Laporan Aksi Nyata Modul 3.2.a.10
Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Optimalisasi Penyusunan RKAS Tahun 2022 dengan Pendekatan
Berbasis Aset (Asset Based Thinking)
untuk meningkatkan Pelayanan kepada Murid
A.
Latar Belakang
Pengembangan
sekolah merupakan suatu keharusan untuk memberikan pelayanan yang optimal
kepada masyarakat (murid dan orang tua/wali murid). Dengan pendekatan berbasis
aset, sekolah dapat mengupayakan secara optimal segala potensi yang ada. Terdapat
tujuh aset yang bisa dikelola secara optimal sehingga pengembangan sekolah bisa
dipayakan secara maksimal. Ketujuh aset tersebut adalah:, Modal Manusia, Modal
Fisik, Modal Sosial, Modal Finansial, Modal Politik, Modal Lingkungan/Alam, dan
Modal Agama dan budaya. Sekolah harus bisa merencanakan dan melakukan pemetaan
secara baik agar ketujuh aset itu bisa dimanfaatkan secara optimal sehingga
pengembangan sekolah bisa dilakukan secara maksimal.
Rencana
Pengembangan Sekolah secara sistematis tertuang dalam dokumen-dokumen sekolah
yang disusun dengan melibatkan seluruh stakeholder yang ada. Dokumen sekolah
ini menjadi penting artinya karena merupakan pedoman bagi sekolah dalam
menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Program dan kegiatan yang
dilaksanakan sekolah adalah dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat
(Murid dan orang tua/wali murid).
Penyusunan
program yang tertuang dalam dokumen sekolah, dalam hal ini adalah RKAS
dilaksanakan melalui serangkaian aktivitas yang diawali dengan melakukan
pemetaan/identifikasi terhadap segenap sumber daya yang ada. Melalui pendekatan berbasisa aset (Asset
Based Thinking)
diharapkan
hasilnya akan lebih optimal. Melalui Optimalisasi Penyusunan RKAS Tahun 2022
dengan Pendekatan Berbasis Aset (Asset
Based Thinking) diharapkan sekolah dapat memberikan Pelayanan kepada Murid
secara optimal pula.
B.
Tujuan
Kegiatan
aksi nyata yang dilakukan bertujuan untuk:
1. Mengidentifikasi dan memetakan
aset/sumber daya yang ada di sekolah yang berfokus pada Standar Nasional
Pendidikan Plus (8 SNP +) yang meliputi :
1) Standar Kompetensi Lulusan
2) Standar Isi
3) Standar Proses
4) Standar Tendik
5) Standar Sarpras
6) Standar Pengelolaan
7) Standar Pembiayaan
8) Standar Penilaian
9) Standar Budaya dan Lingkungan
2. Menyusun dokumen RKAS sebagai acuan
dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi seluruh kegiatan yang dilakukan
sekolah dalam satu tahun.
3. Meningkatkan komunikasi, koordinasi
dan kolaborasi yang efektif dan efisien seluruh stakeholder sekolah
C.
Tolok Ukur Keberhasilan
1. Tersusunnya pemetaan Standar
Nasional pendidikan dengan Pendekatan
Berbasis Aset (Asset Based Thinking)
2. Terakomodasinya segenap
kekuatan/aset yang dimiliki sekolah dalam proses penyusunan RKAS
3. Tersusunnya RKAS dengan Pendekatan Berbasis Aset (Asset Based Thinking)
D.
Linimasa tindakan yang dilakukan
1. Konsultasi kepada Kepala Sekolah
2. Sosialisasi Pengembangan Sekolah
dengan pendekatan berbasis Aset
3. Koordinasi Tim Pengambang Sekolah
4. Penyusunan RKAS dengan pendekatan
berbasis Aset
5. Sosialisasi Program Sekolah kepada
Orang tua/wali murid
6. Finalisasi RKAS Tahun Anggaran 2022
E.
Dukungan yang dibutuhkan
Aksi
nyata ini bisa terlaksana dengan baik karena dukungan beberapa
1. Kepala Sekolah selaku penanggung
jawab seluruh kegiatan sekolah dengan berbagai kebijakan yang dibuat.
2. Tim Pengembang yang dibentuk Kepala
Sekolah sebagai penanggung jawab terhadap berbagai bidang/standart pendidikan
yang ada di sekolah dengan mengacu regulasi tentang Standar Nasional
Pendidikan.
3. Komunikasi, koordinasi dan
kolaborasi dari seluruh stakeholder sehingga menghasilkan dokumen sekolah yang
menjadi pedoman dalam penyelenggaraan sekolah.
4. Sarana dan prasarana sekolah yang
diperlukan untuk memperlancar kegiatan yang diselenggarakan.
F.
Deskripsi Aksi Nyata
Aksi
nyata yang dilakukan berupa kegiatan "Optimalisasi Sumber Daya (Aset) Sekolah
dalam Penyusunan RKAS” sebagai bentuk aksi nyata modul 3.2 yaitu pemimpin
sebagai pengelolaan sumber daya. Adapun langkah-langkah kegiatan aaksi nyata
berpedoman pada tahapan BAGJA yaitu:
|
PRAKARSA
PERUBAHAN |
Optimalisasi Penyusunan RKAS Tahun
2022 dengan Pendekatan Berbasis Aset (Asset Based Thinking) untuk
meningkatkan Pelayanan kepada Murid |
|
|
TAHAPAN |
Pertanyaan |
Daftar
tindakan/ riset/ penyelidikan yang perlu dilakukan untuk mendapatkan jawaban |
|
B-uat pertanyaan (Define) ● Membuat pertanyaan utama yang akan
menentukan arah investigasi kekuatan/potensi/ peluang; ● Menggalang atau membangun koalisi
tim perubahan |
Bagaimana
langkah penyusunan RKAS? Bagaiamana
mengoptimalkan penyusunan RKAS dengan
pendekatan berbasis aset? |
Raker Penyusunan RKAS. Pemetaan Sumber daya berdasarkan SNP dengan pendekatan
berbasis ases untuk pengembangan sekolah. |
|
TAHAPAN |
Pertanyaan |
Daftar
tindakan/ riset/ penyelidikan yang perlu dilakukan untuk mendapatkan jawaban
|
|
A-mbil pelajaran (Discover) ● Menyusun pertanyaan lanjutan untuk
menemukenali kekuatan/potensi/ peluang lewat investigasi; ● Menentukan bagaimana cara kita
menggali fakta, memperoleh data, diskusi kelompok kecil/besar, survei
individu, multi unsur |
Apa yang diperlukan untuk melakukan pemetaan Sumber daya
sekolah berdasarkan SNP? |
Analisis Raport Mutu Sekolah pada tahun sebelumnya
(Evaluasi Diri Sekolah/EDS).
|
|
G-ali mimpi (Dream)
● Menyusun deskripsi kolektif
bilamana inisiatif terwujud; ● Mengalokasikan kesempatan untuk
berproses bersama, multiunsur (kapan, di mana, siapa saja).
|
Apa yang harus dilakukan untuk menyusun RKAS secara
optimal? |
Pemetaan/Identifikasi Sumber Daya (Ases) untuk pengembangan
sekolah.
|
|
J-abarkan rencana (Design)
● Mengidentifikasi
tindakan konkret yang diperlukan untuk menjalankan langkah-langkah kecil
sederhana yang dapat dilakukan segera,dan langkah berani/terobosan yang akan
memudahkan keseluruhan pencapaian; ● Menyusun
definisi kesuksesan pencapaian |
Bagaimana menyusun RKAS secara optimal? |
·
Bentuk
Tim Pengembang ·
Susun
Jadwal Kegiatan (Rapat Kerja menyusun RKAS) ·
Konsultasi
dengan Dinas ·
Sosialsiasikan
kepada Orang tua/wali murid dan seluruh stakeholders)
|
|
TAHAPAN |
Pertanyaan |
Daftar
tindakan/ riset/ penyelidikan yang perlu dilakukan untuk mendapatkan jawaban |
|
A-tur eksekusi (Deliver) ● Menentukan siapa yang berperan/
dilibatkan dalam pengambilan keputusan; ● Mendesain jalur komunikasi dan
pengelolaan rutinitas (misal: SOP, knowledge management, monev/refleksi) |
Siapa yang terlibat? Bagaimana alur kerja penyusunan RKAS secara optimal? |
Pihak yang terlibat : Kepala Sekolah (Penanggung jawab),
Tim Pengembang Sekolah, Penjab SNP, Guru dan Tendik, Komite Sekolah. Dinas
Pendidikan (Pengesahan) |
G.
Refleksi
1.
Peristiwa
(Fact)
Pemetaan
aset merupakan langkkah awal dalam upaya mengembangkan sekolah untuk mengetahui
kekuatan yang dimiliki untuk bisa diberdayakan dalam rangka pengembangan
sekolah. Langkah ini dilakukan dengan mengindentifikasi kekuatan/aset yang ada
dimiliki berdasar Standar Nasional Pendidikan yang mencakup 8 Standar
dilengkapi dengan satu standar Budaya dan Lingkungan (8 Standar Plus). Pemetaan
dilakukan oleh masing-masing Penanggung Jawab Standar berdasarkan hasil Raport
Pendidikan tahun sebelumnya (tahun 2021).
2.
Perasaan
(Feeling)
Perasaan yang muncul dalam diri saya
ketika menerapkan kegiatan aksi nyata modul 3.2 ini adalah merasa yakin bahwa
banyak dengan Pendekatan Berbasis Aset
(Asset Based Thinking) pengembangan
sekolah dapat lebih optimal.
3.
Pembelajaran
(Finding)
Masa depan sekolah dengan
berorientasi masa depan membuka kesempatan dan peluang untuk mewujudkan masa
depan yang kita inginkan. Dengan berfokus pada masa depan, melihat potensi yang
ada, apa yang sudah berkembang dan apa yang sudah berjalan
Dengan berpikir berbasis aset maka
kita bisa berfikir tentang kesuksesan yang telah diraih, sehingga kita fokus
untuk belajar dari kesusksesan yang telah diraih, memaksimalkan potensi yang
ada untuk meraih kesuksesan selanjutnya. Dengan berfikir berbasis aset
maka kita bisa mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya Dengan berfikir
berbasis aset maka kita bisa mewujudkan rencana aksi yang sudah diprogramkan
Dengan berpikir berbasis aset,
kita mengembangkan potensi sekolah, sebagai penguatan tentang bagaimana
mengelola aset sekolah, berusaha memunculkan kekuatan pada asset-aset yang ada.
Dengan selalu berpikir positif, berbasis pada kekuatan yang ada, apa yang sudah
berjalan maka kita bisa memaksimalkan potensi yang ada dan bisa memajukan
kemajuan sekolah
4.
Penerapan
Ke depan (Future)
Pendekatan
Pengembangan Sekolah dengan Pendekatan Berbasis Aset (PKBA) dengan menekankan
pada:
Mendorong
komunitas sekolah untuk dapat memberdayakan aset yang dimilikinya serta
membangun keterkaitan dari aset-aset tersebut agar menjadi lebih berdaya guna.
Kemandirian
dari suatu komunitas untuk dapat menyelesaikan tantangan yang dihadapinya
dengan bermodalkan kekuatan dan potensi yang ada di dalam diri mereka sendiri,
dengan demikian hasil yang diharapkan akan lebih berkelanjutan.
Aset atau
berfokus pada potensi aset/sumber daya yang dimiliki oleh sebuah komunitas.
Gerakan seluruh
pihak yang ada di dalam sebuah komunitas atau disebut sebagai community-driven
development.
H. Dokumentasi
1. Rapat Tim Pengembang Penyusunan Draf RKAS (Pemetaan Aset untuk Pengembangan Sekolah)
2 Rapat dewan guru dan karyawan serta komite sekolah dalam Pembahasan RKAS Tahun 2022


.jpeg)
Komentar
Posting Komentar