangkan menjadi Lacak Berita Koran. Ini
dimaksudkan bahwa sebagai satu bentuk aktivitas belajar siswa dengan mencari
untuk menemukan hal-hal yang sebagaimana dimaksudkan dalam materi. Melalui
aktivitas ini, siswa diharapkan dapat menemukan atau mendapatkan pengetahuan
dan pengalaman yang berhubungan dengan materi pelajaran.
C.
Aktivitas Belajar
Dalam kegiatan belajar mengajar, aktivitas
merupakan sesuatu yang sangat penting. Efektifitas pembelajaran di kelas
terlihat ketika aktivitas belajar siswa berkembang secara optimal. Aktivitas belajar yang baik akan berpengaruh positif terhadap hasil
belajar siswa.
Aktivitas belajar sebagaimana dijelaskan oleh
Oemar Hamalik (2010: 179) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam kegiatan
pembelajaran. Aktivitas yang dilakukan baik fisik maupun mental saat pembelajaran
berlangsung adalah ketika siswa mampu memberikan umpan balik terhadap guru dan atau antar siswa.
Aktivitas
belajar adalah aktivitas yang bersifat fisik maupun mental. Dalam proses
belajar kedua aktivitas itu harus berkaitan. Lebih lanjut piaget sebagaimana
dijelaskan dalam buku yang ditulis Sardiman (2012) yang berjudul Interaksi dan
Motivasi menegaskan bahwa jika seorang anak berfikir tanpa berbuat ssuatu,
bearrti anak itu tidak berfikir (Sardiman, 2012:100).
Dari
pengertian tersebut dapat ditegaskan bahwa aktivitas siswa merupakan kegiatan
atau perilaku yang terjadi selama proses pembelajaran. Kegiatan-kegiatan yang
ditunjukkan dalam proses pembelajaran seperti bertanya, mengajukan pendapat,
mengerjakan tugas–tugas, dapat menjawab pertanyaan guru dan bisa bekerja sama
dengan siswa lain, serta tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Aktivitas
belajar siswa sangat kompleks. Paul B. Diedrich (Sardiman, 2012: 101), menyatakan bahwa kegiatan siswa
digolongkan sebagai berikut:
a. Visual activities (aktivitas penglihatan), yang antara lain meliputi
membaca, memperhatikan gambar demonstrasi, percobaan.
b. Oral activities (aktivitas
lisan/berbicara), seperti
menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran, dan mengeluarkan pendapat
c. Listening activities (aktivitas
mendengarkan), seperti
misalnya mendengarkan percakapan, diskusi dan pidato.
d. Writing activities (aktivitas menulis), misalnya menulis cerita, karangan,
laporan dan menyalin.
e. Motor activities (aktivitas
ketrampilan/melakukan sesuatu), misalnya melakukan percobaan, membuat konstruksi, model mereparasi,
bermain, berkebun, beternak;
f.
Mental activities (Aktivitas
mental), misalnya menanggapi,
mengingat, memecahkan soal, dan menganalisis.
g. Emotional activities (aktivitas
emosional/perasaan),
misalnya, menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah, berani,
tenang, gugup.
Indikator aktivitas dalam kegiatan pembelajaran di
kelas antara lain:
a. Siswa membaca materi yang akan dipelajari.
b.
Siswa berdiskusi dengan teman.
c. Siswa bertanya pada guru atau teman.
d. Siswa menyimak penjelasan dari guru.
e. Siswa membuat catatan tentang materi
pelajaran.
f.
Siswa
menanggapi pendapat teman atau guru.
g. Siswa mengerjakan tes dengan kemampuan
sendiri.
h. Siswa bersemangat dalam mengikuti
pelajaran.
D.
Hasil Belajar dan Penilaian Hasil Belajar
Siswa
1.
Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki
siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya (Sudjana, 2011:22). Menurut Blom (Agus Suprijono, 2011:6-7), hasil
belajar mencakup kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik. Domain kognitif
adalah knowledge (pengetahuan,
ingatan), comprehension (pemahaman,
menjelaskan, meringkas, contoh), application
(menerapkan), analysis (menguraikan,
menentukan hubungan), synthesis
(mengorganisasikan, merencanakan, membentuk bangunan baru), dan evaluation (menilai). Domain afektif
adalah receiving (sikap menerima), responding (memberikan respons), valuing (nilai), organization (organisasi), characterization
(karakterisasi). Domain psikomotor meliputi initiatory,
pre-routine, dan rountinized.
Psikomotor juga mencakup keterampilan produktif, teknik, fisik, sosial,
manajerial, dan intelektual.
Gagne dalam Agus Suprijono (2011:5-6) mengemukakan bahwa
hasil belajar itu berupa :
1)
Informasi
verbal yaitu kapabilitas mengungkapkan pengetahuan dalam bentuk bahasa, baik
lisan maupun tertulis. Kemampuan merespons secara spesifik terhadap rangsangan
spesifik. Kemampuan tersebut tidak memerlukan manipulasi symbol, pemecahan
masalah maupun penerapan aturan.
2)
Keterampilan
intelektual yaitu kemampuan mempresentasikan konsep dan lambing. Keterampilan
intelektual terdiri dari kemampuan mengategorisasi, kemampuan analitis-sintesis
fakta-konsep dan mengembangkan prinsip-prinsip keilmuan.
3)
Strategi
kognitif yaitu kecakapan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas kognitifnya
sendiri. Kemampuan ini meliputi penggunaan konsep dan kaidah dalam memecahkan
masalah.
4)
Keterampilan
motorik yaitu kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani dalam urusan dan
koordinasi sehingga terwujud otomatisme gerak jasmani.
5)
Sikap
adalah kemampuan menerima atau menolak
obyek berdasarkan penilaian terhadap obyek tersebut. Sikap berupa
kemampuan menginternalisasi dan ekternalisasi nilai-nilai. Sikap merupakan
kemampuan menjadikan nilai-nilai sebagai standar perilaku.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hasil belajar adalah kemampuan
keterampilan, sikap dan keterampilan yang diperoleh siswa setelah ia menerima
perlakuan yang diberikan oleh guru sehingga dapat mengkonstruksikan pengetahuan
itu dalam kehidikupan sehari-hari.
Hasil belajar PPKn adalah hasil belajar yang dicapai siswa setelah
mengikuti proses pembelajara PPKn berupa seperangkat pengetahuan, sikap, dan
keterampilan dasar yang berguna bagi siswa untuk kehidupan sosialnya baik untuk
masa kini maupun masa yang akan datang yang meliputi: keragaman suku bangsa dan
budaya Indonesia, keragaman keyakinan serta keragaman tingkat kemampuan
intelektual dan emosional. Hasil belajar didapat baik dari hasil tes formatif,
subsumatif dan sumatif, untuk kerja (performance), penugasan (proyek), hasil
kerja (produk), portofolio, sikap serta penilaian diri.
Sesuai dengan karakteristiknya, hasil belajar siswa
yang diharapkan pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
terdiri atas tiga aspek kompetensi yaitu a) aspek pengetahuan kewarganegaraan (civic
knowledge), b) keterampilan kewarganegaraan (civic skill), dan c)
watak atau karakter kewarganegaraan (civic dispositions)
(Depdiknas:2006).
Aspek pengetahuan kewarganegaraan (civic
knowledge) menyangkut kemampuan
akademik yaitu keilmuan yang dikembangkan dari berbagai teori atau
konsep politik, hukum, dan moral. Sehingga dengan demikian pada mata pelajaran
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan bidang kajian
multidisipliner. Secara lebih rinci materi pengetahuan kewarganegaraan meliputi
pengetahuan tentang hak dan tangung jawab warganegara, hak asasi manusia,
prinsip-prinsip dan proses demokrasi, lembaga pemerintahan dan non pemerintah,
identitas nasional, pemerintahan berdasar hukum (rule of law) dan
peradilan yang bebas dan tidak memihak, konstitusi, serta nilai-nilai dan norma
– norma dalam masyarakat.
Aspek keterampilan kewarganegaraan (civic skill)
meliputi keterampilan intelektual (intelectual skills) misalnya
keterampilan dalam merespon berbagai persoalan politik dengan merancang dialog
dengan DPR dan keterampilan berpartisipasi (participatory skills) dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara misalnya adalah keterampilan dalam mengunakan
hak dan kewajibannya di bidang hukum, yang dilakukan dengan cara segera melapor
kepada pihak yang berwajib atas terjadinya kejahatan yang diketahuinya.
Sedangkan mengenai aspek watak atau karakter
kewarganegaraan (civic dispositions) merupakan dimensi yang paling
subtansial dan esensial dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Dimensi ini dapat dipandang sebagai muara dari pengembangan kedua dimensi
sebelumnya. Berdasarkan visi, misi, dan tujuan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
maka karakteristik mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ini ditandai
dengan penekanan pada dimensi watak, karakter, sikap dan potensi lain yang
bersifat afektif.
2.
Penilaian Hasil Belajar Siswa
Menurut Zaenal Aqib, evaluasi (penilaian) merupakan upaya untuk membuat
keputusan tentang tingkat hasil belajar siswa sesuai dengan tujuan
pembelajaran. Tujuan evaluasi hasil belajar adalah memberikan informasi
berkenaan dengan kemajuan siswa, pembinaan kegiatan belajar, menerapkan kemampuan
dan kesulitan, untuk mendorong motivasi belajar, membantu perkembangan tingkah
laku, dan membimbing siswa untuk memilih sekolah atau jabatan/pekerjaan
(2010:69).
Penilaian hasil belajar PPKn adalah
proses sistematis dan sistemik untuk mengumpulkan informasi, melalui proses
pengukuran dan non-pengukuran, atau penggunaan instrument tes maupun non-tes,
yang dapat dipergunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan tentang
siswa, perbaikan program, dan perbaikan proses pembelajaran. Maksud penilaian adalah member
nilai tentang tingkat pencapaian hasil belajar-mengajar serta efektivitas
program dan proses pembelajaran (Depdiknas, 2007:7).
Berdasarkan PP
19 Pasal 63 ayat (1) penilaian pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
terdiri atas: (a) penilaian hasil belajar oleh pendidik, (b) penilaian hasil
belajar oleh satuan pendidikan, dan (c) penilaian hasil belajar oleh
pemerintah. Untuk kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian,
penilaian hasil belajar dilakukan oleh pendidik dan satuan pendidikan.
Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk
memantau proses, kemajuan dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian,
ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.
Pasal 64 ayat (3) menyatakan bahwa penilaian hasil belajar kelompok mata
pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui pengamatan perubahan perilaku dan sikap untuk menilai
perkembangan siswa.
Dengan demikian, penilaian hasil belajar PPKn
tidak hanya dilakukan melalui tes tertulis maupun tidak tertulis, tetapi harus
pula dilakukan dengan mengamati sikap dan perilaku siswa baik pada saat proses
pembelajaran berlangsung maupun tingkah laku kesehariaannya.
E.
Lacak Berita Koran (Cak Beran) sebagai
upaya untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa
Lacak
berita koran (Cak Beran) dalam tulisan ini dimaksudkan sebagai suatu strategi
atau cara memahami materi pelajaran dengan serangkaian aktivitas
kelompok/diskusi dan presentasi. Melalui cara atau strategi ini diharapkan
siswa memiliki pengetahuan dan pengalaman belajar yang dari sumber yang
berdasarkan peristiwa atau fakta nyata dalam kehidupan masyarakat.
Dengan
aktivitas ini (Lacak berita koran), siswa akan melakukan serangkaian kegiatan
yang menjadikannya aktif, baik secara individu maupun kelompok. Setelah
melakukan aktivitas tersebut siswa akan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman
yang berharga bagi dirnya. Dari pengetahuan atau pengalaman yang diperoleh
(dalam hal ini dari berita koran), diharapkan siswa dapat memiliki pengetahuan
yang lebih tentang materi pelajaran. Dengan pengetahuan ini siswa akan lebih
memahami dan memiliki sikap dan ketrampilan yang lebih dibandingkan hanya
memperoleh pengetahuan dari guru dan buku pelajaran. Akhirnya hasil belajar
yang diperoleh siswapun akan meningkat.
III.
PEMBAHASAN
A.
Implementasi Cak Beran dalam Pembelajaran
PPKn
Implementasi Cak Beran (Lacak Berita Koran) untuk meningkatkan aktivitas
dan hasil belajar siswa dalam Pembelajaran PPKn di Kelas VIIIE SMP Negeri 1
Muntilan dilaksanakan melalui serangkaian tahapan yaitu perencanaan,
pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Materi atau pokok bahasan yang dibahas
adalah BAB VI yaitu Memperkuat Semangat dan Komitmen Kebangsaan Indonesia.
Rangkaian kegiatan tersebut seperti diuraikan berikut ini.
1.
Perencanaan
a. Mengidentifikasi masalah pembelajaran
berkaitan dengan aktivitas belajar dan kemampuan memahami (pengetahuan, sikap,
dan ketrampilan) materi pelajaran kelas VIIIE dengan menganalisis hasil ulangan harian,
penilaian sikap dan keterampilan pada Bab atau materi sebelumnya yaitu Sumpah
Pemuda dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
b. Merencanakan tindakan yang akan dilakukan
untuk mengatasi masalah yang muncul, yaitu rendahnya aktivitas dan hail belajar
siswa kelas VIIIE pada materi Sumpah Pemuda dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
c. Merencanakan perangkat pembelajaran yang
meliputi silabus, RPP yang pada Memperkuat Komitmen Kebangsaan sesuai standar
proses dengan komponen-komponen yang dalam kegiatan pembelajarannya dirancang dengan
menggunakan pendekatan saintifik.
d. Mengembangkan instrumen penilaian (pengetahuan, sikap, dan ketrampilan) sesuai dengan langkah-langkah yang benar
menurut Standar Penilaian
berdasarkan indikator dan tujuan pembelajaran sebagaimana tertuang dalam RPP.
e. Mengembangkan bahan ajar (materi) pembelajaran materi Memperkuat Semangat dan Komitmen
Kebangsaan Indonesia yang
diambil dari berbagai sumber yang dapat membantu memudahkan siswa untuk memahai
materi pelajaran.
f.
Mengembangkan
kebutuhan media/alat pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran (dalam hal ini adalah bahan tayang power point, Lembar Kerja Siswa, dan
berita koran).
g. Menyusun Lembar pengamatan/observasi sesuai dengan aspek-aspek yang akan diamati selama
proses pembelajaran, yaitu menyangkut
aspek aktivitas belajar, sikap, dan ketrampilan siswa.
2.
Pelaksanaan
Pelaksanaan tindakan dilakukan dalam kegiatan
pembelajaran dengan mengacu pada RPP yang telah disusun pada saat
perencanaan. Secara rinci pelaksanaan
pembelajaran adalah sebagai berikut:
Pembelajaran dimulai dengan mengucap salam dan guru
mengecek kehadiran siswa. Guru melakukan tanya jawab dengan siswa sebagai apersepsi yang berkaitan dengan materi
yang telah dipelajari minggu lalu. Guru melanjutkan dengan
menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertamuan saat ini dan meminta
seorang siswa untuk memimpin menyanyikan
lagu Mars Spensa dan Yel-Yel komitmen kebangsaan dan Spensa. Guru menjelaskan
tujuan pembelajaran dan materi pokok yang akan dipelajari dan rencana penilaian
yang akan dilaksanakan selama dan setelah pembelajaran berlangsung.
Pada kegiatan inti, kelas dibagi dalam 7 kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri
atas 4 siswa. Setiap kelompok diminta untuk mengambil koran yang telah
disiapkan. Dari koran yang telah diambil, guru meminta siswa berdiskusi menentukan
satu berita untuk menjadi fokus diskusi. Dari hasil diskusi, setiap kelompok
diminta untuk membuat ringkasan dari satu berita yang disepakati, menentukan
komitmen kebangsaan yang terdapat dalam berita tersebut serta menyimpulkan
secara keseluruhan dari berita tersebut. Selama diskusi berlangsung, guru
melakukan pengamatan dan penilaian terhadap sikap dan ketrampilan siswa.
Setelah diskusi, setiap kelompok mempresentasikan hasil
diskusi untuk ditanggapi kelompok lain. Masing-masing kelompok secara bergantian
mempresentasikan hasil diskusi dan saling menangapi/memberikan pertanyaan.
Kegiatan
pembelajaran ditutup dengam menyimpulkan materi pembelajaran secara
bersama-sama. Kemudian dilakukan refleksi pembelajaran untuk mengetahui
sejauhmana siswa memahami materi. Siswa
mengerjakan ulangan di akhir pembelajaran dalam waktu 10 menit.
Guru menyampaikan informasi pembelajaran yang akan datang dengan
meminta siswa untuk mempelajari kembali materi yang sudah dipelajari dan
bersiap untuk melakukan test kepada siswa yang memperoleh nilai kurang dari KKM
(81). Pembelajaran diakhiri dengan doa yang dipimpin
oleh ketua kelas dilanjutkan salam.
3.
Pengamatan
Pengamatan terhadap aktivitas, sikap, dan keterampilan siswa dilakukan pada
saat proses pembelajaran berlangsung. Sikap dan perilaku yang diamati berdasar
indikator yang telah ditetapkan dengan menggunakan instrumen yang telah
disiapkan guru.
4.
Refleksi
Refleksi dilakukan setelah pembelajaran berlangsung. Guru menanyakan kepada
siswa bagaimana proses pembelajaran yang telah dilaksanakan, manfaat materi dan
kegiatan atau aktivitas yang telah dilakukan selama pembelajaran berlangsung
dengan kehidupan sehari-hari. Guru juga menanyakan rencana apa yang akan
dilakukan setelah siswa memahami materi yang telah dipelajari.
B.
Aktivitas dan Hasil Belajar PPKn dengan
Cak Beran
1.
Aktivitas Belajar Siswa
Pembelajaran kelas VIIIE dengan memanfaatkan koran sebagai media
pembelajaran diawali dengan guru menyampaikan garis besar materi pelajaran
melalui tayangan peta konsep BAB VI tentang Memperkuat Komitmen Kebangsaan
Indonesia. Sambil menayangkan peta konsep,
guru mengkaitkan materi sebelumnya tentang Sumpah Pemuda, siswa diberi beberapa
pertanyaan yang berkaitan dengan materi sebelumnya. Siswa tampak antusias
menanggapi atau menjawab pertanyaan guru. Siswa memperhatikan dengan seksama
tentang kompetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran serta rencana
penilaian yang akan dilakukan oleh guru.
Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan inti pembelajaran yang diawali dari
guru meminta siswa untuk berkelompok menjadi 7 kelompok (masing-masing kelompok
terdiri atas 4 siswa). Aktivitas yang dilakukan siswa dalam kelompok adalah
berdiskusi dan kemudian hasil diskusi setiap kelompok akan dipresentasikan di
depan kelas.
Aktivitas belajar siswa yang terlihat dalam pembelajaran dengan Cak Beran
terlihat antara lain:
a. Visual activities (aktivitas
penglihatan), yang antara
lain meliputi memperhatikan penjelasan guru, mengamati berita koran yang
menjadi fokus pembicaraan kelompok.
b. Oral activities (aktivitas
lisan/berbicara), terlihat dalam kegiatan saling berpendapat
dalam diskusi dan bertanya jawab dengan kelompok lain yang sedang presentasi.
c. Listening activities (aktivitas
mendengarkan), terlihat saat siswa mendengarkan
penjelasan guru, mendengarkan teman atau kelompok lain yang bertanya dan atau
melakukan presentasi.
d. Writing activities (aktivitas menulis), misalnya menulis ringkasan, hasil diskusi kelompok,
mengerjakan soal ulangan/evaluasi.
e. Motor activities (aktivitas
ketrampilan/melakukan sesuatu), misalnya melakukan pencarian
koran sebagai sumber berita yang didiskusikan, dan membentuk kelompok.
f.
Mental
activities (Aktivitas
mental), tampak pada saat menanggapi pertanyaan teman/kelompok lain, mengingat, memecahkan soal, dan menyimpulkan serta melakukan refleksi.
g. Emotional activities (aktivitas
emosional/perasaan),
misalnya, menaruh perhatian
pada kelompok dan kelompok lain, menghormati dan menghargai pendapat yang lain.
Berdasarkan
hasil pengamatan yang dilakukan pada saat proses pembelajaran (kegiatan
pendahuluan, kegiatan inti, hingga kegiatan penutup), aktivitas belajar siswa
dapat dijabarkan secara rinci sebagai berikut:
i.
Siswa
membaca buku materi BAB VI tentang Memperkuat semangat komitmen kebangsaan
Indoensia yang dipelajari dan koran sebagai sumber dan bahan/sumber informasi
diskusi. Berdasar aktivitas ini, dari 28 siswa hanya ada 2 siswa yang terlihat
tidak membaca buku materi (26 siswa terlihat aktif membaca buku materi).
j.
Siswa
berdiskusi dengan teman dalam
kelompok tentang berita/infomasi yang ada dalam berita koran. Dalam aktivitas ini, terlihat 24 siswa aktif mencari informasi dari koran
untuk memecahkan masalah yang didiskusikan kelompok (4 siswa terlihat kurang
aktif).
k. Siswa bertanya pada guru atau teman dari kegiatan pendahuluan hingga
melakukan umpan balik. Sejumlah 20 siswa terlihat aktif
mengajukan pertanyaan saat kelompok lain presentasi hasil diskusi kelompoknya.
l.
Siswa
menyimak penjelasan dari guru tentang kompetensi dasar, indikator, tujuan dan rencana penilaian serta
kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa. Pada kegiatan
pendahuluan semua siswa (28 siswa) memperhatikan penjelasan guru.
m. Siswa membuat catatan tentang materi
pelajaran. Dalam kegiatan
pembelajaran, guru meminta siswa mencatat hal-hal yang penting dan perlu
diketahui. Beberapa iswa mencatat kesimpulan dari materi pelajaran (hasil
diskusi dan presentasi serta tanya jawab). Dalam aktivitas ini, terlihat ada 18
siswa yang aktif mencatat apa yang didiskusikan kelompoknya, sementara 10 siswa
yang lain tidak mencatat.
n. Siswa menanggapi pendapat teman atau guru dari awal hingga akhir tentang hal yang
ingin diketahui ataupun melengkapi apa yang disampaikan oleh guru atau temannya. Hampir semua siswa terlihat aktif menanggapi pendapat teman yang sedang
presentasi.
o. Siswa mengerjakan tes dengan kemampuan
sendiri pada saat guru
melakukan evaluasi keseluruhan waktu ulangan. Semua siswa mengerjakan tes secara mandiri dengan penuh kesungguhan.
Berdasarkan data tersebut dapat dilihat
dalam diagram berikut:
2.
Hasil Belajar Siswa
a. Pengetahuan Siswa
Hasil belajar siswa aspek pengetahuan diketahui setelah diadakannya
evaluasi (ulangan). Siswa diminta mengerjakan soal yang disediakan guru
sebanyak 15 soal dengan 10 soal berbentuk isian (jawaban singkat) dan 5 soal
uraian. Dari hasil penilaian yang dilakukan diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 3.1
Rentang Nilai Pengetahuan Siswa
|
NO |
Rentang
Nilai |
Predikat
|
Jumlah
siswa |
Prosentase |
|
1 |
94 – 100 |
A |
11 |
29,29 % |
|
2 |
87 –
93,99 |
B |
14 |
50,00
% |
|
3 |
81 – 86,99 |
C |
3 |
10,71
% |
|
4 |
< 81 |
D |
- |
0 % |
Berdasarkan tabel tersebut dapat disajikan dalam grafik berikut:
Rata-rata hasil belajar siswa aspek pengetahuan adalah 93,57 dengan seluruh
siswa sebanyak 28 tuntas (100%). Dari 28 siswa sebanyak 11 siswa (39,29%)
memperoleh nilai dengan predikat A (94 – 100), 14 siswa (50%) predikat B (87 –
93,99) dan 3 siswa (10,71%) dengan predikat cukup (81 – 86,99).
b.
Sikap
Siswa
Hasil pengamatan menunjukkan, siswa sudah mempunyai
minat untuk belajar mata pelajaran PPkn yang ditandai dengan keaktifan mereka dalam proses pembelajaran seperti berpendapat menyampaikan
pendapat saat diskusi dan presentasi, maupun antuiasme siswa memberikan pertanyaan
kepada kelompok lain yang melakukan presentasi.
Sikap siswa selama penulis melakukan pengamatan dalam kegiatan pembelajaran
dengan 10 indikator yaitu :
· Jujur
· Disiplin
· Memperhatikan penjelasan guru
· Aktif dalam kegiatan pembelajaran
· Tanggung jawab
· Tidak membedak-bedakan teman
· Menghormati dan menghargai pendapat teman
· Demokratis
· Bekerjasama menyelesaikan masalah kelompok
· Melaksanakan kesepakatan kelompok
Berdasarkan hasil pengamatan dengan 10 indikator tersebut dalam
pembelajaran dengan menerapkan Cak Beran untuk meningkatkan aktivitas dan hasil
belajar siswa diperoleh data sebegai berikut: dari 28 siswa, 13 siswa (46,43%)
memperoleh predikat sangat baik dan 15 siswa (53,57%) dengan predikat baik.
Tabel 3.2 Pengamatan Sikap Siswa
|
NO |
Predikat
|
Jumlah
siswa |
Prosentase |
|
1 |
SB |
13 |
46,43 % |
|
2 |
B |
15 |
53,57
% |
|
3 |
C |
0 |
0 % |
|
4 |
D |
0 |
0 % |
c. Ketrampilan Siswa
Nilai Ketrampilan siswa yang diperolah selama proses pembelajaran dan hasil
belajar (produk dari hasil diskusi) dapat dijelaskan sebagai berikut:
pengamatan selama proses pembelajaran (khususnya diskusi dan presentasi)
indikatornya adalah : kemampuan bertanya, kerjasama, kemampuan menjawab/berargumentasi,
kemampuan memberi masukan/saran, dan kemampuan mengapresiasi. Dari nilai
rata-rata nilai ketrampian tersebut (sesuai indikator) kemudian ditambah dengan
nilai hasil diskusi (produk) dibagi dua:
Tabel 3.3. Penilaian Keterampilan Siswa
|
No |
Rentang
Nilai |
Predikat |
Jumlah
Siswa |
Prosentase |
|
1. |
94 – 100 |
Sangat
Baik |
16 |
57,15 |
|
2. |
87 –
93,99 |
Baik |
9 |
32,14 |
|
3. |
81 –
86,99 |
Cukup |
3 |
10,71 |
|
4. |
< 81 |
Kurang |
0 |
0 |
Berdasarkan tabel tersebut dapat disajikan dalam grafik berikut:
C.
Dampak Pembelajaran PPKn dengan Cak Beran
1.
Sikap Siswa
Implementasi Cak Beran dalam pembelajaran PPKn berdasar
pengamatan telah memberikan dampak positif bagi berkembangnya sikap siswa
khususnya dalam kegiatan pembelajaran. Sikap tersebut antara lain kemadirian
siswa dalam mengerjakan tugas-tugas individu, tanggung jawab dalam mengerjakan
tugas kelompok, menghargai dan menghormati hasil karya orang lain.
2.
Perilaku Siswa
Penerapan Cak Beran dalam pembelajaran PPKn pada kelas VIIIE telah
memberikan berbagai dampak positif terhadap perilaku siswa. Siswa menjadi lebih
baik perilakunya dalam berbagai kegiatan dengan memanfaatkan berbagai sumber
belajar yang ada. Keberanian dan rasa percaya diri siswa berkembang positif
dalam pembelajaran. Selain itu siswa
juga terlihat lebih ceria, nyaman dan lebih aktif dalam mengikuti setiap
kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.
Perubahan perilaku ini berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.
bahkan perilaku dalam setiap kegiatan. Perilaku yang menunjukkan tanggung jawab
terhadap yang diberikan sekolah kepada siswa dan melakukannya kegiatan
pembelajaran dengan penuh keceriaan. Kerjasama antar siswa dalam kelompok juga
terlihat lebih baik. Secara individu, perilaku yang berkembang menjadi lebih
baik. Diantara perilaku yang berkembang sangat baik adalah perilaku percaya
diri dan kemandirian dalam mengerjakan tugas individu, serta keberanian dalam
mengemukakan pendapat.
D.
Kendala dan Solusi Pembelajaran dengan Cak
Beran
1.
Kendala pelaksanaan Cak Beran dalam
pembelajaran PPKn
Selama proses pembelajaran dengan menerapkan Cak Beran (Lacak Berita Koran)
di Kelas VIIE dalam materi Memperkuat Komitmen Kebangsaan Indonesia ditemukan
beberapa kendala sebagai berikut:
a. Beberapa siswa membaca koran tidak seperti
yang diinstruksikan guru pada awalnya, siswa (khususnya siswa putra) tidak
langsung fokus mencari berita yang berhubungan dengan materi tetapi lebih
banyak mencari/melihat berita olahraga atau enterainmen yang lain.
b. Di kelas tidak tersedia koran sebagai
bahan bacaan siswa pada saat kegiatan literasi, sehingga siswa harus mencari di
perpustkaan yang jaraknya cukup jauh.
c. Berkembangnya teknologi menjadikan siswa
kurang tertarik membaca sumber belajar cetak yang ada. Siswa lebih tertarik
membaca berita-berita yang disampaikan lebih medsos daripada media cetak.
2.
Solusi untuk mengatasi kendala
pembelajaran dengan Cak Beran
Terhadap kendala yang dihadapi tersebut, solusi yang dilakukan oleh guru
adalah dengan:
a. Guru memantau dan mengarahkan siswa
membaca berita yang berhubungan dengan materi tentang Memperkuat Semangat dan
Komitmen Kebangsaan Indonesia.
b. Saat pembelajaran guru membawa koran yang
diambil dari perpustakaan untuk dijadikan media pembelajaran, sehingga waktu
pembelajaran bisa lebih optimal.
c. Rutinitas dan efektifitas pembelajaran
dengan sumber-sumber media cetak akan mengarahkan dan membiasakan anak untuk
membaca berita-berita atau informasi yang disajikan media cetak. Melalui
pembiasaan, siswa akan menjadi lebih akrab dengan media cetak (khususnya koran)
dan berpikir lebih jernih dalam menangapi setiap informasi yang diterima.
E.
Rencana Pengembangan
Untuk lebih mengoptimalkan manfaat dan kegunaan,
mengurangi faktor penghambat dan memaksimalkan faktor pendukung upaya penerapan
pembelajran dengan Cak Beran ini, rencana pengembangan yang akan dilakukan
antara lain sebagai berikut :
a.
Internal
1)
Kegiatan
rutin
Media massa baik cetak maupun elektronik dapat menjadi
sumber pembelajaran yang efektif karena menyajikan infomasi yang cepat dari
peristiwa dan fakta yang ada di masyarakat. Cak Beran (Lacak Berita Koran) bisa dimanfaatkan
dan dikembangkan terhadap berbagai materi yang menuntut pembelajaran untuk
menggali berbagai fakta atau informasi kekinian. Dan hal
ini sangat tepat untuk materi PPKn yang bersifat dinamis dan selalu berkembang
sehingga koran bisa menjadi alternatif media yang cukup efektif.
2)
Kegiatan
spontan
Pada dasarnya, guru bisa memanfaatkan berbagai media yang tersedia di
sekolah untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam pembelajaran.
3)
Kegiatan
terprogram
Memberikan
motivasi secara intensif dan terprogram pada siswa secara untuk meningkatkan
aktivitas pembelajaran dengan berbagai sumber yang ada secara positif untuk
kepentingan pembelajaran. Menyusun buku pedoman pembelajaran dengan berbagai
pendekatan, strategi, model dan media secara kreatif dan variatif.
b.
Eksternal
Pengembangan kegiatan pembelajaran yang telah penulis lakukan telah
memberikan manfaat yang cukup positif bagi siswa. Oleh karena itu apa yang
telah penulis lakukan akan dipublikasikan dalam berbagai forum, khususnya forum
MGMP. Diharapkan apa yang telah penulis lakukan bisa menjadi inspirasi bagi
yang lain untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal dalam pembelajaran.
IV.
SIMPULAN
A. Kesimpulan
Implementasi Cak Beran
(Lacak Berita Koran) dalam pembelajaran PPKn materi Memperkuat Komitmen
Kebangsaan Indonesia di Kelas VIIIE SMP Negeri 1 Muntilan berlangsung dalam
tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Selama kegiatan
pembelajaran berlangsung peran guru lebih banyak sebagai fasilitator dan
mengamati pelaksanaan pembelajaran serta melakukan penilaian.
Aktivitas belajar siswa
dengan penerapan Cak Beran menunjukkan berbagai aktivitas positif yang
dilakukan siswa seperti: membaca materi yang akan
dipelajari, berdiskusi dengan teman. bertanya pada guru atau teman. menyimak
penjelasan dari guru. membuat catatan tentang materi pelajaran. menanggapi dan/atau
pendapat teman atau guru. Serta mengerjakan tes dengan kemampuan sendiri saat
evaluasi atau ulangan. Dari delapan indikator yang ditetapkan, hampir smua
siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran. Pada indikator siswa bertanya (8
siswa) dan membuat catatan masih ada (10 siswa) yang masih perlu ditingkatkan
lagi.
Hasil belajar siswa menunjukkan hasil belajar siswa baik
pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang meningkat dengan sangat baik. Rata-rata
hasil belajar siswa aspek pengetahuan adalah 93,57 dengan seluruh siswa
sebanyak 28 tuntas (100%). Dari 28 siswa sebanyak 11 siswa (39,29%) memperoleh
nilai dengan predikat A (94 – 100), 14 siswa (50%) predikat B (87 – 93,99) dan
3 siswa (10,71%) dengan predikat cukup (81 – 86,99).
Berdasarkan pengamatan sikap dari 28 siswa, 13 siswa
(46,43%) memperoleh predikat sangat baik dan 15 siswa (53,57%) dengan predikat
baik. Dari nilai rata-rata nilai ketrampian tersebut (sesuai indikator)
kemudian ditambah dengan nilai hasil diskusi (produk) dibagi dua. Dan hasil
akhir dari penilaian ketrampilan diperoleh rata-rata 94,20 (sangat baik) dengan
16 siswa (57,15%) dengan predikat sangat baik (94 – 100), 9 siswa (32,14%) baik
(87 – 93,99) dan 3 siswa (10,71%) dengan predikat cukup (81 – 86,99).
Berkaitan dengan dampak kegiatan pembelajaran terhadap
sikap dan perilaku siswa, pembelajaran dengan Cak Beran dapat menanamkan sikap
positif dalam bentuk perhatian dan
apresiasi yang diberikan siswa kepada guru dan teman-temannya. Sementara dampak
Cak Beran bagi perilaku siswa, terlihat dalam kerjasama, antusias dan keceriaan
siswa mengikuti kegiatan pembelajaran.
B. Saran
Berdasarkan hasil penulisan best practice “Cak Beran (Lacak Berita Koran)
untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa Kelas VIIIE SMP Negeri 1
Muntilan Kabupaten Magelang dapat disampaikan beberapa rekomendasi sebagai
berikut:
1. Koran dapat menjadi media alternatif dalam
pembelajaran PPKn mengingat koran menjadi sumber berita yang banyak
menginformasikan berbagai fakta yang terjadi di masyarakat/
2. Tuntutan dari pembelajaran Kurikulum 2013
harus benar-benar dipahami dan diupayakan seoptimal mungkin untuk bisa
dilaksanakan.
3. Kreatifitas guru dalam kegiatan
pembelajaran dan berbagai kegiatan yang lain sangat besar pengaruhnya bagi
keberhasilan kegiatan pembelajaran maupun kegiatan lainnya.
4. Pemanfaatan media pembelajaran sebagai
sumber informasi atau alat untuk mempermudah serta membantu siswa untuk
memahami materi menjadikan pembelajaran lebih menarik.
5. Aktivitas belajar siswa dapat meningkat
apabila guru menggunakan media yang tepat sesuai materi yang dipelajari.
6. Lembar kerja siswa perlu didesain dan
disediakan memadai sesuai dengan tujuan pembelajaran.
7. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran
sangat berpengaruh positif dalam memperoleh hasil belajar yang optimal
DAFTAR PUSTAKA
A.M. Sardiman. 2012. Interaksi dan Motivasi Belajar
Mengajar, Jakarta: Rajawali Pers
Apriliya, Seni. 2007. Manajemen Kelas Untuk Menciptakan
Iklim Belajar yang Kondusif. Jakarta : PT Visindo Media Persada
Arshad, Azhar M.A, Prof.
Dr., 2007. Media Pembelajaran, Jakarta : PT Raja Grafinfo Persada
Aqib, Zainal. 2010. Profesionalisme Guru dalam
Pembelajaran. Surabaya : Insan Cendekia
Bahri, Syaiful Djamarah, Dr., Aswan Zain, Drs., 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta
Hamalik, Oemar. 2010. Psikologi Belajar Mengajar.
Bandung : Sinar Baru
Algesindo.
Sudjana, Nana. 2011. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar.
Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Sunhaji. 2009. Strategi Pembelajaran. Yogyakarta:
Grafindo Litera Media.
Suprijono, Agus, 2011. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi Paikem, Yogykarta
: Pustaka Pelajar
Surya, Lukman Saputra, dkk. 2017. Buku Guru Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan. Jakarta:Puskurbuk, Balitbang Kemendikbud.
Surya, Lukman Saputra, dkk. 2017. Buku Siswa SMP/MTs Kelas VIII
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jakarta:Puskurbuk, Balitbang
Kemendikbud.

Komentar
Posting Komentar