Asa di Ujung Senja

 

ASA DI UJUNG SENJA

Samar temaram menatap langit

Menggantung mega di atas bumi

Berkas sinar menyeruak menembus bukit

Bangkitkan harap yang hampir mati

 

Senjaku…

Kunikmati sisa waktu

Hingga nanti saat akhirku

Kan tetap kukejar asaku

Bersama waktu yang terus melaju

 

Asaku ….

Tak kan lelah kumengejarmu

Tak kan goyah tekad yang menggebu

Meski telah sampai di ujung senjaku

Meski tlah gontai ayun langkahku

 

Asaku…

Meski di ujung senja

Meski jiwa kian merenta

Meski luka semakin menganga

Kan kukejar hingga akhir usia

 

 

 

MENATAP HARAP

Laju sang waktu yang terus berlalu

Kencang berlari lewati hari

Dalam pilu yang kadang mengganggu

Tegaskan hati kuatkan diri

 

Pada diri yang selalu berucap

Dalam jiwa yang tak lelah mengharap

Tak kan pernah kumenyerah

Hingga harap benar kudekap

 

Kutatap mantap seribu harap

Menepis kalut menumpas ratap

Tegakkan hasrat tegarkan tekat

Hingga sampai saat yang tepat

 

Untuk harap yang kutatap

Meski di akhir yang semakin dekat

Tetap kukerjar dengan mantab

Hingga lekat dalam dekap

 

MEMBURU HASRAT

Gerah ..

Terhimpit sesak di setiap waktu

Saat semangat memburu hasrat

Hingga terbawa mimpi

 

Rinduku

Meski terengah-engah

Arungi langkah di ujung waktu

Memburu hasrat yang kurindu

 

Kumau

Gapai hasrat di ujung usiaku

Dengan segenap mampuku

Dapatkan semua yang kutuju

 

 

HASRAT YANG KURINDU

 

 

RINDU NASIHATMU

 

Sayup Adzan berkumandang,

Saat senja datang menjelang

Kembali jelas terngiang

Suara lirih meski terkadang lantang

 

Selalu itu yang terdengar

Dari pagi hingga jelang ashar

Tak jenuh kau ulang dan ulang

Setiap kata untuk kami lakukan

 

Kini setelah sekian lama berlalu

Sekarang setelah lama berjalan

Kurasakan begitu tepat kata-kata itu

Terlewati saat kekejar harapan

 

Bapak….aku rindu

Rindu nasihat dan petuahmu

Rindu cerita-ceritamu

Tentang kerasnya hidupmu

 

Akhirnya kini kutahu

Tentang semua yang kaumau

Di balik keras dan tegasmu

Kini terbukti di perjalanan waktuku

 

 

Melihatmu Di ujung senja

 

Getir awal hingga kini perjalanan kulalui

Kuatnya duka mencengkeram dada

Masih ada senyum menyambangi

Tepis amarah redamkan gejolak jiwa

 

Melihatmu di ujung senja

Secercah harap bangkitkan cita

Tepis luka yang menganga

Bangkitkan rasa yang hampir sirna

 

Aku tak kan menyerah

Meski kadang terlihat lelah

Aku tak kan pasrah

Meski kadang berkesah

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN AKSI NYATA MODUL 2.3 COACHING MODEL TIRTA ALTERNATIF SOLUSI MEMECAHKAN MASALAH

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 3.1