BERANI BERMIMPI
BAB I
TENTANG MIMPI
A. Mimpi
dan Bermimpi
Jangan remehkan
arti dan makna mimpi, karena di dalamnya mengandung hikmah yang harus
mendapatkan tafsiran yang cermat. Dalam pandangan Islam, mimpi sudah dijelaskan
dan dibahas dalam Al Quran dan hadits.
Arti & makna
mimpi menurut pandangan Islam terbagi menjadi tiga, yaitu mimpi yang berasal
dari Tuhan (Allah), diri sendiri, dan setan. Allah ingin memberikan petunjuk
kepada kita atau kabar gembira.
Mimpi dari diri
sendiri biasanya disebabkan ada sesuatu yang dipikir terlalu dalam, terpatri di
dalam otak dan pikiran, teringat dan terngiang hingga terbawa ke alam mimpi
saat tidur. Itulah yang dinamakan sebagai bunga tidur.
Mimpi yang
berasal dari setan, biasanya bersifat jelek, menakut-nakuti, mengerikan,
menyeramkan, dan mimpi buruk lainnya. Bahkan, orang yang diguna-guna, teluh,
santet, tenung, atau dikirimi jin jahat biasanya juga diperlihatkan melalui
mimpi.
Sesuai dengan
ajaran Nabi Muhammad Saw dalam sebuah hadits sahih riwayat Bukhari Muslim
(Muttafaq Alaih), bila kamu sedang mimpi buruk, saat terbangun, segera meludah
ke kiri tanpa mengeluarkan air ludah sebanyak tiga kali dan mengucapkan
audzubillahi minasyaitan nirrajim (ta’awudz).
Rasulullah Saw
juga manyarankan agar tidak menceritakan mimpi buruk kepada orang lain. Begitu
juga dengan mimpi baik, jangan pula diceritakan kepada orang lain, kecuali
memang orang itu yang kita sukai. Hal itu untuk menghindari adanya iri hati
pada orang yang Anda ceritai tentang mimpi bagus Anda. Karena itu, sebaiknya
kita berdoa dan meminta kepada Allah agar diri kita dijaga saat tidur. Allah
maha melihat dan maha mendengar, kita hanya berdoa dan meminta kepada-Nya.
Betapa
pentingnya mimpi sehingga juga disebut dalam kitab suci umat Muslim. Mimpi
mengandung pesan spiritual, arti, dan makna yang harus mendapatkan penafsiran
agar pesan itu bisa ditangkap dengan baik. Bahkan, Allah memberikan anugerah
kepada Nabi Yusuf As yang bisa melakukan takwil, menerjemahkan, atau
menafsirkan mimpi. Nabi Ibrahim pun mendapatkan wahyu melalui mimpi sebanyak
tiga kali.
Menurut ajaran
agama Islam, tafsiran mimpi ada tiga seperti yang dijelaskan di atas, yaitu
mimpi buruk yang datang dari setan, mimpi baik yang berasal dari Allah, dan
mimpi dari alam pikiran, psikologi dan perasaan sendiri.
Mimpi menurut KBBI (Kamus
Besar Bahasa Indonesia) bisa berarti sesuatu yang terlihat atau dialami dalam
tidur. Mimpi bisa dikiaskan sebagai sebuah angan-angan. Sedangkan bermimpi
artinya melihat (mengalami) sesuatu dalam mimpi. Dan kalau dikiaskan bisa
menjadi berangan-angan, berkhayal, berkhayal yang bukan-bukan.
Mungkin sebagian dari kita
masih bertanya-tanya akan suatu kejadian yang akan terjadi apakah memang benar
iya atau tidak, dalam sebuah mimpi bisa saja kejadian yang kita terka telah
tersirat di dalam bayang-bayang suatu alur cerita mimpi malam itu.
Tidak semua mimpi
memiliki arti dan jadikanlah mimpi itu sebagai pelajaran kehidupan agar
terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan dan jangan pernah menjadikan mimpi
itu sebagai pedoman hidup kita.
Dalam buku ini,
pengertian yang kedua yang penulis jadikan rujukan tentang mimpi sebagai makna
kiasan. Ya Mimpi yang berarti angan-angan, berani bermimpi berarti berani untuk
memiliki angan-angan akan menjadi apapun atau menjadi siapapun seperti yang
kita inginkan. Dan sebuah kepuasan apabila seseorang dapat mewujudkan mimpinya
dengan apa yang dilakukan.
Dengan keberanian
“berangan-angan”, penulis berpikir seseorang akan berusaha keras untuk
mewujudkan apa yang “diangankan” tersebut menjadi sebuah kenyataan. Artinya
bahwa mimpi bisa memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu agar apa yang
diinginkan segera terwujud. Mimpi bisa menggerakkan energi positif seseorang
untuk selalu dan selalu berupaya mewujudkannya. Jadi bermimpilah dan kejar
mimpi-mmpimu hingga menjadi kenyataan dan jangan biarkan mimpi itu hanya
seperti mimpinya orang tidur.
B. Filosofi
Mimpi
Secara filosofi,
mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan,
pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat
tidur yang disertai gerakan mata yang cepat. Mimpi memiliki kecenderungan untuk
menentukan baik atau tidaknya mimpi tersebut akan berlabuh/bersanding dengan
pikiran kita, tetapi apabila kita melihat dari kaca mata orang yang sedang
tidur mimpi itu hanya sebuah ilusi semata yang menyamakan dirinya dengan
kejadian yang sedang dilaluinya atau kita bisa sebut illusions.
Untuk itu sekarang kita lihat lebih jauh kepada
mitologi yunani yaitu: Oneiroi (bahasa Yunani: Όνειροι, mimpi)
adalah para dewa mimpi dalam mitologi Yunani. Mereka ada tiga, yaitu Morfeus (ahli berubah menjadi manusia), Ikelos atau Fobetor (ahli berubah menjadi hewan), dan Fantasos (ahli berubah menjadi objek alam). Dalam mitologi
Romawi, jumlah mereka
adalah 999 dan tiga Oneirei yang disebut di awal adalah yang paling termasyhur.
Simbol mereka adalah bunga opium.
Menurut Hesiodos, Oneiroi adalah anak-anak Niks (dewi malam). Niks melahirkan mereka sendirian sehingga Oneiroi
merupakan saudara Hipnos (tidur), sedangkan Kikero
berpendapat bahwa Oneiroi lahir dari hubungan antara Niks dan Erebos (kegelapan). Ovidius sendiri menyebutkan Oneiroi sebagai putra Hipnos.
Dalam Iliad karya Homeros, seorang Oneiros (anggota Oneiroi) diperintahkan
oleh Zeus untuk mendatangi Agamemnon dan menyegerakannya untuk berperang. Oneiroi
tinggal di Daratan Mimpi/Dunia mimpi (Demos Oneiroi) yang terletak di dunia bawah. Tempat tersebut dekat dengan kediaman Niks (dewi malam). Ada dua gerbang di sana, yang satu
dihiasi dengan gading, sedangkan satu lagi dengan tanduk. Mimpi palsu keluar dari gerbang gading, sedangkan
mimpi masa depan muncul dari gerbang tanduk. Statius menggambarkan para dewa mimpi berada di dekat dewa
Hipnos di gua di daerah tersebut.
Itu adalah gambaran tentang mitologi Yunani tentang
dunia mimpi. Apa definisi anda untuk dunia mimpi? Untuk mendefinisikan lebih
logis tentang keberadaan dan tingkat mimpi yang sedang dialami mari kita kaji
tentang ruang dan waktunya, yaitu sebuah celah kecil untuk mempelajari tentang
dunia mimpi dan alasan serta tujuan yang jelas agar mendapatkan hasil yang
memuaskan bagi pembaca.
Tentu saja pada saat kita bermimpi pasti menemukan
hal yang tidak logis meskipun ada yang logis (seperti mengigau) ini juga
menjadi acuan kita untuk terus menghentikan mimpi tersebut secara sadar. ruang
yang kita miliki adalah dasar kita untuk menciptakan suatu pandangan tentang
mimpi ini menjelaskan tentang keberadaan mimpi di bawah alam sadar kita.
Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi
dalam dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi. Pengecualiannya adalah dalam mimpi
yang disebut lucid dreaming. Dalam mimpi demikian, pemimpi menyadari
bahwa dia sedang bermimpi saat mimpi tersebut masih berlangsung, dan
kadang-kadang mampu mengubah lingkungan dalam mimpinya serta mengendalikan
beberapa aspek dalam mimpi tersebut.
Pemimpi juga dapat merasakan emosi ketika bermimpi,
misalnya emosi takut dalam mimpi buruk. Ilmu yang mempelajari mimpi disebut oneirologi. Oneirologi berasal dari bahasa Yunani ὄνειρος / oneiros yang dalam bahasa indonesia yang
berarti “mimpi” adalah cabang ilmu pengetahuan yang meneliti tentang mimpi.
Cabang ilmu pengetahuan ini juga mencoba mencari korelasi antara mimpi dengan
fungsi otak, serta pemahaman tentang bagaimana cara kerja otak selama seseorang
sedang bermimpi dan kaitannya dengan pembentukan memori dan gangguan mental.
Studi tentang oneirology berbeda dengan studi tentang analisis mimpi, tujuan
dari studi oneirologi adalah untuk mempelajari proses terjadinya sebuah mimpi dan
cara kerja sebuah mimpi bukannya menganalisis makna sebuah mimpi.
Penggunaan kata oneorologi tercatat pertama kali
pada 1653. Pada abad ke-19 dua pendukung dari ilmu ini adalah seorang
sinologists Perancis Marquis d’Hervey de Saint Denys dan Alfred Maury. Ilmu ini
semakin menjadi terkenal pada tahun 1952, ketika Nathaniel Kleitman dan
muridnya Eugene Aserinsky menemukan adanya sebuah siklus teratur. Sebuah
penelitian lebih lanjut oleh Kleitman dan William C. Dement, dan beberapa
mahasiswa kedokteran, menemukan bahwa ada sebuah periode yang istimewa dalam
waktu tidur manusia selama adanya aktivitas listrik yang kuat dalam otak, yang
diukur dengan menggunakan electroencephalograph (EEG), ketika seseorang dalam
kondisi mendekati bangun tidur, di mana bola mata manusia sedang aktif. Tidur
semacam ini dikenal sebagai rapid eye movement (REM), dan dari percobaan
Kleitman dan Dement ini ditemukanlah korelasi antara tidur REM dan bermimpi.
Oneorology meneliti sebuah eksplorasi mekanisme
terjadinya mimpi, pengaruh sebuah mimpi, dan gangguan-gangguan yang terjadi
akibat bermimpi. Studi Oneirology memiliki kesamaan dengan neurologi dan dapat
mempunyai variasi karena terdapat perbedaan ukuran dari sebuah mimpi,
Oneorology juga menganalisis gelombang-gelombang otak selama bermimpi,
mempelajari efek obat dan neurotransmiter dengan tidur dan mimpi. Meskipun ada
perdebatan terus tentang tujuan dan asal usul mimpi, masih ada keuntungan besar
dari mempelajari mimpi sebagai fungsi dari aktivitas otak. Salah satu penemuan
yang ditemukan dari cabang pengetahuan ini adalah ditemukannya implikasi dalam
pengobatan beberapa jenis penyakit mental.
Awal terjadinya sebuah mimpi memang didahului oleh
adanya sebuah pengelihatan terhadap sesuatu yang dimungkinkan bukan kejadian
yang sedang terjadi(tidak sadar) dan memiliki suatu ruang lingkup yang lebih
besar dari yang ada (logis). seperti mimpi yang buruk atau semacamnya dapat
menimbulkan efek yang negatif terhadap kenyamanan tidur, sedangkan kejadian
logis memperuntukannya untuk mimpi yang baik (indah) terungkap bila kemungkinan
pola kerja otak yang seharusnya dan berjalan dengan baik sehingga dapat
menghasilkan mimpi yang baik pula.
Dengan kata lain mimpi yang baik dapat diperoleh
apabila kita menjalani alam kesadaran kita dengan seimbang dan selaras antara
saraf sensorik maupun motorik. ada sebuah ilmu yang mempelajari keseimbangan
dalam dunia sains yaitu neurotransmiter.
Neurotransmiter adalah senyawa organik endogenus membawa sinyal di antara neuron. Neurotransmiter terbungkus oleh vesikel sinapsis, sebelum dilepaskan bertepatan dengan datangnya potensial
aksi.
C. Mimpi
Bukan Sekedar Bunga Tidur
Mimpi
............. semua pasti pernah mengalaminya. Mimpi bisa menjadi suatu yang
sangat menakjubkan, di mana ketika kita bisa melihat dan mengalami sesuatu hal
yang kadang di luar nalar, liar, tapi juga terkadang membuat seseorang
terinspirasi setelah bermimpi. Ya..............bisa jadi mimpi menjadi
inspirasi, mimpi yang menginspirasi.
Banyak
orang bilang mimpi itu hanya sekedar bunga tidur. Isinyatidak perlu ditelaah
lebih dalam karena dianggap tidak memiliki arti apa-apa. Tapi dilansir dari
Elite Daily (Tribun Medan.com Rabu 3 Januari 2018), seorang konselor mimpi
Laurel Clark mengungkap dalam sebuah sesi wawancara di bulan Agustur 2017 bahwa
penting untuk kita perhatian lebih pada isi mimpi.
“Mimpi
adalah pesan dari pikiran bawah sadar kita atau dari suara batin. Mimpi memberi
tahu kita tentang hidup dan memberi pesan serta masukan tentang bagaimana kita
berpikir dan berperilaku,” terang Clark. Lewat mimpi kita bisa mendapat
berbagai peringatan atau red flags tentang hidup yang kita jalani saat ini.
Namun demikian, interpretasimimpi itu sifatnya subyektif dan individual.
Percaya boleh, tidak pun tidak masalah.
Mungkin
pernah juga kita mendengar, ada seseorang yang percaya benar dengan kebenaran
mimpi. Ada pula yang menganggap bahwa sebenarnya mimpi merupakan fenomena misterius
sekaligus salah satu hal paling menarik yang terjadi pada manusia. Meski tidak
nyata, terkadang mimpi digunakan untuk menafsirkan dan menjadi petunjuk untuk
masa yang akan datang.
Mimpi merupakan cara
berkomunikasi antara pikiran sadar dengan pikiran bawah sadar kita. Menurut
para ahli, mimpi tentang hal yang membuat kita cemas adalah cara otak untuk
membantu kita menelusuri kemungkinan adanya bencana yang pernah dialami
sebelumnya.
Mimpi yang berisi tantangan,
seperti presentasi di tempat kerja atau pertandingan olahraga, dapat
meningkatkan performa kita. Para ahli saraf kognitif menemukan bahwa mimpi dan rapid eye movement (REM) –gerakan bola mata yang
cepat- yang terjadi saat kita terlelap dalam mimpi ternyata berhubungan erat
dengan kemampuan kita untuk belajar dan mengingat.
Mimpi merupakan “sistem
pengatur mood,” ungkap Rosalind Cartwright, PhD, dekan Fakultas psikologi di
Rush University Medical Center, Chicago, Amerika Serikat. Menurutnya mimpi
membantu memulihkan kondisi emosional seseorang sehari-hari. “Fungsinya seperti
terapis dalam diri kita,” kata Cartwright.
Saat kita tidur, mimpi
membandingkan pengalaman emosional yang baru dengan memori lama yang tersimpan,
sehingga tercipta pola seperti kotak-kotak, gambar-gambar lama menumpuk di atas
yang baru.
Ia menganalogikan seperti ini,
“Saat Anda bangun tidur, Anda mungkin berpikir, kenapa Paman Harry bisa ada di
mimpi saya? Saya tidak pernah bertemu dengannya selama 50 tahun. Namun
gambaran-gambaran lama dan baru itu sebenarnya berkaitan secara emosional.” Di
sinilah tugas pikiran sadar kita, untuk menguraikan hubungan itu.
Bukan itu saja, emosi-emosi
dalam mimpi dapat membantu terapis mengobati pasiennya yang pernah mengalami
kejadian traumatis. Dalam sebuah penelitian yang mengamati 30 orang yang baru
saja bercerai, Cartwright menelusuri mimpi-mimpi yang mereka alami selama lima
bulan. Lalu ia menilai perasaan-perasaan mereka terhadap mantan pasangan
masing-masing.
Hasilnya ditemukan bahwa
mereka yang bermimpi sangat marah terhadap pasangannya ternyata paling sukses
menghadapi perceraian. “Jika mimpi mereka biasa saja, mereka tidak akan
menelusuri emosi mereka dan menghadapi perceraian,” kata Cartwright.
Bagi para terapis, penemuan
ini dapat membantu menentukan apakah pria atau wanita yang mengalami perceraian
itu butuh konseling atau sudah berhasil menyelesaikan persoalan mereka lewat
mimpi. (https://www.sangharry.com/ mimpi-bukan-bunga-tidur/15/10/2018)
Dari sebuah situs internet https://www.hipwee.com ada 20 fakta tentang mimpi
1. Kamu nggak bisa membaca sesuatu maupun sadar
waktu ketika bermimpi
Di dalam mimpi, teks atau
peristiwa yang berusaha kita baca atau kita lakukan hanya akan terlihat sebagai
susunan huruf atau kejadian yang tidak beraturan. Sama halnya dengan waktu,
jarum jam yang kita lihat akan selalu tidak konsisten. Bahkan jarum jamnya
tidak bergerak atau hilang sama sekali. Bahkan seringkali kita sudah tidak lagi
mengingatnya ketika kita sudah terbangun.
2.
Sebenarnya Mimpi Bisa Dikontrol
Lucid dream merupakan kondisi di mana seseorang yang
merasa sadar dengan mimpi yang dia alami dan bisa mengontrol mimpi tersebut. Lucid dream adalah sebuah dunia dimana
kamu bisa melakukan segala hal, tergantung imajinasimu.
Bahkan, ada orang-orang tertentu yang memiliki fokus yang
kuat, bisa mempelajari keahlian-keahlian tertentu, misalnya belajar mengendarai
pesawat, melakukan eksperimen dan lainnya. Dan kabarnya lucid dream itu bisa
dilatih.
3.
Banyak Penemuan Yang
Terinspirasi Dari Mimpi
Seperti yang dikatakan sebelumnya, mimpi bisa
menginspirasi seseorang. Bukan hanya hal yang tidak berguna, tapi sebuah
penemuan yang bisa merubah cara hidup manusia jaman sekarang, misalnya ide Google
yang digagas oleh Larry Page atau generator listrik AC oleh Nikola Tesla dan
masih banyak lagi
4.
Mimpi Bisa Menjadi Sebuah
Firasat
Ada beberapa kasus di mana orang benar-benar mengalami
kejadian yang sama seperti yang mereka alami di mimpi sebelumnya. Hal ini
memang masih menjadi misteri dan perdebatan di kalangan para ilmuwan.
Hal ini mungkin karena belum ada bukti secara ilmiah,
bahkan banyak diantara para ilmuwan tersebut menganggapnya hanya sebuah
takhayul.
Contoh mimpi yang menjadi firasat terkenal yaitu mimpi
Abraham Lincoln perihal pembunuhan yang akan menimpanya atau mimpi tentang
ramalan tenggelamnya kapal Titanic, serta mimpi yang dialami korban 9/11.
5.
Tindihan (sleep
paralysis) itu tidak perlu ditakutkan
Pengalaman ketindihan
memang sesuatu yang tidak menyenangkan. Karena tubuh kita terasa lumpuh dan
seringkali kita merasa ada sesuatu yanghadir di dekat kita. Padahal, Sleep Paralysis sebenarnya hal yang
normal saat kita tidur. Sebab saat tidur, saraf motorik memang dinonaktifkan
agar tubuh tidak bergerak-gerak saat bermimpi, tapi terkadang tubuh akan
tersadar walaupun saraf motorik sudah dinonaktifkan.
Akibatnya, karena tubuh tidak bisa bergerak, maka bagian
otak yang disebut amygdala akan beraksi yang akan menimbulkan sebuah halusinasi
yang menakutkan. Jadi jika kamu mengalami Sleep
Paralysis, tidak perlu panik, usahakan tetap tenang dan hitung sampai
sepuluh, umumnya Sleep Paralysis
hanya berlangsung beberapa detik saja.
6.
REM (Rapid Eye Movement) Sleep
Disorder Itu Nyata
Kalau ini berlawanan dengan gangguan tidur Sleep Paralysis, dimana disaat orang
mencapai fase REM, mereka akan mengigau, memukul bahkan bisa menendang dinding
kamar. Hal ini terjadi karena saraf motorik tidak/belum benar-benar
dilumpuhkan.
7.
Sleepwalking (berjalan saat tidur) adalah
Gangguan Tidur Paling Berbahaya
Sleepwalking atau juga dikenal dengan sebutan somnabulisme, adalah
suatu gangguan yang menyebabkan seseorang bangun daberjalan saat sedang tidur. Sleepwalking
biasanya terjadai selama tidur nyenayak di awal malam, biasanya satu sampai dua
jam setelah tertidur. Orang yang melakukan Sleepwalking
tidak akan ingat episode Sleepwalkingnya.
Sleepwalking adalah bentuk ekstrim dari gangguan tidur REM, di mana tubuh
tidak hanya bertingkah saat tidur, tapi ikut bertualang di malam hari seperti
berjalan. Misalnya yang pernah dialami oleh Lee Hadwin seorang perawat yang
berubah jadi pelukis di alam mimpinya, saat tidur dia melukis karya-karyanya.
8.
Ternyata Ada Obat Untuk Bisa
Bermimpi
Mimpi erat kaitannya dengan memori janga pendek dan
jangka panjang. Kejadian yang muncul di dalam mimpi biasanya adalahkejadian
acara dari memori yan sdah ada di otak kita. Jika gambaran mimpi tersebut
sangat berkesan. Kita akan langsung mengingatnya ketika terbangun. Sebaliknya jika
tidak berkesan, isi mimpi akan terlupakan begitu saja.
Kalau kita pernah menonton film karya sutradara
Christoper Nolan yang dibintangi Leonardo DiCaprio yaitu “Inception”, ada satu adegan di mana mereka menyuntikan ramuan obat
untuk bisa memasuki alam mimpi.
Ternyata, obat agar kita bisa mengalami mimpi itu benaran
ada, namanya dimethyltryptamine. Obat
ini adalah bentuk sintetis dari senyawa yang dihasilkan otak saat tubuh
mengalami mimpi, dan obat ini merupakan obat halusinogen yang ilegal.
9.
Cowok bisa bereksi saat tidur
Bagi cowok, bila didapati
ereksi saat sadar dari mimpi maupun terbangun dipagi hari, ini adalah indikasi
kalo kemampuan ereksinya berfungsi secara optimal.
10.
Saat tidur aktivitas otak meningkat
Banyak orang mengatakan
tidur identik dengan damai dan tenang, ini memang Cuma nampak luarnya saja.
Nyatanya, otak kita lebih aktif saat tidur dan berimimpi dibandingkan saat
terjaga di siang haru.
11.
Mimpi merangsang aktivitas
Mimpi tidak Cuma mampu
menggugah penemuam dan karya seni, teapi juga sanggup “mengisi ulang”
kreativitas seseorang.
12.
Binatang juga bermimpi
Tentu saja kita tidak bisa
mengkonfirmasi binatang bermmpi atau tidak, tapi kalau kita perhatikan saat
tidur sesekali binatang itu akan bergerak dan “menggigau.”
13.
Tidak Semua Mimpu Bisa Diingat
Kalau kamu merasa bahwa disaat kamu tidur tidak mengalami
mimpi apapun, itu salah. Karena kamu tetap bermimpi sekalipun kamu tidak pernah
mengingatnya sama sekali. Kalaupun ada yang kamu ingat, pasti kamu sudah lupa
50% mimpimu dan sepuluh menit setelah terbangun, 90% mimpimu akan terlupa
begitu saja. Maka detail mimpi yang kamu ingat dengan kuat saat terbangun akan
secara tiba-tiba bisa hilang. Kecuali apabila kamu terbangun saat fase REM,
maka kamu akan bisa mengingat lebih banyak tentang mimpimu.
14.
Mereka yang tuna netra pun bermimpi
Mereka yang tuna netra
bisa mengalami mimpi yang intens da seru, hanya saja mimpi tersebut akan
melibatkan indera selain penglihatan.
15.
Kita Hanya Akan Memimpikan Orang
Yang Pernah Kita Lihat Sebelumnya
Dalam alam mimpi, kita tidak bisa memvisualisasikan wajah
orang yang belum pernah kita lihat di kehidupan nyata. Mungkin pernah kita
bermimpi dengan orang yang kita anggap asing, tapi sebenarnya kita pernah
bertemu atau sekedar melihatnya, cuma kita tidak mampu mengingatnya lagi.
16.
Mimpi Lebih Cenderung Bernuansa
Negatif
Coba kamu ingat, mimpi apa saja yang sering kamu alami,
mungkin kamu akan menyadarinya bahwa kita lebih sering mengalami mimpi yang
kurang enak dibandingkan yang menyenangkan. Ada 3 emosi yang paling sering kita
rasakan saat bermimpi yaitu rasa takut, kemarahan, dan kesedihan.
17.
Mimpi anak-anak cenderung lebih singkat dari orang
dewasa
Hal ini disebabkan karena
mimpi berfungsi sebagai bentuk mekanisme coping, yaitu cara seseorang untuk
menghadapi stres atau trauma.
18.
Bisa mimpi berkali-kali (dalam sekali tidur)
Kita bisa mengalami sampai
7 kali mimpi dalam semalam, tergantung dari siklus REM yang kita miliki.
Kitahanya mengalamai impi selama periode tidur REM, dan rata-rata orang
bermimpi selama satu sampai dua jam tiap malam.
19.
Ada perbedaan antara mimpi yang dialami cowok dan
cewek
Sekitar 70% karakter
yangmuncul dalam mimpi pria adalah pria lainnya, sementara mimpi cewek berisi
jumlah yang seimbang antra karakter cewek dan cowok. Tetapi cewek dan cowok
memimpikan seks yang seimbang.
20. Tidak semua
orang mengalami mimpi yang berwarna
Jika kamu pernah mengalami mimpi yang tidak berwarna, itu
masih wajar, karena ada sekitar 12% orang yang bermimpi dengan warna hitam
putih saja. Selain itu, para generasi yang tumbuh di saat televisi monokrom
mulai berkembang lebih sering bermimpi tanpa warna dibandingkan dengan mereka
yang terbiasa menonton televisi berwarna.
BAB II
SEMUA BERAWAL DARI MIMPI
Tertarik dan antusiaslah terhadap mimpi-mimpi anda
sendiri. Ketertarikan ini ibarat kebakaran hutan. Anda dapat mencium, merasakan
dan melihatnya dari kejauhan.
-Denis Waitle
A. Bisa
Karena Mau Bermimpi
Seseorang bisa melakukan
atau menjadi sesuatu karena ada niat, kemauan untuk bisa melakukana tau menjadi
sesuatu tersebut. Kemauan untuk melakukan sesuatu akan menjadi energi
tersendiri sehingga seseorang bisa mendapatkan atau menjadi apa yang
diinginkannya. Dari mimpinya seseorang berencana, melakukan dan terus berupaya
untuk menggapai mimpinya.
Mungkin ada yang
pernah baca Novel Sang Pemimpi? Novel karya Andrea
Hirata ini bercerita tentang masa SMA tiga orang pemuda, yaitu Ikal, Arai
dan Jimbron. Mereka bertiga adalah remaja yang berasal dari Belitong dan
melanjutkan sekolah di Manggar, SMA Negeri pertama di Manggar. Untuk mencukupi
kebutuhan sekolahnya Arai, Ikal dan Jimbron bekerja paruh waktu sebagai kuli di
pasar ikan. Arai adalah yang paling cerdas di antara mereka bertiga, selalu
mengutip kata-kata inspiratif dari berbagai sumber “tak semua yang dihitung
bisa diperhitungkan dan tak semua yang diperhitungkan bisa dihitung”, sedangkan
Ikal yang sangat mengidolakan H. Roma Irama akan mengutip kalimat dari lirik
lagu raja dagdut tersebut “Darah muda adalah darahnya para Remaja” sedangkan
Jibron yang sangat menyukai kuda akan mengeluarkan kalimat yang tidak jauh-jauh
dari bahasan tentang kuda.
Kehidupan SMA adalah perjalanan mencari
jati diri. Arai, saat itu jatuh cinta pada teman sekelasnya, Zakia Nurmala,
sedangkan Ikal jatuh cinta pada putri seorang Cina, A Ling, dan Jimbron jatuh
cinta pada Kuda. Arai yang paling giat mendekati cintanya, dia bahakan belajar
bernyanyi dan bermain gitar hanya untuk menggoda Zakiah Nurmalanya.
Ahirnya mereka tamat SMA, Ikal yang
terpengaruh dengan mimpinya Arai untuk menuju ke Paris dan mengelilingi dunia,
tidak mau hanya putus sampai di SMA, maka dia dan Arai menggunakan uang
tabungan mereka selama ini untuk berangkat ke Jakarta. Ikal diterima di UI
jurusan Ekonomi. Dia menjalani masa kuliah yang cukup sulit yaitu kuliah sambil
kerja, namun akhirnya dia bisa lulus tepat pada waktunya. Namun mimpi mereka
tak hanya sampai disitu. Paris yang menjadi impian mereka belum tercapai, maka
Arai dan Ikal berusaha mendapatkan beasiswa agar bisa melanjutkan kuliah di Paris.
Arai tiba-tiba menghilang, Ikal yang
kini sendiri, kerja serabutan untuk bertahan hidup, berakhir di kantor pos. Mimpinya
untuk ke Paris sudah hilang bersamaan dengan kepergian Arai yang entah ke mana.
Proposal beasiswa untuk ke Paris tak digubrisnya lagi.
Beberapa bulan kemudian, Ikal
memutuskan untuk mengajukan proposal beasiswa tersebut, meski tanpa Arai. Tak
disangka, Ikal kembali bertemu dengan Arai di kantor Pengajuan beasiswa. Mereka
berdua berpelukan dan berjanji akan bersama-sama ke Paris. Ternyata mimpi untuk
ke Paris telah mempertemukan mereka kembali.
Pelajaran
yang dapat di ambil dari cerita Sang Pemimpi
adalah bahwa semangat dan sifat pantang
menyerah dapat mengalahkan segala ketidakmungkinan selama kita mau berusaha
dengan maksimal. Kesetiaan,
saling percaya dan saling menjaga adalah kunci dari menjalin hubungan yang
sejati bersama sahabat. Mimpi
adalah sesuatu yang penting. Karena mimpi adalah kemauan, niat yang merupakan
anak tangga pertama menuju kesuksesan. Jangan takut mimpi yang tinggi seperti
kata Arai “bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu.” Dan dari mimpi seseorang akan menyusun rencana
untuk mewujudkan mimpinya. Dari mimpi orang akan bisa melakukan apapun yang
mereka mau dan inginkan. Tidak pernah
ada cerita seorang yang sukses tanpa diawali dari “mimpi” untuk menjadi atau
mendapatkan sesuatu. Ya........dari “mimpinya” manusia berusaha keras dengan
segenap kemampuan yang dimiliki untuk menggapainya. Sebaliknya, tanpa “mimpi”
orang tidak punya harapan, tidak punya keinginan dan semua asal jalan saja.
Jadi bisa karena bermimpi.
B. Menghadirkan
Mimpi
Anak
kalian bukanlah anak kalian. Mereka putra-putri kehidupan yang merindu pada
dirinya sendiri. Berikan kepada mereka cinta kalian, tapi jangan gagasan
kalian, karena mereka memiliki gagasan sendiri. Kalian boleh membuatkan rumah
untuk raga mereka tapi bukan untuk jiwanya, sebab jiwa mereka adalah penghuni
rumah masa depan, yang tidak bisa kalian kunjungi, sekalipun dalam mimpi.
(Kahlil
Gibran)
Apa yang diungkap
Kahlil Gibran dalam syairnya bahwa setiap orang ingin menjadi diirnya. Orang
tua tidak bisa memaksakan keinginannya untuk anaknya. Setiap anak bebas
menginginkan sesuatu yang diharapkannya, menghadirkan mimpinya sendiri tanpa
terikat oleh orang tuanya. Boleh saja orang tua punya harapan dan keinginan
untuk anaknya. Tetapi pada dasarnya si anak harus diberi kebebasan untuk
menentukan “mimpinya”.
Dalam puisinya,
Kahlil Gibran mengatakan bahwa anak-anak bukanlah milik orang tuanya. Anak-anak
punya kehidupan sendiri. Memang betul anak-anak lahir “melalui” orang tuanya,
tapi bukan orang tuanya yang memberi anak-anak itu kehidupan, Tuhanlah yang
memberikannya. Anak-anak hanya dititipkan oleh Tuhan kepada orang tua mereka.
Dan meski orang tua sudah merawat dan membesarkan anak-anaknya, namun mereka
bukan hak orang tua untuk menguasainya.
Gibran
mengatakan bahwa orang tua boleh (bahkan wajib) memberikan kasih sayangnya
kepada anak-anak. Namun itu bukan berarti orang tua boleh memaksakan
kehendaknya kepada anak-anaknya “atas nama” kasih sayang. Orang tua juga tidak
layak memaksakan pikirannya, karena anak-anak (sebagai manusia yang utuh)
mempunyai pemikiran sendiri.
Orang tua boleh
memberikan anak-anaknya rumah untuk badan mereka, tapi bukan “sangkar” untuk
jiwa mereka. Anak-anak punya masa depan yang diimpikannya sendiri, dan orang
tua tidak berhak untuk mengatur masa depan anak-anaknya itu. Bahkan sekedar
niat pun tidak boleh. Mengarahkan ke jalur yang baik memang boleh, tapi bukan
mengatur masa depan anak-anaknya
Mimpi harus
dihadirkan pada diri setiap orang dengan cara memancing/merangsangnya. Orang
lain bisa memotivasi seseorang untuk memiliki mimpi dengan berbagai cara.
Mungkin dengan memujinya, atau bisa jadi dengan mengejeknya. Kadang orang yang
“dihina” akan terpancing untuk membuktikan bahwa dia tidak seperti apa yang
“dihinakan”. Dari sinilah kita menghadirkan mimpi, aku bisa, aku mampu, dan
....... semua bisa kulakukan dengan atau tanpa orang lain.
Tidak ada mimpi
yang terlalu tinggi untuk dicapai, yang ada hanya niat yang terlalu rendah
untuk melangkah. Tetapi juga harus diingat dan disadari menentukan “mimpi” juga
perlu mempertimbangkan kemampuan dan potensi yang dimiliki. Hal ini perlu
dilakukan agar setiap orang juga sehingga apa yang menjadi “mimpinya” dapat
terwujud secara optimal. Setiap orang perlu mengenal potensi dirinya untuk
optimalisasi mimpi-mimpinya.
Tapi tetap kita harus
selalu berupaya untuk menghadirkan mimpi dalam angan dan imajinasi kita. Dengan
demikian apa yang akan kita lakukan menjadi lebih terarah. “Mimpi” yang jelas,
tegas dan sesuai dengan potensi yang kita miliki akan menjadikan kita lebih
mudah untuk mencapainya. Di samping itu, motivasi juga akan lebih tinggi dan
meningkat ketika apa yang kita impikan sesuai dengan potensi kita.
C. Merencanakan
Mimpi
Bermimpi
dapat memberikan efek yang besar bagi kehidupan nyata kita. Mimpi merefleksikan
harapan kita tentang masa depan. Mimpi
dalam hal ini akan menjadi energi tersendiri bagi kita dalam melakukan sesuatu.
Oleh karena mimpi itu apa yang kita inginkan di masa datang, sebaiknya kita
rencanakan dengan sebaik mungkin.
Waktu
adalah sahabat serta musuh terbesar dalam hidup kita; bagaimana cara kita
“menjinakkannya” atau bagaimana ia “menjinakkan” kita. Generasi muda adalah
mangsa terbesar bagi monster waktu karena ia memperdaya indahnya sebuah
kesenangan sehingga mampu menutup mata; melupakan prioritas utama dalam hidup;
hingga akhirnya tersadarkan bahwa kita tak lagi “muda” untuk raih mimpi-mimpi.
Generasi
muda adalah petarung hebat yang harus ditempa dengan cara yang hebat pula.
Berani bermimpi merupakan langkah awal untuk menciptakan mimpi itu menjadi
nyata melawan pergumulan waktu.
1.
Awali mimpi dan segeralah bangun
dari mimpi
Cobalah
gambar mimpi-mimpi yang telah kau bayangkan kemudian resapi benarkah engkau
ingin mewujudkannya? Bagaimana konsekuensi yang akan engkau hadapi kelak? Semua
itu sebuah keharusan namun jurus utama yang perlu dilakukan adalah manajemen
waktu.
Bagaimana
engkau akan melakukan langkah-langkah kecil itu untuk mencapai sebuah langkah
besar? Sebuah hal yang wajar ketika melihat seseorang menjadi orang sukses
timbul rasa "cemburu"; bagaimana bisa apapun yang dilakukan terus
berhasil seperti tangannya mengandung dewi keberuntungan? Namun, pernahkah
terpikirkan bagaimana ia melewatinya; bahkan pernah bertanya berapa jam ia
menghabiskan untuk tidurnya atau bagaimana mempertahankan konsistensi waktu
yang telah terjadwal dengan baik?
Kita
generasi muda adalah manusia imaginasi tanpa batas, yang masih memiliki
kekuatan maksimal serta waktu yang masih bersahabat dengan kita. Mulai dari
sekarang mengatur waktu sebaik mungkin, tentukan prioritas, list
apapun yang akan kita kerjakan dan jangan lupa evaluasi dari list yang
kita kerjakan sudah maksimal atau masih membutuhkan perbaikan. Mimpi yang sudah
kita tetapkan akan menjadi target kita di masa depan. Oleh karena itu
bersegeralah “terbangun” dari mimpi dan mulaikan dengan aktivitas untuk menuju
“mimpi” yang sudah kita tetapkan.
2.
Tentukan prioritasmu
Coba
dipikirkan dengan seksama mana yang harus diutamakan. Semua harus diutamakan
karena semua andil dalam hidup kita. Satu hal yang harus diingat semua hal itu
adalah ibadah. Jadi siapapun yang bersungguh-sungguh dia yang mendapatkannya,
Allah telah menjamin itu semua.
Semua hal
itu adalah lingkaran hidup. Hal utama yang menjadi tolak ukur adalah dari mana
kita memulainya dan berlaku sebaik-baiknya pada hal tersebut. Ingat! Semuanya
berdampak pada kehidupan kita. Ketika kita mulai memilih langkah awal, jadikan
itu sebagai prioritas.
Bagaimana
dengan hal lainnya? Jika sudah mampu mengendalikan suatu prioritas, silakan
ambil prioritas lainnya. Apapun pilihan yang kita ambil, lakukanlah dengan
sungguh-sungguh karena proses tidak pernah membohongi hasil.
3.
Nikmati Pilihanmu
Bersungguh-sungguhlah
dalam pilihan, jatuh cintalah pada sesuatu yang telah dipilih; baik itu
belajar, bekerja, keluarga maupun menikah.
Gunakanlah
seutuhnya jiwa di dalamnya maka rasa lelah akan mudah hilang dengan
keberhasilan yang luar biasa. Terbarkan manfaat dari hasil yang kita dapatkan.
Bukankah itu merupakan penghargaan yang terbaik buat diri, ketika kita menjadi
salah satu alasannya tersenyum seseorang?
Apapun yang
telah kita lakukan, tularkan manfaat dan berilah pertolongan pada yang lainnya.
Percayalah, hal itu justru berbalik pada kita dan kemudahan-kemudahan lainnya
akan datang pada kita. Jangan pernah lakukan sesuatu kerena paksaan karena hal
itu hanya menyiksa hati, membuang waktu dan memperburuk keadaan; diri akan jauh
dari kebahagiaan.
4.
Ukir Senyummu
Proses
adalah kombinasi suatu perlakuan, rasa, sebab akibat terbentuknya suatu
kejadian atau hal yang diinginkan ataupun tidak. Pepatah lama mengatakan,
"Apa yang engkau tanam itulah yang akan engkau tuai kelak." Jadi
apapun hal yang terjadi pada kita hari ini ada hukum sebab akibatnya untuk kita
mencapai kelevel lebih tinggi atau sebaliknya; untuk kita menjadi bersyukur
atau sebaliknya mawas diri.
Tersenyumlah!
Apapun yang akan dihadapi pasti ada jalan keluarnya karena Allah menjaminnya. So,
tersenyumlah apapun yang terjadi hari ini karena hari ini milikmu. Tersenyum
dapat mengubah segalanya. Ketika kita tersenyum orang lainpun akan tersenyum
pada kita secara spontan. Cukup menyejukkan buat penghibur hari-hari kita,
bukan?
Tersenyumlah
untuk waktu yang diberikan kepada kita, tersenyumlah untuk orang-orang terbaik
sekitar yang diberikan untuk kita, tersenyumlah untuk proses pendewasaan yang
diberikan pada kita dan sekali lagi tersenyumlah untuk diri kita sendiri untuk
sebuah pencapaian yang kita dapatkan; bersyukur untuk udara yang masih bisa
kita hirup saat ini.
5.
Lakukan Inginmu
Apapun
jurus ampuh yang telah diajarkan, jika tidak diaplikasikan, hasilnya adalah nol
besar.
Inti dari
semua jurus adalah melakukannya, melakukannya, melakukannya. Ingat! Konsistensi
akan menghasilkan buah yang luar biasa. Apapun mimpi yang digambarkan, apapun
yang menjadi prioritas, apapun yang menjadi pilihan semua itu tak akan menjadi
nyata "jika kau tak melakukan inginmu".
Tunggu
apalagi? Lakukan inginmu karena kita tidak tahu batas waktu yang diberikan pada
kita. Hmm, mungkin bisa juga kalian tambahkan dengan sedekah agar amal ibadahmu
menjadi lebih berkah 🙂
Semangat
generasi muda adalah semangat yang seharusnya membara. Yakinlah bahwa kita bisa
karena kita mau.
BAB III
DAHSYATNYA KEKUATAN MIMPI
Beranilah kita semua bermimpi
Sekarang saatnya kau menjalani
Kejar, kejar semua
Tanpa berhenti
Percaya selalu pada diri sendiri
................
Gagal Hal Biasa
Jangan berhenti
Kau akan tahu kemana bahagia
Mambawamu ‘kita bisa menari di atas pelangi
Kita bisa mendaki gunung yang tetringgi
Setiap pasti, beranilah bermimpi
Dan kau akan tahu nanti, saat cita-cita kau genggam pasti
Tak usah dengar mereka yang berkata
Meragukan ksemua yang kamu bisa
Jatuh, coba lagi
Jangan berhenti
Percayalah kita akan tiba di sana
...............
Jangan pernah takut Saat mencoba
Masa depan terbentang cemerlang
Kita bisa Menari di atas pelangi ‘kita bisa mendaki gunung yang
tertinggi
Setiap pasti, beranilah bermimpi
Dan kau akan tahun nanti saat cita-cita kau genggam pasti
Kita bisa
(Naura----Berani Bermimpi)
Lirik lagu “Berani Bermimpi” ini mengajak kita
untuk berani dan memiliki keyakinan bahwa mimpi kita pasti akan tercapai. Bagitu hebatnya mimpi, maka bermimpilah,
beranilah bermimpi dan terus bermimpi. Berani mencanangkan mimpi, berarti
berani memutuskan akan menjadi apa atau ingin apa kelak di kemudian hari.
Keinginan atau “mimpi” ini akan melahirkan satu kekuatan bagi diri seseorang
untuk menggapainya. “Mimpi” dalam lagi tersebut adalah cita-cita, harapan,
angan yang harus diwujudkan dengan segenap potensi dan kekuatan yang dimiliki.
A. Kekuatan
Mimpi
The Power Of Dream
(kekuatan sebuah mimpi), Kekuatan sebuah mimpi adalah memiliku pengaruh yang
sangat besar (dalam arti positif) dalam hidup kita. Mimpi dapat memotivasi kita untuk berusaha
sekuat tenaga dan selalu berdoa untuk mewujudkan mimpi tersebut.
“Begitu banyak orang mengimpikan hal-hal yang tampaknya mustahil, dan
karena pantang menyerah, mereka berhasil mewujudkan impian mereka meski[un
berbagai kesulitan menghadang.” Dr. Jane Goodall (dalam Abidin Noor-Kompasiana,
https://www.kompasiana.com).
Sejak duduk di bangku sekolah kita mendapat mata
pelajaran Sejarah atu entah apapun itu namanya, yang di dalamnya dikisahkan
perjuangan orang-orang terdahulu dalam memperjuangkan mimpi, dan cita-cita yang
sangat tinggi. Beberapa kisah
berikut mungkin bisa dijadikan referensi begitu mimpi punya kekuatan yang luar
biasa.
1.
Mimpi Gadjah Mada mempersatukan Nusantara
Gajah
Mada adalah seorang panglima besar pada jaman Kerajaan Majapahit. Kariernya
makin bersinar saat pemberontakan Ra Kuti di masa pemerintahan Jayanegara. Saat
diangkat menjadi Amangkubhumi (perdana menteri) pada tahun 1258 saka atau 1336
Masehi saat masa pemerintahan Tribhuwanatunggadewi, Mahapatih tersebut mengucap
sumpah sekarang menjadi bagian dari sejarah Kerajaan Majapahit.
|
|
Sumpah
Palapa ini ditemukan pada teks Jawa Pertengahan
Pararaton,
yang berbunyi,
Sira
Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada:
"Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun,
ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda,
Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa".
Terjemahannya,
Dia
Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada,
"Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika
mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda,
Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa".
(https://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Palapa)
Sumpah ini adalah “Mimpi”, cerminan dari semangat
Sang Mahapatih Gajahmada untuk mempersatukan Nusantara. Karena tekad, semangat
dan “mimpinya” Majapahit menjelma menjadi sebuah Kerajaan besar yang mampu
mempersatukan Nusantara, disegani kerajaan-kerajaan lain.
Sebuah
ungkapan, apalagi sebuah sumpah, kalau direnungkan benar-benar menawarkan
bentuk, isi, nilai, ideologi, dan enerji. Dari
sisi bentuk Sumpah Palapa adalah prosa. Sedangkan isinya mengandung
pernyataan suci kepada Tuhan Yang Maha Esa yang diucapkan oleh Gajah Mada di
hadapan ratu Majapahit Tribuwana
Tunggadewi.
Gajah
Mada yang peristiwa kelahirannya diawali dengan gempa bumi di Pabanyu
Pindah–“pabanyu pindah” dapat berarti sungai besar berpindah aliran ke sisi
lain, karena ada timbunan lahar yang banyak – dan meletusnya Gunung Kelud.
Pada tahun itu pula Gajah Mada
mengucapkan Sumpah Palapa dengan disaksikan oleh para menteri dan
pejabat-pejabat lainnya, yang substansinya Gajah Mada baru mau melepaskan
(menghentikan) puasanya apabila telah
terkuasai Nusantara. Dari sisi nilai Sumpah Palapa mengandung
pelbagai nilai : nilai
kesatuan dan persatuan wilayah Nusantara, nilai historis, nilai keberanian, nilai percaya
diri, nilai rasa memiliki kerajaan Majapahit yang besar dan berwibawa, nilai
geopolitik, nilai sosial budaya, nilai filsafat, dsb.
2. Mimpi Kartini untuk Negeri
Ibu Kita Kartini
Ibu kita Kartini Putri sejati
Putri Indonesia Harum namanya
Ibu kita Kartini Pendekar bangsa
Pendekar kaumnya Untuk merdeka
Wahai ibu kita Kartini Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya Bagi Indonesia
Ibu kita Kartini Putri jauhari
Putri yang berjasa Se Indonesia
Ibu kita Kartini Putri yang suci
Putri yang merdeka Cita-citanya
Wahai ibu kita Kartini Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya Bagi Indonesia
Ibu kita Kartini Pendekar bangsa
Pendeka kaum ibu Se-Indonesia
Ibu kita Kartini Penyuluh budi
Penyuluh bangsanya Karena cintanya
Wahai ibu kita Kartini Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya Bagi Indonesia
Karangan / Ciptaan : W.R. Supratman
“Ibu Kita Kartini”, siapa
orang Indonesia tidak kenal dengan lagu itu? Lagu yang teramat akrab di telinga
kita. Lebih khusus lagi saat 21 April, saat anak-anak sekolah mengenakan busana
adat ke sekolah. Berbaris rapi khidmat menyanyikan lagu itu. Dalam dirinya
sudah terpatri akan jasa Kartini untun Indonesia dengan “emansipasi” yang
diperjuangkannya.
Tahun 1964
presiden Soekarno telah memberi gelar Pahlawan Nasional kepada Kartini. Dan
hingga kini tanggal kelahirannya pun selalu diperingati secara nasional sebagai
lambang pengakuan terhadap persamaan hak kaum perempuan dengan istilah
“emansipasi”, yang telah menjadi inspirasi kuat bagi jutaan perempuan
Indonesia.
RA. Kartini
lahir pada tanggal 21 April 1879 di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pada waktu
itu Indonesia sangat dikuasai norma-norma kehidupan feodal dan masih terdapat
diskriminasi laki-laki dan perempuan dalam menuntut pendidikan. Anak laki-laki
mempunyai kesempatan yang terbuka untuk memperoleh pendidikan tinggi dan
sebaliknya anak perempuan harus dipingit di rumah sesudah menyelesaikan
pendidikan dasar.
Tumbuh dalam
kecerdasan keluarga bangsawan Jawa dan pendidikan Belanda, sikap kritis kartini
kecil terbentuk. Tak heran, di tengah kekakuan adat Jawa dan Agama, Kartini
muda sudah “bermimpi” tentang kemajuan perempuan sejamannya. Mimpi itu
diwujudkannya dengan mengajar perempuan jawa menulis, membaca serta sejumlah
keterampilan lain.
Salah satu
pemikiran besar Kartini adalah kesetaraan gender di bidang pendidikan,
khususnya menyangkut budaya Jawa yang dipandang sebagai penghambat kemajuan
kaum perempuan. Beliau bercita-cita agar kedudukan perempuan sama dengan
laki-laki dalam hal pemerolehan kesempatan belajar dan menimba pengetahuan.
Sayang Kartini
tak bisa menikmati jerih payah perjuangannya sendiri. Kartini mati muda, tak
lama setelah melahirkan putra pertamanya RM Soesalit. Perjuangan kartini tak
lantas hilang jejaknya, pemikirannya yang melampaui jaman direkam oleh JH
Abendanon dalam buku yang berjudul Door Duisternis tot Licht (Habis
Gelap Terbitlah Terang).
Dalam bukunya
itu Kartini menggambarkan penderitaan perempuan Jawa akibat kungkungan adat,
yaitu tidak bisa bebas duduk di bangku sekolah, harus dipingit, dinikahkan
dengan laki-laki yang tak dikenal, dan harus bersedia dipoligami. Ide dan
cita-cita Kartini tak lepas dari Religieusiteit, Wijsheid en Schoonheid
(Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan), ditambah dengan Humanitarianisme
(peri kemanusiaan) dan Nasionalisme (cinta tanah air).
Yang paling
menarik dari sosok Kartini adalah kritik besarnya terhadap doktrin Agama.
Kartini memiliki pandangan yang sangat progresif terhadap tafsir Agama Islam
pada masa itu. Ada tiga kritik besar Kartini terhadap pemahaman Ajaran Islam.
Yang pertama, Kartini mengkritik pemahaman kitab suci yang serba tekstual
(harfiah), yaitu metodologi pembelajaran teks yang lebih berorientasi pada
pelafalan dan penghafalan teks daripada metode pemahaman makna teks itu
sendiri.
Kedua, kritik
mengenai doktrin pluralisme dan toleransi beragama. Kartini mengkritisi
pandangan keagamaan yang sempit perihal menolak kebebasan beragama serta
melakukan kekerasan atas nama agama. Agama bagi Kartini, adalah sebuah ajaran
yang mampu memberikan keselamatan dan perdamaian bagi sesamanya bukan tindakan
anarkis dan main hakim sendiri atas nama Tuhan.
Secara
eksplisit, Kartini menyatakan dalam suratnya: Dunia akan lebih damai jika
tidak ada agama yang sering menjadi alasan manusia untuk berselisih, terpisah,
dan saling menyakiti. Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi
berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu…
Dan yang
ketiga, Kartini mempertanyakan justifikasi Agama terhadap poligami bagi kaum
laki-laki. Kartini melihat bahwa konstruksi budaya yang didukung tafsir Agama
yang sangat patriarkis melengkapi kesempurnaan penderitaan perempuan Jawa yang
dunianya hanya sebatas tembok rumah dan bersedia untuk dipoligami.
Dekonstruksi
doktrin Agama yang digagas Kartini tersebut memang hanya sebatas penggalan
tulisan dalam surat yang tidak terangkai secara sistematis, bahkan keasliannya
pun masih dipertanyakan. Banyak yang menilai pemikiran-pemikiran emansipasi
Kartini tersebut direka oleh Abendanon, sahabat kartini yang merupakan pejabat
Menteri Kebudayaan Hindia Belanda, karena pada masa itu politik etis tengah
santer gemanya.
Di sisi lain
Kartini juga dinilai tak konsisten perjuangannya, karena mau tunduk pada
poligami dan adat Jawa setelah menikah dengan RTAA Djojohadiningrat. Namun
demikian, tiga kritik sekaligus gagasan besar Kartini sangat relevan dalam
konteks sekarang, karena menyangkut problem metodologi penafsiran teks, problem
pluralisme dan toleransi, serta kesetaraam gender dalam Agama.
Pada masa
sekarang, emansipasi perempuan kerap disalahartikan oleh sebagian dari kita.
Emansipasi selalu disangkut-pautkan dengan mengejar karir setinggi langit,
kesetaraan gender yang “kebablasan”, bahkan dengan mengorbankan kodratnya
sebagai perempuan. Padahal sesungguhnya apa yang diperoleh dari itu semua,
terlebih dengan mengorbankan kodratnya sebagai perempuan adalah sebuah
kekalahan paling telak bagi kaum perempuan.
Kodrat
perempuan yang lazim kita kenal adalah bahwa setelah seorang perempuan menikah,
kemudian akan mengurus keperluan suaminya, melahirkan anak dan menjaganya
hingga dewasa, merupakan suatu bentuk kebahagian yang paling alami, namun bagi
sebagian yang lain bentuk kehidupan tersebut adalah pengekangan dimana wanita
tidak bebas bergerak dalam menentukan hidupnya sebagaimana laki-laki.
Atas dasar
penolakan bentuk kehidupan tersebut, maka sebagian perempuan menyuarakan adanya
kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai bidang
kehidupan. Kesetaraan gender atau emansipasi wanita yang berasal dari barat
terkadang kebablasan, mengejar karir setinggi langit dan melupakan kodratnya
sebagai perempuan, akibatnya banyak perempuan di negara-negara barat enggan
menikah bahkan enggan untuk melahirkan. Di negara kita sendiri, tidak sedikit
kondisi seperti itu dijumpai. Salah satunya adalah perceraian yang disebabkan
oleh ketidak harmonisan rumah tangga lantaran persaingan antara suami dan istri
dalam meniti karir.
Kartini-kartini
di masa sekarang harusnya punya PR (pekerjaan rumah) yang jauh lebih berat
dibandingkan jaman dulu. Bukan berarti kesetaraan gender yang dirintis oleh RA
Kartini dulu telah selesai dan tinggal dinikmati saja, melainkan bagaimana
Kartini masa kini mampu menjaga emansipasi tersebut tanpa harus mengorbankan
kodratnya.
Kita hidup di
negara yang demokratis, negara yang mengakui emansipasi perempuan, dan yang
paling hebatnya lagi adalah negara yang pernah dipimpin oleh perempuan. Namun
demikian isu-isu seputar kesetaraan gender dan kekerasan dalam rumah tangga
masih sering kita jumpai. Inilah yang perlu dipikirkan oleh Kartini-kartini
masa kini, bukan semata-mata mengejar karir setinggi-tingginya tanpa melihat
perempuan-perempuan lain disekitarnya.
Emansipasi yang
disuarakan oleh Kartini dulu sebenarnya lebih menekankan pada tuntutan agar
perempuan saat itu memperoleh pendidikan yang memadai, menaikkan derajat
perempuan yang kurang dihargai pada masyarakat Jawa, dan kebebasan dalam
berpendapat dan mengeluarkan pikiran. Bukannya menuntut agar perempuan dapat
mengerjakan pekerjaan laki-laki. Toh, pada kenyataannya perempuan juga tidak
akan mampu mengerjakan semua pekerjaan laki-laki
Lepas dari itu
semua, yang perlu penulis tekankan pada kali ini adalah bahwa dengan “mimpinya”
Kartini telah menjadi sumber inspirasi bagi kaum perempuan Indonesia bahkan
dunia. Kartini “mengajarkan” untuk terus dan terus memiliki mimpi dan mengejar
mimpinya. Barangkali bukan kita yang akan menikmati “mimpi” kita, tetapi
anak-anak keturunan kita akan merasa bangga dan meganggap kita berjasa akan
keberhasilannya. Kartini telah memberikan banyak keteladanan kepada setiap
orang “utamanya wanita” untuk memiliki mimpi dan berupaya keras untuk
mewujudkan mimpi itu.
Melalui
pemikiran-pemikiran Kartini, muncul banyak tokoh-tokoh penting Indonesia dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara bukan saja di Indonesia tetapi juga dalam
pergaulan internasional. Bahkan dalam perkembangan politik Indonesia telah
mensyaratkan setiap Partai Politik peserta pemilu harus 30% dari calon anggota
legislatif yang diajaukan berasal dari perempuan.
3. Mimpi Soekarno untuk
Indonesia Merdeka
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20170817114655-20-235373
Dr. (H.C.) Ir. H. Soekarno1 (ER,
EYD: Sukarno, nama lahir: Koesno Sosrodihardjo) (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun) adalah Presiden pertama Republik Indonesia yang menjabat pada periode
1945–1967. Ia memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia
dari penjajahan Belanda. Ia adalah Proklamator
Kemerdekaan
Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno adalah yang pertama
kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya.
Ketika dilahirkan, Soekarno
diberikan nama Kusno oleh
orangtuanya. Namun karena ia sering sakit maka ketika berumur sebelas tahun
namanya diubah menjadi Soekarno oleh ayahnya. Nama tersebut diambil dari
seorang panglima perang dalam kisah Bharata Yudha yaitu Karna. Nama "Karna"
menjadi "Karno" karena dalam bahasa Jawa huruf "a" berubah menjadi
"o" sedangkan awalan "su" memiliki arti "baik".
Di kemudian hari ketika
menjadi presiden, ejaan nama Soekarno diganti olehnya sendiri menjadi Sukarno karena menurutnya nama
tersebut menggunakan ejaan penjajah (Belanda). Ia tetap menggunakan nama Soekarno dalam tanda
tangannya karena tanda tangan tersebut adalah tanda tangan yang tercantum dalam
Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang tidak boleh diubah, selain itu
tidak mudah untuk mengubah tanda tangan setelah berumur 50 tahun. Sebutan akrab
untuk Soekarno adalah Bung Karno.
Di beberapa negara Barat, nama
Soekarno kadang-kadang ditulis Achmed Soekarno. Hal ini terjadi karena
ketika Soekarno pertama kali berkunjung ke Amerika Serikat, sejumlah wartawan
bertanya-tanya, "Siapa nama kecil Soekarno? karena mereka tidak mengerti
kebiasaan sebagian masyarakat di Indonesia yang hanya menggunakan satu nama
saja atau tidak memiliki nama
keluarga.
Soekarno menyebutkan bahwa
nama Achmed didapatnya ketika menunaikan ibadah haji. Dalam beberapa versi
lain, disebutkan pemberian nama Achmed di depan nama Soekarno, dilakukan oleh
para diplomat muslim asal Indonesia yang sedang melakukan misi luar negeri
dalam upaya untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan negara Indonesia oleh
negara-negara Arab.
Soekarno dilahirkan dengan
seorang ayah yang bernama Raden Soekemi
Sosrodihardjo
dan ibunya yaitu Ida Ayu Nyoman Rai. Keduanya bertemu ketika
Raden Soekemi yang merupakan seorang guru ditempatkan di Sekolah Dasar Pribumi di Singaraja, Bali. Nyoman Rai merupakan
keturunan bangsawan dari Bali dan beragama Hindu, sedangkan Raden Soekemi
sendiri beragama Islam. Mereka telah memiliki
seorang putri yang bernama Sukarmini sebelum Soekarno lahir. Ketika kecil
Soekarno tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur.
Ia bersekolah pertama kali di
Tulung Agung hingga akhirnya ia pindah ke Mojokerto, mengikuti orangtuanya yang ditugaskan di kota tersebut.
Di Mojokerto, ayahnya memasukan Soekarno ke Eerste Inlandse School,
sekolah tempat ia bekerja. Kemudian pada Juni 1911 Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere
School
(ELS) untuk memudahkannya diterima di Hogere Burger School (HBS). Pada tahun 1915, Soekarno telah menyelesaikan
pendidikannya di ELS dan berhasil melanjutkan ke HBS di Surabaya, Jawa Timur.
Ia dapat diterima di HBS atas bantuan seorang kawan bapaknya yang bernama H.O.S. Tjokroaminoto. Tjokroaminoto bahkan memberi
tempat tinggal bagi Soekarno di pondokan kediamannya. Di Surabaya, Soekarno
banyak bertemu dengan para pemimpin Sarekat Islam, organisasi yang dipimpin
Tjokroaminoto saat itu, seperti Alimin, Musso, Darsono, Haji Agus Salim, dan Abdul Muis.[5] Soekarno kemudian aktif dalam kegiatan organisasi pemuda
Tri Koro Dharmo yang dibentuk sebagai
organisasi dari Budi Utomo. Nama organisasi tersebut kemudian ia
ganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) pada 1918. Selain itu, Soekarno juga
aktif menulis di harian "Oetoesan Hindia" yang dipimpin oleh
Tjokroaminoto.
Soekarno bersama mahasiswa pribumi TH Bandung
tahun 1923. Baris belakang dari kiri ke kanan: M. Anwari, Soetedjo,
Soetojo, Soekarno, R. Soemani, Soetono/Soetoto(?), R. M. Koesoemaningrat,
Djokoasmo, Marsito. Duduk di depan: Soetono/Soetoto(?), M. Hoedioro, Katamso.
Tamat HBS Soerabaja bulan Juli 1921, bersama Djoko Asmo rekan
satu angkatan di HBS, Soekarno melanjutkan ke Technische
Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) di Bandung dengan mengambil jurusan teknik sipil pada tahun 1921, setelah dua bulan
dia meninggalkan kuliah, tetapi pada tahun 1922 mendaftar kembali dan tamat
pada tahun 1926. Soekarno dinyatakan lulus ujian
insinyur pada tanggal 25 Mei 1926 dan pada Dies Natalis ke-6 TH Bandung tanggal 3 Juli 1926 dia diwisuda bersama delapan belas insinyur lainnya. Prof. Jacob Clay selaku ketua fakultas pada saat itu
menyatakan "Terutama penting peristiwa itu bagi kita karena ada di
antaranya 3 orang insinyur orang Jawa". Mereka adalah Soekarno,
Anwari, dan Soetedjo, selain itu ada seorang lagi dari Minahasa yaitu Johannes
Alexander Henricus Ondang.
Saat di Bandung, Soekarno
tinggal di kediaman Haji Sanusi yang merupakan anggota Sarekat Islam dan sahabat karib
Tjokroaminoto. Di sana ia berinteraksi dengan Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangunkusumo, dan Dr. Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin
organisasi National Indische
Partij.
Semasa menjabat sebagai
presiden, ada beberapa karya arsitektur yang dipengaruhi atau dicetuskan oleh
Soekarno. Juga perjalanan secara maraton dari bulan Mei sampai Juli pada tahun 1956 ke negara-negara Amerika Serikat, Kanada, Italia, Jerman Barat, dan Swiss. Membuat cakrawala alam pikir
Soekarno semakin kaya dalam menata Indonesia secara holistik dan menampilkannya
sebagai negara yang baru merdeka.
Soekarno untuk pertama kalinya
menjadi terkenal ketika dia menjadi anggota Jong Java cabang Surabaya pada tahun 1915. Bagi Soekarno sifat
organisasi tersebut yang Jawa-sentris dan hanya memikirkan kebudayaan saja
merupakan tantangan tersendiri. Dalam rapat pleno tahunan yang diadakan Jong
Java cabang Surabaya Soekarno menggemparkan sidang dengan berpidato menggunakan
bahasa Jawa ngoko (kasar). Sebulan
kemudian dia mencetuskan perdebatan sengit dengan menganjurkan agar surat kabar
Jong Java diterbitkan dalam bahasa Melayu saja, dan bukan dalam bahasa Belanda.
Pada tahun 1926, Soekarno
mendirikan Algemeene Studie
Club (ASC)
di Bandung yang merupakan hasil inspirasi dari Indonesische Studie Club
oleh Dr. Soetomo. Organisasi ini menjadi cikal
bakal Partai Nasional
Indonesia
yang didirikan pada tahun 1927. Aktivitas Soekarno di PNI
menyebabkannya ditangkap Belanda pada tanggal 29 Desember 1929 di Yogyakarta dan esoknya
dipindahkan ke Bandung, untuk dijebloskan ke Penjara Banceuy. Pada tahun 1930 ia dipindahkan ke Sukamiskin dan di pengadilan Landraad
Bandung 18 Desember 1930 ia membacakan pledoinya yang fenomenal Indonesia Menggugat, hingga dibebaskan kembali
pada tanggal 31 Desember 1931.
Pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo),
yang merupakan pecahan dari PNI. Soekarno kembali ditangkap pada bulan Agustus 1933, dan diasingkan ke Flores. Di sini, Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh
nasional. Namun semangatnya tetap membara seperti tersirat dalam setiap
suratnya kepada seorang Guru Persatuan Islam bernama Ahmad Hasan.
Pada tahun 1938 hingga tahun 1942 Soekarno diasingkan ke Provinsi Bengkulu, ia baru kembali bebas pada
masa penjajahan Jepang pada tahun 1942.
Pada awal masa penjajahan
Jepang (1942–1945), pemerintah Jepang sempat tidak memerhatikan tokoh-tokoh
pergerakan Indonesia terutama untuk "mengamankan"
keberadaannya di Indonesia. Ini terlihat pada Gerakan 3A dengan tokohnya Shimizu dan Mr. Syamsuddin yang kurang begitu populer.
Namun akhirnya, pemerintahan
pendudukan Jepang memerhatikan dan sekaligus memanfaatkan tokoh-tokoh Indonesia
seperti Soekarno, Mohammad Hatta, dan lain-lain dalam setiap
organisasi-organisasi dan lembaga lembaga untuk menarik hati penduduk
Indonesia. Disebutkan dalam berbagai organisasi seperti Jawa Hokokai, Pusat Tenaga Rakyat (Putera), BPUPKI dan PPKI, tokoh tokoh seperti
Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara, K.H. Mas Mansyur, dan lain-lainnya
disebut-sebut dan terlihat begitu aktif. Dan akhirnya tokoh-tokoh nasional
bekerja sama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk mencapai kemerdekaan
Indonesia, meski ada pula yang melakukan gerakan bawah tanah seperti Sutan Syahrir dan Amir Sjarifuddin karena menganggap Jepang adalah fasis
yang berbahaya.
Presiden Soekarno sendiri,
saat pidato pembukaan menjelang pembacaan teks proklamasi kemerdekaan,
mengatakan bahwa meski sebenarnya kita bekerja sama dengan Jepang sebenarnya
kita percaya dan yakin serta mengandalkan kekuatan sendiri.
Ia aktif dalam usaha persiapan
kemerdekaan Indonesia, di antaranya adalah merumuskan Pancasila, UUD 1945, dan dasar dasar pemerintahan Indonesia termasuk
merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan. Ia sempat dibujuk untuk menyingkir ke
Rengasdengklok.
Pada tahun 1943, Perdana
Menteri Jepang Hideki Tojo mengundang tokoh Indonesia yakni
Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ki Bagoes Hadikoesoemo ke Jepang dan diterima
langsung oleh Kaisar Hirohito. Bahkan kaisar memberikan Bintang kekaisaran (Ratna
Suci) kepada tiga tokoh Indonesia tersebut. Penganugerahan Bintang itu membuat
pemerintahan pendudukan Jepang terkejut, karena hal itu berarti bahwa ketiga
tokoh Indonesia itu dianggap keluarga Kaisar Jepang sendiri. Pada bulan Agustus
1945, ia diundang oleh Marsekal Terauchi, pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia
Tenggara di Dalat Vietnam yang kemudian menyatakan bahwa proklamasi kemerdekaan
Indonesia adalah urusan rakyat Indonesia sendiri.
Namun keterlibatannya dalam
badan-badan organisasi bentukan Jepang membuat Soekarno dituduh oleh Belanda bekerja sama dengan Jepang, antara lain dalam kasus romusha.
Soekarno bersama tokoh-tokoh
nasional mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi
kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Panitia Kecil yang terdiri dari delapan orang (resmi),
Panitia Sembilan (yang menghasilkan Piagam Jakarta) dan Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (PPKI), Soekarno-Hatta mendirikan
Negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Setelah menemui Marsekal
Terauchi di Dalat, Vietnam, terjadilah Peristiwa
Rengasdengklok
pada tanggal 16 Agustus 1945; Soekarno dan Mohammad Hatta dibujuk oleh para pemuda
untuk menyingkir ke asrama pasukan Pembela Tanah Air (PETA) Rengasdengklok. Tokoh pemuda yang membujuk antara lain Soekarni, Wikana, Singgih serta Chairul Saleh. Para pemuda menuntut agar Soekarno
dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, karena di Indonesia
terjadi kevakuman kekuasaan. Ini disebabkan karena Jepang sudah menyerah dan
pasukan Sekutu belum tiba. Namun Soekarno, Hatta dan para tokoh menolak dengan
alasan menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang. Alasan lain yang
berkembang adalah Soekarno menetapkan momen tepat untuk kemerdekaan Indonesia
yakni dipilihnya tanggal 17 Agustus 1945 saat itu bertepatan dengan bulan
Ramadhan, bulan suci kaum muslim yang diyakini merupakan bulan turunnya wahyu
pertama kaum muslimin kepada Nabi Muhammad SAW yakni Al Qur-an. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad
Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik
Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan menjadi presiden dan wakil
presiden dikukuhkan oleh KNIP. Pada tanggal 19 September
1945 kewibawaan Soekarno dapat menyelesaikan tanpa pertumpahan darah peristiwa
Lapangan Ikada tempat 200.000 rakyat Jakarta akan bentrok dengan pasukan Jepang
yang masih bersenjata lengkap.
Pada saat kedatangan Sekutu
(AFNEI) yang dipimpin oleh Letjen. Sir Phillip
Christison,
Christison akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia secara de facto
setelah mengadakan pertemuan dengan Presiden Soekarno. Presiden Soekarno juga
berusaha menyelesaikan krisis di Surabaya. Namun akibat provokasi yang
dilancarkan pasukan NICA (Belanda) yang membonceng Sekutu (di bawah Inggris), meledaklah Peristiwa 10
November
1945 di Surabaya dan gugurnya Brigadir Jenderal A.W.S Mallaby.
Karena banyak provokasi di Jakarta pada waktu itu, Presiden Soekarno akhirnya memindahkan
Ibukota Republik Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta. Diikuti wakil presiden
dan pejabat tinggi negara lainnya.
Presiden Soekarno dan Nikita Khruschev dalam sebuah pertemuan Kepala
Negara
Kedudukan Presiden Soekarno
menurut UUD 1945 adalah kedudukan Presiden selaku kepala pemerintahan dan
kepala negara (presidensiil/single executive). Selama revolusi
kemerdekaan, sistem pemerintahan berubah menjadi semi presidensiil atau double
executive. Presiden Soekarno sebagai Kepala Negara dan Sutan Syahrir
sebagai Perdana Menteri/Kepala Pemerintahan. Hal itu terjadi karena adanya
maklumat wakil presiden No X, dan maklumat pemerintah bulan November 1945
tentang partai politik. Hal ini ditempuh agar Republik Indonesia dianggap
negara yang lebih demokratis.
Meski sistem pemerintahan
berubah, pada saat revolusi kemerdekaan, kedudukan Presiden Soekarno tetap
paling penting, terutama dalam menghadapi Peristiwa Madiun
1948
serta saat Agresi Militer Belanda II yang menyebabkan Presiden Soekarno, Wakil
Presiden Mohammad Hatta dan sejumlah pejabat tinggi negara ditahan Belanda.
Meskipun sudah ada Pemerintahan Darurat
Republik Indonesia
(PDRI) dengan ketua Sjafruddin
Prawiranegara,
tetapi pada kenyataannya dunia internasional dan situasi dalam negeri tetap
mengakui bahwa Soekarno-Hatta adalah pemimpin Indonesia yang sesungguhnya,
hanya kebijakannya yang dapat menyelesaikan sengketa Indonesia-Belanda. https://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno
Sukarno telah memberikan banyak pelajaran kepada kita
tentang “mimpi-mimpinya” untuk Indonesia. Sejak masa perjuangan, Sukarno telah
benyak melontarkan “mimpi”nya untuk Indonesia menjadi sebuah negara yang
merdeka dan berdaulat. Tak peduli di manapun Sukarno berada bahkan ketika harus
keluar masuk penjara, Sukarno telah mantabkan “mimpinya” untuk selalu berusaha
dan berusaha mencapaianya. “Mimpi” Sukarno telah menggerakkan hati dan jiwanya
untuk selalu berupaya mewujudkannya.
“Mimpi” Sukarno
ini telah mampu memberikan motivasi dan semangat tidak saja untuk dirinya
sendiri tapi bagi para pejuang dan bahkan sebagian pada masa sekarang pun
tergerak untuk memiliki “mimpi” seperti Sukarno. Sebagian besar masyarakat
Indonesia banyak terinspirasi oleh “mimpi” Sukarno ini, dengan keberanian dan
semangatnya yang pantang menyerah dengan segenap kemampuan yang dimiliki
Sukarno memperjuangkan “mimpinya.” Dan dengan “mimpi”nya ini telah membuktikan
dirinya menjadi orang yang disegani tidak saja oleh bangsa Indonesia tapi oleh
banyak masyarakat dunia kagum kepada “mimpi-mimpi” Sukarno dan bagaimana
memperjuangkan mimpi itu.
Sukarno telah membuktikan begitu dahsyatnya “kekuatan
mimpi” bagi seseorang. Dengan “mimpi” seseorang akan selalu terpacu untuk
mewujudkannya. “Mimpi” telah menjadi sumber inspriasi dan motivasi tidak saja
bagi diri sendiri tapi juga bagi orang lain untuk melakukan sesuatu demi masa
depannya. Masa depan hanyalah milik orang-orang yang percaya akan keindahan
mimpi-mimpi mereka.
Mimpi adalah ambisi dari dalam diri manusia yang
menjadi penggerak untuk maju dan menjadi lebih baik. Dengan “mimpinya”
seseorang memiliki hasrat yang akan menggerakkan kita untuk mewujudkannya.
Dunia akan tumbuh dengan peradaban yang lebih tinggi dan tehnologi yang lebih
hebat itu berkat “mimpi” orang-orang besar. Orang-orang besar itu adalah para
pemimpi, yang dengan “mimpinya” mereka tidak kenal lelah selalu dan selalu
memperjuangkan untuk dapat mewujudkannya.
4. Mimpi B.J. Habibbie untuk
Indonesia
BJ. Habibie merupakan tokoh bangsa Indonesia yang
sukses dan menginspirasi. Dikenal sebagai seorang brilian dalam sains dan
matematika sejak kecil, BJ Habibie menerima pendidikan menengahnya di Institutr
Tehnologi Bandung danmelanjutkan studinya di Institut Teknologi North
Rhnine-Westphalia di Aachen-Jerman barat. Sejak muda hingga menjadi Presiden RI
ketiga, BJ Habibie telah menorehkan banyak prestasi dan membanggakan bangsa dan
negara.
Prof.
Dr.
Ing.
H.
Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng (lahir di Parepare,
Sulawesi Selatan, 25 Juni
1936)
adalah Presiden Republik Indonesia
yang ketiga. Ia menggantikan Soeharto
yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei
1998.
Jabatannya digantikan oleh Abdurrahman Wahid
(Gus Dur) yang terpilih sebagai presiden pada 20 Oktober
1999
oleh MPR
hasil Pemilu
1999. Dengan menjabat selama 2 bulan dan 7 hari
sebagai wakil presiden, dan 1 tahun dan 5 bulan sebagai presiden, Habibie
merupakan Wakil Presiden dan juga Presiden Indonesia dengan masa jabatan
terpendek. Saat ini namanya diabadikan sebagai nama salah satu universitas di
Gorontalo, menggantikan nama Universitas Negeri Gorontalo
(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)
Habibie merupakan anak keempat dari delapan
bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan
R.A. Tuti Marini Puspowardojo.
Ayahnya yang berprofesi sebagai ahli pertanian berasal dari etnis Gorontalo dan memiliki
keturunan Bugis,
sedangkan ibunya beretnis Jawa.
R.A. Tuti Marini Puspowardojo adalah anak seorang spesialis mata di Yogya, dan
ayahnya yang bernama Puspowardjojo bertugas sebagai penilik sekolah.
B.J. Habibie menikah dengan Hasri Ainun Besari
pada tanggal 12 Mei 1962, dan dikaruniai dua orang putra, yaitu Ilham Akbar
Habibie dan Thareq Kemal Habibie. Ia pernah berilmu di SMAK Dago. Ia
belajar teknik mesin di Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung
(sekarang Institut Teknologi Bandung)
pada tahun 1954. Pada 1955–1965 ia melanjutkan studi teknik penerbangan,
spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen,
Jerman
Barat, menerima gelar diplom ingenieur
pada 1960
dan gelar doktor ingenieur
pada 1965
dengan predikat summa cum laude.
Habibie pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm,
sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg,
Jerman,
sehingga mencapai puncak karier sebagai seorang wakil presiden bidang
teknologi. Pada tahun 1973, ia kembali ke Indonesia atas permintaan mantan
presiden Soeharto.
Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi
sejak tahun 1978 sampai Maret 1998. Sebelum menjabat sebagai Presiden (21 Mei
1998 – 20 Oktober 1999), B.J. Habibie adalah Wakil Presiden (14 Maret 1998 – 21
Mei 1998) dalam Kabinet Pembangunan VII di
bawah Presiden Soeharto. Ia diangkat menjadi ketua umum ICMI
(Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), pada masa jabatannya sebagai menteri.
Habibie mewarisi kondisi keadaan negara kacau
balau pasca pengunduran diri Soeharto pada masa orde baru,
sehingga menimbulkan maraknya kerusuhan dan disintegerasi hampir seluruh
wilayah Indonesia. Segera setelah memperoleh kekuasaan Presiden Habibie segera
membentuk sebuah kabinet. Salah satu tugas pentingnya adalah kembali
mendapatkan dukungan dari Dana Moneter Internasional dan
komunitas negara-negara donor untuk program pemulihan ekonomi. Dia juga
membebaskan para tahanan politik dan mengurangi kontrol pada kebebasan
berpendapat dan kegiatan organisasi.
Pada era pemerintahannya yang singkat ia
berhasil memberikan landasan kukuh bagi Indonesia, pada eranya dilahirkan UU
Anti Monopoli atau UU Persaingan Sehat, perubahan UU Partai Politik dan yang
paling penting adalah UU otonomi daerah.
Melalui penerapan UU otonomi daerah inilah gejolak disintegrasi yang diwarisi
sejak era Orde
Baru berhasil diredam dan akhirnya dituntaskan di
era presiden Susilo Bambang Yudhoyono,
tanpa adanya UU otonomi daerah bisa dipastikan Indonesia akan mengalami nasib
sama seperti Uni Soviet
dan Yugoslavia.
Mantan presiden
RI ke-3 BJ Habibie memiliki impian besar untuk bangsa Indonesia. Salah satu
yang menjadi impian besar tersebut adalah bangsa Indonesia ini maju di bidang
industri strategis. Hadirnya industri strategis saat itu memang tidak lepas
dari program beasiswa Habibie saat itu, yang dimulai pada 1982 hingga 1992.
Habbibie telah
mengajarkan banyak hal kepada kita untuk selalu memiliki “mimpi” untuk diri
kita sendiri, keluarga kita, masyarakat kita dan bangsa negara kita. Mereka
yang tidak mempunyai “mimpi” berarti meninggalkan banyak hal yang ditawarkan
oleh kehidupan. Hasrat atau kegigihan mereka mudah sekali pudam sehingga mereka
dengan mudah mengubah “mimpi” mereka menjadi sangat sederhana. Padahal, “mimpi”
yang besar mempunyai kekuatan yang besar pula. Orang-orang yang berhasil
mencatat nama dalam sejarah rata-rata mempunyai ciri khas yaitu selalu mampu
memperbarui “mimpi” mereka.
Pada awalnya
dia tidak perlu memikirkan apa dia mampu menggapainya, tetapi setelah dia
tetapkan dia akan berusaha keras untuk menggapai mimpi itu. Kerja keras dan doa
adalah wujud tanggung jawab terhadap “mimpi”, keinginan yang telah ditetapkan
sendiri. Apapun “mimpi” itu membutuhkan kesungguhan, ketekunan dan kerja keras
untuk menggapainya.
5. Mimpi pejuang bangsa
Tidak mudah
memang, tetapi dengan itu kita akan menjadi lebih bersemangat dan terus
bersemangat untuk menggapai mimpi itu. Suatu kebanggaan bagi kita bisa
menggapai “mimpi” yang sudah kita tetapkan. Mimpi tidak hanya untuk diri
sendiri, tetapi juga untuk orang lain bahkan untuk bangsa dan negara. Sebagaimana
apa yang bisa kita teladani dari para pejuang bangsa kita dalam menggapai
Indonesia merdeka.
Bagaimana para pejuang
bangsa Indonesia mempunyai “Mimpi Menjadi Bangsa yang merdeka, menjadi negara
yang berdaulat sama dengan lainnya, tidak lagi menjadi bangsa jajahan”. Jiwa
raga mereka pertaruhkan untuk mengejar mimpinya. Masalah berhasil atau gagal
itu bukan urusan mereka, yang penting mereka punya mimpi, mereka perjuangkan
dengan segenap jiwa dan raganya,
Bagaimana para pemuda kita
jaman dulu. Seperti yang kita ketahui
bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan perjuangan dari banyak tokoh, dan
masyarakat yang hidup di masa itu. Jepang pernah berjanji akan memberikan kemerdekaan
untuk Indonesia. Namun, Indonesia tidak hanya duduk dan berpangku tangan kepada
pemerintahan Jepang. Akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945, Ir. Soekarno
membacakan naskah proklamasi, menyatakan kemerdekaan Indonesia yang disaksikan
oleh ribuan masyarakat dan disiarkan melalui radio. Meskipun begitu, Indonesia
belum sepenuhnya merdeka. Bangsa-bangsa penjajah masih menduduki Indonesia,
menjajah negeri kita tercinta dengan seenaknya mengambil manfaat yang telah
negeri ini hasilkan. Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, serta semangat
juang tokoh pahlawan negeri, para penjajah akhirnya dapat dipukul mundur dari
Indonesia. Dan sejak kala itu, Indonesia sudah benar-benar terbebas dari
penjajah.
Suatu pelajaran
besar yang wajib diketahui oleh para penerus bangsa, bahwa Indonesia
memperjuangkan sendiri kemerdekaan yang awalnya merupakan mimpi dan cita-cita.
Mereka tidak menyerah pada mimpi, namun berjuang untuk dapat meraihnya.
Meskipun terlihat mustahil, dan terus saja penjajah memberikan serangan. Namun,
hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk meraih kemerdekaan.
Pada masa kita
sekarang hidup dan sedang berjuang untuk meraih mimpi dan cita-cita. Sebenarnya
perjuangan kita saat ini tidak jauh berbeda dengan perjuangan bangsa terdahulu.
Tujuan yang sama yang ingin didapat, yaitu meraih mimpi. Apabila kemerdekaan
diibaratkan sebagai mimpi, maka tujuan kita dari dulu sampai sekarang sama.
Yaitu menggapai kemerdekaan.
Menurut KBBI
(Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata merdeka berarti bebas, lepas, dan tidak
terikat. Namun, dalam hal ini jangan salah artikan arti dari kemerdekaan itu
sendiri. Di era sekarang banyak anak muda yang berbicara soal kebebasan di
social media. Mereka mengatakan ingin bebas. Bebas untuk pergi ke tempat yang
mereka inginkan, bebas dari omelan orangtua, bebas dari tugas studi, dan
kebebasan-kebebasan lain yang ingin mereka dapatkan. Dalam hal ini, kata kemerdekaan
tidak berarti seperti itu. Indonesia ingin merdeka karena ingin mengolah hasil
alam mereka sendiri, tanpa campur tangan penjajah. Indonesia ingin merdeka
karena ingin memiliki citra baik di skala Internasional dengan usahanya
sendiri. Indonesia ingin merdeka karena ingin mengurus sendiri rumah tangganya.
Apa yang diuraikan
di atas adalah gambaran para “pemimpi” yang dengan mimpi besarnya menjadikannya
sumber inspirasi bagi setiap orang untuk menjadi seperti mereka. Awali dengan
mimpi, lakukan dengan kesungguhan hati, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi
untuk bangsa dan negeri. Sebagaimana
adanya negeri ini adalah juga muncul dari impian sebagian anak negeri untuk
menjadi sama dengan bangsa dan negara lain.
Memang benar
kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Dan setiap orang memiliki hak yang sama
untuk mendapatkan kemerdekaannya. Namun, bukan berarti memberikan kebebasan
yang sebebas-bebasnya, terutama kepada generasi muda yang notabene dinilai masih
labil. Peraturan itu perlu, karena dengan begitu kita memiliki batas diri.
Sebagai anak muda, generasi penerus bangsa harusnya bisa memiliki sikap seperti
generasi muda di tahun 1945 dulu. Sebagai pemuda-pemudi yang berani bermimpi
tinggi, serta memiliki semangat yang besar untuk mewujudkan impian itu menjadi
kenyataan. Dalam hal ini anak muda tidak harus menghabiskan lebih dari 18 jam
waktunya untuk belajar, demi masa depan. Karena apabila mereka melakukan itu,
maka mereka akan kekurangan teman.
Memang benar ada
beberapa sumber yang mengatakan bahwa memiliki seorang sahabat lebih baik
daripada memiliku seribu teman yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Akan
tetapi, teman atau sahabat yang banyak itu pun memiliki banyak manfaat. Salah
satunya kita memiliki banyak relasi, bukan sekedar teman untuk berhura-hura.
Karena kita tidak akan tahu seperti apa kita di masa depan, mungkin kita bisa
bekerja sama dengan teman sendiri untuk membangun bisnis. So, jangan pernah
melupakan teman lama dan teruslah membangun persahabatan dengan orang-orang
yang baru kita temui.
Lalu, hubungan
kemerdekaan dengan mimpi apa? Menurut saya, kemerdekaan adalah mimpi awal.
Yaitu ketika kita berani bermimpi dan berjuang untuk membuat mimpi itu menjadi
nyata. Merdeka adalah suatu proses yaitu ketika kita berjuang untuk
membahagiakan masa tua orang yang telah memberikan segalanya untuk kita.
Merdeka adalah suatu tujuan yaitu ketika kita mampu memberikan manfaat untuk
banyak makhluk.
Jadi, merdeka
bukanlah melakukan sesuatu yang dinilai baik yang pada akhirnya malah
menjerumuskan. Namun, merdeka adalah melakukan suatu hal baik yang akhirnya
akan menghasilkan suatu kebaikan untuk dapat diberikan kepada banyak makhluk.
Beranilah “bermimpi”, karena kemerdekaan yang sebenarnya berawal dari mimpi.
Pada saatnya nanti semua harapan dan mimpi yang menjadi cita-cita pasti akan
tercapai. Karena pada dasarnya usaha dan doa tidak akan pernah mengkhianati
hasil. Menjadi merdeka adalah harapan dan “mimpi” setiap orang. Merdeka dalam
“bermimpi” akan membebaskan kita dari berbagai ikatan dan berbagai hal yang
membelenggu kita untuk berekspresi, mengejar apa yang kita harapkan. Kita bebas
menentukan “mimpi” kita, dan kita bisa mewujudkan semua “mimpi” kita. Bukan
suatu kebetulan kalau kita punyamimpi dan mampu mewujudkannya. Harus
direncanakan dan diperjuangkan dengan sungguh-sunguh.
B. Bermimpi
yang setinggi langit
Bung Karno pernah Berkata “Bermimpilah setingi langit,
karena jika engkau jatuh engkau akan jatuh diantara bintang-bintang.
Lewat kata-katanya ini,
Bung Karno mengajarkan kepada kita untuk memiliki mimpi yang tinggi, tidak
perlu memikirkan apa kita mampu atau tidak terlebih dahulu, yang penting
tinggi, setinggi-tingginya. Karena dengan kata-kata ini, kita akan terbawa kepada
satu motivasi yang tinggi untuk dapat menggapainya.
“Suatu saat nanti
seluruh rumah di dunia ini akan menggunakan komputer dan Windows menjadi sistem
operasinya“–Bill Gates
Itulah mimpi seorang anak
muda waktu itu yang bernama Bill Gates. Ternyata sekarang mimpi itu telah
menjadi kenyataan yang tak terbantahkan. Dulu mungkin banyak yang meremehkan
mimpi Mr. Gates tersebut, tapi sekarang semua orang berlomba-lomba untuk
menginstall komputer/laptop mereka dengan Windows dan telah menjadikan Bill
Gates menjadi orang terkaya di dunia bertahun-tahun dan menjadi penguasa
tunggal industri software terutama di bidang sistem operasi.
Di sinilah
kekuatan sebuah visi dan mimpi Bill Gates yang dibayar dengan kerja keras tanpa
henti dan bahkan hampir “menghalalkan” segala cara untuk meraih impiannya
tersebut. Selain workaholic, pintar, egois, rakus, sifat baik-jahat,
lembut-kasar, dan berbagai sifat berlawanan lainnya hampir di miliki pria yang
berpenampilan sederhana ini, Bill Gates sangat pintar bagaimana melumpuhkan
saingan beratnya, dan bagaimana mengejar ketertinggalan perusahaannya. Lihat
saja Novell dan Netscape menjadi contoh nyata korban keganasan Microsoft di
bidang networking dan Internet. Banyak lagi korban lain seperti
Lotus, IBM, dll.
Bill Gates mampu menjadi
seorang ilmuwan komputer, entrepreneur, pemasar ulung, negosiator
handal, dan panglima nan gagah di medan perang IT. Nah, di sinilah saya melihat
kekurangan kita dalam hal industri software. Kita baru sebatas mampu
membuat sebuah produk software tetapi belum mampu memasarkannya menjadi
sebuah produk global. Kita belum memiliki seseorang atau perusahaan yang
menjadi ikon dalam industri software, dan ini terus menjadi pekerjaan
rumah kita untuk mewujudkannya. Karena kita ketahui bersama bahwa tumbuhnya
industri IT/software di Amerika, India yang menjelma menjadi menjadi
raksasa karena sebelumnya mereka telah memiliki ikon-ikon sukses yang
menginspirasi para anak muda di sana untuk mengikuti jejak para ikon tersebut,
Satu lagi yang saya ambil
dari buku tersebut adalah Microsoft memang sangat fokus bagaimana membuat software
yang benar-benar mengerti keinginan konsumen akan kemudahan. Walaupun banyak
orang mungkin merasa produk Microsoft tidak terlalu canggih dan kita bisa juga
membuat produk seperti ini, tetapi tetap saja harus kita mengakui Bill Gates
mampu mengemas produknya sedemikian rupa sehingga menjadi komoditi global yang
menguasai hajat hidup orang banyak.
Kehadiran open source
software dengan GNU/Linux sebagai gerbong utamanya, memang sedikit banyak
telah mengganggu bisnis Microsoft. Saya yakin Bill Gates dan Microsoft pasti
telah menyiapkan strategi khusus untuk mengenyahkan GNU/Linux dari kancah
industri software. Bila selama ini Microsoft bertarung pada arena
pertempuran yang sama yaitu area bisnis software yang lawan-lawannya
adalah para perusahaan juga. Maka dengan adanya open source dan
GNU/Linux, maka Microsoft memasuki arena pertempuran baru yaitu melawan yang
namanya komunitas yang tidak memiliki CEO dan manajemen perusahaan profesional,
sehingga kelihatan absurd. Di sinilah kita bisa melihat pertempuran
sengit bagaimana Bill Gates vs Komunitas (yang disokong beberapa vendor) yang
akan berlangsung lama dan belum tahu siapa pemenangnya.
Penulis sepakat bahwa
“mimpi” dapat menjadmin keberhasilan, karena senantiasa menjadi sumber motivasi
hingga mencapai tujuan atau menaggapai tujuan selanjutnya. Dorongan motivasi
itu akan menggerakkan tubuh dan mengatur strategi yang harus ditempuh, misalnya
bagaimana mencari informasi dan menjalin komunikasi maupun bekerjasama dengan
orang lain. Karena harus disadari bahwa dalam menggapai “mimpi” seseorang tetap
membutuhkan orang lain. Ingat bahwa manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang
tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Seseorang akan mudah menggapai
“mimpi”nya apabila pandai memanfaatkan orang lain (dalam arti yang positif)
untuk mempermudah menggapai mimpi-mimpinya.
C. Aku
dan Mimpiku
Bismillah, silahkan kalau
kau tak percaya dengan apa yang kurasakan. Kuyakin apa yang telah dan akan
kuperoleh tak lepas dari yang pernah dan selalu kuimpikan. Jarang atau mungkin
tidak pernah kuucapkan, tetapi setiap hari kutulis dan kutetapkan di hati aku
punya mimpi, ku selalu bermimpi. Berani Bermimpi. Apa yang kuperoleh hari ini
adalah mimpiku di hari kemarin. Hari ini kubermimpi untuk besok. Besok ku
bermimpi untuk lusa, dan seterusnya........ dan seterusnya ku selalu Bermimpi
untuk aku, dan orang-orang yang ada di sekelilingku yang sangat berarti dalam
hidupku. Dan orang yang pertama kali tanamkan itu adalah pasti “Bapak dan
Simbokku”. Dari beliau kudapatkan satu kalimat “sakral” yang selalu dan pasti
kuingat “le.........ngimpio lan terus ngimpi!” (Bermimpilah dan terus
bermimpi).
Sebagai orang desa aku hanyalah
orang biasa, Sekolah Dasar kujalani 7 tahun, Kelas 1 SD kutinggal kelas (tidak
naik). Wali kelasku kebetulan saudara sepupu bapak. Wali kelasku bilang ke
bapak kalau aku minta dinaikkan bisa dibantu. Tapi bapak menolak, dengan tegas
bapak berkata “Biar anakku apa adanya, tidak usah dinaikkan kalo memang tidak
naik”. Habis itu Bapak “ngendiko” ke aku, “Ora usah digetuni pancen kemampuanmu
semono” (Tidak usah kecewa, memang kemampuan kamu cuma segitu). Lan kowe reperlu isin..........ngimpio...... (dan kamu tidak
perlu malu, bermimpilah). “Yakin kowe
iso waton gelem ngimpi” (Yakin kamu bisa asal kamu mau bermimpi). “Kersanipun
pripun pak?” (maksudnya gimana pak?) tanyaku bingung. Bapak menjelaskan “Impen
kui karep, arah, maksud. tujuan, Kowe
bakal iso yen duwe impen, karep marang samubarang”. (Impen itu keinginan, arah,
maksud, tujuan. Kamu akan bisa kalo kamu punya impian terhadap sesuatu).
Benar “ngendikane”
Bapak.........ya aku harus bermimpi. Harus punya mimpi....harus. Dan mimpiku
saat itu adalah naik kelas..........oo tidak sekedar naik kelas. Harus juara
peringkat 1 di sekolah. Setelah “mimpi” ini kuterus belajar dalam remang-remang
cahaya lampu “teplok” (maklum belumada listrik saat itu di desaku) tetap
semangat, bahkan sambil menggembala kambing pun kubawa ringkasan catatan yang
sesekali kubaca. Malampun sering ke rumah teman belajar kelompok. Dan
hasilnya...........kelas 2 sampai kelas 6 peringkat 1 dalam satu kelas
kuperoleh. Inilah hasil “mimpiku”.
SMP pun siap kumasuki. 3
sekolah kumasukkan formulir pendaftaran. Tapi tetap SMP Negeri Jogonalan
“Mimpiku”. Yang penting diterima, tidak peduli peringkat berapa. Dan benar
mimpiku di SMP Negeri Jogonalan pun terwujud. Setiap pagi 5.30 sudah kukayuh
sepeda menuju sekolah. Tiga tahun kejalani mimpiku di SMP Negeri Jogonalan
dengan senang hati. Panas kehujanan biasa saat berangkat pulang sekolah. Tidak
istimewa memang aku di SMP, tapi juga tidak terlalu mengecewakan untuk ukuran
aku. Pernah peringkat 3 saat kelas 1, lumayanlah........hhh. Yang penting aku
ingin lulus SMP melanjutkan SMA dan SMA yang kuinginkan adalah SMA Negeri
Kalasan, Sleman Yogyakarta tempat 2 kakakku pernah sekolah di situ.
Lulus SMP akupun langsung
mendaftar ke SMA Kalasan. Rasa kawatir pasti ada, maklum dengan nilai (NEM)
yang pas-pasan harus bersaing dengan banyak pesaing dari berbagai sekolah. Tapi
bismillah, mantab SMA Kalasan..........”I am coming”........... Lagi-lagi bapak
simbok kuatkan mimpiku...... Wis le......teko manteb ae, yakin kowe
ketompo....... Masmu TU SMA Kalasan, Sepupu Bapak Wakil Kepala Sekolah. Nanging
rasah mikir kui, iso ae aku njaluk tulung masmu supaya ditompo. Nanging ben
aelah......pokoke manteb lan manteb... (Dah Nak.....mantab saja, yakin kamu diterima.
Kakak sepupumu TU SMA Kalasan, saudara sepupu Bapak Wakil Kepala Sekolah.
Tetapitidak usah mikir itu. Bisa saja aku minta tolong kakakmu supaya kamu
diterima. Tapi biar saja. Pokoknya mantab dan bantab). Kucuma mengiyakan apa
yang diucapkan bapak, sambil berdoa. Kawatir memang, melihat jurnal setiap
hari, nilaiku semakin melorot peringkatnya. Tapi bener bapak, yakin mantab......bismillah.
Alhamdulillah akhirnya sekelipun perngkat “dua” (dari bawah...heheh) akihirnya
mimpiku jadi “Korps Praba Ambara (SMA Kalasan) kesampaian”. “Berakhir sudah”
mimpiku diterima di SMA Kalasan, yang kebetulan dua kakaku juga Alumni “SMA
Impianku”. Satu, dua, tiga bulan
kujalani masa “putih abu-abuku” dengan datar, asal jalan saja (maklum peringkat
dua heheh). Satu semester pun berjalan,
dan memang tidak ada target..........raport pun dibagi.
“Ladalah........peringkat 36 dari 40 siswa.” sedih memang tapi yang mau apalagi
sudah terlanjur......heheh. “Mimpi lagi ah.......” heheh. “Tidak boleh tidak
........ semester dua, 10 besar harus aku dapatkan.” Mulai kusadar, semua harus direncanakan,
dilaksanakan, ditekuni dan pasti
didapati. Dan akhirnya Kenaikan kelas
pun tiba, raport pun dibagi. Naik kelas.............pasti hehehe. Dan yang
pasti “Mimpiku masuk 10 besar tercapai, peringkat 9 coy.......hehe.” Bangga?
Tidak...........nyesel malahan hehe...knapa dulu cuma “mimpi” 10 besar ya? Kenapa
nggak 3 besar, atau........ranking 1 sekalian. Tapi ya sudahlah ini memang yang
harus kujalani. Mimpi juga harus tahu diri kan? Heheh........masak dari
peringkat 36 langsung peringkat 1? Ini juga sudah hebat...........dah luar
biasa (menghibur diri).
Kelas 2 pun kusambut dengan
“senang hati” meski di kelas IPS (A3) yang
katanya sih kelas “Sampah” sisa-sisa karena di kelas IPA (A1 dan A2)
tidak masuk. Tapi tidak lo..........ini memang inginku masuk kelas IPS, tidak
peduli orang mau bilang apa, “Kelas Sampah, kelas Sisa”. Ini adalah pilihanku,
kesukaanku dan dari sinilah aku menggantungkan “mimpiku” untuk menjadi seorang
Ahli Hukum..............hehehe.
Ya.........menjadi ahli
hukum itu “mimpiku” saat masih SMA.
Pelajaran yang ada kaitannya hukum yang paling kusuka, PMP dan Tata Negara
(pastinya). Lagi-lagi, “kubutakan
mataku, kutulikan telingaku” dengan apa kata orang. PMP, Tata Negara pelajaran
yang membosankan.........kugak peduli. Bagiku PMP itu menyenangkan, Tata Negara
menggairahkan.
Tak kusadari “Masa putih
abu-abu” tlah kulewati. Jelang kelulusan kuditanya Bapak. Terus kuliah opo
kerjo le?.................Kuliah Pak. Jawabku mantab. “Le........, (ucapan
bapak mulai “mengkawatirkan” hehe). Aku seneng kowe niat kuliah, lan aku
bapakmu pancen wajib nuruti. Tapi yo Le, kowe ngerti, bapakmu mung pensiunan
mandor tebu, duit pensiun uwis entek tak jukuk kabeh kanggo biaya kakangmu.
Saiki kari sawah sing dadi pemetu. Aku ora arep ngalang-alangi karepmu kuliah,
malah tak karepku kowe kudu kuliah. Tapi yo kuwi le........mampune bapak
nguliahke kowe neng IKIP, keguruan nek iso sing diploma ae yo? (“Nak....Bapak senang kamu pengen kuliah dan
bapkmu wajib nuruti. Tapi kamu tahu kan, Bapak hanya seorang pensiunan mandor
tebu, uang pensiun tak seberapa, dan itu sudah smua bapak ambil untuk biaya Kakakmu,
sekarang tinggal ada sawah. Tapi tidak perlu kawatir, tetap bapak siap biaya
kuliah kamu. Tapi ya itu.............mampu bapak kulihkan kamu di IKIP,
Keguruan itu saja diploma”).
Terdiam kumendengar “Ngendikane”
bapak. IKIP, Keguruan, jadi Guru. Blas.............tidak pernah masuk kata-kata
itu dalam mimpiku. Kuliah di IKIP terus menjadi guru. Mimpiku menjadi sarjana,
ahli hukum bukan guru. Ya “Bukan Guru.”
Guru bukan cita-citaku, “bukan mimpiku.” Tak pernah kujawab apa yang
disampaikan ketika bapak beri pilihan aku “IKIP, Keguruan, Diploma, Jadi Guru.”
Tetapi aku pun juga tak pernah membantah apa yang diinginkan Bapak. “Aku harus sadar diri.” Kalimat itu yang
kemudian menghiburku dan menyadarkanku. Bahwa aku tidak seperti mereka
kebanyakan teman-teman SMAku. Selama SMApun kujalani dengan “pas-pasan” yang
lain naik motor aku cukup bangga dengan “Sepeda onthelku”. Mereka berada aku
tidak, mereka mampu-aku tidak. Itulah yang membedakan. Dan dengan “berat hati”
kuikuti kemauan bapak, kuliah di IKIP...........IKIP Karangmalang (IKIP
Yogyakarta). Jurusan apa bapak serahkan itu ke aku. Saat itu setiap pendaftar
diberi kesempatan untuk memilih 2 pilhian. Kupilih saja PMP-Kn dan Bahasa
Inggris (ya....pilihan pertama PMP-Kn). Saat itu yang terpikir hanya senang
kuliah materi PMP dan Tata Negara. Tidak membayangkan besok akan jadi guru
PMP......hehehe. Singkat cerita aku
lolos diterima di IKIP Yogyakarta.
Juli 1991 pun aku resmi
tercatat sebagai Mahasiswa IKIP Yogyakarta Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan
Sosial (FPIPS) Jurusan PMP-Kn (Pendidikan Moral Pancasila dan Kewarganegaraan).
Dari sini aku harus berpikir lagi “mengubah mimpi dari sarjana hukum
menjadi...............apa ya?” Entahlah, jalani saja yang penting kuliah, bapak
simbok bangga dengan statusku jadi mahasiswa. (hehehe saat itu pikiranku
bergitu).
Seiring perjalanan waktu,
masuk semester 3, tahun 1993 yang tidak terpikir sebelumya, ada UKM yang
namanya Menwa. Iseng saja kudaftar
keliatannya kok gagah, mentereng, berwibawa seperti dulu saat SD sering lihat
pasukan Tentara melewati depan SDku. Akhirnya akupun menjadi anggota Menwa. Di
sinilah aku sering terlibat dalam banyak kegiatan kampus, baik yang dilaksanakan
Menwa sendiri atau UKM-UKM yang lain. Menikmati dan menikmati. Semester 5 ada
kegiatan yang harus diikuti semua mahasiswa di semester ini yaitu PPL (Praktek
Pengalaman Lapangan), praktik jadi guru begitu. Waduh jadi guru, mengajar,
berdiri di depan siswa. Tapi tak apalah toh aku sudah Menwa.....heheh. SMA
Kalasan (Alamamaterku) pilihanku dan disetujui IKIP untuk aku laksanakan
PPL. Ok....mantab saja kuikuti PPL
dengan semangat “ala kadarnya”.
Di sinilah barangkali Tuhan
sadarkanku. Sungguh di luar perkiraan, aku merasa nikmat “menjadi guru”.
Siswa-siswa merasa senang dengan caraku mengajar PKn (tahun 1995 bukan lagi
namanya PMP). Dan akhirnya 3 bulan pun tak teras PPL kuikuti dengan lancar.
“Baru nyadar Bapakku tidak salah.” Dari
sinilah kumulai “Bermimpi menjadi Guru.” Ya Guru.......seorang yang “digugu dan
ditiru”.
Dan sejak itu kenikmati
kuliah menjadi calon guru. Juni 1997 aku lulus dari IKIP Yogyakarta menjadi
seorang Sarjana Pendidikan (S.Pd.). Kucoba memasukkan lamaran pekerjaan ke
beberapa lembaga pendidikan (saat itu PKn masih menjadi Mapel EBTANAS/Ujian
Nasional). Dan di satu lembaga aku dinyatakan diterima menjadi “seorang
tentor”. Belum genap 3 bulan aku di lembaga itu, ada tawaran untuk dikirim ke
Bontang (Kalimantan Timur). Kuiyakan saja ...........ke luar Jawa
coi......jelas naik pesawat dan gratis (yang juga pernah kuimpikan saat masih
SD).....heheh. Dua minggu lembaga bimbingan tempat kubekerja dikontrak di
sebuah SMA milih yayasan Pertamina. Dan sepulang dari situ kumenjadi lebih
mantab lagi “Menjadi seorang Guru.”
Setelah gagal masuk seleksi
CPNS di Klaten tahun 1998 kucoba masukkan lamaran di beberapa sekolah swasta,
di Klaten, Jogya dan Magelang. Dan di Magelang ternyata yang menerima aku. Mulailah
1998 kutinggal di Magelang. Dan belum genap setahun di sebuah SMA swasta di
Magelang mengajar Tata Negara (Mata Pelajaran yang aku senangi). Akupun lolos
CPNS dan ditempatkan di SMP Negeri 1 Candimulyo. Setelah 17 tahun lebih menjadi
guru di SMP N 1 Candimulyo dimutasi di SMP Negeri 1 Muntilan. Kujalani,
kunikmati jalanku menjadi seorang guru.
Serangkaian “Hasil Mimpiku”
menjadi guru telah kuperoleh, dari Guru berprestasi tingkat Kabupaten (Juara 1,
2, 3 pernah kurasakan), finalis Guru Berprestasi tingkat provinsi. Juara II
lomba guru PPKn tingkat provinsi pun kuperoleh yang akhirnya membawaku menjadi
salah satu finalis Anugerah Konstitusi (Ajang tertinggi untuk guru-guru PPKn).
Dan kini impian-impian lain telah kutanamkan dalam diriku, untuk aku,
anak-anakku, kaluargaku, Bapak-Simbok (Almarhum), orang-orang yang berarti
dalam hidupku dan untuk bangsa negaraku.
BAB IV
MENGGAPAI MIMPI
Hidup itu simpel,.,.,. Jalani,.,. Nikmati,.,. dan
Syukuri,.,.
Sambut hari
baru di depanmu
Sang pemimpi
siap untuk melangkah
Beri tanganku
jika kau ragu
Bila terjatuh
ku kan menjaga
Kita telah
berjanji bersama
Taklukkan
dunia ini
Menghadapi
segala tantangan bersama
Mengejar
mimpi-mimpi
Berteriaklah
hai sang pemimpi
Kita takkan
berhenti di sini
Kita telah
berjanji bersama
Taklukkan
dunia ini
Menghadapi
segala tantangan bersama
Bersyukurlah
pada yang maha kuasa
Hargailah
orang-orang yang menyayangimu
Yang selalu
ada setia di sisimu
Siapapun
jangan kau pernah sakiti
Dalam
pencarian jati dirimu
Dan semua
yang kau impikan
Tegarlah sang
pemimpi
Berteriaklah
hai sang pemimpi
Kita takkan
berhenti di sini
Kita telah
berjanji bersama
Taklukkan
dunia ini
Menghadapi
segala tantangan bersama
(OST Sang
Pemimpi, GIGI)
A. Pasti
dan Tetapkan Mimpi
Bermimpilah sebanyak-banyaknya, tapi ingat tetap
harus ada yang utama dan diutamakan. Ini penting kita pastikan dan tetapkan
agar dalam menjalankannya bisa fokus. Boleh saja ada mimpi yang lain tapi perlu
dibuat skala prioritas. Jangan sampai justru yang utama malah dikalahkan.
Setiap orang memiliki cara sendiri-sendiri untuk
mengejar mimpi. Ada orang yang melakukannya dengan mengikuti arus kehidupan,
namun ada pula yang banting setir sebagai strateginya. Sebenarnya tidak ada
cara yang salah dalam mengejar mimpi. Masing-masing orang memiliki cara terbaik
untuk mengejar mimpi. Berikut ini, terdapat beberapa cara yang bisa kita lakukan
sebagai pedoman untuk menggapai mimpi.
1.
Tetapkan Target
Perjelas
tujuan kita dalam beberapa hari, beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan. Kita
harus menggambarkan dengan jelas apa yang ingin diraih, lebih baik jika tujuan
itu kita tulis di atas kertas dan terpampang di meja kerja atau di dinding
kamar. Figure Out Your Goals akan
memperkuat alam bawah sadar kita yang secara pasti mengangkat semangat kita untuk
meraih impian tersebut.
Target
itu sangat penting. Kehidupan membutuhan sebuah tujuan, dan tujuan tersebut
bisa disebut sebagai target kita. Siapapun dan apapun kita lakukan memerlukan
sebuah target. Dan target inilah yang kita inginkan dengan melakukan sesuatu.
Target yang kita tetapkan akan mempengaruhi kerja kita saat melakukan suatu
hal. Tanpa target yang jelas, seseorang akan melakukan sesuatu dengan hanya
“ala kadarnya”, seadanya dan tidak memiliki motivasi untuk melakukannya dengan
cara yang baik.
Secara
tidak langsung apa yang telah kita tulis (kita targetkan) akan selalu kita
pikirkan. Dan apa yang selalu kita pikirkan sedikit banyak akan menjadi
motivasi bagi kita untuk selalu dan selalu melakukannya. Dengan target yang
jelas, apa yang kita lakukan menjadi lebih jelas dan tearah. Selalu kita
fokuskan bagaimana dapat mewujudkan target yang telah kita tetapkan tersebut.
Dari itu segera dan pastikan target kita.
2.
Buatlah Komitmen
Mimpi
atau cita-cita itu bagi seseorang dalam kehidupan bisa diangap semacam harapan,
target, keinginan yang ingin diwujudkan. Bila mimpi diartikan semacam ini,
betapa berharganya sebuah mimpi bagi seseorang. Dengan begitu jadi ada yang harus
kita perjuangkan dalam kehidupan untuk menggapai mimpi. Kalau hidup kita
terlalu slow, bukannya itu malah membosankan? Nggak ada yang salah dengan
mimpimu, nggak ada mimpi yang terlalu tinggi, asal kami punya komitmen.
Komitmen
adalah suatu keadaan di mana seseorang membuat perjanjian (keterikatan), baik
kepada diri sedniri maupun kepada orang lain yang tercermin dalam
tindakan/perilaku tertentu yang dilakukan secara sukarela maupun terpaksa. Komitmen merupakan bentuk kewajiban terhadap
sesuatu, untuk mengikuti atau melaksanakan sesuatu dengan kesungguhan dan rasa
tanggung jawab. Bisa juga diartikan sebagai sikap setia, menerima dan tanggung
jawab seseorang terhadap sesuatu.
Komitmen
pada “mimpi” sangat penting untuk dimiliki. Karena dengan komitmen, kita merasa
terikat dan memiliki kewajiban bahkan bisa menjadi kebutuhan untuk
mewujudkannya. Dengan rasa keterikatan ini
(merasa memiliki kewajiban), seseorang akan berusaha untuk tetap dan
selalu konsisten dalam melakukan sesuatu. Segala apa yang direncanakan dan
lakukan pasti akan diupayakan untuk selalu mengarah atau menuju pada “mimpi”
yang telah ditetapkan.
Konsistensi
dalam sebuah proses akan menjamin keberhasilan. Karena itu, komitmen kita dalam
proses dan langkah yang akan diambil dalam mengejar mimpi adalah kunci utama
kesuksesan kita. Komitmen akan memberikan rasa dan sifat keberanian membuat
keputusan (Decision Making) dari
sekian banyak pertimbangan dan keraguan. Langkah pasti hanya akan terjadi
pada saat Langkah pertama telah diambil dan dilanjutkan dengan langkah demi
langkah berikutnya.
3.
Buat Perencanaan untuk Menggapai Mimpi
Mimpi
itu awal dari kesuksesan. Mungkin kita pernah dengar kalimat itu. Katanya sih
kesuksesan itu datang ekpada orang yang berani bermimpi. Walau memang benar,
kalau sukses itutidak hanya cukup dengan modal bermimpi saja, karena terlalu
larut dalam mimpi akan membuat kuta tidak berdaya dalam menghadapi kenyataan.
Semua orang ingin menggapai mimpinya tapi tak semua orang mau dan mampu untuk
melakukan sesuatu sehingga memahami bagaimana menggapai mimpinya.
Memiliki
mimpi yang tinggi tak dilarang (bahkan suatu keharusan) tapi juga tak layak
diremehkan. Yang harus dicibir itu berani mimpi tetapi tidak berani atau tidak
mau berusaha untuk menggapainya. Barangkali yang seperti ini tidak memahami
mimpi itu apa, mengapa dan bagaimana melakukan sesuatu untuk mewujudkan
mimpinya itu.
Ada orang bijak berkata “Perencanaan yang
gagal sama artinya dengan merencanakan sebuah kegagalan.” Ungkapan ini
menunjukkan betapa perlu dan pentingnya bagi kita untuk membuat suatu perencanaan
yang baik agar kita dapat mencapai apa yang kita inginkan. Dengan perencanaan
yang baik berarti kita telah setengah jalan untuk menuju kepada keberhasilan
menggapai mimpi kita.
Perencanaan
adalah petunjuk langkah kerja kita untuk sukses. Tanpa arah dan tujuan,
maka kita akan menempuh perjalanan panjang tanpa kepastian. Buatlah
perencanaan untuk mengejar mimpi. Mulai dari tahap persiapan, perencanaan,
pelaksanaan dan evaluasi hasil yang diraih. Buatlah perencanaan yang
mudah dieksekusi dan diimplementasikan. Less
is more, kesederhanaan jauh lebih penting daripada kerumitan. Hal ini
adalah manajemen strategi paling handal yang perlu kita lakukan dalam mengejar
mimpi. Mimpi yang telah ditetapkan harus direncanakan sebaik mungkin sehingga dapat
tercapai. Rencana yang tertata secara baik akan memudahkan kita menjalani
sesuatu menuju tergapainya mimpi-mimpi kita.
4.
Segeralah Bertindak, Bekerja dan Berkarya
Dalam
diri kita masing-masing, sebenarnya ada DNA sukses yang sudah ditanamkan sebagi
bagian dari kesempurnaan adikarya Sang Mahakuasa. Semua tercipta dengan
potensi-apapun itu bentuknya-yang jika digali, dikembangkan, dimaksimalkan,
mampu jadi kekuatan luar biasa, sesuai dengan bidang yang digeluti atau ditekuni.
(Andrie Wongso, www.andriewongso.com)
Minimal,seseorang
akan bisa memenuhi “tugas” hidupnya, yakni menjadi “puzzle” alias keping
pelengkap peran yang tak bisa dilakukan oleh orang lain. Seperti seorang yang
tak bisa memotong rambutnya sendiri, ia butuh tukang cukur untuk membantunya.
Seperti juga layaknya orang tua, yang perluguru baik formal maupun nonformal
yang membantu mendidik anak-anaknya.
Itulah
sejatinya, hanya dengan bergerak, kita sebenarnya sudah memberi arti bagi hidup
dan kehidupan di sekeliling kita. Ya, kuncinya terletak pada “gerak” alias
bertindak dengan tindakan. Tentu bukan sekedar tindakan apa adanya tanpa makna.
Namun tindakan yang diharapkan mampu memberi kontribusi bagi diri kita snediri
dan sekeling kita. Dan yang lebih utama dalam hal ini adalah “kontribusi”untuk
“mimpi” kita. Mengapa harus segera, karena kata segera ini mengandung kekuatan
bahwa kita dianjurkan untuk tidak menunda-nunda dalam melakukan sesuatu.
“DNA sukses” ini akan menjadi sia-sia kalau
manusia tidak mampu dan tidak mau melakukannya. Perlu dan mau bekerja atau
bertindak dengan segera. Segera ini menjadi sangat penting ketika kita memiliki
“mimpi” untuk sesuatu.
Kita
selama ini mungkin selalu menunggu dengan dalih kondisi belum memungkinkan atau
keadaan tidak mendukung. Jangan pernah menunggu kondisi menjadi sempurna
jika kita tidak ingin tertinggal dari orang lain. Kesuksesan bukan menjadi
milik orang lain jika kita meraihnya, maka tidak peduli bagaimana pun kondisi
saat ini, kita harus segera ambil tindakan jika kita telah menetapkan hati
untuk berubah dan berkembang.
Dari
itu segeralah bertindak, bekerja dan berkarya untuk dapat mewujudkan “mimpi”
yang telah kita tetapkan. Segera bertindak akan memberikan kekuatan yang luar
biasa hingga terwujudnya mimpi-mimpi kita
5.
Perhatikan Langkah
Setiap
orang pasti mengharapkan segala hal yang terbaik untuk hadir di dalam kehidupan
kita. Namun yang kita temukan banyak diantara kita kurang memperhatikan
langkah-langkah yang harus dilakukan untuk dapat menggapai sesuatu. Demikian
halnya “mimpi”. Harus benar-benar memperhatikan apa yang sudah kita “mimpikan”
dan kita rencanakan untuk menggapai mimpi itu. Perhatian terhadap
langkah-langkah yang harus dilakukan menjadi sangat penting artinya agar kita
menjadi fokus dan terarah.
Tidak
semua rencana yang ideal menghasilkan hasil maksimal. Ada begitu banyak kendala
dan halangan yang mungkin dialami dan tidak terhindarkan. Hal yang
terpenting adalah segera kita menyadari adanya kendala tersebut. Meskipun
begitu, masalah bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan harus kita hadapi
dengan komitmen dan konsistensi. Perhatikan setiap langkah kerja kita, terlebih
jika hal itu terkait dengan banyak orang dan banyak pihak. Lakukan komunikasi
yang efektif untuk dapat saling memberikan masukan, evaluasi terhadap
langkah-langkah yang sudah kita lakukan.
Yang
terpenting lagi adalah bahwa setiap langkah yang sudah kita lakukan dengan
evaluasi itu kita segera memperbaikinya. Sehingga dapat meminimalisir kendala
yang sama muncul dalam langkah berikutnya. Dan tidak muncul lagi kendala yang
sama dalam langkah-langkah yang kita lakukan selanjutnya. Dan kalaupun kendala
itu muncul lagi kita sudah dapat mengantisipasinya dan tidak terlaly mengganggu
kita dalam melakukan sesuatu.
Dengan
memperhatikan setiap langkah yang kita lakukan, akan menjadikan kita memahami
benar dengan segala yang kita lakukan. Dengan memahami setiap langkah, kita
akan dapat segera dapat melakukan refleksi terhadap langkah yang kita lakukan.
Dan mengerti benar apa yang belum dan sudah kita lakukan. Hal ini akan lebih
membantu kita dalam menggapai “mimpi” yang telah kita tetapkan. Inilah
pentingnya kita memahami setiap langkah dalam rencana yang sudah kita susun
untuk menggapai “mimpi.”
6. Perbaikan Berkelanjutan
Pada
sistem manajemen modern, suatu metode populer yaitu PDCA (Plan - Do - Check -
Action / Rencanakan – Kerjakan – Periksa – Tindaklanjuti), digunakan untuk
melakukan perbaikan berkelanjutan pada auatu organisasi. Mimpi yang kita
canangkan sebaiknya juga perlu kita organsasikan dengan baik. Kita Rencanakan,
kita kerjakan, kita periksa dan kita tindaklanjuti. Oleh karena itu perlu kita
memahami manajemen organisasi ini sehingga mimpi yang kita tetapkan akan
tercapai. Hal ini penting untuk mendapatkan “mimpi” kita menjadi tercapai
dengan sempurna. Menjadi kepuasan tersendiri bila kita dapat menggapai
“mimpi-mimpi” kita.
Perencanaan
yang baik bukan merupakan sesuatu yang harus sempurna dan bukan sesuatu dengan harga
mati serta tanpa perbaikan. Kita masih bisa merubah suatu rencana sepanjang
perubahan itu dengan pertimbangan yang labih baik. Yang penting dan lebih utama
adalah kita hendaklah selalu siap untuk melakukan refleksi dan tidak anti
terhadap perbaikan di tengah-tengah kita melakukan apa yang sudah kita
rencanakan.
Perbaikan
berkelanjutan merupakan usaha yang dilakukan secara terus menerus mengembangkan
dan memperbaiki apa yang sudah kita lakukan dalam menggapai “mimpi” kita. Mimpi
yang “berkualitas” memerlukan perbaikan dengan berbagai pertimbangan yang lebih
matang. Dengan mimpi yang berkualitas menjadikan seseorang akan lebih terpacu untuk mewujudkannya.
Dunia
sangat dinamis dan orang-orang sangat kreatif. Pasar sangat inovatif dan
konsumen sangat sensitif. Hal-hal tersebut adalah tantangan utama kita dalam
mencapai keberhasilan dan kesuksesan dalam pengembangan diri dan karir.
Perhatikan setiap langkah kerja dan perhatikan lingkungan kita yang
selalu berubah setiap saat. Ketika kita lengah dengan tidak berlaku lebih
baik, maka orang lain akan melakukannya. Pada saat tersebut, kita mulai
`tertinggal dan kehilangan momen. Dan pada umumnya ketika kehilangan satu
momen, akan sulit lagi untuk bangkit.
B. Sadari
Mimpi dan Segera Beraksi
Bila sudah kita pastikan
dan tetapkan, jaga dan pelihara mimpi itu. Susun rencana dari awal apa yang
harus dilaksanakan terlebih dahulu. Sebagaimana saya ketika ingin melanjutkan
ke SMP Negeri Jogonalan, sejak duduk di masuk kelas VI. Saat itu seleksi
menggunakan NEM (Nilai Ebtanas Murni).
Dengan ketentuan itu maka saya harus berpikir bagaimana cara memperoleh
NEM yang tinggi sehingga dapat diterima
di SMP Negeri Jogonalan. Fokus memperoleh NEM yang tinggi tekun belajar, belajar
kelompok, ikuti saran nasehat guru dan program les yang dilaksanakan sekolah.
Ibarat kita menginginkan buah mangga dari
kebun sendiri, kita tanam bibit buah mangga. Sebelum sebatang pohon buah mangga
itu dapat tumbuh tinggi, terlebih dahulu ia harus menanamkan akarnya jauh ke
dalam tanah, demi memperoleh zat gizi.
Sama dengan ketika kita
berharap “mimpi” jadi kenyataan. Bila kita ingin impian berubah menjadi
kenyataan, kita harus mencari cara untuk memberi makan dan memelihara mimpi
anda. Jelas tidak mungkin kita berharap dapat mencapai puncak, kalau kita tidak
kuatkan dulu akarnya, niat kita rencana kita. Dan segera lakukan apa yang sudah
kita rencanakan agar dapat tercapai apa yang kita inginkan. Bermimpi itu gampang – sesuatu yang hidup di
alam khayal. Namun mewujudkannya di alam nyata membutuhkan perjuangan keras.
Perjuangan itu suatu proses panjang, dan proses itu harus kita lalui setapak
demi setapak. Tahap demi tahap. Koreksi, evaluasi dan refleksi untuk kemudian
kita susun langkah berikutnya. Ini butuh kesabaran dan ketekunan. Tanpa akar
yang kuat, bahkan pohon tertinggi dan berbesar – akan tumbang. Tanpa terus
belajar, bersikap disiplin, memelihara integritas, komitmen, ketabahan,
kesabaran, dan usaha – bahkan mimpi yang paling mungkin dan paling hebat – akan
tumbang.
Mimpi dan tujuan anda
memerlukan pemeliharaan. Tanamkan akar mimpi
sedalam dan selebar mungkin – hingga tanpa batas setinggi dan selebar apa yang
kita inginkan.
Beberapakali
aku menemukan mimpiku sendiri terjerembab di depan pintu. Kuyup oleh hujan.
Seperti pakaian kotor berulangkali kucuci dan kujemur di halaman luas. Pada
saat saat seperti itu aku selalu ingat wajah dan matamu saat menatapku; selalu
teduh dan meneguhkan. Maka aku yakin pada akhirnya jarak hanya memisahkan raga.
Tapi ia tak pernah sanggup menjauhkan mimpi, imajinasi dan kenangan yang kita
semat bersama dalam rindu yang paling diam. Segera sadari apa yang harus kita
lakukan untuk menggapai mimpi kita. Jadikan berbagai rintangan sebagai satu
tahapan yang “pasti” ada dan harus kita hadapai untuk menggapai mimpi. Dan
yakinlah dengan kesungguhan dan doa rintangan itu pasti dapat kita atasi.
C. Meraih
dan Nikmati Mimpi
J-Rocks - Meraih
Mimpi Lyrics
mari berlari meraih mimpi
menggapai langit yang tinggi
jalani hari dengan berani
tegaskan suara hati
kuatkan diri dan janganlah kau ragu
tak kan ada yang hentikan langkahmu
Reff : ya..ya..kita kan terus berlari
ya..ya.. tak kan berhenti di sini
ya..ya..larilah meraih mimpi
ya..ya..hingga nafas tlah berhenti
ku akan bertahan
hadapi rintangan
perlahan-lahan dan menang
jalani hari dengan berani
tegaskan suara hati
kuatkan diri dan janganlah kau ragu
tak kan ada yang hentikan langkahmu
tak ada yang tak mungkin
bila kita yakin
pastilah engkau dapati
Sebuah
lagu dari J-Rock yang memacu kita untuk selalu termotivasi dan selalu
bersemangat dalam meraih mimpi. Tidak ada yang tidak mungkin selagi punya
keyakinan dengan kesungguhan dan usaha keras disertai doa. Semua bisa kita
dapatkan. Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin selama kita mau berusaha dan
berdoa.
Meraih mimpi adalah impian semua orang. Untuk
meraih mimpi, kita butuh motivasi yang dapat membuat diri semakin kuat dan
yakin bahwa mimpi itu selangkah lagi dapat kita raih. Indonesia, sebuah negara
yang sedang berumur 73 tahun, tempat dimana saya dilahirkan, adalah negara yang
memiliki segudang mimpi yang akan segera terwujud. Mimpi-mimpi itu diciptakan
dengan harapan masyarakatnya bisa hidup sejahtera, makmur, dan sadar akan
pentingnya membela negara. Keyakinan akan terwujudnya mimpi-mimpi negara
Indonesia tidak lepas dari kerja keras rakyat itu sendiri. Kejujuran, kerja
keras, sabar, dan sportif adalah modal utama.
Indonesia merupakan negara yang berani bermimpi
bahkan sebelum ia merdeka. Ketika penjajah menyerang Indonesia, rakyat
menjunjung tinggi hak-hak kemerdekaan yang seharusnya mereka terima. Mulai dari
melakukan pemberontakan yang cerdas hingga terbentuknya badan-badan penggerak
kemerdekaan seperti BPUPKI, PPKI, dan gerakan pemuda bawah tanah. semua itu
dilakukan demi satu keyakinan, yakni Indonesia pasti merdeka. Dalam upaya
perjuangan kemerdekaan Indonesia, rakyat Indonesia bersatu, bekerja keras,
sabar, ikhlas dan sportif hingga terwujudnya kemerdekaan Indonesia tanggal 17
Agustus 1945. Semua itu juga tidak lepas dari tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan
Indonesia. I.R. Seoekarno dan Mohammad Hatta sebagai pemimpin Negara Indonesia
pertama yang mengobarkan semangat masyarakat Indonesia demi meraih kemerdekaan
Indonesia sekarang hingga akhir zaman.
Kita sebagai generasi yang hidup di zaman yang
merdeka dan berkembang, wajib meneruskan perjuangan-perjuangan pahlawan
kemerdekaan. Dengan perjuangan yang berbeda kita lakukan untuk bangsa dan
negara. Mewujudkan tujuan negara adalah “mimpi” negara kita. Kita sebagai warga
negara wajib ikut serta secara aktif terlibat baik langsung maupun tidak untuk
turut serta berpartisipasi mewujudkannya.
Menjadi orang yang cerdas dan humanis adalah dasar
untuk membangkitkan Indonesia dari ketertinggalan zaman. Indonesia adalah
negara yang kaya raya mulai dari alam, budaya, dan peninggalan-peninggalan
bersejarah. Alangkah sedihnya apabila kekayaan itu tidak bisa dimanfaatkan
dengan baik. Investor asing yang mendominasi, lahan pertanian yang menyusut,
serta hutang negara yang melonjak merupakan bentuk-bentuk penjajahan yang perlu
di atasi oleh generasi penerus.
Tidak ada kata terlambat untuk bermimpi. Selama
seseorang masih memiliki akal dan masih bisa bernafas, maka memiliki mimpi
adalah hal yang sangat wajar untuk dilakukan. Sayangnya, mengejar mimpi
biasanya tidak semudah bermimpi. Ya, bermimpi memang mudah, tapi mengejar mimpi
dan menjadikannya sebuah kenyataan adalah hal yang susah-susah gampang.
Setiap orang setidaknya memiliki satu impian dalam
hidupnya. Untuk mengejar mimpi dalam hidup, tentunya dibutuhkan sebuah kerja
keras. Mimpi itu tidak terbatas, kita boleh bermimpi menjadi apa saja, seperti
siapa saja dan mendapatkan apa saja yang kita inginkan. Bagi orang lain, impian
kita mungkin terdengar aneh, namun selama kita menyukainya dan menganggap hal
itu wajar bagi kita berarti tidak ada yang salah dengan impian kita tersebut.
Beberapa orang bisa dengan mudah meraih apapun
dalam hidupnya. Setiap mengejar mimpi, mereka selalu bisa dengan mudah
mendapatkannya. Bagi sebagian yang lain, mengejar mimpi ibarat mengejar
layang-layang di jalan raya. Banyak rintangannya, banyak bahaya yang
diakibatkannya. Beberapa yang lain justru kurang beruntung, karena tidak pernah
bisa mengejar mimpi sampai akhirnya mereka menyerah sendiri.
Mengejar mimpi bukanlah sesuatu yang salah, bahkan
merupakan suatu keharusan. Banyak quotes yang menasehati kita supaya berani
bermimpi, berani mengejar mimpi besar, berani memperjuangkan mimpi. Meskipun
klise, tapi apa yang dikatakan dalam banyak quotes memang tidak salah. Mimpi
itu memang harus dikejar, mimpi itu memang harus diraih, sehingga kita harus
berani untuk mulai bermimpi dan mulai untuk mengejarnya. Berani bermimpi akan
menjadikan kita berani, termotivasi dan terangsang untuk melakukan setiap
aktivitas dengan penuh semangat sesuai dengan apa yang sudah kita rencanakan.
Banyak jalan menuju Roma. banyak cara untuk
mengejar mimpi dan menjadikannya kenyataan. Dalam mengejar mimpi, selalu ada
proses yang harus dilalui. Bagi setiap orang mungkin berbeda proses untuk
mendapatkan “mimpinya”. Tiap orang harus memiliki prinsip agar ia bisa
mengejar mimpi dengan lebih mudah. Setidaknya, kita harus memiliki 4 prinsip
ini agar kita bisa menggapai “mimpi” tersebut.
1.
Mimpi Itu Datangnya Dari Diri Kita Sendiri
“Mimpi”
yang efektif itu datang dari diri sendiri. Bolehlah kita awalnya meniru, tapi
kita punya alasan kuat mengapa kita meniru “mimpi” orang lain. Dan kalau kita
alasan, kita pun akan bisa menjawab mengapa kita punya “mimpi” itu. Dan dengan
alasan itu kita akan merintis jalan menuju tergapainya “mimpi” yang sudah kita
buat.
Jangan
bermimpi karena emosi, apalagi sekadar ingin membuktikan diri. Dalam meraih
mimpi, kita seringkali hanya melakukannya demi membahagiakan orang lain atau
sekadar membuktikan jika diri kita bisa. Padahal, mimpi adalah milik kita sendiri.
Kita tidak perlu mengorbankan mimpi kita demi orang lain. “Mimpi” itu akan
efektif dan kita punya kesungguhan untuk menggapainya bila datang dari diri
sendiri. Niat sendiri untuk menjadi apa, siapa dan seperti apa kita nantinya.
Karena dengan niat diri akan menjadikan kita mengerti benar mengapa dan
bagaimana hal itu akan kita lakukan.
2.
Mimpi Itu Layak dan Harus Diperjuangkan.
Sebuah
“mimpi” itu kita yakini baik, benar dan bermanfaat bagi kita, bahkan bisa jadi
tidak hanya untuk kita tapi juga orang lain, masyarakat hingga bangsa dan
negara. Mimpi itu layaknya sebuah cita-cita maka harus diperjuangkan. Mimpi itu
baik dan benar maka kita harus mampu dan berusaha untuk menggapainya.
Karena
mimpi bukan sekedar angan-angan, tapi harus diperjuangkan. Normal, wajar bahkan
seharusnya setiap orang punyai mimpi. Mimpi di sini yang bisa disamaartikan
dengan cita-cita. Artinya setiap orang punya mimpi. Jika seseorang tidak punya
mimpi kemungkinan besar hidupnya bagaikan tanpa arah dan tujuan. Namun banyak
juga yang sering kita jumpai, banyak diantara kita hanya menikmati mimpi
saja....tertidur pulas dan enggan terbangun unuk mewujudkan mimpinya menjadi
kenyataan. Kadang kita sendiri mudah menyerah dengan mimpi-mimpi yang sudah
kita gantungkan setinggi langit, tanpa mau kerja keras dan berusaha untuk
membuat pesawat ulang alik untuk mencapainya.
Bermimpi
adalah satu cara agar kita memotivasi diri kita sendiri, tapi tidak cukup itu
saja. Kita juga perlu bukti bahwa mimpi yang sudah kita susun itu nyata adanya.
Karena itulah kita tak cukup hanya menjadi seorang pemimpi ulung tapijuga harus
mau untuk menjadi pengejar mimpi yang tangguh. Mimpi harus dikejar dan
diperjuangkan sekuat tenaga kita mampu. Dan yakin dengan perjuangan yang gigih,
mimpi itu bisa kita gapai.
Jadi
di sini kata kuncinya adalah, jika ingin meraih sesuatu, jangan pernah berhenti
sebelum berhasil. Untuk bisa berhasil, kita harus mengerahkan segala kemampuan
yang kita miliki. Jika kita memiliki mimpi, pastikan kita melakukan yang
terbaik sehingga kegagalan tidak akan membuat kita menyesal atau merasa
bersalah.
Penting
pula bagi kita untuk memiliki dan menyiapkan berbagai macam strategi untuk
dapat menggapai mimpi. Pahami strategi dan setiap langkah yang harus kita
lakukan untuk menggapai mimpi yang telah ditetapkan. Rasa optimis dan dan
keyakinan bahwa dengan kesungguhan,
segala yang menghambat mimpi kita dapat kita atasi.
3.
Berdamailah Dengan Diri Sendiri.
Banyak
kejadianyang membuat kita merasakan kesakitan. Banyak keinginan yang mungkin
belum tercapai. Banyak kenyataan-kenyataan yang tidak sesuai dengan espektasi
yang kita inginkan. Dan masih banyak hal-hal yang terjadi tapi tidak sesuai
dengan angan-angan kita. Namanya juga kehidupan pasti banyak yang tidak sesuai
dengan keinginan kita. Karena seperti juga kita tahu Allah akan memberikan apa
yang kiat butuhkan bukan apa yang kita inginkan.
Kecewa
memang ketika kita menerima bukan yang kita inginkan, mendapatkan sesuatu yang
tidak kita harapkan. Jengkel, marah bahkan mungkin sempat stress atau frustasi
ketika kita lama tidak mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Kejengkelan dan
rasa tidak suka ini akan cepat hilang kalau kita berdamai dengan diri sendiri.
Berdamai ini maksudnya adalah menerima semua yang sudah terjadi dan tidak
menuntut dan selalu mengatakan dan bertanya dengan kata “kenapa”. Kenapa ini
bisa terjadi, kenapa kok berakhir seperti dan kenapa-kenapa lagi yang lainnya.
Perasaan
tak terima akan sebuah akhir dari sebuah cerita memang sangatlah wajar terjadai
dan tidak bisa dipungkiti. Kekecewaan dan kejengkelan dan perasaan tak terima
itu benar-benar membuat kita merasakan kesakitan. Memang tak mudah menerima
sebuah kenyataan yang rasanya pahit. Tapi mau tidak mau kita harus bisa
menerima semua kenyataan itu. Berdamai dengan hati memang membutuhkan waktu
yang lama dan tentunya tak akan mudah. Tapi apa salahnya kita mencoba terlebih
dahulu, karena dengan berdamai denagn hati kita lebih bisa menatap masa depan.
Menerima semuanya akan membuat jalan kita lebih lancar tanpa hambatan. Karena dengan
menerima semuanya kita belajar untuk mengikhlaskan sesuatu yang sebetulnya
bukanlah yang terbaik untuk kita.
Memiliki
mimpi besar, kemudian gagal untuk meraihnya. Jika Anda pernah mengalami hal
tersebut, maka Anda pasti tahu bagaimana rasanya.Kegagalan adalah sesuatu yang
sangat mungkin untuk terjadi, namun jangan sampai sebuah kegagalan membuat kita
stres dan menyerah. Saat Anda sukses, orang akan sibuk melihat kesuksesan Anda.
Mereka mungkin akan lupa, jika Anda dulu juga pernah gagal.
4.
Manfaatkan Setiap Kesempatan
“Manfaatkan
lima perkara sebelum lima perkara: waktu udamu sebelum datang waktu tuamu,
waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, waktu kayamu sbeelum datang
kefakiranmu, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, hidupmu sebelum datang kamatianmu.”
(HR
Imam Hakim dalam kitab Al-Mustadrak)
Kesempatan
merupakan waktu keleluasaaan untuk melakukan sesuatu. Jika dimanfaatkan secara
maksimal, hal itupasti akan menghasilkan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi
kita. Allah telah memberi kesempatan berupa umur agar dimanfaatkan untuk selalu
menebar kebaikan. Bentuk umum kebaikan adalah menjalankan perintah-Nya dan
menjauhi larangan-Nya. Terkadang banyak kita memiliki kesempatan untuk beramal,
tetapi kita tidak lakukan sehingga tidak bisa meraih kebaikan.
Dalam
hidup ini terdapat sejumlah kesempatan yang datang dengan tiba-tiba. Allah
memberikan kepada manusia kesempatan untuk melakukan suatu perbuatan yang
dinanti maupun tidak dinanti sebelumnya. Sama halnya dengan “mimpi”. Kita punya
banyak kesempatan/waktu untuk dapat menggapai “mimpi” kita. Tapi terkadang
tidak kita manfaatkan waktu itu dengan baik, sehingga kita gagal menggapai
“mimpi” yang sudah kita tetapkan. Karena kita tidak pandai atau kurang
memanfaatkan kesempatan dengan baik.
Bukan
cuma satu, tapi kita memiliki banyak jalan untuk meraih mimpi kita. Jika kita tidak
bisa sukses dengan cara A, maka masih ada cara B, C, D, dan seterusnya. Hal ini
merupakan alasan mengapa kita tidak boleh menolak setiap kesempatan yang ada.
Bahkan, kemungkinan terkecil pun bisa menjadi jalan bagi Anda untuk mengejar
mimpi Anda. Jadi kuncinya di sini adalah agar kita dapat menggapai “mimpi” yang
telah kita canangkan, kita harus benar-benar bisa memanfaatkan waktu dan
kesempatan sebaik mungkin.
Tanamkan
niat dalam hati yang paling dalam untuk
selalu menggunakan kesempatan yang datang. Jika lalai, segeralah
berbenah diri dan tetap fokus kepada tujuan, meski terkadang ujian dan hambatan
selalu ada.
BAB V
PENUTUP
Setiap orang punya hak untuk “bermimpi”, bahkan
harus, lebih dari itu tidak satu, bisa dua, tiga atau berapapun sebanyak yang
dia inginkan. Mimpi adalah hal yang baik bahkan hebat. Bila kita ungkapkannya
dengan positif maka akan terjadi positif, sebaliknya jika negatif akan bisa
menjadi negatif. Jika kita menyikapi ungkapan tersebut secara positif, justru
bisa menjadi cambuk pemberi semangat hidup. Sebab menjalani hidup tanpa impian,
seperti sayur tanpa garam. Hidup harus punya mimpi, harus bermimpi, berani
bermimpi. Tanpa mimpi berarti kita telah “mati”.
Mimpi adalah cita-cita yang ingin diraih. Mimpi
inilah sebenarnya benih kesuksesan yang harus dijaga, dipelihara dan
dikembangkan. Apapun yang kita impikan, harus kita yakini dapat kita raih,
asalkan seseorang itu mau berusaha menggapainya. Tidak kenal putus asa, pantang
menyerah, berusaha dan selalu berusaha. Halangan, cobaan, rintangan bahkan
ancaman bisa saja muncul saat kita menapaki perjalanan mengejar mimpi. Tapi
semua harus dihadapi dengan berani.
Mempunyai mimpi yang hebat. Tetapi mungkin, mereka
tidak tahu, bagaimana cara mewujudkan mimpin tersebut. Inilah yang harus ditunjukan,
apapun mimpi-mimpi atau cita cita mereka itu bisa terwujud, asalkan mereka
tidak takut untuk menempuh perjalanan berliku untuk menanggapinya. Mereka harus
berani! Berani jatuh, berani bangkit lagi. Karena sukses tidak pernah jatuh
begitu saja dari langit.
Memotivasi diri sendiri memanglah susah dilakukan.
Namun jika kita ingin berhasil menggapai “mimpi”, memotivasi diri sendiri
sangat perlu dan harus kita lakukan. Memotivasi diri sendiri akan menjadi
cambuk bagi diri kita untuk selalu berusaha dengan keras dan pantang menyerah.
Oleh karena itu tak hanya motivasi oranglain saja yang diperlukan, motivasi
yang datang dari dalam diri kita justru yang sangat dan paling menentukan untuk
keberhasilan “mimpi” kita.
REFERENSI
Abidin
Noor-Kompasiana, https://www.kompasiana.com
Andrie
Wongso, www.andriewongso.com
bangkapos.com, http://bangka.tribunnews.com/2016/11/13/kata-kata-bijak-soekarno-yang-bikin-merinding
https://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Palapa
https://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno
https://www.islamcendekia.com/2016/05/arti-makna-mimpi-dalam-pandangan-islam-tafsiran.html
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20170817114655-20-235373
https://www.sangharry.com/ mimpi-bukan-bunga-tidur/ Mimpi Tak Sekadar
Bunga TidurByHarry- www.bimba-aiueo.com
Tribun Medan.com Rabu 3 Januari 2018

Komentar
Posting Komentar