BERANI BERMIMPI

 



BAB I

TENTANG MIMPI

 

A.     Mimpi dan Bermimpi

Jangan remehkan arti dan makna mimpi, karena di dalamnya mengandung hikmah yang harus mendapatkan tafsiran yang cermat. Dalam pandangan Islam, mimpi sudah dijelaskan dan dibahas dalam Al Quran dan hadits.

Arti & makna mimpi menurut pandangan Islam terbagi menjadi tiga, yaitu mimpi yang berasal dari Tuhan (Allah), diri sendiri, dan setan. Allah ingin memberikan petunjuk kepada kita atau kabar gembira.

Mimpi dari diri sendiri biasanya disebabkan ada sesuatu yang dipikir terlalu dalam, terpatri di dalam otak dan pikiran, teringat dan terngiang hingga terbawa ke alam mimpi saat tidur. Itulah yang dinamakan sebagai bunga tidur.

Mimpi yang berasal dari setan, biasanya bersifat jelek, menakut-nakuti, mengerikan, menyeramkan, dan mimpi buruk lainnya. Bahkan, orang yang diguna-guna, teluh, santet, tenung, atau dikirimi jin jahat biasanya juga diperlihatkan melalui mimpi.

Sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad Saw dalam sebuah hadits sahih riwayat Bukhari Muslim (Muttafaq Alaih), bila kamu sedang mimpi buruk, saat terbangun, segera meludah ke kiri tanpa mengeluarkan air ludah sebanyak tiga kali dan mengucapkan audzubillahi minasyaitan nirrajim (ta’awudz).

Rasulullah Saw juga manyarankan agar tidak menceritakan mimpi buruk kepada orang lain. Begitu juga dengan mimpi baik, jangan pula diceritakan kepada orang lain, kecuali memang orang itu yang kita sukai. Hal itu untuk menghindari adanya iri hati pada orang yang Anda ceritai tentang mimpi bagus Anda. Karena itu, sebaiknya kita berdoa dan meminta kepada Allah agar diri kita dijaga saat tidur. Allah maha melihat dan maha mendengar, kita hanya berdoa dan meminta kepada-Nya.

Betapa pentingnya mimpi sehingga juga disebut dalam kitab suci umat Muslim. Mimpi mengandung pesan spiritual, arti, dan makna yang harus mendapatkan penafsiran agar pesan itu bisa ditangkap dengan baik. Bahkan, Allah memberikan anugerah kepada Nabi Yusuf As yang bisa melakukan takwil, menerjemahkan, atau menafsirkan mimpi. Nabi Ibrahim pun mendapatkan wahyu melalui mimpi sebanyak tiga kali.

Menurut ajaran agama Islam, tafsiran mimpi ada tiga seperti yang dijelaskan di atas, yaitu mimpi buruk yang datang dari setan, mimpi baik yang berasal dari Allah, dan mimpi dari alam pikiran, psikologi dan perasaan sendiri.

Mimpi menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) bisa berarti sesuatu yang terlihat atau dialami dalam tidur. Mimpi bisa dikiaskan sebagai sebuah angan-angan. Sedangkan bermimpi artinya melihat (mengalami) sesuatu dalam mimpi. Dan kalau dikiaskan bisa menjadi berangan-angan, berkhayal, berkhayal yang bukan-bukan. 

Mungkin sebagian dari kita masih bertanya-tanya akan suatu kejadian yang akan terjadi apakah memang benar iya atau tidak, dalam sebuah mimpi bisa saja kejadian yang kita terka telah tersirat di dalam bayang-bayang suatu alur cerita mimpi malam itu.

Tidak semua mimpi memiliki arti dan jadikanlah mimpi itu sebagai pelajaran kehidupan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan dan jangan pernah menjadikan mimpi itu sebagai pedoman hidup kita.

Dalam buku ini, pengertian yang kedua yang penulis jadikan rujukan tentang mimpi sebagai makna kiasan. Ya Mimpi yang berarti angan-angan, berani bermimpi berarti berani untuk memiliki angan-angan akan menjadi apapun atau menjadi siapapun seperti yang kita inginkan. Dan sebuah kepuasan apabila seseorang dapat mewujudkan mimpinya dengan apa yang dilakukan.

Dengan keberanian “berangan-angan”, penulis berpikir seseorang akan berusaha keras untuk mewujudkan apa yang “diangankan” tersebut menjadi sebuah kenyataan. Artinya bahwa mimpi bisa memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu agar apa yang diinginkan segera terwujud. Mimpi bisa menggerakkan energi positif seseorang untuk selalu dan selalu berupaya mewujudkannya. Jadi bermimpilah dan kejar mimpi-mmpimu hingga menjadi kenyataan dan jangan biarkan mimpi itu hanya seperti mimpinya orang tidur.

 

 

B.     Filosofi Mimpi

Secara filosofi, mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat. Mimpi memiliki kecenderungan untuk menentukan baik atau tidaknya mimpi tersebut akan berlabuh/bersanding dengan pikiran kita, tetapi apabila kita melihat dari kaca mata orang yang sedang tidur mimpi itu hanya sebuah ilusi semata yang menyamakan dirinya dengan kejadian yang sedang dilaluinya atau kita bisa sebut illusions.

Untuk itu sekarang kita lihat lebih jauh kepada mitologi yunani yaitu: Oneiroi (bahasa Yunani: Όνειροι, mimpi) adalah para dewa mimpi dalam mitologi Yunani. Mereka ada tiga, yaitu Morfeus (ahli berubah menjadi manusia), Ikelos atau Fobetor (ahli berubah menjadi hewan), dan Fantasos (ahli berubah menjadi objek alam). Dalam mitologi Romawi, jumlah mereka adalah 999 dan tiga Oneirei yang disebut di awal adalah yang paling termasyhur. Simbol mereka adalah bunga opium.

Menurut Hesiodos, Oneiroi adalah anak-anak Niks (dewi malam). Niks melahirkan mereka sendirian sehingga Oneiroi merupakan saudara Hipnos (tidur), sedangkan Kikero berpendapat bahwa Oneiroi lahir dari hubungan antara Niks dan Erebos (kegelapan). Ovidius sendiri menyebutkan Oneiroi sebagai putra Hipnos.

Dalam Iliad karya Homeros, seorang Oneiros (anggota Oneiroi) diperintahkan oleh Zeus untuk mendatangi Agamemnon dan menyegerakannya untuk berperang. Oneiroi tinggal di Daratan Mimpi/Dunia mimpi (Demos Oneiroi) yang terletak di dunia bawah. Tempat tersebut dekat dengan kediaman Niks (dewi malam). Ada dua gerbang di sana, yang satu dihiasi dengan gading, sedangkan satu lagi dengan tanduk. Mimpi palsu keluar dari gerbang gading, sedangkan mimpi masa depan muncul dari gerbang tanduk. Statius menggambarkan para dewa mimpi berada di dekat dewa Hipnos di gua di daerah tersebut.

Itu adalah gambaran tentang mitologi Yunani tentang dunia mimpi. Apa definisi anda untuk dunia mimpi? Untuk mendefinisikan lebih logis tentang keberadaan dan tingkat mimpi yang sedang dialami mari kita kaji tentang ruang dan waktunya, yaitu sebuah celah kecil untuk mempelajari tentang dunia mimpi dan alasan serta tujuan yang jelas agar mendapatkan hasil yang memuaskan bagi pembaca.

Tentu saja pada saat kita bermimpi pasti menemukan hal yang tidak logis meskipun ada yang logis (seperti mengigau) ini juga menjadi acuan kita untuk terus menghentikan mimpi tersebut secara sadar. ruang yang kita miliki adalah dasar kita untuk menciptakan suatu pandangan tentang mimpi ini menjelaskan tentang keberadaan mimpi di bawah alam sadar kita.

Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi. Pengecualiannya adalah dalam mimpi yang disebut lucid dreaming. Dalam mimpi demikian, pemimpi menyadari bahwa dia sedang bermimpi saat mimpi tersebut masih berlangsung, dan kadang-kadang mampu mengubah lingkungan dalam mimpinya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpi tersebut.

Pemimpi juga dapat merasakan emosi ketika bermimpi, misalnya emosi takut dalam mimpi buruk. Ilmu yang mempelajari mimpi disebut oneirologi. Oneirologi berasal dari bahasa Yunani νειρος / oneiros yang dalam bahasa indonesia yang berarti “mimpi” adalah cabang ilmu pengetahuan yang meneliti tentang mimpi. Cabang ilmu pengetahuan ini juga mencoba mencari korelasi antara mimpi dengan fungsi otak, serta pemahaman tentang bagaimana cara kerja otak selama seseorang sedang bermimpi dan kaitannya dengan pembentukan memori dan gangguan mental. Studi tentang oneirology berbeda dengan studi tentang analisis mimpi, tujuan dari studi oneirologi adalah untuk mempelajari proses terjadinya sebuah mimpi dan cara kerja sebuah mimpi bukannya menganalisis makna sebuah mimpi.

Penggunaan kata oneorologi tercatat pertama kali pada 1653. Pada abad ke-19 dua pendukung dari ilmu ini adalah seorang sinologists Perancis Marquis d’Hervey de Saint Denys dan Alfred Maury. Ilmu ini semakin menjadi terkenal pada tahun 1952, ketika Nathaniel Kleitman dan muridnya Eugene Aserinsky menemukan adanya sebuah siklus teratur. Sebuah penelitian lebih lanjut oleh Kleitman dan William C. Dement, dan beberapa mahasiswa kedokteran, menemukan bahwa ada sebuah periode yang istimewa dalam waktu tidur manusia selama adanya aktivitas listrik yang kuat dalam otak, yang diukur dengan menggunakan electroencephalograph (EEG), ketika seseorang dalam kondisi mendekati bangun tidur, di mana bola mata manusia sedang aktif. Tidur semacam ini dikenal sebagai rapid eye movement (REM), dan dari percobaan Kleitman dan Dement ini ditemukanlah korelasi antara tidur REM dan bermimpi.

Oneorology meneliti sebuah eksplorasi mekanisme terjadinya mimpi, pengaruh sebuah mimpi, dan gangguan-gangguan yang terjadi akibat bermimpi. Studi Oneirology memiliki kesamaan dengan neurologi dan dapat mempunyai variasi karena terdapat perbedaan ukuran dari sebuah mimpi, Oneorology juga menganalisis gelombang-gelombang otak selama bermimpi, mempelajari efek obat dan neurotransmiter dengan tidur dan mimpi. Meskipun ada perdebatan terus tentang tujuan dan asal usul mimpi, masih ada keuntungan besar dari mempelajari mimpi sebagai fungsi dari aktivitas otak. Salah satu penemuan yang ditemukan dari cabang pengetahuan ini adalah ditemukannya implikasi dalam pengobatan beberapa jenis penyakit mental.

Awal terjadinya sebuah mimpi memang didahului oleh adanya sebuah pengelihatan terhadap sesuatu yang dimungkinkan bukan kejadian yang sedang terjadi(tidak sadar) dan memiliki suatu ruang lingkup yang lebih besar dari yang ada (logis). seperti mimpi yang buruk atau semacamnya dapat menimbulkan efek yang negatif terhadap kenyamanan tidur, sedangkan kejadian logis memperuntukannya untuk mimpi yang baik (indah) terungkap bila kemungkinan pola kerja otak yang seharusnya dan berjalan dengan baik sehingga dapat menghasilkan mimpi yang baik pula.

Dengan kata lain mimpi yang baik dapat diperoleh apabila kita menjalani alam kesadaran kita dengan seimbang dan selaras antara saraf sensorik maupun motorik. ada sebuah ilmu yang mempelajari keseimbangan dalam dunia sains yaitu neurotransmiter.

Neurotransmiter adalah senyawa organik endogenus membawa sinyal di antara neuron. Neurotransmiter terbungkus oleh vesikel sinapsis, sebelum dilepaskan bertepatan dengan datangnya potensial aksi.

 

C.      Mimpi Bukan Sekedar Bunga Tidur

Mimpi ............. semua pasti pernah mengalaminya. Mimpi bisa menjadi suatu yang sangat menakjubkan, di mana ketika kita bisa melihat dan mengalami sesuatu hal yang kadang di luar nalar, liar, tapi juga terkadang membuat seseorang terinspirasi setelah bermimpi. Ya..............bisa jadi mimpi menjadi inspirasi, mimpi yang menginspirasi.

Banyak orang bilang mimpi itu hanya sekedar bunga tidur. Isinyatidak perlu ditelaah lebih dalam karena dianggap tidak memiliki arti apa-apa. Tapi dilansir dari Elite Daily (Tribun Medan.com Rabu 3 Januari 2018), seorang konselor mimpi Laurel Clark mengungkap dalam sebuah sesi wawancara di bulan Agustur 2017 bahwa penting untuk kita perhatian lebih pada isi mimpi.

“Mimpi adalah pesan dari pikiran bawah sadar kita atau dari suara batin. Mimpi memberi tahu kita tentang hidup dan memberi pesan serta masukan tentang bagaimana kita berpikir dan berperilaku,” terang Clark. Lewat mimpi kita bisa mendapat berbagai peringatan atau red flags tentang hidup yang kita jalani saat ini. Namun demikian, interpretasimimpi itu sifatnya subyektif dan individual. Percaya boleh, tidak pun tidak masalah.

Mungkin pernah juga kita mendengar, ada seseorang yang percaya benar dengan kebenaran mimpi. Ada pula yang menganggap bahwa sebenarnya mimpi merupakan fenomena misterius sekaligus salah satu hal paling menarik yang terjadi pada manusia. Meski tidak nyata, terkadang mimpi digunakan untuk menafsirkan dan menjadi petunjuk untuk masa yang akan datang.

Mimpi merupakan cara berkomunikasi antara pikiran sadar dengan pikiran bawah sadar kita. Menurut para ahli, mimpi tentang hal yang membuat kita cemas adalah cara otak untuk membantu kita menelusuri kemungkinan adanya bencana yang pernah dialami sebelumnya.

Mimpi yang berisi tantangan, seperti presentasi di tempat kerja atau pertandingan olahraga, dapat meningkatkan performa kita. Para ahli saraf kognitif menemukan bahwa mimpi dan rapid eye movement (REM) –gerakan bola mata yang cepat- yang terjadi saat kita terlelap dalam mimpi ternyata berhubungan erat dengan kemampuan kita untuk belajar dan mengingat.

Mimpi merupakan “sistem pengatur mood,” ungkap Rosalind Cartwright, PhD, dekan Fakultas psikologi di Rush University Medical Center, Chicago, Amerika Serikat. Menurutnya mimpi membantu memulihkan kondisi emosional seseorang sehari-hari. “Fungsinya seperti terapis dalam diri kita,” kata Cartwright.

Saat kita tidur, mimpi membandingkan pengalaman emosional yang baru dengan memori lama yang tersimpan, sehingga tercipta pola seperti kotak-kotak, gambar-gambar lama menumpuk di atas yang baru.

Ia menganalogikan seperti ini, “Saat Anda bangun tidur, Anda mungkin berpikir, kenapa Paman Harry bisa ada di mimpi saya? Saya tidak pernah bertemu dengannya selama 50 tahun. Namun gambaran-gambaran lama dan baru itu sebenarnya berkaitan secara emosional.” Di sinilah tugas pikiran sadar kita, untuk menguraikan hubungan itu.

Bukan itu saja, emosi-emosi dalam mimpi dapat membantu terapis mengobati pasiennya yang pernah mengalami kejadian traumatis. Dalam sebuah penelitian yang mengamati 30 orang yang baru saja bercerai, Cartwright menelusuri mimpi-mimpi yang mereka alami selama lima bulan. Lalu ia menilai perasaan-perasaan mereka terhadap mantan pasangan masing-masing.

Hasilnya ditemukan bahwa mereka yang bermimpi sangat marah terhadap pasangannya ternyata paling sukses menghadapi perceraian. “Jika mimpi mereka biasa saja, mereka tidak akan menelusuri emosi mereka dan menghadapi perceraian,” kata Cartwright.

Bagi para terapis, penemuan ini dapat membantu menentukan apakah pria atau wanita yang mengalami perceraian itu butuh konseling atau sudah berhasil menyelesaikan persoalan mereka lewat mimpi.  (https://www.sangharry.com/ mimpi-bukan-bunga-tidur/

Dari sebuah situs internet https://www.hipwee.com ada 20 fakta tentang mimpi

1.       Kamu nggak bisa membaca sesuatu maupun sadar waktu ketika bermimpi

Di dalam mimpi, teks atau peristiwa yang berusaha kita baca atau kita lakukan hanya akan terlihat sebagai susunan huruf atau kejadian yang tidak beraturan. Sama halnya dengan waktu, jarum jam yang kita lihat akan selalu tidak konsisten. Bahkan jarum jamnya tidak bergerak atau hilang sama sekali. Bahkan seringkali kita sudah tidak lagi mengingatnya ketika kita sudah terbangun.

2.       Sebenarnya Mimpi Bisa Dikontrol

Lucid dream merupakan kondisi di mana seseorang yang merasa sadar dengan mimpi yang dia alami dan bisa mengontrol mimpi tersebut. Lucid dream adalah sebuah dunia dimana kamu bisa melakukan segala hal, tergantung imajinasimu.

Bahkan, ada orang-orang tertentu yang memiliki fokus yang kuat, bisa mempelajari keahlian-keahlian tertentu, misalnya belajar mengendarai pesawat, melakukan eksperimen dan lainnya. Dan kabarnya lucid dream itu bisa dilatih.

3.      Banyak Penemuan Yang Terinspirasi Dari Mimpi

Seperti yang dikatakan sebelumnya, mimpi bisa menginspirasi seseorang. Bukan hanya hal yang tidak berguna, tapi sebuah penemuan yang bisa merubah cara hidup manusia jaman sekarang, misalnya ide Google yang digagas oleh Larry Page atau generator listrik AC oleh Nikola Tesla dan masih banyak lagi

4.      Mimpi Bisa Menjadi Sebuah Firasat

Ada beberapa kasus di mana orang benar-benar mengalami kejadian yang sama seperti yang mereka alami di mimpi sebelumnya. Hal ini memang masih menjadi misteri dan perdebatan di kalangan para ilmuwan.

Hal ini mungkin karena belum ada bukti secara ilmiah, bahkan banyak diantara para ilmuwan tersebut menganggapnya hanya sebuah takhayul.

Contoh mimpi yang menjadi firasat terkenal yaitu mimpi Abraham Lincoln perihal pembunuhan yang akan menimpanya atau mimpi tentang ramalan tenggelamnya kapal Titanic, serta mimpi yang dialami korban 9/11.

5.      Tindihan (sleep paralysis) itu tidak perlu ditakutkan

Pengalaman ketindihan memang sesuatu yang tidak menyenangkan. Karena tubuh kita terasa lumpuh dan seringkali kita merasa ada sesuatu yanghadir di dekat kita. Padahal, Sleep Paralysis sebenarnya hal yang normal saat kita tidur. Sebab saat tidur, saraf motorik memang dinonaktifkan agar tubuh tidak bergerak-gerak saat bermimpi, tapi terkadang tubuh akan tersadar walaupun saraf motorik sudah dinonaktifkan.

Akibatnya, karena tubuh tidak bisa bergerak, maka bagian otak yang disebut amygdala akan beraksi yang akan menimbulkan sebuah halusinasi yang menakutkan. Jadi jika kamu mengalami Sleep Paralysis, tidak perlu panik, usahakan tetap tenang dan hitung sampai sepuluh, umumnya Sleep Paralysis hanya berlangsung beberapa detik saja.

6.      REM (Rapid Eye Movement) Sleep Disorder Itu Nyata

Kalau ini berlawanan dengan gangguan tidur Sleep Paralysis, dimana disaat orang mencapai fase REM, mereka akan mengigau, memukul bahkan bisa menendang dinding kamar. Hal ini terjadi karena saraf motorik tidak/belum benar-benar dilumpuhkan.

7.      Sleepwalking (berjalan saat tidur) adalah Gangguan Tidur Paling Berbahaya

Sleepwalking atau juga dikenal dengan sebutan somnabulisme, adalah suatu gangguan yang menyebabkan seseorang bangun daberjalan saat sedang tidur. Sleepwalking biasanya terjadai selama tidur nyenayak di awal malam, biasanya satu sampai dua jam setelah tertidur. Orang yang melakukan Sleepwalking tidak akan ingat episode Sleepwalkingnya. Sleepwalking adalah bentuk ekstrim dari gangguan tidur REM, di mana tubuh tidak hanya bertingkah saat tidur, tapi ikut bertualang di malam hari seperti berjalan. Misalnya yang pernah dialami oleh Lee Hadwin seorang perawat yang berubah jadi pelukis di alam mimpinya, saat tidur dia melukis karya-karyanya.

8.      Ternyata Ada Obat Untuk Bisa Bermimpi

Mimpi erat kaitannya dengan memori janga pendek dan jangka panjang. Kejadian yang muncul di dalam mimpi biasanya adalahkejadian acara dari memori yan sdah ada di otak kita. Jika gambaran mimpi tersebut sangat berkesan. Kita akan langsung mengingatnya ketika terbangun. Sebaliknya jika tidak berkesan, isi mimpi akan terlupakan begitu saja.

Kalau kita pernah menonton film karya sutradara Christoper Nolan yang dibintangi Leonardo DiCaprio yaitu “Inception”, ada satu adegan di mana mereka menyuntikan ramuan obat untuk bisa memasuki alam mimpi.

Ternyata, obat agar kita bisa mengalami mimpi itu benaran ada, namanya dimethyltryptamine. Obat ini adalah bentuk sintetis dari senyawa yang dihasilkan otak saat tubuh mengalami mimpi, dan obat ini merupakan obat halusinogen yang ilegal.

9.      Cowok bisa bereksi saat tidur

Bagi cowok, bila didapati ereksi saat sadar dari mimpi maupun terbangun dipagi hari, ini adalah indikasi kalo kemampuan ereksinya berfungsi secara optimal.

10.   Saat tidur aktivitas otak meningkat

Banyak orang mengatakan tidur identik dengan damai dan tenang, ini memang Cuma nampak luarnya saja. Nyatanya, otak kita lebih aktif saat tidur dan berimimpi dibandingkan saat terjaga di siang haru.

11.     Mimpi merangsang aktivitas

Mimpi tidak Cuma mampu menggugah penemuam dan karya seni, teapi juga sanggup “mengisi ulang” kreativitas seseorang.

12.    Binatang juga bermimpi

Tentu saja kita tidak bisa mengkonfirmasi binatang bermmpi atau tidak, tapi kalau kita perhatikan saat tidur sesekali binatang itu akan bergerak dan “menggigau.”

13.    Tidak Semua Mimpu Bisa Diingat

Kalau kamu merasa bahwa disaat kamu tidur tidak mengalami mimpi apapun, itu salah. Karena kamu tetap bermimpi sekalipun kamu tidak pernah mengingatnya sama sekali. Kalaupun ada yang kamu ingat, pasti kamu sudah lupa 50% mimpimu dan sepuluh menit setelah terbangun, 90% mimpimu akan terlupa begitu saja. Maka detail mimpi yang kamu ingat dengan kuat saat terbangun akan secara tiba-tiba bisa hilang. Kecuali apabila kamu terbangun saat fase REM, maka kamu akan bisa mengingat lebih banyak tentang mimpimu.

14.   Mereka yang tuna netra pun bermimpi

Mereka yang tuna netra bisa mengalami mimpi yang intens da seru, hanya saja mimpi tersebut akan melibatkan indera selain penglihatan.

15.   Kita Hanya Akan Memimpikan Orang Yang Pernah Kita Lihat Sebelumnya

Dalam alam mimpi, kita tidak bisa memvisualisasikan wajah orang yang belum pernah kita lihat di kehidupan nyata. Mungkin pernah kita bermimpi dengan orang yang kita anggap asing, tapi sebenarnya kita pernah bertemu atau sekedar melihatnya, cuma kita tidak mampu mengingatnya lagi.

16.   Mimpi Lebih Cenderung Bernuansa Negatif

Coba kamu ingat, mimpi apa saja yang sering kamu alami, mungkin kamu akan menyadarinya bahwa kita lebih sering mengalami mimpi yang kurang enak dibandingkan yang menyenangkan. Ada 3 emosi yang paling sering kita rasakan saat bermimpi yaitu rasa takut, kemarahan, dan kesedihan.

17.    Mimpi anak-anak cenderung lebih singkat dari orang dewasa

Hal ini disebabkan karena mimpi berfungsi sebagai bentuk mekanisme coping, yaitu cara seseorang untuk menghadapi stres atau trauma.

18.   Bisa mimpi berkali-kali (dalam sekali tidur)

Kita bisa mengalami sampai 7 kali mimpi dalam semalam, tergantung dari siklus REM yang kita miliki. Kitahanya mengalamai impi selama periode tidur REM, dan rata-rata orang bermimpi selama satu sampai dua jam tiap malam.

19.   Ada perbedaan antara mimpi yang dialami cowok dan cewek

Sekitar 70% karakter yangmuncul dalam mimpi pria adalah pria lainnya, sementara mimpi cewek berisi jumlah yang seimbang antra karakter cewek dan cowok. Tetapi cewek dan cowok memimpikan seks yang seimbang.

20.  Tidak semua orang mengalami mimpi yang berwarna

Jika kamu pernah mengalami mimpi yang tidak berwarna, itu masih wajar, karena ada sekitar 12% orang yang bermimpi dengan warna hitam putih saja. Selain itu, para generasi yang tumbuh di saat televisi monokrom mulai berkembang lebih sering bermimpi tanpa warna dibandingkan dengan mereka yang terbiasa menonton televisi berwarna.

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

SEMUA BERAWAL DARI MIMPI

 

Tertarik dan antusiaslah terhadap mimpi-mimpi anda sendiri. Ketertarikan ini ibarat kebakaran hutan. Anda dapat mencium, merasakan dan melihatnya dari kejauhan.

-Denis Waitle

 

A.     Bisa Karena Mau Bermimpi

Seseorang bisa melakukan atau menjadi sesuatu karena ada niat, kemauan untuk bisa melakukana tau menjadi sesuatu tersebut. Kemauan untuk melakukan sesuatu akan menjadi energi tersendiri sehingga seseorang bisa mendapatkan atau menjadi apa yang diinginkannya. Dari mimpinya seseorang berencana, melakukan dan terus berupaya untuk menggapai mimpinya.

Mungkin ada yang pernah baca Novel Sang Pemimpi? Novel karya Andrea Hirata ini bercerita tentang masa SMA  tiga orang pemuda, yaitu Ikal, Arai dan Jimbron. Mereka bertiga adalah remaja yang berasal dari Belitong dan melanjutkan sekolah di Manggar, SMA Negeri pertama di Manggar. Untuk mencukupi kebutuhan sekolahnya Arai, Ikal dan Jimbron bekerja paruh waktu sebagai kuli di pasar ikan. Arai adalah yang paling cerdas di antara mereka bertiga, selalu mengutip kata-kata inspiratif dari berbagai sumber “tak semua yang dihitung bisa diperhitungkan dan tak semua yang diperhitungkan bisa dihitung”, sedangkan Ikal yang sangat mengidolakan H. Roma Irama akan mengutip kalimat dari lirik lagu raja dagdut tersebut “Darah muda adalah darahnya para Remaja” sedangkan Jibron yang sangat menyukai kuda akan mengeluarkan kalimat yang tidak jauh-jauh dari bahasan tentang kuda.

Kehidupan SMA adalah perjalanan mencari jati diri. Arai, saat itu jatuh cinta pada teman sekelasnya, Zakia Nurmala, sedangkan Ikal jatuh cinta pada putri seorang Cina, A Ling, dan Jimbron jatuh cinta pada Kuda. Arai yang paling giat mendekati cintanya, dia bahakan belajar bernyanyi dan bermain gitar hanya untuk menggoda Zakiah Nurmalanya.

Ahirnya mereka tamat SMA, Ikal yang terpengaruh dengan mimpinya Arai untuk menuju ke Paris dan mengelilingi dunia, tidak mau hanya putus sampai di SMA, maka dia dan Arai menggunakan uang tabungan mereka selama ini untuk berangkat ke Jakarta. Ikal diterima di UI jurusan Ekonomi. Dia menjalani masa kuliah yang cukup sulit yaitu kuliah sambil kerja, namun akhirnya dia bisa lulus tepat pada waktunya. Namun mimpi mereka tak hanya sampai disitu. Paris yang menjadi impian mereka belum tercapai, maka Arai dan Ikal berusaha mendapatkan beasiswa agar bisa  melanjutkan kuliah di Paris.

Arai tiba-tiba menghilang, Ikal yang kini sendiri, kerja serabutan untuk bertahan hidup, berakhir di kantor pos. Mimpinya untuk ke Paris sudah hilang bersamaan dengan kepergian Arai yang entah ke mana. Proposal beasiswa untuk ke Paris tak digubrisnya lagi.

Beberapa bulan kemudian, Ikal memutuskan untuk mengajukan proposal beasiswa tersebut, meski tanpa Arai. Tak disangka, Ikal kembali bertemu dengan Arai di kantor Pengajuan beasiswa. Mereka berdua berpelukan dan berjanji akan bersama-sama ke Paris. Ternyata mimpi untuk ke Paris telah mempertemukan mereka kembali.

Pelajaran yang dapat di ambil dari cerita Sang Pemimpi adalah  bahwa semangat dan sifat pantang menyerah dapat mengalahkan segala ketidakmungkinan selama kita mau berusaha dengan maksimal. Kesetiaan, saling percaya dan saling menjaga adalah kunci dari menjalin hubungan yang sejati bersama sahabat. Mimpi adalah sesuatu yang penting. Karena mimpi adalah kemauan, niat yang merupakan anak tangga pertama menuju kesuksesan. Jangan takut mimpi yang tinggi seperti kata Arai “bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu.” Dan dari mimpi seseorang akan menyusun rencana untuk mewujudkan mimpinya. Dari mimpi orang akan bisa melakukan apapun yang mereka mau dan inginkan.  Tidak pernah ada cerita seorang yang sukses tanpa diawali dari “mimpi” untuk menjadi atau mendapatkan sesuatu. Ya........dari “mimpinya” manusia berusaha keras dengan segenap kemampuan yang dimiliki untuk menggapainya. Sebaliknya, tanpa “mimpi” orang tidak punya harapan, tidak punya keinginan dan semua asal jalan saja. Jadi bisa karena bermimpi.

B.     Menghadirkan Mimpi

Anak kalian bukanlah anak kalian. Mereka putra-putri kehidupan yang merindu pada dirinya sendiri. Berikan kepada mereka cinta kalian, tapi jangan gagasan kalian, karena mereka memiliki gagasan sendiri. Kalian boleh membuatkan rumah untuk raga mereka tapi bukan untuk jiwanya, sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tidak bisa kalian kunjungi, sekalipun dalam mimpi.

(Kahlil Gibran)

 

Apa yang diungkap Kahlil Gibran dalam syairnya bahwa setiap orang ingin menjadi diirnya. Orang tua tidak bisa memaksakan keinginannya untuk anaknya. Setiap anak bebas menginginkan sesuatu yang diharapkannya, menghadirkan mimpinya sendiri tanpa terikat oleh orang tuanya. Boleh saja orang tua punya harapan dan keinginan untuk anaknya. Tetapi pada dasarnya si anak harus diberi kebebasan untuk menentukan “mimpinya”.

Dalam puisinya, Kahlil Gibran mengatakan bahwa anak-anak bukanlah milik orang tuanya. Anak-anak punya kehidupan sendiri. Memang betul anak-anak lahir “melalui” orang tuanya, tapi bukan orang tuanya yang memberi anak-anak itu kehidupan, Tuhanlah yang memberikannya. Anak-anak hanya dititipkan oleh Tuhan kepada orang tua mereka. Dan meski orang tua sudah merawat dan membesarkan anak-anaknya, namun mereka bukan hak orang tua untuk menguasainya.

Gibran mengatakan bahwa orang tua boleh (bahkan wajib) memberikan kasih sayangnya kepada anak-anak. Namun itu bukan berarti orang tua boleh memaksakan kehendaknya kepada anak-anaknya “atas nama” kasih sayang. Orang tua juga tidak layak memaksakan pikirannya, karena anak-anak (sebagai manusia yang utuh) mempunyai pemikiran sendiri.

Orang tua boleh memberikan anak-anaknya rumah untuk badan mereka, tapi bukan “sangkar” untuk jiwa mereka. Anak-anak punya masa depan yang diimpikannya sendiri, dan orang tua tidak berhak untuk mengatur masa depan anak-anaknya itu. Bahkan sekedar niat pun tidak boleh. Mengarahkan ke jalur yang baik memang boleh, tapi bukan mengatur masa depan anak-anaknya

Mimpi harus dihadirkan pada diri setiap orang dengan cara memancing/merangsangnya. Orang lain bisa memotivasi seseorang untuk memiliki mimpi dengan berbagai cara. Mungkin dengan memujinya, atau bisa jadi dengan mengejeknya. Kadang orang yang “dihina” akan terpancing untuk membuktikan bahwa dia tidak seperti apa yang “dihinakan”. Dari sinilah kita menghadirkan mimpi, aku bisa, aku mampu, dan ....... semua bisa kulakukan dengan atau tanpa orang lain.

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk dicapai, yang ada hanya niat yang terlalu rendah untuk melangkah. Tetapi juga harus diingat dan disadari menentukan “mimpi” juga perlu mempertimbangkan kemampuan dan potensi yang dimiliki. Hal ini perlu dilakukan agar setiap orang juga sehingga apa yang menjadi “mimpinya” dapat terwujud secara optimal. Setiap orang perlu mengenal potensi dirinya untuk optimalisasi mimpi-mimpinya.  

Tapi tetap kita harus selalu berupaya untuk menghadirkan mimpi dalam angan dan imajinasi kita. Dengan demikian apa yang akan kita lakukan menjadi lebih terarah. “Mimpi” yang jelas, tegas dan sesuai dengan potensi yang kita miliki akan menjadikan kita lebih mudah untuk mencapainya. Di samping itu, motivasi juga akan lebih tinggi dan meningkat ketika apa yang kita impikan sesuai dengan potensi kita.

 

C.      Merencanakan Mimpi

Bermimpi dapat memberikan efek yang besar bagi kehidupan nyata kita. Mimpi merefleksikan harapan kita tentang masa depan.  Mimpi dalam hal ini akan menjadi energi tersendiri bagi kita dalam melakukan sesuatu. Oleh karena mimpi itu apa yang kita inginkan di masa datang, sebaiknya kita rencanakan dengan sebaik mungkin.

Waktu adalah sahabat serta musuh terbesar dalam hidup kita; bagaimana cara kita “menjinakkannya” atau bagaimana ia “menjinakkan” kita. Generasi muda adalah mangsa terbesar bagi monster waktu karena ia memperdaya indahnya sebuah kesenangan sehingga mampu menutup mata; melupakan prioritas utama dalam hidup; hingga akhirnya tersadarkan bahwa kita tak lagi “muda” untuk raih mimpi-mimpi.

Generasi muda adalah petarung hebat yang harus ditempa dengan cara yang hebat pula. Berani bermimpi merupakan langkah awal untuk menciptakan mimpi itu menjadi nyata melawan pergumulan waktu.

1.       Awali mimpi dan segeralah bangun dari mimpi

Cobalah gambar mimpi-mimpi yang telah kau bayangkan kemudian resapi benarkah engkau ingin mewujudkannya? Bagaimana konsekuensi yang akan engkau hadapi kelak? Semua itu sebuah keharusan namun jurus utama yang perlu dilakukan adalah manajemen waktu.

Bagaimana engkau akan melakukan langkah-langkah kecil itu untuk mencapai sebuah langkah besar? Sebuah hal yang wajar ketika melihat seseorang menjadi orang sukses timbul rasa "cemburu"; bagaimana bisa apapun yang dilakukan terus berhasil seperti tangannya mengandung dewi keberuntungan? Namun, pernahkah terpikirkan bagaimana ia melewatinya; bahkan pernah bertanya berapa jam ia menghabiskan untuk tidurnya atau bagaimana mempertahankan konsistensi waktu yang telah terjadwal dengan baik?

Kita generasi muda adalah manusia imaginasi tanpa batas, yang masih memiliki kekuatan maksimal serta waktu yang masih bersahabat dengan kita. Mulai dari sekarang mengatur waktu sebaik mungkin, tentukan prioritas, list apapun yang akan kita kerjakan dan jangan lupa evaluasi dari list yang kita kerjakan sudah maksimal atau masih membutuhkan perbaikan. Mimpi yang sudah kita tetapkan akan menjadi target kita di masa depan. Oleh karena itu bersegeralah “terbangun” dari mimpi dan mulaikan dengan aktivitas untuk menuju “mimpi” yang sudah kita tetapkan.

2.       Tentukan prioritasmu

Coba dipikirkan dengan seksama mana yang harus diutamakan. Semua harus diutamakan karena semua andil dalam hidup kita. Satu hal yang harus diingat semua hal itu adalah ibadah. Jadi siapapun yang bersungguh-sungguh dia yang mendapatkannya, Allah telah menjamin itu semua.

Semua hal itu adalah lingkaran hidup. Hal utama yang menjadi tolak ukur adalah dari mana kita memulainya dan berlaku sebaik-baiknya pada hal tersebut. Ingat! Semuanya berdampak pada kehidupan kita. Ketika kita mulai memilih langkah awal, jadikan itu sebagai prioritas.

Bagaimana dengan hal lainnya? Jika sudah mampu mengendalikan suatu prioritas, silakan ambil prioritas lainnya. Apapun pilihan yang kita ambil, lakukanlah dengan sungguh-sungguh karena proses tidak pernah membohongi hasil.

3.      Nikmati Pilihanmu

Bersungguh-sungguhlah dalam pilihan, jatuh cintalah pada sesuatu yang telah dipilih; baik itu belajar, bekerja, keluarga maupun menikah.

Gunakanlah seutuhnya jiwa di dalamnya maka rasa lelah akan mudah hilang dengan keberhasilan yang luar biasa. Terbarkan manfaat dari hasil yang kita dapatkan. Bukankah itu merupakan penghargaan yang terbaik buat diri, ketika kita menjadi salah satu alasannya tersenyum seseorang?

Apapun yang telah kita lakukan, tularkan manfaat dan berilah pertolongan pada yang lainnya. Percayalah, hal itu justru berbalik pada kita dan kemudahan-kemudahan lainnya akan datang pada kita. Jangan pernah lakukan sesuatu kerena paksaan karena hal itu hanya menyiksa hati, membuang waktu dan memperburuk keadaan; diri akan jauh dari kebahagiaan.

4.      Ukir Senyummu

Proses adalah kombinasi suatu perlakuan, rasa, sebab akibat terbentuknya suatu kejadian atau hal yang diinginkan ataupun tidak. Pepatah lama mengatakan, "Apa yang engkau tanam itulah yang akan engkau tuai kelak." Jadi apapun hal yang terjadi pada kita hari ini ada hukum sebab akibatnya untuk kita mencapai kelevel lebih tinggi atau sebaliknya; untuk kita menjadi bersyukur atau sebaliknya mawas diri.

Tersenyumlah! Apapun yang akan dihadapi pasti ada jalan keluarnya karena Allah menjaminnya. So, tersenyumlah apapun yang terjadi hari ini karena hari ini milikmu. Tersenyum dapat mengubah segalanya. Ketika kita tersenyum orang lainpun akan tersenyum pada kita secara spontan. Cukup menyejukkan buat penghibur hari-hari kita, bukan?

Tersenyumlah untuk waktu yang diberikan kepada kita, tersenyumlah untuk orang-orang terbaik sekitar yang diberikan untuk kita, tersenyumlah untuk proses pendewasaan yang diberikan pada kita dan sekali lagi tersenyumlah untuk diri kita sendiri untuk sebuah pencapaian yang kita dapatkan; bersyukur untuk udara yang masih bisa kita hirup saat ini.

5.      Lakukan Inginmu

Apapun jurus ampuh yang telah diajarkan, jika tidak diaplikasikan, hasilnya adalah nol besar.

Inti dari semua jurus adalah melakukannya, melakukannya, melakukannya. Ingat! Konsistensi akan menghasilkan buah yang luar biasa. Apapun mimpi yang digambarkan, apapun yang menjadi prioritas, apapun yang menjadi pilihan semua itu tak akan menjadi nyata "jika kau tak melakukan inginmu".

Tunggu apalagi? Lakukan inginmu karena kita tidak tahu batas waktu yang diberikan pada kita. Hmm, mungkin bisa juga kalian tambahkan dengan sedekah agar amal ibadahmu menjadi lebih berkah 🙂

Semangat generasi muda adalah semangat yang seharusnya membara. Yakinlah bahwa kita bisa karena kita mau.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

DAHSYATNYA KEKUATAN MIMPI

 

Beranilah kita semua bermimpi

Sekarang saatnya kau menjalani

Kejar, kejar semua

Tanpa berhenti

Percaya selalu pada diri sendiri

................

Gagal Hal Biasa

Jangan berhenti

Kau akan tahu kemana bahagia

Mambawamu ‘kita bisa menari di atas pelangi

Kita bisa mendaki gunung yang tetringgi

Setiap pasti, beranilah bermimpi

Dan kau akan tahu nanti, saat cita-cita kau genggam pasti

Tak usah dengar mereka yang berkata

Meragukan ksemua yang kamu bisa

Jatuh, coba lagi

Jangan berhenti

Percayalah kita akan tiba di sana

...............

Jangan pernah takut Saat mencoba

Masa depan terbentang cemerlang

Kita bisa Menari di atas pelangi ‘kita bisa mendaki gunung yang tertinggi

Setiap pasti, beranilah bermimpi

Dan kau akan tahun nanti saat cita-cita kau genggam pasti

Kita bisa

(Naura----Berani Bermimpi)

 

Lirik lagu “Berani Bermimpi” ini mengajak kita untuk berani dan memiliki keyakinan bahwa mimpi kita pasti akan tercapai.  Bagitu hebatnya mimpi, maka bermimpilah, beranilah bermimpi dan terus bermimpi. Berani mencanangkan mimpi, berarti berani memutuskan akan menjadi apa atau ingin apa kelak di kemudian hari. Keinginan atau “mimpi” ini akan melahirkan satu kekuatan bagi diri seseorang untuk menggapainya. “Mimpi” dalam lagi tersebut adalah cita-cita, harapan, angan yang harus diwujudkan dengan segenap potensi dan kekuatan yang dimiliki.

 

 

 

A.     Kekuatan Mimpi

The Power Of Dream (kekuatan sebuah mimpi), Kekuatan sebuah mimpi adalah memiliku pengaruh yang sangat besar (dalam arti positif) dalam hidup kita.  Mimpi dapat memotivasi kita untuk berusaha sekuat tenaga dan selalu berdoa untuk mewujudkan mimpi tersebut.

“Begitu banyak orang mengimpikan hal-hal yang tampaknya mustahil, dan karena pantang menyerah, mereka berhasil mewujudkan impian mereka meski[un berbagai kesulitan menghadang.” Dr. Jane Goodall (dalam Abidin Noor-Kompasiana, https://www.kompasiana.com).

Sejak duduk di bangku sekolah kita mendapat mata pelajaran Sejarah atu entah apapun itu namanya, yang di dalamnya dikisahkan perjuangan orang-orang terdahulu dalam memperjuangkan mimpi, dan cita-cita yang sangat tinggi. Beberapa kisah berikut mungkin bisa dijadikan referensi begitu mimpi punya kekuatan yang luar biasa.  

1.        Mimpi Gadjah Mada mempersatukan Nusantara

Gajah Mada adalah seorang panglima besar pada jaman Kerajaan Majapahit. Kariernya makin bersinar saat pemberontakan Ra Kuti di masa pemerintahan Jayanegara. Saat diangkat menjadi Amangkubhumi (perdana menteri) pada tahun 1258 saka atau 1336 Masehi saat masa pemerintahan Tribhuwanatunggadewi, Mahapatih tersebut mengucap sumpah sekarang menjadi bagian dari sejarah Kerajaan Majapahit.

Bagaimana seorang Gajah Mada Berteriak lantang menguatkan “Mimpinya” Dengan Sumpah Palapa saat pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Majapahit. Sumpah Palapa adalah suatu pernyataan/sumpah yang dikemukakan oleh Gajah Mada pada upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Majapahit, tahun 1258 Saka (1336 M).

Sumpah Palapa ini ditemukan pada teks Jawa Pertengahan Pararaton, yang berbunyi,

Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: "Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa".

Terjemahannya,

Dia Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, "Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa".

(https://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Palapa)

Sumpah ini adalah “Mimpi”, cerminan dari semangat Sang Mahapatih Gajahmada untuk mempersatukan Nusantara. Karena tekad, semangat dan “mimpinya” Majapahit menjelma menjadi sebuah Kerajaan besar yang mampu mempersatukan Nusantara, disegani kerajaan-kerajaan lain.

Sebuah ungkapan, apalagi sebuah sumpah, kalau direnungkan benar-benar menawarkan bentuk, isi, nilai, ideologi, dan enerji. Dari sisi bentuk Sumpah Palapa adalah prosa. Sedangkan isinya mengandung pernyataan suci kepada Tuhan Yang Maha Esa yang diucapkan oleh Gajah Mada di hadapan ratu Majapahit Tribuwana Tunggadewi.

Gajah Mada yang peristiwa kelahirannya diawali dengan gempa bumi di Pabanyu Pindah–“pabanyu pindah” dapat berarti sungai besar berpindah aliran ke sisi lain, karena ada timbunan lahar yang banyak – dan meletusnya Gunung Kelud. Pada tahun itu pula Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa dengan disaksikan oleh para menteri dan pejabat-pejabat lainnya, yang substansinya Gajah Mada baru mau melepaskan (menghentikan) puasanya apabila telah terkuasai Nusantara. Dari sisi nilai Sumpah Palapa mengandung pelbagai nilai : nilai kesatuan dan persatuan wilayah Nusantara, nilai historis, nilai keberanian, nilai percaya diri, nilai rasa memiliki kerajaan Majapahit yang besar dan berwibawa, nilai geopolitik, nilai sosial budaya, nilai filsafat, dsb.

 

 

2.      Mimpi Kartini untuk Negeri

(www.bimba-aiueo.com)

 

Ibu Kita Kartini


Ibu kita Kartini Putri sejati

Putri Indonesia Harum namanya
Ibu kita Kartini Pendekar bangsa

Pendekar kaumnya Untuk merdeka
Wahai ibu kita Kartini Putri yang mulia

Sungguh besar cita-citanya Bagi Indonesia

Ibu kita Kartini Putri jauhari

Putri yang berjasa Se Indonesia
Ibu kita Kartini Putri yang suci

Putri yang merdeka Cita-citanya
Wahai ibu kita Kartini Putri yang mulia

Sungguh besar cita-citanya Bagi Indonesia

Ibu kita Kartini Pendekar bangsa

Pendeka kaum ibu Se-Indonesia
Ibu kita Kartini Penyuluh budi

Penyuluh bangsanya Karena cintanya
Wahai ibu kita Kartini Putri yang mulia

Sungguh besar cita-citanya Bagi Indonesia


Karangan / Ciptaan : W.R. Supratman



“Ibu Kita Kartini”, siapa orang Indonesia tidak kenal dengan lagu itu? Lagu yang teramat akrab di telinga kita. Lebih khusus lagi saat 21 April, saat anak-anak sekolah mengenakan busana adat ke sekolah. Berbaris rapi khidmat menyanyikan lagu itu. Dalam dirinya sudah terpatri akan jasa Kartini untun Indonesia dengan “emansipasi” yang diperjuangkannya.

Tahun 1964 presiden Soekarno telah memberi gelar Pahlawan Nasional kepada Kartini. Dan hingga kini tanggal kelahirannya pun selalu diperingati secara nasional sebagai lambang pengakuan terhadap persamaan hak kaum perempuan dengan istilah “emansipasi”, yang telah menjadi inspirasi kuat bagi jutaan perempuan Indonesia.

RA. Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pada waktu itu Indonesia sangat dikuasai norma-norma kehidupan feodal dan masih terdapat diskriminasi laki-laki dan perempuan dalam menuntut pendidikan. Anak laki-laki mempunyai kesempatan yang terbuka untuk memperoleh pendidikan tinggi dan sebaliknya anak perempuan harus dipingit di rumah sesudah menyelesaikan pendidikan dasar.

Tumbuh dalam kecerdasan keluarga bangsawan Jawa dan pendidikan Belanda, sikap kritis kartini kecil terbentuk. Tak heran, di tengah kekakuan adat Jawa dan Agama, Kartini muda sudah “bermimpi” tentang kemajuan perempuan sejamannya. Mimpi itu diwujudkannya dengan mengajar perempuan jawa menulis, membaca serta sejumlah keterampilan lain.

Salah satu pemikiran besar Kartini adalah kesetaraan gender di bidang pendidikan, khususnya menyangkut budaya Jawa yang dipandang sebagai penghambat kemajuan kaum perempuan. Beliau bercita-cita agar kedudukan perempuan sama dengan laki-laki dalam hal pemerolehan kesempatan belajar dan menimba pengetahuan.

Sayang Kartini tak bisa menikmati jerih payah perjuangannya sendiri. Kartini mati muda, tak lama setelah melahirkan putra pertamanya RM Soesalit. Perjuangan kartini tak lantas hilang jejaknya, pemikirannya yang melampaui jaman direkam oleh JH Abendanon dalam buku yang berjudul Door Duisternis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang).

Dalam bukunya itu Kartini menggambarkan penderitaan perempuan Jawa akibat kungkungan adat, yaitu tidak bisa bebas duduk di bangku sekolah, harus dipingit, dinikahkan dengan laki-laki yang tak dikenal, dan harus bersedia dipoligami. Ide dan cita-cita Kartini tak lepas dari Religieusiteit, Wijsheid en Schoonheid (Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan), ditambah dengan Humanitarianisme (peri kemanusiaan) dan Nasionalisme (cinta tanah air).

Yang paling menarik dari sosok Kartini adalah kritik besarnya terhadap doktrin Agama. Kartini memiliki pandangan yang sangat progresif terhadap tafsir Agama Islam pada masa itu. Ada tiga kritik besar Kartini terhadap pemahaman Ajaran Islam. Yang pertama, Kartini mengkritik pemahaman kitab suci yang serba tekstual (harfiah), yaitu metodologi pembelajaran teks yang lebih berorientasi pada pelafalan dan penghafalan teks daripada metode pemahaman makna teks itu sendiri.

Kedua, kritik mengenai doktrin pluralisme dan toleransi beragama. Kartini mengkritisi pandangan keagamaan yang sempit perihal menolak kebebasan beragama serta melakukan kekerasan atas nama agama. Agama bagi Kartini, adalah sebuah ajaran yang mampu memberikan keselamatan dan perdamaian bagi sesamanya bukan tindakan anarkis dan main hakim sendiri atas nama Tuhan.

Secara eksplisit, Kartini menyatakan dalam suratnya: Dunia akan lebih damai jika tidak ada agama yang sering menjadi alasan manusia untuk berselisih, terpisah, dan saling menyakiti. Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu…

Dan yang ketiga, Kartini mempertanyakan justifikasi Agama terhadap poligami bagi kaum laki-laki. Kartini melihat bahwa konstruksi budaya yang didukung tafsir Agama yang sangat patriarkis melengkapi kesempurnaan penderitaan perempuan Jawa yang dunianya hanya sebatas tembok rumah dan bersedia untuk dipoligami.

Dekonstruksi doktrin Agama yang digagas Kartini tersebut memang hanya sebatas penggalan tulisan dalam surat yang tidak terangkai secara sistematis, bahkan keasliannya pun masih dipertanyakan. Banyak yang menilai pemikiran-pemikiran emansipasi Kartini tersebut direka oleh Abendanon, sahabat kartini yang merupakan pejabat Menteri Kebudayaan Hindia Belanda, karena pada masa itu politik etis tengah santer gemanya.

Di sisi lain Kartini juga dinilai tak konsisten perjuangannya, karena mau tunduk pada poligami dan adat Jawa setelah menikah dengan RTAA Djojohadiningrat. Namun demikian, tiga kritik sekaligus gagasan besar Kartini sangat relevan dalam konteks sekarang, karena menyangkut problem metodologi penafsiran teks, problem pluralisme dan toleransi, serta kesetaraam gender dalam Agama.

Pada masa sekarang, emansipasi perempuan kerap disalahartikan oleh sebagian dari kita. Emansipasi selalu disangkut-pautkan dengan mengejar karir setinggi langit, kesetaraan gender yang “kebablasan”, bahkan dengan mengorbankan kodratnya sebagai perempuan. Padahal sesungguhnya apa yang diperoleh dari itu semua, terlebih dengan mengorbankan kodratnya sebagai perempuan adalah sebuah kekalahan paling telak bagi kaum perempuan.

Kodrat perempuan yang lazim kita kenal adalah bahwa setelah seorang perempuan menikah, kemudian akan mengurus keperluan suaminya, melahirkan anak dan menjaganya hingga dewasa, merupakan suatu bentuk kebahagian yang paling alami, namun bagi sebagian yang lain bentuk kehidupan tersebut adalah pengekangan dimana wanita tidak bebas bergerak dalam menentukan hidupnya sebagaimana laki-laki.

Atas dasar penolakan bentuk kehidupan tersebut, maka sebagian perempuan menyuarakan adanya kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai bidang kehidupan. Kesetaraan gender atau emansipasi wanita yang berasal dari barat terkadang kebablasan, mengejar karir setinggi langit dan melupakan kodratnya sebagai perempuan, akibatnya banyak perempuan di negara-negara barat enggan menikah bahkan enggan untuk melahirkan. Di negara kita sendiri, tidak sedikit kondisi seperti itu dijumpai. Salah satunya adalah perceraian yang disebabkan oleh ketidak harmonisan rumah tangga lantaran persaingan antara suami dan istri dalam meniti karir.

Kartini-kartini di masa sekarang harusnya punya PR (pekerjaan rumah) yang jauh lebih berat dibandingkan jaman dulu. Bukan berarti kesetaraan gender yang dirintis oleh RA Kartini dulu telah selesai dan tinggal dinikmati saja, melainkan bagaimana Kartini masa kini mampu menjaga emansipasi tersebut tanpa harus mengorbankan kodratnya.

Kita hidup di negara yang demokratis, negara yang mengakui emansipasi perempuan, dan yang paling hebatnya lagi adalah negara yang pernah dipimpin oleh perempuan. Namun demikian isu-isu seputar kesetaraan gender dan kekerasan dalam rumah tangga masih sering kita jumpai. Inilah yang perlu dipikirkan oleh Kartini-kartini masa kini, bukan semata-mata mengejar karir setinggi-tingginya tanpa melihat perempuan-perempuan lain disekitarnya.

Emansipasi yang disuarakan oleh Kartini dulu sebenarnya lebih menekankan pada tuntutan agar perempuan saat itu memperoleh pendidikan yang memadai, menaikkan derajat perempuan yang kurang dihargai pada masyarakat Jawa, dan kebebasan dalam berpendapat dan mengeluarkan pikiran. Bukannya menuntut agar perempuan dapat mengerjakan pekerjaan laki-laki. Toh, pada kenyataannya perempuan juga tidak akan mampu mengerjakan semua pekerjaan laki-laki

Lepas dari itu semua, yang perlu penulis tekankan pada kali ini adalah bahwa dengan “mimpinya” Kartini telah menjadi sumber inspirasi bagi kaum perempuan Indonesia bahkan dunia. Kartini “mengajarkan” untuk terus dan terus memiliki mimpi dan mengejar mimpinya. Barangkali bukan kita yang akan menikmati “mimpi” kita, tetapi anak-anak keturunan kita akan merasa bangga dan meganggap kita berjasa akan keberhasilannya. Kartini telah memberikan banyak keteladanan kepada setiap orang “utamanya wanita” untuk memiliki mimpi dan berupaya keras untuk mewujudkan mimpi itu.

Melalui pemikiran-pemikiran Kartini, muncul banyak tokoh-tokoh penting Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bukan saja di Indonesia tetapi juga dalam pergaulan internasional. Bahkan dalam perkembangan politik Indonesia telah mensyaratkan setiap Partai Politik peserta pemilu harus 30% dari calon anggota legislatif yang diajaukan berasal dari perempuan.

3.      Mimpi Soekarno untuk Indonesia Merdeka

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20170817114655-20-235373

Dr. (H.C.) Ir. H. Soekarno1 (ER, EYD: Sukarno, nama lahir: Koesno Sosrodihardjo) (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun) adalah Presiden pertama Republik Indonesia yang menjabat pada periode 1945–1967. Ia memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno adalah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya.

Ketika dilahirkan, Soekarno diberikan nama Kusno oleh orangtuanya. Namun karena ia sering sakit maka ketika berumur sebelas tahun namanya diubah menjadi Soekarno oleh ayahnya. Nama tersebut diambil dari seorang panglima perang dalam kisah Bharata Yudha yaitu Karna. Nama "Karna" menjadi "Karno" karena dalam bahasa Jawa huruf "a" berubah menjadi "o" sedangkan awalan "su" memiliki arti "baik".

Di kemudian hari ketika menjadi presiden, ejaan nama Soekarno diganti olehnya sendiri menjadi Sukarno karena menurutnya nama tersebut menggunakan ejaan penjajah (Belanda). Ia tetap menggunakan nama Soekarno dalam tanda tangannya karena tanda tangan tersebut adalah tanda tangan yang tercantum dalam Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang tidak boleh diubah, selain itu tidak mudah untuk mengubah tanda tangan setelah berumur 50 tahun. Sebutan akrab untuk Soekarno adalah Bung Karno.

Di beberapa negara Barat, nama Soekarno kadang-kadang ditulis Achmed Soekarno. Hal ini terjadi karena ketika Soekarno pertama kali berkunjung ke Amerika Serikat, sejumlah wartawan bertanya-tanya, "Siapa nama kecil Soekarno? karena mereka tidak mengerti kebiasaan sebagian masyarakat di Indonesia yang hanya menggunakan satu nama saja atau tidak memiliki nama keluarga.

Soekarno menyebutkan bahwa nama Achmed didapatnya ketika menunaikan ibadah haji. Dalam beberapa versi lain, disebutkan pemberian nama Achmed di depan nama Soekarno, dilakukan oleh para diplomat muslim asal Indonesia yang sedang melakukan misi luar negeri dalam upaya untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan negara Indonesia oleh negara-negara Arab.

Soekarno dilahirkan dengan seorang ayah yang bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya yaitu Ida Ayu Nyoman Rai. Keduanya bertemu ketika Raden Soekemi yang merupakan seorang guru ditempatkan di Sekolah Dasar Pribumi di Singaraja, Bali. Nyoman Rai merupakan keturunan bangsawan dari Bali dan beragama Hindu, sedangkan Raden Soekemi sendiri beragama Islam. Mereka telah memiliki seorang putri yang bernama Sukarmini sebelum Soekarno lahir. Ketika kecil Soekarno tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur.

Ia bersekolah pertama kali di Tulung Agung hingga akhirnya ia pindah ke Mojokerto, mengikuti orangtuanya yang ditugaskan di kota tersebut. Di Mojokerto, ayahnya memasukan Soekarno ke Eerste Inlandse School, sekolah tempat ia bekerja. Kemudian pada Juni 1911 Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS) untuk memudahkannya diterima di Hogere Burger School (HBS). Pada tahun 1915, Soekarno telah menyelesaikan pendidikannya di ELS dan berhasil melanjutkan ke HBS di Surabaya, Jawa Timur. Ia dapat diterima di HBS atas bantuan seorang kawan bapaknya yang bernama H.O.S. Tjokroaminoto. Tjokroaminoto bahkan memberi tempat tinggal bagi Soekarno di pondokan kediamannya. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para pemimpin Sarekat Islam, organisasi yang dipimpin Tjokroaminoto saat itu, seperti Alimin, Musso, Darsono, Haji Agus Salim, dan Abdul Muis.[5] Soekarno kemudian aktif dalam kegiatan organisasi pemuda Tri Koro Dharmo yang dibentuk sebagai organisasi dari Budi Utomo. Nama organisasi tersebut kemudian ia ganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) pada 1918. Selain itu, Soekarno juga aktif menulis di harian "Oetoesan Hindia" yang dipimpin oleh Tjokroaminoto.

Soekarno bersama mahasiswa pribumi TH Bandung tahun 1923. Baris belakang dari kiri ke kanan: M. Anwari, Soetedjo, Soetojo, Soekarno, R. Soemani, Soetono/Soetoto(?), R. M. Koesoemaningrat, Djokoasmo, Marsito. Duduk di depan: Soetono/Soetoto(?), M. Hoedioro, Katamso.

Tamat HBS Soerabaja bulan Juli 1921, bersama Djoko Asmo rekan satu angkatan di HBS, Soekarno melanjutkan ke Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) di Bandung dengan mengambil jurusan teknik sipil pada tahun 1921, setelah dua bulan dia meninggalkan kuliah, tetapi pada tahun 1922 mendaftar kembali dan tamat pada tahun 1926. Soekarno dinyatakan lulus ujian insinyur pada tanggal 25 Mei 1926 dan pada Dies Natalis ke-6 TH Bandung tanggal 3 Juli 1926 dia diwisuda bersama delapan belas insinyur lainnya. Prof. Jacob Clay selaku ketua fakultas pada saat itu menyatakan "Terutama penting peristiwa itu bagi kita karena ada di antaranya 3 orang insinyur orang Jawa". Mereka adalah Soekarno, Anwari, dan Soetedjo, selain itu ada seorang lagi dari Minahasa yaitu Johannes Alexander Henricus Ondang.

Saat di Bandung, Soekarno tinggal di kediaman Haji Sanusi yang merupakan anggota Sarekat Islam dan sahabat karib Tjokroaminoto. Di sana ia berinteraksi dengan Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangunkusumo, dan Dr. Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.

Semasa menjabat sebagai presiden, ada beberapa karya arsitektur yang dipengaruhi atau dicetuskan oleh Soekarno. Juga perjalanan secara maraton dari bulan Mei sampai Juli pada tahun 1956 ke negara-negara Amerika Serikat, Kanada, Italia, Jerman Barat, dan Swiss. Membuat cakrawala alam pikir Soekarno semakin kaya dalam menata Indonesia secara holistik dan menampilkannya sebagai negara yang baru merdeka.

Soekarno untuk pertama kalinya menjadi terkenal ketika dia menjadi anggota Jong Java cabang Surabaya pada tahun 1915. Bagi Soekarno sifat organisasi tersebut yang Jawa-sentris dan hanya memikirkan kebudayaan saja merupakan tantangan tersendiri. Dalam rapat pleno tahunan yang diadakan Jong Java cabang Surabaya Soekarno menggemparkan sidang dengan berpidato menggunakan bahasa Jawa ngoko (kasar). Sebulan kemudian dia mencetuskan perdebatan sengit dengan menganjurkan agar surat kabar Jong Java diterbitkan dalam bahasa Melayu saja, dan bukan dalam bahasa Belanda.

Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemeene Studie Club (ASC) di Bandung yang merupakan hasil inspirasi dari Indonesische Studie Club oleh Dr. Soetomo. Organisasi ini menjadi cikal bakal Partai Nasional Indonesia yang didirikan pada tahun 1927. Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda pada tanggal 29 Desember 1929 di Yogyakarta dan esoknya dipindahkan ke Bandung, untuk dijebloskan ke Penjara Banceuy. Pada tahun 1930 ia dipindahkan ke Sukamiskin dan di pengadilan Landraad Bandung 18 Desember 1930 ia membacakan pledoinya yang fenomenal Indonesia Menggugat, hingga dibebaskan kembali pada tanggal 31 Desember 1931.

Pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI. Soekarno kembali ditangkap pada bulan Agustus 1933, dan diasingkan ke Flores. Di sini, Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh nasional. Namun semangatnya tetap membara seperti tersirat dalam setiap suratnya kepada seorang Guru Persatuan Islam bernama Ahmad Hasan.

Pada tahun 1938 hingga tahun 1942 Soekarno diasingkan ke Provinsi Bengkulu, ia baru kembali bebas pada masa penjajahan Jepang pada tahun 1942.

Pada awal masa penjajahan Jepang (1942–1945), pemerintah Jepang sempat tidak memerhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia terutama untuk "mengamankan" keberadaannya di Indonesia. Ini terlihat pada Gerakan 3A dengan tokohnya Shimizu dan Mr. Syamsuddin yang kurang begitu populer.

Namun akhirnya, pemerintahan pendudukan Jepang memerhatikan dan sekaligus memanfaatkan tokoh-tokoh Indonesia seperti Soekarno, Mohammad Hatta, dan lain-lain dalam setiap organisasi-organisasi dan lembaga lembaga untuk menarik hati penduduk Indonesia. Disebutkan dalam berbagai organisasi seperti Jawa Hokokai, Pusat Tenaga Rakyat (Putera), BPUPKI dan PPKI, tokoh tokoh seperti Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara, K.H. Mas Mansyur, dan lain-lainnya disebut-sebut dan terlihat begitu aktif. Dan akhirnya tokoh-tokoh nasional bekerja sama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk mencapai kemerdekaan Indonesia, meski ada pula yang melakukan gerakan bawah tanah seperti Sutan Syahrir dan Amir Sjarifuddin karena menganggap Jepang adalah fasis yang berbahaya.

Presiden Soekarno sendiri, saat pidato pembukaan menjelang pembacaan teks proklamasi kemerdekaan, mengatakan bahwa meski sebenarnya kita bekerja sama dengan Jepang sebenarnya kita percaya dan yakin serta mengandalkan kekuatan sendiri.

Ia aktif dalam usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, di antaranya adalah merumuskan Pancasila, UUD 1945, dan dasar dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan. Ia sempat dibujuk untuk menyingkir ke Rengasdengklok.

Pada tahun 1943, Perdana Menteri Jepang Hideki Tojo mengundang tokoh Indonesia yakni Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ki Bagoes Hadikoesoemo ke Jepang dan diterima langsung oleh Kaisar Hirohito. Bahkan kaisar memberikan Bintang kekaisaran (Ratna Suci) kepada tiga tokoh Indonesia tersebut. Penganugerahan Bintang itu membuat pemerintahan pendudukan Jepang terkejut, karena hal itu berarti bahwa ketiga tokoh Indonesia itu dianggap keluarga Kaisar Jepang sendiri. Pada bulan Agustus 1945, ia diundang oleh Marsekal Terauchi, pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara di Dalat Vietnam yang kemudian menyatakan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah urusan rakyat Indonesia sendiri.

Namun keterlibatannya dalam badan-badan organisasi bentukan Jepang membuat Soekarno dituduh oleh Belanda bekerja sama dengan Jepang, antara lain dalam kasus romusha.

Soekarno bersama tokoh-tokoh nasional mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Panitia Kecil yang terdiri dari delapan orang (resmi), Panitia Sembilan (yang menghasilkan Piagam Jakarta) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), Soekarno-Hatta mendirikan Negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Setelah menemui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, terjadilah Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945; Soekarno dan Mohammad Hatta dibujuk oleh para pemuda untuk menyingkir ke asrama pasukan Pembela Tanah Air (PETA) Rengasdengklok. Tokoh pemuda yang membujuk antara lain Soekarni, Wikana, Singgih serta Chairul Saleh. Para pemuda menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, karena di Indonesia terjadi kevakuman kekuasaan. Ini disebabkan karena Jepang sudah menyerah dan pasukan Sekutu belum tiba. Namun Soekarno, Hatta dan para tokoh menolak dengan alasan menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang. Alasan lain yang berkembang adalah Soekarno menetapkan momen tepat untuk kemerdekaan Indonesia yakni dipilihnya tanggal 17 Agustus 1945 saat itu bertepatan dengan bulan Ramadhan, bulan suci kaum muslim yang diyakini merupakan bulan turunnya wahyu pertama kaum muslimin kepada Nabi Muhammad SAW yakni Al Qur-an. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan menjadi presiden dan wakil presiden dikukuhkan oleh KNIP. Pada tanggal 19 September 1945 kewibawaan Soekarno dapat menyelesaikan tanpa pertumpahan darah peristiwa Lapangan Ikada tempat 200.000 rakyat Jakarta akan bentrok dengan pasukan Jepang yang masih bersenjata lengkap.

Pada saat kedatangan Sekutu (AFNEI) yang dipimpin oleh Letjen. Sir Phillip Christison, Christison akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia secara de facto setelah mengadakan pertemuan dengan Presiden Soekarno. Presiden Soekarno juga berusaha menyelesaikan krisis di Surabaya. Namun akibat provokasi yang dilancarkan pasukan NICA (Belanda) yang membonceng Sekutu (di bawah Inggris), meledaklah Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya dan gugurnya Brigadir Jenderal A.W.S Mallaby.

Karena banyak provokasi di Jakarta pada waktu itu, Presiden Soekarno akhirnya memindahkan Ibukota Republik Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta. Diikuti wakil presiden dan pejabat tinggi negara lainnya.

Presiden Soekarno dan Nikita Khruschev dalam sebuah pertemuan Kepala Negara

Kedudukan Presiden Soekarno menurut UUD 1945 adalah kedudukan Presiden selaku kepala pemerintahan dan kepala negara (presidensiil/single executive). Selama revolusi kemerdekaan, sistem pemerintahan berubah menjadi semi presidensiil atau double executive. Presiden Soekarno sebagai Kepala Negara dan Sutan Syahrir sebagai Perdana Menteri/Kepala Pemerintahan. Hal itu terjadi karena adanya maklumat wakil presiden No X, dan maklumat pemerintah bulan November 1945 tentang partai politik. Hal ini ditempuh agar Republik Indonesia dianggap negara yang lebih demokratis.

Meski sistem pemerintahan berubah, pada saat revolusi kemerdekaan, kedudukan Presiden Soekarno tetap paling penting, terutama dalam menghadapi Peristiwa Madiun 1948 serta saat Agresi Militer Belanda II yang menyebabkan Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta dan sejumlah pejabat tinggi negara ditahan Belanda. Meskipun sudah ada Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dengan ketua Sjafruddin Prawiranegara, tetapi pada kenyataannya dunia internasional dan situasi dalam negeri tetap mengakui bahwa Soekarno-Hatta adalah pemimpin Indonesia yang sesungguhnya, hanya kebijakannya yang dapat menyelesaikan sengketa Indonesia-Belanda.  https://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno

Sukarno telah memberikan banyak pelajaran kepada kita tentang “mimpi-mimpinya” untuk Indonesia. Sejak masa perjuangan, Sukarno telah benyak melontarkan “mimpi”nya untuk Indonesia menjadi sebuah negara yang merdeka dan berdaulat. Tak peduli di manapun Sukarno berada bahkan ketika harus keluar masuk penjara, Sukarno telah mantabkan “mimpinya” untuk selalu berusaha dan berusaha mencapaianya. “Mimpi” Sukarno telah menggerakkan hati dan jiwanya untuk selalu berupaya mewujudkannya.

 “Mimpi” Sukarno ini telah mampu memberikan motivasi dan semangat tidak saja untuk dirinya sendiri tapi bagi para pejuang dan bahkan sebagian pada masa sekarang pun tergerak untuk memiliki “mimpi” seperti Sukarno. Sebagian besar masyarakat Indonesia banyak terinspirasi oleh “mimpi” Sukarno ini, dengan keberanian dan semangatnya yang pantang menyerah dengan segenap kemampuan yang dimiliki Sukarno memperjuangkan “mimpinya.” Dan dengan “mimpi”nya ini telah membuktikan dirinya menjadi orang yang disegani tidak saja oleh bangsa Indonesia tapi oleh banyak masyarakat dunia kagum kepada “mimpi-mimpi” Sukarno dan bagaimana memperjuangkan mimpi itu.

Sukarno telah membuktikan begitu dahsyatnya “kekuatan mimpi” bagi seseorang. Dengan “mimpi” seseorang akan selalu terpacu untuk mewujudkannya. “Mimpi” telah menjadi sumber inspriasi dan motivasi tidak saja bagi diri sendiri tapi juga bagi orang lain untuk melakukan sesuatu demi masa depannya. Masa depan hanyalah milik orang-orang yang percaya akan keindahan mimpi-mimpi mereka.  

Mimpi adalah ambisi dari dalam diri manusia yang menjadi penggerak untuk maju dan menjadi lebih baik. Dengan “mimpinya” seseorang memiliki hasrat yang akan menggerakkan kita untuk mewujudkannya. Dunia akan tumbuh dengan peradaban yang lebih tinggi dan tehnologi yang lebih hebat itu berkat “mimpi” orang-orang besar. Orang-orang besar itu adalah para pemimpi, yang dengan “mimpinya” mereka tidak kenal lelah selalu dan selalu memperjuangkan untuk dapat mewujudkannya.

 

4.      Mimpi B.J. Habibbie untuk Indonesia

(https://kumparan.com/golkar-celebes/mimpi-bj-habibie-bangun-industri-dirgantara-nasional-tak-pernah-padam)

BJ. Habibie merupakan tokoh bangsa Indonesia yang sukses dan menginspirasi. Dikenal sebagai seorang brilian dalam sains dan matematika sejak kecil, BJ Habibie menerima pendidikan menengahnya di Institutr Tehnologi Bandung danmelanjutkan studinya di Institut Teknologi North Rhnine-Westphalia di Aachen-Jerman barat. Sejak muda hingga menjadi Presiden RI ketiga, BJ Habibie telah menorehkan banyak prestasi dan membanggakan bangsa dan negara.

Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng  (lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936) adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Ia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998. Jabatannya digantikan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terpilih sebagai presiden pada 20 Oktober 1999 oleh MPR hasil Pemilu 1999. Dengan menjabat selama 2 bulan dan 7 hari sebagai wakil presiden, dan 1 tahun dan 5 bulan sebagai presiden, Habibie merupakan Wakil Presiden dan juga Presiden Indonesia dengan masa jabatan terpendek. Saat ini namanya diabadikan sebagai nama salah satu universitas di Gorontalo, menggantikan nama Universitas Negeri Gorontalo (Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Ayahnya yang berprofesi sebagai ahli pertanian berasal dari etnis Gorontalo dan memiliki keturunan Bugis, sedangkan ibunya beretnis Jawa. R.A. Tuti Marini Puspowardojo adalah anak seorang spesialis mata di Yogya, dan ayahnya yang bernama Puspowardjojo bertugas sebagai penilik sekolah.

B.J. Habibie menikah dengan Hasri Ainun Besari pada tanggal 12 Mei 1962, dan dikaruniai dua orang putra, yaitu Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie. Ia pernah berilmu di SMAK Dago. Ia belajar teknik mesin di Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung (sekarang Institut Teknologi Bandung) pada tahun 1954. Pada 1955–1965 ia melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat, menerima gelar diplom ingenieur pada 1960 dan gelar doktor ingenieur pada 1965 dengan predikat summa cum laude.

Habibie pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman, sehingga mencapai puncak karier sebagai seorang wakil presiden bidang teknologi. Pada tahun 1973, ia kembali ke Indonesia atas permintaan mantan presiden Soeharto.

Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998. Sebelum menjabat sebagai Presiden (21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999), B.J. Habibie adalah Wakil Presiden (14 Maret 1998 – 21 Mei 1998) dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto. Ia diangkat menjadi ketua umum ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), pada masa jabatannya sebagai menteri.

Habibie mewarisi kondisi keadaan negara kacau balau pasca pengunduran diri Soeharto pada masa orde baru, sehingga menimbulkan maraknya kerusuhan dan disintegerasi hampir seluruh wilayah Indonesia. Segera setelah memperoleh kekuasaan Presiden Habibie segera membentuk sebuah kabinet. Salah satu tugas pentingnya adalah kembali mendapatkan dukungan dari Dana Moneter Internasional dan komunitas negara-negara donor untuk program pemulihan ekonomi. Dia juga membebaskan para tahanan politik dan mengurangi kontrol pada kebebasan berpendapat dan kegiatan organisasi.

Pada era pemerintahannya yang singkat ia berhasil memberikan landasan kukuh bagi Indonesia, pada eranya dilahirkan UU Anti Monopoli atau UU Persaingan Sehat, perubahan UU Partai Politik dan yang paling penting adalah UU otonomi daerah. Melalui penerapan UU otonomi daerah inilah gejolak disintegrasi yang diwarisi sejak era Orde Baru berhasil diredam dan akhirnya dituntaskan di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tanpa adanya UU otonomi daerah bisa dipastikan Indonesia akan mengalami nasib sama seperti Uni Soviet dan Yugoslavia.

Mantan presiden RI ke-3 BJ Habibie memiliki impian besar untuk bangsa Indonesia. Salah satu yang menjadi impian besar tersebut adalah bangsa Indonesia ini maju di bidang industri strategis. Hadirnya industri strategis saat itu memang tidak lepas dari program beasiswa Habibie saat itu, yang dimulai pada 1982 hingga 1992.

Habbibie telah mengajarkan banyak hal kepada kita untuk selalu memiliki “mimpi” untuk diri kita sendiri, keluarga kita, masyarakat kita dan bangsa negara kita. Mereka yang tidak mempunyai “mimpi” berarti meninggalkan banyak hal yang ditawarkan oleh kehidupan. Hasrat atau kegigihan mereka mudah sekali pudam sehingga mereka dengan mudah mengubah “mimpi” mereka menjadi sangat sederhana. Padahal, “mimpi” yang besar mempunyai kekuatan yang besar pula. Orang-orang yang berhasil mencatat nama dalam sejarah rata-rata mempunyai ciri khas yaitu selalu mampu memperbarui “mimpi” mereka.  

Pada awalnya dia tidak perlu memikirkan apa dia mampu menggapainya, tetapi setelah dia tetapkan dia akan berusaha keras untuk menggapai mimpi itu. Kerja keras dan doa adalah wujud tanggung jawab terhadap “mimpi”, keinginan yang telah ditetapkan sendiri. Apapun “mimpi” itu membutuhkan kesungguhan, ketekunan dan kerja keras untuk menggapainya.

 

 

5.      Mimpi pejuang bangsa

Tidak mudah memang, tetapi dengan itu kita akan menjadi lebih bersemangat dan terus bersemangat untuk menggapai mimpi itu. Suatu kebanggaan bagi kita bisa menggapai “mimpi” yang sudah kita tetapkan. Mimpi tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain bahkan untuk bangsa dan negara. Sebagaimana apa yang bisa kita teladani dari para pejuang bangsa kita dalam menggapai Indonesia merdeka.  

Bagaimana para pejuang bangsa Indonesia mempunyai “Mimpi Menjadi Bangsa yang merdeka, menjadi negara yang berdaulat sama dengan lainnya, tidak lagi menjadi bangsa jajahan”. Jiwa raga mereka pertaruhkan untuk mengejar mimpinya. Masalah berhasil atau gagal itu bukan urusan mereka, yang penting mereka punya mimpi, mereka perjuangkan dengan segenap jiwa dan raganya,

Bagaimana para pemuda kita jaman dulu.  Seperti yang kita ketahui bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan perjuangan dari banyak tokoh, dan masyarakat yang hidup di masa itu. Jepang pernah berjanji akan memberikan kemerdekaan untuk Indonesia. Namun, Indonesia tidak hanya duduk dan berpangku tangan kepada pemerintahan Jepang. Akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945, Ir. Soekarno membacakan naskah proklamasi, menyatakan kemerdekaan Indonesia yang disaksikan oleh ribuan masyarakat dan disiarkan melalui radio. Meskipun begitu, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Bangsa-bangsa penjajah masih menduduki Indonesia, menjajah negeri kita tercinta dengan seenaknya mengambil manfaat yang telah negeri ini hasilkan. Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, serta semangat juang tokoh pahlawan negeri, para penjajah akhirnya dapat dipukul mundur dari Indonesia. Dan sejak kala itu, Indonesia sudah benar-benar terbebas dari penjajah.

Suatu pelajaran besar yang wajib diketahui oleh para penerus bangsa, bahwa Indonesia memperjuangkan sendiri kemerdekaan yang awalnya merupakan mimpi dan cita-cita. Mereka tidak menyerah pada mimpi, namun berjuang untuk dapat meraihnya. Meskipun terlihat mustahil, dan terus saja penjajah memberikan serangan. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk meraih kemerdekaan.

Pada masa kita sekarang hidup dan sedang berjuang untuk meraih mimpi dan cita-cita. Sebenarnya perjuangan kita saat ini tidak jauh berbeda dengan perjuangan bangsa terdahulu. Tujuan yang sama yang ingin didapat, yaitu meraih mimpi. Apabila kemerdekaan diibaratkan sebagai mimpi, maka tujuan kita dari dulu sampai sekarang sama. Yaitu menggapai kemerdekaan.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata merdeka berarti bebas, lepas, dan tidak terikat. Namun, dalam hal ini jangan salah artikan arti dari kemerdekaan itu sendiri. Di era sekarang banyak anak muda yang berbicara soal kebebasan di social media. Mereka mengatakan ingin bebas. Bebas untuk pergi ke tempat yang mereka inginkan, bebas dari omelan orangtua, bebas dari tugas studi, dan kebebasan-kebebasan lain yang ingin mereka dapatkan. Dalam hal ini, kata kemerdekaan tidak berarti seperti itu. Indonesia ingin merdeka karena ingin mengolah hasil alam mereka sendiri, tanpa campur tangan penjajah. Indonesia ingin merdeka karena ingin memiliki citra baik di skala Internasional dengan usahanya sendiri. Indonesia ingin merdeka karena ingin mengurus sendiri rumah tangganya.

Apa yang diuraikan di atas adalah gambaran para “pemimpi” yang dengan mimpi besarnya menjadikannya sumber inspirasi bagi setiap orang untuk menjadi seperti mereka. Awali dengan mimpi, lakukan dengan kesungguhan hati, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi untuk bangsa dan negeri.  Sebagaimana adanya negeri ini adalah juga muncul dari impian sebagian anak negeri untuk menjadi sama dengan bangsa dan negara lain. 

Memang benar kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Dan setiap orang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kemerdekaannya. Namun, bukan berarti memberikan kebebasan yang sebebas-bebasnya, terutama kepada generasi muda yang notabene dinilai masih labil. Peraturan itu perlu, karena dengan begitu kita memiliki batas diri. Sebagai anak muda, generasi penerus bangsa harusnya bisa memiliki sikap seperti generasi muda di tahun 1945 dulu. Sebagai pemuda-pemudi yang berani bermimpi tinggi, serta memiliki semangat yang besar untuk mewujudkan impian itu menjadi kenyataan. Dalam hal ini anak muda tidak harus menghabiskan lebih dari 18 jam waktunya untuk belajar, demi masa depan. Karena apabila mereka melakukan itu, maka mereka akan kekurangan teman.

Memang benar ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa memiliki seorang sahabat lebih baik daripada memiliku seribu teman yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Akan tetapi, teman atau sahabat yang banyak itu pun memiliki banyak manfaat. Salah satunya kita memiliki banyak relasi, bukan sekedar teman untuk berhura-hura. Karena kita tidak akan tahu seperti apa kita di masa depan, mungkin kita bisa bekerja sama dengan teman sendiri untuk membangun bisnis. So, jangan pernah melupakan teman lama dan teruslah membangun persahabatan dengan orang-orang yang baru kita temui.

Lalu, hubungan kemerdekaan dengan mimpi apa? Menurut saya, kemerdekaan adalah mimpi awal. Yaitu ketika kita berani bermimpi dan berjuang untuk membuat mimpi itu menjadi nyata. Merdeka adalah suatu proses yaitu ketika kita berjuang untuk membahagiakan masa tua orang yang telah memberikan segalanya untuk kita. Merdeka adalah suatu tujuan yaitu ketika kita mampu memberikan manfaat untuk banyak makhluk.

Jadi, merdeka bukanlah melakukan sesuatu yang dinilai baik yang pada akhirnya malah menjerumuskan. Namun, merdeka adalah melakukan suatu hal baik yang akhirnya akan menghasilkan suatu kebaikan untuk dapat diberikan kepada banyak makhluk. Beranilah “bermimpi”, karena kemerdekaan yang sebenarnya berawal dari mimpi. Pada saatnya nanti semua harapan dan mimpi yang menjadi cita-cita pasti akan tercapai. Karena pada dasarnya usaha dan doa tidak akan pernah mengkhianati hasil. Menjadi merdeka adalah harapan dan “mimpi” setiap orang. Merdeka dalam “bermimpi” akan membebaskan kita dari berbagai ikatan dan berbagai hal yang membelenggu kita untuk berekspresi, mengejar apa yang kita harapkan. Kita bebas menentukan “mimpi” kita, dan kita bisa mewujudkan semua “mimpi” kita. Bukan suatu kebetulan kalau kita punyamimpi dan mampu mewujudkannya. Harus direncanakan dan diperjuangkan dengan sungguh-sunguh.

 

B.     Bermimpi yang setinggi langit

Bung Karno pernah Berkata “Bermimpilah setingi langit, karena jika engkau jatuh engkau akan jatuh diantara bintang-bintang.

Lewat kata-katanya ini, Bung Karno mengajarkan kepada kita untuk memiliki mimpi yang tinggi, tidak perlu memikirkan apa kita mampu atau tidak terlebih dahulu, yang penting tinggi, setinggi-tingginya. Karena dengan kata-kata ini, kita akan terbawa kepada satu motivasi yang tinggi untuk dapat menggapainya.

Suatu saat nanti seluruh rumah di dunia ini akan menggunakan komputer dan Windows menjadi sistem operasinya“–Bill Gates

Itulah mimpi seorang anak muda waktu itu yang bernama Bill Gates. Ternyata sekarang mimpi itu telah menjadi kenyataan yang tak terbantahkan. Dulu mungkin banyak yang meremehkan mimpi Mr. Gates tersebut, tapi sekarang semua orang berlomba-lomba untuk menginstall komputer/laptop mereka dengan Windows dan telah menjadikan Bill Gates menjadi orang terkaya di dunia bertahun-tahun dan menjadi penguasa tunggal industri software terutama di bidang sistem operasi.

Di sinilah kekuatan sebuah visi dan mimpi Bill Gates yang dibayar dengan kerja keras tanpa henti dan bahkan hampir “menghalalkan” segala cara untuk meraih impiannya tersebut. Selain workaholic, pintar, egois, rakus, sifat baik-jahat, lembut-kasar, dan berbagai sifat berlawanan lainnya hampir di miliki pria yang berpenampilan sederhana ini, Bill Gates sangat pintar bagaimana melumpuhkan saingan beratnya, dan bagaimana mengejar ketertinggalan perusahaannya. Lihat saja Novell dan Netscape menjadi contoh nyata korban keganasan Microsoft di bidang networking dan Internet. Banyak lagi korban lain seperti Lotus, IBM, dll.

Bill Gates mampu menjadi seorang ilmuwan komputer, entrepreneur, pemasar ulung, negosiator handal, dan panglima nan gagah di medan perang IT. Nah, di sinilah saya melihat kekurangan kita dalam hal industri software. Kita baru sebatas mampu membuat sebuah produk software tetapi belum mampu memasarkannya menjadi sebuah produk global. Kita belum memiliki seseorang atau perusahaan yang menjadi ikon dalam industri software, dan ini terus menjadi pekerjaan rumah kita untuk mewujudkannya. Karena kita ketahui bersama bahwa tumbuhnya industri IT/software di Amerika, India yang menjelma menjadi menjadi raksasa karena sebelumnya mereka telah memiliki ikon-ikon sukses yang menginspirasi para anak muda di sana untuk mengikuti jejak para ikon tersebut,

Satu lagi yang saya ambil dari buku tersebut adalah Microsoft memang sangat fokus bagaimana membuat software yang benar-benar mengerti keinginan konsumen akan kemudahan. Walaupun banyak orang mungkin merasa produk Microsoft tidak terlalu canggih dan kita bisa juga membuat produk seperti ini, tetapi tetap saja harus kita mengakui Bill Gates mampu mengemas produknya sedemikian rupa sehingga menjadi komoditi global yang menguasai hajat hidup orang banyak.

Kehadiran open source software dengan GNU/Linux sebagai gerbong utamanya, memang sedikit banyak telah mengganggu bisnis Microsoft. Saya yakin Bill Gates dan Microsoft pasti telah menyiapkan strategi khusus untuk mengenyahkan GNU/Linux dari kancah industri software. Bila selama ini Microsoft bertarung pada arena pertempuran yang sama yaitu area bisnis software yang lawan-lawannya adalah para perusahaan juga. Maka dengan adanya open source dan GNU/Linux, maka Microsoft memasuki arena pertempuran baru yaitu melawan yang namanya komunitas yang tidak memiliki CEO dan manajemen perusahaan profesional, sehingga kelihatan absurd. Di sinilah kita bisa melihat pertempuran sengit bagaimana Bill Gates vs Komunitas (yang disokong beberapa vendor) yang akan berlangsung lama dan belum tahu siapa pemenangnya.

Penulis sepakat bahwa “mimpi” dapat menjadmin keberhasilan, karena senantiasa menjadi sumber motivasi hingga mencapai tujuan atau menaggapai tujuan selanjutnya. Dorongan motivasi itu akan menggerakkan tubuh dan mengatur strategi yang harus ditempuh, misalnya bagaimana mencari informasi dan menjalin komunikasi maupun bekerjasama dengan orang lain. Karena harus disadari bahwa dalam menggapai “mimpi” seseorang tetap membutuhkan orang lain. Ingat bahwa manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Seseorang akan mudah menggapai “mimpi”nya apabila pandai memanfaatkan orang lain (dalam arti yang positif) untuk mempermudah menggapai mimpi-mimpinya. 

C.      Aku dan Mimpiku

Bismillah, silahkan kalau kau tak percaya dengan apa yang kurasakan. Kuyakin apa yang telah dan akan kuperoleh tak lepas dari yang pernah dan selalu kuimpikan. Jarang atau mungkin tidak pernah kuucapkan, tetapi setiap hari kutulis dan kutetapkan di hati aku punya mimpi, ku selalu bermimpi. Berani Bermimpi. Apa yang kuperoleh hari ini adalah mimpiku di hari kemarin. Hari ini kubermimpi untuk besok. Besok ku bermimpi untuk lusa, dan seterusnya........ dan seterusnya ku selalu Bermimpi untuk aku, dan orang-orang yang ada di sekelilingku yang sangat berarti dalam hidupku. Dan orang yang pertama kali tanamkan itu adalah pasti “Bapak dan Simbokku”. Dari beliau kudapatkan satu kalimat “sakral” yang selalu dan pasti kuingat “le.........ngimpio lan terus ngimpi!” (Bermimpilah dan terus bermimpi).

Sebagai orang desa aku hanyalah orang biasa, Sekolah Dasar kujalani 7 tahun, Kelas 1 SD kutinggal kelas (tidak naik). Wali kelasku kebetulan saudara sepupu bapak. Wali kelasku bilang ke bapak kalau aku minta dinaikkan bisa dibantu. Tapi bapak menolak, dengan tegas bapak berkata “Biar anakku apa adanya, tidak usah dinaikkan kalo memang tidak naik”. Habis itu Bapak “ngendiko” ke aku, “Ora usah digetuni pancen kemampuanmu semono” (Tidak usah kecewa, memang kemampuan kamu cuma segitu). Lan kowe reperlu  isin..........ngimpio...... (dan kamu tidak perlu malu, bermimpilah).  “Yakin kowe iso waton gelem ngimpi” (Yakin kamu bisa asal kamu mau bermimpi). “Kersanipun pripun pak?” (maksudnya gimana pak?) tanyaku bingung. Bapak menjelaskan “Impen kui karep, arah, maksud. tujuan,  Kowe bakal iso yen duwe impen, karep marang samubarang”. (Impen itu keinginan, arah, maksud, tujuan. Kamu akan bisa kalo kamu punya impian terhadap sesuatu).

Benar “ngendikane” Bapak.........ya aku harus bermimpi. Harus punya mimpi....harus. Dan mimpiku saat itu adalah naik kelas..........oo tidak sekedar naik kelas. Harus juara peringkat 1 di sekolah. Setelah “mimpi” ini kuterus belajar dalam remang-remang cahaya lampu “teplok” (maklum belumada listrik saat itu di desaku) tetap semangat, bahkan sambil menggembala kambing pun kubawa ringkasan catatan yang sesekali kubaca. Malampun sering ke rumah teman belajar kelompok. Dan hasilnya...........kelas 2 sampai kelas 6 peringkat 1 dalam satu kelas kuperoleh. Inilah hasil “mimpiku”.

SMP pun siap kumasuki. 3 sekolah kumasukkan formulir pendaftaran. Tapi tetap SMP Negeri Jogonalan “Mimpiku”. Yang penting diterima, tidak peduli peringkat berapa. Dan benar mimpiku di SMP Negeri Jogonalan pun terwujud. Setiap pagi 5.30 sudah kukayuh sepeda menuju sekolah. Tiga tahun kejalani mimpiku di SMP Negeri Jogonalan dengan senang hati. Panas kehujanan biasa saat berangkat pulang sekolah. Tidak istimewa memang aku di SMP, tapi juga tidak terlalu mengecewakan untuk ukuran aku. Pernah peringkat 3 saat kelas 1, lumayanlah........hhh. Yang penting aku ingin lulus SMP melanjutkan SMA dan SMA yang kuinginkan adalah SMA Negeri Kalasan, Sleman Yogyakarta tempat 2 kakakku pernah sekolah di situ.

Lulus SMP akupun langsung mendaftar ke SMA Kalasan. Rasa kawatir pasti ada, maklum dengan nilai (NEM) yang pas-pasan harus bersaing dengan banyak pesaing dari berbagai sekolah. Tapi bismillah, mantab SMA Kalasan..........”I am coming”........... Lagi-lagi bapak simbok kuatkan mimpiku...... Wis le......teko manteb ae, yakin kowe ketompo....... Masmu TU SMA Kalasan, Sepupu Bapak Wakil Kepala Sekolah. Nanging rasah mikir kui, iso ae aku njaluk tulung masmu supaya ditompo. Nanging ben aelah......pokoke manteb lan manteb... (Dah Nak.....mantab saja, yakin kamu diterima. Kakak sepupumu TU SMA Kalasan, saudara sepupu Bapak Wakil Kepala Sekolah. Tetapitidak usah mikir itu. Bisa saja aku minta tolong kakakmu supaya kamu diterima. Tapi biar saja. Pokoknya mantab dan bantab). Kucuma mengiyakan apa yang diucapkan bapak, sambil berdoa. Kawatir memang, melihat jurnal setiap hari, nilaiku semakin melorot peringkatnya.  Tapi bener bapak, yakin mantab......bismillah. Alhamdulillah akhirnya sekelipun perngkat “dua” (dari bawah...heheh) akihirnya mimpiku jadi “Korps Praba Ambara (SMA Kalasan) kesampaian”. “Berakhir sudah” mimpiku diterima di SMA Kalasan, yang kebetulan dua kakaku juga Alumni “SMA Impianku”.  Satu, dua, tiga bulan kujalani masa “putih abu-abuku” dengan datar, asal jalan saja (maklum peringkat dua heheh).  Satu semester pun berjalan, dan memang tidak ada target..........raport pun dibagi. “Ladalah........peringkat 36 dari 40 siswa.” sedih memang tapi yang mau apalagi sudah terlanjur......heheh. “Mimpi lagi ah.......” heheh. “Tidak boleh tidak ........ semester dua, 10 besar harus aku dapatkan.”  Mulai kusadar, semua harus direncanakan, dilaksanakan, ditekuni dan pasti  didapati.  Dan akhirnya Kenaikan kelas pun tiba, raport pun dibagi. Naik kelas.............pasti hehehe. Dan yang pasti “Mimpiku masuk 10 besar tercapai, peringkat 9 coy.......hehe.” Bangga? Tidak...........nyesel malahan hehe...knapa dulu cuma “mimpi” 10 besar ya? Kenapa nggak 3 besar, atau........ranking 1 sekalian. Tapi ya sudahlah ini memang yang harus kujalani. Mimpi juga harus tahu diri kan? Heheh........masak dari peringkat 36 langsung peringkat 1? Ini juga sudah hebat...........dah luar biasa (menghibur diri).

Kelas 2 pun kusambut dengan “senang hati” meski di kelas IPS (A3) yang  katanya sih kelas “Sampah” sisa-sisa karena di kelas IPA (A1 dan A2) tidak masuk. Tapi tidak lo..........ini memang inginku masuk kelas IPS, tidak peduli orang mau bilang apa, “Kelas Sampah, kelas Sisa”. Ini adalah pilihanku, kesukaanku dan dari sinilah aku menggantungkan “mimpiku” untuk menjadi seorang Ahli Hukum..............hehehe. 

Ya.........menjadi ahli hukum itu “mimpiku” saat  masih SMA. Pelajaran yang ada kaitannya hukum yang paling kusuka, PMP dan Tata Negara (pastinya).  Lagi-lagi, “kubutakan mataku, kutulikan telingaku” dengan apa kata orang. PMP, Tata Negara pelajaran yang membosankan.........kugak peduli. Bagiku PMP itu menyenangkan, Tata Negara menggairahkan.

Tak kusadari “Masa putih abu-abu” tlah kulewati. Jelang kelulusan kuditanya Bapak. Terus kuliah opo kerjo le?.................Kuliah Pak. Jawabku mantab. “Le........, (ucapan bapak mulai “mengkawatirkan” hehe). Aku seneng kowe niat kuliah, lan aku bapakmu pancen wajib nuruti. Tapi yo Le, kowe ngerti, bapakmu mung pensiunan mandor tebu, duit pensiun uwis entek tak jukuk kabeh kanggo biaya kakangmu. Saiki kari sawah sing dadi pemetu. Aku ora arep ngalang-alangi karepmu kuliah, malah tak karepku kowe kudu kuliah. Tapi yo kuwi le........mampune bapak nguliahke kowe neng IKIP, keguruan nek iso sing diploma ae yo?  (“Nak....Bapak senang kamu pengen kuliah dan bapkmu wajib nuruti. Tapi kamu tahu kan, Bapak hanya seorang pensiunan mandor tebu, uang pensiun tak seberapa, dan itu sudah smua bapak ambil untuk biaya Kakakmu, sekarang tinggal ada sawah. Tapi tidak perlu kawatir, tetap bapak siap biaya kuliah kamu. Tapi ya itu.............mampu bapak kulihkan kamu di IKIP, Keguruan itu saja diploma”).

Terdiam kumendengar “Ngendikane” bapak. IKIP, Keguruan, jadi Guru. Blas.............tidak pernah masuk kata-kata itu dalam mimpiku. Kuliah di IKIP terus menjadi guru. Mimpiku menjadi sarjana, ahli hukum bukan guru.  Ya “Bukan Guru.” Guru bukan cita-citaku, “bukan mimpiku.” Tak pernah kujawab apa yang disampaikan ketika bapak beri pilihan aku “IKIP, Keguruan, Diploma, Jadi Guru.” Tetapi aku pun juga tak pernah membantah apa yang diinginkan Bapak.  “Aku harus sadar diri.” Kalimat itu yang kemudian menghiburku dan menyadarkanku. Bahwa aku tidak seperti mereka kebanyakan teman-teman SMAku. Selama SMApun kujalani dengan “pas-pasan” yang lain naik motor aku cukup bangga dengan “Sepeda onthelku”. Mereka berada aku tidak, mereka mampu-aku tidak. Itulah yang membedakan. Dan dengan “berat hati” kuikuti kemauan bapak, kuliah di IKIP...........IKIP Karangmalang (IKIP Yogyakarta). Jurusan apa bapak serahkan itu ke aku. Saat itu setiap pendaftar diberi kesempatan untuk memilih 2 pilhian. Kupilih saja PMP-Kn dan Bahasa Inggris (ya....pilihan pertama PMP-Kn). Saat itu yang terpikir hanya senang kuliah materi PMP dan Tata Negara. Tidak membayangkan besok akan jadi guru PMP......hehehe.  Singkat cerita aku lolos diterima di IKIP Yogyakarta.

Juli 1991 pun aku resmi tercatat sebagai Mahasiswa IKIP Yogyakarta Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Jurusan PMP-Kn (Pendidikan Moral Pancasila dan Kewarganegaraan). Dari sini aku harus berpikir lagi “mengubah mimpi dari sarjana hukum menjadi...............apa ya?” Entahlah, jalani saja yang penting kuliah, bapak simbok bangga dengan statusku jadi mahasiswa. (hehehe saat itu pikiranku bergitu).

Seiring perjalanan waktu, masuk semester 3, tahun 1993 yang tidak terpikir sebelumya, ada UKM yang namanya Menwa.  Iseng saja kudaftar keliatannya kok gagah, mentereng, berwibawa seperti dulu saat SD sering lihat pasukan Tentara melewati depan SDku. Akhirnya akupun menjadi anggota Menwa. Di sinilah aku sering terlibat dalam banyak kegiatan kampus, baik yang dilaksanakan Menwa sendiri atau UKM-UKM yang lain. Menikmati dan menikmati. Semester 5 ada kegiatan yang harus diikuti semua mahasiswa di semester ini yaitu PPL (Praktek Pengalaman Lapangan), praktik jadi guru begitu. Waduh jadi guru, mengajar, berdiri di depan siswa. Tapi tak apalah toh aku sudah Menwa.....heheh. SMA Kalasan (Alamamaterku) pilihanku dan disetujui IKIP untuk aku laksanakan PPL.  Ok....mantab saja kuikuti PPL dengan semangat “ala kadarnya”.

Di sinilah barangkali Tuhan sadarkanku. Sungguh di luar perkiraan, aku merasa nikmat “menjadi guru”. Siswa-siswa merasa senang dengan caraku mengajar PKn (tahun 1995 bukan lagi namanya PMP). Dan akhirnya 3 bulan pun tak teras PPL kuikuti dengan lancar. “Baru nyadar Bapakku tidak salah.”  Dari sinilah kumulai “Bermimpi menjadi Guru.” Ya Guru.......seorang yang “digugu dan ditiru”.

Dan sejak itu kenikmati kuliah menjadi calon guru. Juni 1997 aku lulus dari IKIP Yogyakarta menjadi seorang Sarjana Pendidikan (S.Pd.). Kucoba memasukkan lamaran pekerjaan ke beberapa lembaga pendidikan (saat itu PKn masih menjadi Mapel EBTANAS/Ujian Nasional). Dan di satu lembaga aku dinyatakan diterima menjadi “seorang tentor”. Belum genap 3 bulan aku di lembaga itu, ada tawaran untuk dikirim ke Bontang (Kalimantan Timur). Kuiyakan saja ...........ke luar Jawa coi......jelas naik pesawat dan gratis (yang juga pernah kuimpikan saat masih SD).....heheh. Dua minggu lembaga bimbingan tempat kubekerja dikontrak di sebuah SMA milih yayasan Pertamina. Dan sepulang dari situ kumenjadi lebih mantab lagi “Menjadi seorang Guru.”

Setelah gagal masuk seleksi CPNS di Klaten tahun 1998 kucoba masukkan lamaran di beberapa sekolah swasta, di Klaten, Jogya dan Magelang. Dan di Magelang ternyata yang menerima aku. Mulailah 1998 kutinggal di Magelang. Dan belum genap setahun di sebuah SMA swasta di Magelang mengajar Tata Negara (Mata Pelajaran yang aku senangi). Akupun lolos CPNS dan ditempatkan di SMP Negeri 1 Candimulyo. Setelah 17 tahun lebih menjadi guru di SMP N 1 Candimulyo dimutasi di SMP Negeri 1 Muntilan. Kujalani, kunikmati jalanku menjadi seorang guru.

Serangkaian “Hasil Mimpiku” menjadi guru telah kuperoleh, dari Guru berprestasi tingkat Kabupaten (Juara 1, 2, 3 pernah kurasakan), finalis Guru Berprestasi tingkat provinsi. Juara II lomba guru PPKn tingkat provinsi pun kuperoleh yang akhirnya membawaku menjadi salah satu finalis Anugerah Konstitusi (Ajang tertinggi untuk guru-guru PPKn). Dan kini impian-impian lain telah kutanamkan dalam diriku, untuk aku, anak-anakku, kaluargaku, Bapak-Simbok (Almarhum), orang-orang yang berarti dalam hidupku dan untuk bangsa negaraku.

BAB IV

MENGGAPAI MIMPI

 

Hidup itu simpel,.,.,. Jalani,.,. Nikmati,.,. dan Syukuri,.,.

Sambut hari baru di depanmu

Sang pemimpi siap untuk melangkah

Beri tanganku jika kau ragu

Bila terjatuh ku kan menjaga

Kita telah berjanji bersama

Taklukkan dunia ini

Menghadapi segala tantangan bersama

Mengejar mimpi-mimpi

Berteriaklah hai sang pemimpi

Kita takkan berhenti di sini

Kita telah berjanji bersama

Taklukkan dunia ini

Menghadapi segala tantangan bersama

Bersyukurlah pada yang maha kuasa

Hargailah orang-orang yang menyayangimu

Yang selalu ada setia di sisimu

Siapapun jangan kau pernah sakiti

Dalam pencarian jati dirimu

Dan semua yang kau impikan

Tegarlah sang pemimpi

Berteriaklah hai sang pemimpi

Kita takkan berhenti di sini

Kita telah berjanji bersama

Taklukkan dunia ini

Menghadapi segala tantangan bersama

(OST Sang Pemimpi, GIGI)

 

A.     Pasti dan Tetapkan Mimpi

Bermimpilah sebanyak-banyaknya, tapi ingat tetap harus ada yang utama dan diutamakan. Ini penting kita pastikan dan tetapkan agar dalam menjalankannya bisa fokus. Boleh saja ada mimpi yang lain tapi perlu dibuat skala prioritas. Jangan sampai justru yang utama malah dikalahkan.

Setiap orang memiliki cara sendiri-sendiri untuk mengejar mimpi. Ada orang yang melakukannya dengan mengikuti arus kehidupan, namun ada pula yang banting setir sebagai strateginya. Sebenarnya tidak ada cara yang salah dalam mengejar mimpi. Masing-masing orang memiliki cara terbaik untuk mengejar mimpi. Berikut ini, terdapat beberapa cara yang bisa kita lakukan sebagai pedoman untuk menggapai mimpi.

1.        Tetapkan Target

Perjelas tujuan kita dalam beberapa hari, beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan. Kita harus menggambarkan dengan jelas apa yang ingin diraih, lebih baik jika tujuan itu kita tulis di atas kertas dan terpampang di meja kerja atau di dinding kamar.  Figure Out Your Goals akan memperkuat alam bawah sadar kita yang secara pasti mengangkat semangat kita untuk meraih impian tersebut.

Target itu sangat penting. Kehidupan membutuhan sebuah tujuan, dan tujuan tersebut bisa disebut sebagai target kita. Siapapun dan apapun kita lakukan memerlukan sebuah target. Dan target inilah yang kita inginkan dengan melakukan sesuatu. Target yang kita tetapkan akan mempengaruhi kerja kita saat melakukan suatu hal. Tanpa target yang jelas, seseorang akan melakukan sesuatu dengan hanya “ala kadarnya”, seadanya dan tidak memiliki motivasi untuk melakukannya dengan cara yang baik.

Secara tidak langsung apa yang telah kita tulis (kita targetkan) akan selalu kita pikirkan. Dan apa yang selalu kita pikirkan sedikit banyak akan menjadi motivasi bagi kita untuk selalu dan selalu melakukannya. Dengan target yang jelas, apa yang kita lakukan menjadi lebih jelas dan tearah. Selalu kita fokuskan bagaimana dapat mewujudkan target yang telah kita tetapkan tersebut. Dari itu segera dan pastikan target kita.    

2.      Buatlah Komitmen

Mimpi atau cita-cita itu bagi seseorang dalam kehidupan bisa diangap semacam harapan, target, keinginan yang ingin diwujudkan. Bila mimpi diartikan semacam ini, betapa berharganya sebuah mimpi bagi seseorang. Dengan begitu jadi ada yang harus kita perjuangkan dalam kehidupan untuk menggapai mimpi. Kalau hidup kita terlalu slow, bukannya itu malah membosankan? Nggak ada yang salah dengan mimpimu, nggak ada mimpi yang terlalu tinggi, asal kami punya komitmen.

Komitmen adalah suatu keadaan di mana seseorang membuat perjanjian (keterikatan), baik kepada diri sedniri maupun kepada orang lain yang tercermin dalam tindakan/perilaku tertentu yang dilakukan secara sukarela maupun terpaksa.  Komitmen merupakan bentuk kewajiban terhadap sesuatu, untuk mengikuti atau melaksanakan sesuatu dengan kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Bisa juga diartikan sebagai sikap setia, menerima dan tanggung jawab seseorang terhadap sesuatu.

Komitmen pada “mimpi” sangat penting untuk dimiliki. Karena dengan komitmen, kita merasa terikat dan memiliki kewajiban bahkan bisa menjadi kebutuhan untuk mewujudkannya. Dengan rasa keterikatan ini  (merasa memiliki kewajiban), seseorang akan berusaha untuk tetap dan selalu konsisten dalam melakukan sesuatu. Segala apa yang direncanakan dan lakukan pasti akan diupayakan untuk selalu mengarah atau menuju pada “mimpi” yang telah ditetapkan. 

Konsistensi dalam sebuah proses akan menjamin keberhasilan. Karena itu, komitmen kita dalam proses dan langkah yang akan diambil dalam mengejar mimpi adalah kunci utama kesuksesan kita. Komitmen akan memberikan rasa dan sifat keberanian membuat keputusan (Decision Making) dari sekian banyak pertimbangan dan keraguan.  Langkah pasti hanya akan terjadi pada saat Langkah pertama telah diambil dan dilanjutkan dengan langkah demi langkah berikutnya.

 

 

3.      Buat Perencanaan untuk Menggapai Mimpi

Mimpi itu awal dari kesuksesan. Mungkin kita pernah dengar kalimat itu. Katanya sih kesuksesan itu datang ekpada orang yang berani bermimpi. Walau memang benar, kalau sukses itutidak hanya cukup dengan modal bermimpi saja, karena terlalu larut dalam mimpi akan membuat kuta tidak berdaya dalam menghadapi kenyataan. Semua orang ingin menggapai mimpinya tapi tak semua orang mau dan mampu untuk melakukan sesuatu sehingga memahami bagaimana menggapai mimpinya.

Memiliki mimpi yang tinggi tak dilarang (bahkan suatu keharusan) tapi juga tak layak diremehkan. Yang harus dicibir itu berani mimpi tetapi tidak berani atau tidak mau berusaha untuk menggapainya. Barangkali yang seperti ini tidak memahami mimpi itu apa, mengapa dan bagaimana melakukan sesuatu untuk mewujudkan mimpinya itu.

 Ada orang bijak berkata “Perencanaan yang gagal sama artinya dengan merencanakan sebuah kegagalan.” Ungkapan ini menunjukkan betapa perlu dan pentingnya bagi kita untuk membuat suatu perencanaan yang baik agar kita dapat mencapai apa yang kita inginkan. Dengan perencanaan yang baik berarti kita telah setengah jalan untuk menuju kepada keberhasilan menggapai mimpi kita.

Perencanaan adalah petunjuk langkah kerja kita untuk sukses.  Tanpa arah dan tujuan, maka kita akan menempuh perjalanan panjang tanpa kepastian.  Buatlah perencanaan untuk mengejar mimpi. Mulai dari tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi hasil yang diraih.  Buatlah perencanaan yang mudah dieksekusi dan diimplementasikan. Less is more, kesederhanaan jauh lebih penting daripada kerumitan. Hal ini adalah manajemen strategi paling handal yang perlu kita lakukan dalam mengejar mimpi. Mimpi yang telah ditetapkan harus direncanakan sebaik mungkin sehingga dapat tercapai. Rencana yang tertata secara baik akan memudahkan kita menjalani sesuatu menuju tergapainya mimpi-mimpi kita.

 

 

4.      Segeralah Bertindak, Bekerja dan Berkarya

Dalam diri kita masing-masing, sebenarnya ada DNA sukses yang sudah ditanamkan sebagi bagian dari kesempurnaan adikarya Sang Mahakuasa. Semua tercipta dengan potensi-apapun itu bentuknya-yang jika digali, dikembangkan, dimaksimalkan, mampu jadi kekuatan luar biasa, sesuai dengan bidang yang digeluti atau ditekuni. (Andrie Wongso, www.andriewongso.com)

Minimal,seseorang akan bisa memenuhi “tugas” hidupnya, yakni menjadi “puzzle” alias keping pelengkap peran yang tak bisa dilakukan oleh orang lain. Seperti seorang yang tak bisa memotong rambutnya sendiri, ia butuh tukang cukur untuk membantunya. Seperti juga layaknya orang tua, yang perluguru baik formal maupun nonformal yang membantu mendidik anak-anaknya.

Itulah sejatinya, hanya dengan bergerak, kita sebenarnya sudah memberi arti bagi hidup dan kehidupan di sekeliling kita. Ya, kuncinya terletak pada “gerak” alias bertindak dengan tindakan. Tentu bukan sekedar tindakan apa adanya tanpa makna. Namun tindakan yang diharapkan mampu memberi kontribusi bagi diri kita snediri dan sekeling kita. Dan yang lebih utama dalam hal ini adalah “kontribusi”untuk “mimpi” kita. Mengapa harus segera, karena kata segera ini mengandung kekuatan bahwa kita dianjurkan untuk tidak menunda-nunda dalam melakukan sesuatu.

 “DNA sukses” ini akan menjadi sia-sia kalau manusia tidak mampu dan tidak mau melakukannya. Perlu dan mau bekerja atau bertindak dengan segera. Segera ini menjadi sangat penting ketika kita memiliki “mimpi” untuk sesuatu.

Kita selama ini mungkin selalu menunggu dengan dalih kondisi belum memungkinkan atau keadaan tidak mendukung.  Jangan pernah menunggu kondisi menjadi sempurna jika kita tidak ingin tertinggal dari orang lain. Kesuksesan bukan menjadi milik orang lain jika kita meraihnya, maka tidak peduli bagaimana pun kondisi saat ini, kita harus segera ambil tindakan jika kita telah menetapkan hati untuk berubah dan berkembang.

Dari itu segeralah bertindak, bekerja dan berkarya untuk dapat mewujudkan “mimpi” yang telah kita tetapkan. Segera bertindak akan memberikan kekuatan yang luar biasa hingga terwujudnya mimpi-mimpi kita

5.      Perhatikan Langkah

Setiap orang pasti mengharapkan segala hal yang terbaik untuk hadir di dalam kehidupan kita. Namun yang kita temukan banyak diantara kita kurang memperhatikan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk dapat menggapai sesuatu. Demikian halnya “mimpi”. Harus benar-benar memperhatikan apa yang sudah kita “mimpikan” dan kita rencanakan untuk menggapai mimpi itu. Perhatian terhadap langkah-langkah yang harus dilakukan menjadi sangat penting artinya agar kita menjadi fokus dan terarah.

Tidak semua rencana yang ideal menghasilkan hasil maksimal. Ada begitu banyak kendala dan halangan yang mungkin dialami dan tidak terhindarkan.  Hal yang terpenting adalah segera kita menyadari adanya kendala tersebut. Meskipun begitu, masalah bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan harus kita hadapi dengan komitmen dan konsistensi. Perhatikan setiap langkah kerja kita, terlebih jika hal itu terkait dengan banyak orang dan banyak pihak. Lakukan komunikasi yang efektif untuk dapat saling memberikan masukan, evaluasi terhadap langkah-langkah yang sudah kita lakukan.

Yang terpenting lagi adalah bahwa setiap langkah yang sudah kita lakukan dengan evaluasi itu kita segera memperbaikinya. Sehingga dapat meminimalisir kendala yang sama muncul dalam langkah berikutnya. Dan tidak muncul lagi kendala yang sama dalam langkah-langkah yang kita lakukan selanjutnya. Dan kalaupun kendala itu muncul lagi kita sudah dapat mengantisipasinya dan tidak terlaly mengganggu kita dalam melakukan sesuatu.

Dengan memperhatikan setiap langkah yang kita lakukan, akan menjadikan kita memahami benar dengan segala yang kita lakukan. Dengan memahami setiap langkah, kita akan dapat segera dapat melakukan refleksi terhadap langkah yang kita lakukan. Dan mengerti benar apa yang belum dan sudah kita lakukan. Hal ini akan lebih membantu kita dalam menggapai “mimpi” yang telah kita tetapkan. Inilah pentingnya kita memahami setiap langkah dalam rencana yang sudah kita susun untuk menggapai “mimpi.”

 

 

6.      Perbaikan Berkelanjutan

Pada sistem manajemen modern, suatu metode populer yaitu PDCA (Plan - Do - Check - Action / Rencanakan – Kerjakan – Periksa – Tindaklanjuti), digunakan untuk melakukan perbaikan berkelanjutan pada auatu organisasi. Mimpi yang kita canangkan sebaiknya juga perlu kita organsasikan dengan baik. Kita Rencanakan, kita kerjakan, kita periksa dan kita tindaklanjuti. Oleh karena itu perlu kita memahami manajemen organisasi ini sehingga mimpi yang kita tetapkan akan tercapai. Hal ini penting untuk mendapatkan “mimpi” kita menjadi tercapai dengan sempurna. Menjadi kepuasan tersendiri bila kita dapat menggapai “mimpi-mimpi” kita.

Perencanaan yang baik bukan merupakan sesuatu yang harus sempurna dan bukan sesuatu dengan harga mati serta tanpa perbaikan. Kita masih bisa merubah suatu rencana sepanjang perubahan itu dengan pertimbangan yang labih baik. Yang penting dan lebih utama adalah kita hendaklah selalu siap untuk melakukan refleksi dan tidak anti terhadap perbaikan di tengah-tengah kita melakukan apa yang sudah kita rencanakan.

Perbaikan berkelanjutan merupakan usaha yang dilakukan secara terus menerus mengembangkan dan memperbaiki apa yang sudah kita lakukan dalam menggapai “mimpi” kita. Mimpi yang “berkualitas” memerlukan perbaikan dengan berbagai pertimbangan yang lebih matang. Dengan mimpi yang berkualitas menjadikan seseorang  akan lebih terpacu untuk mewujudkannya.

Dunia sangat dinamis dan orang-orang sangat kreatif.  Pasar sangat inovatif dan konsumen sangat sensitif.  Hal-hal tersebut adalah tantangan utama kita dalam mencapai keberhasilan dan kesuksesan dalam pengembangan diri dan karir.  Perhatikan setiap langkah kerja dan perhatikan lingkungan kita yang selalu berubah setiap saat.  Ketika kita lengah dengan tidak berlaku lebih baik, maka orang lain akan melakukannya. Pada saat tersebut, kita mulai `tertinggal dan kehilangan momen. Dan pada umumnya ketika kehilangan satu momen, akan sulit lagi untuk bangkit.

 

 

B.     Sadari Mimpi dan Segera Beraksi

Bila sudah kita pastikan dan tetapkan, jaga dan pelihara mimpi itu. Susun rencana dari awal apa yang harus dilaksanakan terlebih dahulu. Sebagaimana saya ketika ingin melanjutkan ke SMP Negeri Jogonalan, sejak duduk di masuk kelas VI. Saat itu seleksi menggunakan NEM (Nilai Ebtanas Murni).  Dengan ketentuan itu maka saya harus berpikir bagaimana cara memperoleh NEM  yang tinggi sehingga dapat diterima di SMP Negeri Jogonalan. Fokus memperoleh NEM yang tinggi tekun belajar, belajar kelompok, ikuti saran nasehat guru dan program les yang dilaksanakan sekolah.

 Ibarat kita menginginkan buah mangga dari kebun sendiri, kita tanam bibit buah mangga. Sebelum sebatang pohon buah mangga itu dapat tumbuh tinggi, terlebih dahulu ia harus menanamkan akarnya jauh ke dalam tanah, demi memperoleh zat gizi.

Sama dengan ketika kita berharap “mimpi” jadi kenyataan. Bila kita ingin impian berubah menjadi kenyataan, kita harus mencari cara untuk memberi makan dan memelihara mimpi anda. Jelas tidak mungkin kita berharap dapat mencapai puncak, kalau kita tidak kuatkan dulu akarnya, niat kita rencana kita. Dan segera lakukan apa yang sudah kita rencanakan agar dapat tercapai apa yang kita inginkan.  Bermimpi itu gampang – sesuatu yang hidup di alam khayal. Namun mewujudkannya di alam nyata membutuhkan perjuangan keras. Perjuangan itu suatu proses panjang, dan proses itu harus kita lalui setapak demi setapak. Tahap demi tahap. Koreksi, evaluasi dan refleksi untuk kemudian kita susun langkah berikutnya. Ini butuh kesabaran dan ketekunan. Tanpa akar yang kuat, bahkan pohon tertinggi dan berbesar – akan tumbang. Tanpa terus belajar, bersikap disiplin, memelihara integritas, komitmen, ketabahan, kesabaran, dan usaha – bahkan mimpi yang paling mungkin dan paling hebat – akan tumbang.

Mimpi dan tujuan anda memerlukan pemeliharaan. Tanamkan akar mimpi
sedalam dan selebar mungkin – hingga tanpa batas setinggi dan selebar apa yang kita inginkan.

Beberapakali aku menemukan mimpiku sendiri terjerembab di depan pintu. Kuyup oleh hujan. Seperti pakaian kotor berulangkali kucuci dan kujemur di halaman luas. Pada saat saat seperti itu aku selalu ingat wajah dan matamu saat menatapku; selalu teduh dan meneguhkan. Maka aku yakin pada akhirnya jarak hanya memisahkan raga. Tapi ia tak pernah sanggup menjauhkan mimpi, imajinasi dan kenangan yang kita semat bersama dalam rindu yang paling diam. Segera sadari apa yang harus kita lakukan untuk menggapai mimpi kita. Jadikan berbagai rintangan sebagai satu tahapan yang “pasti” ada dan harus kita hadapai untuk menggapai mimpi. Dan yakinlah dengan kesungguhan dan doa rintangan itu pasti dapat kita atasi.

 

C.      Meraih dan Nikmati Mimpi

J-Rocks - Meraih Mimpi Lyrics

mari berlari meraih mimpi

menggapai langit yang tinggi

jalani hari dengan berani

tegaskan suara hati

kuatkan diri dan janganlah kau ragu

tak kan ada yang hentikan langkahmu

Reff : ya..ya..kita kan terus berlari

ya..ya.. tak kan berhenti di sini

ya..ya..larilah meraih mimpi

ya..ya..hingga nafas tlah berhenti

ku akan bertahan

hadapi rintangan

perlahan-lahan dan menang

jalani hari dengan berani

tegaskan suara hati

kuatkan diri dan janganlah kau ragu

tak kan ada yang hentikan langkahmu

tak ada yang tak mungkin

bila kita yakin

pastilah engkau dapati

 

Sebuah lagu dari J-Rock yang memacu kita untuk selalu termotivasi dan selalu bersemangat dalam meraih mimpi. Tidak ada yang tidak mungkin selagi punya keyakinan dengan kesungguhan dan usaha keras disertai doa. Semua bisa kita dapatkan. Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin selama kita mau berusaha dan berdoa.

 

Meraih mimpi adalah impian semua orang. Untuk meraih mimpi, kita butuh motivasi yang dapat membuat diri semakin kuat dan yakin bahwa mimpi itu selangkah lagi dapat kita raih. Indonesia, sebuah negara yang sedang berumur 73 tahun, tempat dimana saya dilahirkan, adalah negara yang memiliki segudang mimpi yang akan segera terwujud. Mimpi-mimpi itu diciptakan dengan harapan masyarakatnya bisa hidup sejahtera, makmur, dan sadar akan pentingnya membela negara. Keyakinan akan terwujudnya mimpi-mimpi negara Indonesia tidak lepas dari kerja keras rakyat itu sendiri. Kejujuran, kerja keras, sabar, dan sportif adalah modal utama.

Indonesia merupakan negara yang berani bermimpi bahkan sebelum ia merdeka. Ketika penjajah menyerang Indonesia, rakyat menjunjung tinggi hak-hak kemerdekaan yang seharusnya mereka terima. Mulai dari melakukan pemberontakan yang cerdas hingga terbentuknya badan-badan penggerak kemerdekaan seperti BPUPKI, PPKI, dan gerakan pemuda bawah tanah. semua itu dilakukan demi satu keyakinan, yakni Indonesia pasti merdeka. Dalam upaya perjuangan kemerdekaan Indonesia, rakyat Indonesia bersatu, bekerja keras, sabar, ikhlas dan sportif hingga terwujudnya kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Semua itu juga tidak lepas dari tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia. I.R. Seoekarno dan Mohammad Hatta sebagai pemimpin Negara Indonesia pertama yang mengobarkan semangat masyarakat Indonesia demi meraih kemerdekaan Indonesia sekarang hingga akhir zaman.

Kita sebagai generasi yang hidup di zaman yang merdeka dan berkembang, wajib meneruskan perjuangan-perjuangan pahlawan kemerdekaan. Dengan perjuangan yang berbeda kita lakukan untuk bangsa dan negara. Mewujudkan tujuan negara adalah “mimpi” negara kita. Kita sebagai warga negara wajib ikut serta secara aktif terlibat baik langsung maupun tidak untuk turut serta berpartisipasi mewujudkannya.

Menjadi orang yang cerdas dan humanis adalah dasar untuk membangkitkan Indonesia dari ketertinggalan zaman. Indonesia adalah negara yang kaya raya mulai dari alam, budaya, dan peninggalan-peninggalan bersejarah. Alangkah sedihnya apabila kekayaan itu tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Investor asing yang mendominasi, lahan pertanian yang menyusut, serta hutang negara yang melonjak merupakan bentuk-bentuk penjajahan yang perlu di atasi oleh generasi penerus.

Tidak ada kata terlambat untuk bermimpi. Selama seseorang masih memiliki akal dan masih bisa bernafas, maka memiliki mimpi adalah hal yang sangat wajar untuk dilakukan. Sayangnya, mengejar mimpi biasanya tidak semudah bermimpi. Ya, bermimpi memang mudah, tapi mengejar mimpi dan menjadikannya sebuah kenyataan adalah hal yang susah-susah gampang.

Setiap orang setidaknya memiliki satu impian dalam hidupnya. Untuk mengejar mimpi dalam hidup, tentunya dibutuhkan sebuah kerja keras. Mimpi itu tidak terbatas, kita boleh bermimpi menjadi apa saja, seperti siapa saja dan mendapatkan apa saja yang kita inginkan. Bagi orang lain, impian kita mungkin terdengar aneh, namun selama kita menyukainya dan menganggap hal itu wajar bagi kita berarti tidak ada yang salah dengan impian kita tersebut.

Beberapa orang bisa dengan mudah meraih apapun dalam hidupnya. Setiap mengejar mimpi, mereka selalu bisa dengan mudah mendapatkannya. Bagi sebagian yang lain, mengejar mimpi ibarat mengejar layang-layang di jalan raya. Banyak rintangannya, banyak bahaya yang diakibatkannya. Beberapa yang lain justru kurang beruntung, karena tidak pernah bisa mengejar mimpi sampai akhirnya mereka menyerah sendiri.

Mengejar mimpi bukanlah sesuatu yang salah, bahkan merupakan suatu keharusan. Banyak quotes yang menasehati kita supaya berani bermimpi, berani mengejar mimpi besar, berani memperjuangkan mimpi. Meskipun klise, tapi apa yang dikatakan dalam banyak quotes memang tidak salah. Mimpi itu memang harus dikejar, mimpi itu memang harus diraih, sehingga kita harus berani untuk mulai bermimpi dan mulai untuk mengejarnya. Berani bermimpi akan menjadikan kita berani, termotivasi dan terangsang untuk melakukan setiap aktivitas dengan penuh semangat sesuai dengan apa yang sudah kita rencanakan.

Banyak jalan menuju Roma. banyak cara untuk mengejar mimpi dan menjadikannya kenyataan. Dalam mengejar mimpi, selalu ada proses yang harus dilalui. Bagi setiap orang mungkin berbeda proses untuk mendapatkan “mimpinya”. Tiap orang harus memiliki prinsip agar ia  bisa mengejar mimpi dengan lebih mudah. Setidaknya, kita harus memiliki 4 prinsip ini agar kita bisa menggapai “mimpi” tersebut.

 

1.        Mimpi Itu Datangnya Dari Diri Kita Sendiri

“Mimpi” yang efektif itu datang dari diri sendiri. Bolehlah kita awalnya meniru, tapi kita punya alasan kuat mengapa kita meniru “mimpi” orang lain. Dan kalau kita alasan, kita pun akan bisa menjawab mengapa kita punya “mimpi” itu. Dan dengan alasan itu kita akan merintis jalan menuju tergapainya “mimpi” yang sudah kita buat.

Jangan bermimpi karena emosi, apalagi sekadar ingin membuktikan diri. Dalam meraih mimpi, kita seringkali hanya melakukannya demi membahagiakan orang lain atau sekadar membuktikan jika diri kita bisa. Padahal, mimpi adalah milik kita sendiri. Kita tidak perlu mengorbankan mimpi kita demi orang lain. “Mimpi” itu akan efektif dan kita punya kesungguhan untuk menggapainya bila datang dari diri sendiri. Niat sendiri untuk menjadi apa, siapa dan seperti apa kita nantinya. Karena dengan niat diri akan menjadikan kita mengerti benar mengapa dan bagaimana hal itu akan kita lakukan.

2.      Mimpi Itu Layak dan Harus Diperjuangkan.

Sebuah “mimpi” itu kita yakini baik, benar dan bermanfaat bagi kita, bahkan bisa jadi tidak hanya untuk kita tapi juga orang lain, masyarakat hingga bangsa dan negara. Mimpi itu layaknya sebuah cita-cita maka harus diperjuangkan. Mimpi itu baik dan benar maka kita harus mampu dan berusaha untuk menggapainya.

Karena mimpi bukan sekedar angan-angan, tapi harus diperjuangkan. Normal, wajar bahkan seharusnya setiap orang punyai mimpi. Mimpi di sini yang bisa disamaartikan dengan cita-cita. Artinya setiap orang punya mimpi. Jika seseorang tidak punya mimpi kemungkinan besar hidupnya bagaikan tanpa arah dan tujuan. Namun banyak juga yang sering kita jumpai, banyak diantara kita hanya menikmati mimpi saja....tertidur pulas dan enggan terbangun unuk mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan. Kadang kita sendiri mudah menyerah dengan mimpi-mimpi yang sudah kita gantungkan setinggi langit, tanpa mau kerja keras dan berusaha untuk membuat pesawat ulang alik untuk mencapainya.

Bermimpi adalah satu cara agar kita memotivasi diri kita sendiri, tapi tidak cukup itu saja. Kita juga perlu bukti bahwa mimpi yang sudah kita susun itu nyata adanya. Karena itulah kita tak cukup hanya menjadi seorang pemimpi ulung tapijuga harus mau untuk menjadi pengejar mimpi yang tangguh. Mimpi harus dikejar dan diperjuangkan sekuat tenaga kita mampu. Dan yakin dengan perjuangan yang gigih, mimpi itu bisa kita gapai.

Jadi di sini kata kuncinya adalah, jika ingin meraih sesuatu, jangan pernah berhenti sebelum berhasil. Untuk bisa berhasil, kita harus mengerahkan segala kemampuan yang kita miliki. Jika kita memiliki mimpi, pastikan kita melakukan yang terbaik sehingga kegagalan tidak akan membuat kita menyesal atau merasa bersalah.

Penting pula bagi kita untuk memiliki dan menyiapkan berbagai macam strategi untuk dapat menggapai mimpi. Pahami strategi dan setiap langkah yang harus kita lakukan untuk menggapai mimpi yang telah ditetapkan. Rasa optimis dan dan keyakinan  bahwa dengan kesungguhan, segala yang menghambat mimpi kita dapat kita atasi.

3.      Berdamailah Dengan Diri Sendiri.

Banyak kejadianyang membuat kita merasakan kesakitan. Banyak keinginan yang mungkin belum tercapai. Banyak kenyataan-kenyataan yang tidak sesuai dengan espektasi yang kita inginkan. Dan masih banyak hal-hal yang terjadi tapi tidak sesuai dengan angan-angan kita. Namanya juga kehidupan pasti banyak yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Karena seperti juga kita tahu Allah akan memberikan apa yang kiat butuhkan bukan apa yang kita inginkan.

Kecewa memang ketika kita menerima bukan yang kita inginkan, mendapatkan sesuatu yang tidak kita harapkan. Jengkel, marah bahkan mungkin sempat stress atau frustasi ketika kita lama tidak mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Kejengkelan dan rasa tidak suka ini akan cepat hilang kalau kita berdamai dengan diri sendiri. Berdamai ini maksudnya adalah menerima semua yang sudah terjadi dan tidak menuntut dan selalu mengatakan dan bertanya dengan kata “kenapa”. Kenapa ini bisa terjadi, kenapa kok berakhir seperti dan kenapa-kenapa lagi yang lainnya.

Perasaan tak terima akan sebuah akhir dari sebuah cerita memang sangatlah wajar terjadai dan tidak bisa dipungkiti. Kekecewaan dan kejengkelan dan perasaan tak terima itu benar-benar membuat kita merasakan kesakitan. Memang tak mudah menerima sebuah kenyataan yang rasanya pahit. Tapi mau tidak mau kita harus bisa menerima semua kenyataan itu. Berdamai dengan hati memang membutuhkan waktu yang lama dan tentunya tak akan mudah. Tapi apa salahnya kita mencoba terlebih dahulu, karena dengan berdamai denagn hati kita lebih bisa menatap masa depan. Menerima semuanya akan membuat jalan kita lebih lancar tanpa hambatan. Karena dengan menerima semuanya kita belajar untuk mengikhlaskan sesuatu yang sebetulnya bukanlah yang terbaik untuk kita.

Memiliki mimpi besar, kemudian gagal untuk meraihnya. Jika Anda pernah mengalami hal tersebut, maka Anda pasti tahu bagaimana rasanya.Kegagalan adalah sesuatu yang sangat mungkin untuk terjadi, namun jangan sampai sebuah kegagalan membuat kita stres dan menyerah. Saat Anda sukses, orang akan sibuk melihat kesuksesan Anda. Mereka mungkin akan lupa, jika Anda dulu juga pernah gagal.

4.      Manfaatkan Setiap Kesempatan

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: waktu udamu sebelum datang waktu tuamu, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, waktu kayamu sbeelum datang kefakiranmu, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, hidupmu sebelum datang kamatianmu.”

(HR Imam Hakim dalam kitab Al-Mustadrak)

 

Kesempatan merupakan waktu keleluasaaan untuk melakukan sesuatu. Jika dimanfaatkan secara maksimal, hal itupasti akan menghasilkan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kita. Allah telah memberi kesempatan berupa umur agar dimanfaatkan untuk selalu menebar kebaikan. Bentuk umum kebaikan adalah menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Terkadang banyak kita memiliki kesempatan untuk beramal, tetapi kita tidak lakukan sehingga tidak bisa meraih kebaikan.

Dalam hidup ini terdapat sejumlah kesempatan yang datang dengan tiba-tiba. Allah memberikan kepada manusia kesempatan untuk melakukan suatu perbuatan yang dinanti maupun tidak dinanti sebelumnya. Sama halnya dengan “mimpi”. Kita punya banyak kesempatan/waktu untuk dapat menggapai “mimpi” kita. Tapi terkadang tidak kita manfaatkan waktu itu dengan baik, sehingga kita gagal menggapai “mimpi” yang sudah kita tetapkan. Karena kita tidak pandai atau kurang memanfaatkan kesempatan dengan baik.

Bukan cuma satu, tapi kita memiliki banyak jalan untuk meraih mimpi kita. Jika kita tidak bisa sukses dengan cara A, maka masih ada cara B, C, D, dan seterusnya. Hal ini merupakan alasan mengapa kita tidak boleh menolak setiap kesempatan yang ada. Bahkan, kemungkinan terkecil pun bisa menjadi jalan bagi Anda untuk mengejar mimpi Anda. Jadi kuncinya di sini adalah agar kita dapat menggapai “mimpi” yang telah kita canangkan, kita harus benar-benar bisa memanfaatkan waktu dan kesempatan sebaik mungkin.

Tanamkan niat dalam hati yang paling dalam untuk  selalu menggunakan kesempatan yang datang. Jika lalai, segeralah berbenah diri dan tetap fokus kepada tujuan, meski terkadang ujian dan hambatan selalu ada.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

 

Setiap orang punya hak untuk “bermimpi”, bahkan harus, lebih dari itu tidak satu, bisa dua, tiga atau berapapun sebanyak yang dia inginkan. Mimpi adalah hal yang baik bahkan hebat. Bila kita ungkapkannya dengan positif maka akan terjadi positif, sebaliknya jika negatif akan bisa menjadi negatif. Jika kita menyikapi ungkapan tersebut secara positif, justru bisa menjadi cambuk pemberi semangat hidup. Sebab menjalani hidup tanpa impian, seperti sayur tanpa garam. Hidup harus punya mimpi, harus bermimpi, berani bermimpi. Tanpa mimpi berarti kita telah “mati”. 

Mimpi adalah cita-cita yang ingin diraih. Mimpi inilah sebenarnya benih kesuksesan yang harus dijaga, dipelihara dan dikembangkan. Apapun yang kita impikan, harus kita yakini dapat kita raih, asalkan seseorang itu mau berusaha menggapainya. Tidak kenal putus asa, pantang menyerah, berusaha dan selalu berusaha. Halangan, cobaan, rintangan bahkan ancaman bisa saja muncul saat kita menapaki perjalanan mengejar mimpi. Tapi semua harus dihadapi dengan berani.

Mempunyai mimpi yang hebat. Tetapi mungkin, mereka tidak tahu, bagaimana cara mewujudkan mimpin tersebut. Inilah yang harus ditunjukan, apapun mimpi-mimpi atau cita cita mereka itu bisa terwujud, asalkan mereka tidak takut untuk menempuh perjalanan berliku untuk menanggapinya. Mereka harus berani! Berani jatuh, berani bangkit lagi. Karena sukses tidak pernah jatuh begitu saja dari langit.

Memotivasi diri sendiri memanglah susah dilakukan. Namun jika kita ingin berhasil menggapai “mimpi”, memotivasi diri sendiri sangat perlu dan harus kita lakukan. Memotivasi diri sendiri akan menjadi cambuk bagi diri kita untuk selalu berusaha dengan keras dan pantang menyerah. Oleh karena itu tak hanya motivasi oranglain saja yang diperlukan, motivasi yang datang dari dalam diri kita justru yang sangat dan paling menentukan untuk keberhasilan “mimpi” kita.

 

 

 

 

REFERENSI

 

Abidin Noor-Kompasiana, https://www.kompasiana.com

Andrie Wongso, www.andriewongso.com

 bangkapos.com, http://bangka.tribunnews.com/2016/11/13/kata-kata-bijak-soekarno-yang-bikin-merinding

https://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Palapa

https://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno

https://www.islamcendekia.com/2016/05/arti-makna-mimpi-dalam-pandangan-islam-tafsiran.html

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20170817114655-20-235373

https://www.hipwee.com

https://kumparan.com/golkar-celebes/mimpi-bj-habibie-bangun-industri-dirgantara-nasional-tak-pernah-padam

https://www.sangharry.com/ mimpi-bukan-bunga-tidur/Mimpi Tak Sekadar Bunga TidurByHarry- www.bimba-aiueo.com

Tribun Medan.com Rabu 3 Januari 2018

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN AKSI NYATA MODUL 2.3 COACHING MODEL TIRTA ALTERNATIF SOLUSI MEMECAHKAN MASALAH

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 3.1