KESENIAN TRADISIONAL JAWA TENGAH
Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki
kesenian daerah yang beragam, tak terkecuali dengan Jawa Tengah. Berikut daftar
kesenian tradisional khas Jawa Tengah yang wajib kamu ketahui untuk memperkaya
pengetahuan. Yuk, simak!

18 Kesenian
Tradisional Khas Jawa Tengah
1. Ketoprak

Kesenian tradisional khas Jawa Tengah yang
pertama adalah Ketoprak yang merupakan pentas sandiwara dari Kota Surakarta.
Sumber cerita Ketoprak didapat dari sejarah
maupun cerita rakyat yang terkadang diselingi juga dengan komedi. Pemain yang
tampil menggunakan baju adat dan diiringi dengan alunan instrumen alat musik
khas Jawa Tengah.
2. Wayang Kulit

Siapa sih yang tak mengenal pertunjukan
kesenian boneka khas Indonesia ini? Wayang Kulit dimainkan oleh seorang dalang
yang tampil di balik tirai berbayang. Kesenian tradisional ini juga sudah
dimainkan sejak dahulu hingga saat ini pun masih tetap dibuat pertunjukan nya
sehingga tetap lestari keberadaan nya.
Tokoh-tokoh yang dilakoni Wayang Kulit adalah
tokoh dari cerita sejarah agama Hindu, yang ceritanya berasal dari kitab
Mahabharata dan Ramayana.
Sama seperti Kethoprak, pertunjukan Wayang
Kulit juga diiringi alunan instrumen alat-alat musik Jawa Tengah yang dimainkan
secara langsung.
3. Wayang Jemblung

Wayang Jemblung dikenal sejak dulu sebagai
ritual untuk memohon keselamatan atas kelahiran seorang bayi yang baru lahir.
Kini, Wayang Jemblung dipertunjukkan sebagai kesenian tradisional Jawa Tengah
untuk sarana hiburan yang terus dilestarikan.
Bedanya, pertunjukan Wayang Jemblung tidak
diiringi alunan instrumen alat musik Jawa Tengah, melainkan dengan nyanyian
langsung oleh seorang penembang.
4. Lengger Calung

Lengger memiliki arti penari, dan Calung yang
berarti gamelan bambu. Kesenian tradisional khas Jawa Tengah ini merupakan
tarian dinamis yang gerakannya mengikuti suara gamelan bambu.
Penari Lengger Calung memakai kemben dan kain,
lengkap dengan selendang yang ditaruh di bahunya. Setidaknya ada 7 pemain
gamelan bambu yang mengiringi pertunjukan ini.
5. Begalan

Begalan adalah kesenian tradisional khas Jawa
Tengah yang berasal dari daerah Banyumas. Pertunjukan Begalan dilakukan sebagai
salah satu tradisi di prosesi pernikahan. Yakni saat pengantin pria datang ke
rumah sang pengantin wanita atau di tempat digelarnya pernikahan tersebut.
Penampil Begalan biasanya merupakan pria paruh
baya yang memikul beberapa peralatan dapur tradisional. Seperti tampah, kendi,
kipas anyam, dan lain sebagainya.
(Baca Juga: Daftar Kesenian Tradisional Khas
Jawa Timur)
6. Angguk

Angguk bisa dibilang sebagai kesenian
tradisional khas Jawa Tengah yang berbeda dari yang lain. Sebab, tarian ini
dilakoni oleh 10 penari laki-laki dalam satu kelompok. Dahulu, Angguk digunakan
sebagai sarana dakwah agama Islam oleh Kesultanan Mataram.
Namun, seiring dengan perkembangan zaman,
masyarakat juga mengenal Tari Angguk yang berasal dari Kulon Progo, DIY, yang
ditampilkan oleh penari wanita dengan kostum yang berbeda.
7. Ebeg

Selanjutnya, ada Ebeg sebagai salah satu
kesenian tradisional khas Jawa Tengah. Ebeg mirip dengan kesenian Kuda Lumping,
yang menampilkan penari yang berlakon seperti prajurit dengan boneka kuda.
Kegagahan prajurit yang menunggangi boneka
kuda itu ditampilkan sebagai ciri khas tarian Ebeg.
8. Tari Bondan Payung

Bukan sembarang tarian, Tari Bondan Payung
tampil dengan cerita seorang ibu yang menyayangi anaknya. Penari yang
menggunakan pakaian khas Jawa Tengah akan berlakon sambil membawa beberapa
properti, seperti boneka bayi, payung, dan kendi.
Penari kemudian harus menaiki kendi yang
dibawa, dan tidak boleh pecah. Unik, kan? Tari Bondan Payung dibagi menjadi
tiga jenis, yakni Tari Bondan Cindongo, Tari Bondan, Mardisiwi, dan Tari Bondan
Tani. Tarian ini pun hingga saat ini masih menjadi kesenian tradisional khas
Jawa Tengah yang tetap dilestarikan.
9. Tari Gambyong

Tari Gambyong merupakan salah satu kesenian
tradisional khas Jawa Tengah. Tarian ini ditampilkan dengan gerakan lemah
lembut penari yang memiliki kelenturan tubuh. Dahulu, tarian ini dilakukan saat
masa panen sebagai wujud rasa syukur petani atas hasil panen.
Tak heran jika warna yang mendominasi pada
kostum tarian ini adalah kuning dan hijau, yang mana merupakan representasi
dari warna padi sebagai produk tani yang utama.
10. Tari Serimpi

Kesenian tradisional khas Jawa Tengah sangat
bervariasi, salah satunya Tari Serimpi. Tari klasik ini berasal dari Surakarta
yang dibawa dari Kesultanan Mataram.
Gerakan lemah lembut menjadi ciri khas Tari
Serimpi yang ditampilkan dengan iringan suara gamelan Jawa.
(Baca Juga: 34 Pakaian Adat dari Seluruh Indonesia)
11. Srandul

Tak banyak orang tahu, ternyata Srandul
dikenal sebagai dramatari selain Kethoprak. Pelakon memerankan tokoh tertentu
sambil sesekali menari dan bernyanyi. Mereka memakai baju adat khas Jawa
Tengah, dan ada pula yang tampil memakai topeng.
Pertunjukan Srandul biasanya digelar malam
hari, lengkap dengan iringan musik gamelan dan alat musik lainnya, serta
tembang lagu Jawa Tengah.
12. Rengkong

Ada lagi kesenian tradisional yang ditampilkan
sebagai wujud rasa syukur setelah masa panen, yakni Rengkong. Kesenian ini
dilakoni oleh masyarakat beramai-ramai sambil memikul ikatan padi sebagai hasil
panen dengan pikulan bambu atau kayu.
Kemudian, pikulan tersebut digoyangkan hingga
menimbulkan suara gesekan seperti suara kodok.
13. Macapat

Kesenian tradisional Jawa Tengah juga memiliki
kesenian di bidang sastra. Macapat merupakan tembang atau puisi tradisional
yang sudah ada sejak peralihan masa kerajaan Majapahit menuju dimulainya masa
perjalanan Wali Songo.
Macapat terdiri dari baris kalimat yang
disebut gatra. Setiap gatra ini memiliki beberapa suku kata, dan berakhir pada
bunyi sajak akhir atau disebut sebagai guru lagu.
14. Dengklung

Dengklung merupakan kesenian tradisional khas
Jawa Tengah yang berasal dari Kabupaten Batang. Kesenian religi agama Islam ini
berbentuk lantunan salawat yang dinyanyikan sekelompok penyanyi wanita atau
pria. Musik dari alat-alat khas Timur Tengah seperti rebana mengiringi
pertunjukan Dengklung ini.
15. Tayuban

Kesenian tradisional yang satu ini merupakan
tarian yang mirip dengan Tari Jaipong dari Provinsi Jawa Barat. Penari wanita
dan penari pria menari bersama dengan seutas selendang yang terjuntai di bagian
bahu masing-masing.
Tayuban kini masih ditampilkan pada pesta
pernikahan atau sunatan. Terutama saat penyambutan salah satu mempelai atau
saat arak-arakan bocah setelah disunat.
16. Kuda Lumping atau
Jathilan

Rasanya, hampir semua orang sudah mengetahui
salah satu kesenian tradisional khas Jawa Tengah yang dikenal dengan nama Kuda
Lumping. Tarian ini dilakoni oleh penari yang menaiki boneka kuda anyaman,
sambil memegang pedang. Keterlibatan kekuatan magis juga kerap digunakan oleh
penampil sakti nan handal.
Dahulu, Kuda Lumping digunakan sebagai ritual
magis untuk upacara tertentu. Tapi kini, kesenian Kuda Lumping bisa ditampilkan
sebagai pertunjukan hiburan semata.
17. Sendratari
Ramayana
Sesuai namanya, kisah Ramayana ditampilkan
pada kesenian drama tanpa dialog ini. Diceritakan Ramayana berjuang keras untuk
menyelamatkan sang istri, Shinta, yang diculik oleh Rahwana.
Pertunjukan Sendratari Ramayana, masih bisa
kamu temui di area Candi Prambanan secara rutin sejak tahun 1961.
18. Tembang Dolanan
Kesenian tradisional khas Jawa Tengah yang
terakhir adalah Tembang Dolanan. Lagu-lagu tradisional seperti Cublak-cublak
Suweng, Jamuran, dan lainnya dinyanyikan oleh anak-anak.
Lagu-lagu ini biasanya dinyanyikan
beramai-ramai sambil memainkan permainan tradisional atau sambil menari.
Itulah beberapa kesenian tradisional khas Jawa
Tengah. Walau di rumah aja, selalu ingat untuk memperkaya pengetahuan dengan
rajin membaca buku secara konvensional maupun buku online. Penuhi berbagai
kebutuhan buku dan belanja lainnya dengan promo menarik dari kartu kredit
ternama.


Komentar
Posting Komentar