RANCANGAN AKSI NYATA MODUL 3.1
RANCANGAN AKSI NYATA MODUL 3.1 a 10
PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG BERPIHAK PADA ANAK
SUHARDI, CGP ANGKATAN 4 SMP NEGERI 1 MUNTILAN
KABUPATEN MAGELANG
1.
Peristiwa
(Facts): Deskripsi singkat Aksi Nyata yang sudah dilakukan, meliputi: latar belakang
tentang situasi yang dihadapi, dan yang dilakukan pada Aksi Nyata, serta
alasan melakukan aksi tersebut.
Program Pendidikan Guru Penggerak yang saya ikuti membuat
hari-hari terasa cepat karena kegiatan yang begitu padat dan membutuhkan keja
dan pemikiran yang ekstra. Saya sangat bersyukur diberikan kesempatan untuk
mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Kemendikbud Ristek sebagai upaya
mencetak pemimpin pembelajaran yang memiliki nilai, peran, kompetensi yang
berdampak pada komunitas pembelajaran di sekolah, khsusnya pada murid. Dengan
adanya program ini diharapkan murid dapat lebih merdeka dalam belajar dan
memiliki profil pelajar pancasila sehingga guru hanya menuntun dan mengarahkan
tumbuhkembang murid-muridnya sebagaimana filosofi pendidikan dari Ki
Hajar Dewantara yang menjadi dasar kurikulum dari Program Pendidikan Guru
Penggerak ini.
Di sisi lain, saya juga masih melakukan kegiatan belajar
mengajar meski dilakukan secara kombinasi (Tatap Muka Terbatas dan Daring), dan
berbagai kegiatan lain yang berkaitan dengan tugas saya sebagai guru mata
pelajaran dan juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Sebagai wakil Kepala
Sekolah Bidang Kurikulum, saya harus mempersiapkan, mengkoordinir kegiatan
Pembalajaran, khhususnya bagi Kelas IX dalam rangka merencanakan, dan
melaksanakan Ujian Sekolah hingga pengolahan nilai dan kegiatan akhir tahun.
Sementara untuk Kelas VII dan VIII harus menyusun pengaturan pembelajaran saat
Kelas IX persiapan Ujian. Di samping sebagai guru juga harus melakukan
pengolahan nilai untuk kepengingan raport murid yang saya ampu.
Dalam situasi yang demikian, saya mengalami dilema etika di mana
program guru penggerak dan tugas-tugas mengajar dan sebagai Wakil Kepala
Sekolah yang tetap harus saya ikuti dan laksanakan. Hal tersebut lantas tidak
membuat penulis mengeluh, disinilah kemampuan memahami modul 3.1 tentang
pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran memainkan perannya.
Alasan Aksi Nyata
yang saya lakukan:
a. Menjadi
satu tuntutan dan keharusan yang saya lakukan dalam Tugas dan Kewajiban sebagai
Calon Guru Penggerak adalah melakukan Aksi Nyata sesuai dengan Modul yang
dipelajari.
b. Pemahaman
dan pengetahuan yang didapat selama mempelajari paket modul harus diterapkan dalam
pelaksanaan tugas di sekolah, baik dalam pembelajaran maupun melaksanakan tugas
lainnya. Hal ini diharapkan Calon Guru Penggerak menunjukkan pemahamannya
terhadap materi dengan memanfaatkannya untuk menyelesaikan masalaah yang
dihadapi.
c. Penerapan
Ilmu pengetahuan, pemahaman yang
didapatkan ini diharapkan benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan
tugasnya. Hal ini juga mengandung maksud agar apa yang diperoleh kemudian
diterapkan oleh Calon Guru Penggerak menjadi praktik baik yang bisa ditiru oleh
rekan sejawat (guru lainnya).
d. Situasi
dan Kondisi negara yang belum stabil megharuskan sekolah sebagai lembaga
pendidikan harus selalu siap melakukan perubahan di setiap saat dalam
mengadakan pelayanan kepada murid. Pembelajaran yang belum bisa dilaksanakan
secara normal, dan masih harus melakukan kombinasi secara daring dan tatap muka
terbatas, jelas membutuhkan kecermatan, ketelitian dan kebijakan yang tepat
untuk dilaksanakan sekolah. Dalam hal ini, saya selaku Wakil KEpala Sekolah
Bidang Kurikulum selalu aktif untuk berkonsultasi dengan atasan (Kepala
Sekolah), Komunikasi dan koordinasi dengan Tim Kurikulum dan juga Seluruh Guru
dan Karyawan agar dapat menterjemahkan kebijakan Dinas dan Kepala Sekolah
secara tepat dan cepat.
e. Pembelajaran
kombinasi (bahkan untuk Kelas VII dan VIII cenderung lebih dominan daring) memunculkan
permasalahan yang cukup pelik dalam memberikan pelayanan kepada murid. Tingkat
kedisiplinan murid yang cenderung menurun, keterlibatan orang tua dalam
pengawasan belajar murid selama pembelajaran juga kurang optimal. Hal ini
memerlukan pemikiran yang tepat agar murid tetap terlayani dengan baik namun
juga tuntutan kualitas tetap terjaga.
f.
Membantu guru dan murid untuk menyelesaikan
permasalahan yang dihadapi dengan meningkatkan efektifitas komunikasi dan
kolaborasi sesama guru, murid dan juga dengan orang tua/wali murid, serta optimalisasi
peran wali kelas dan BK.
g. Kepedulian
dan pelayanan kepada murid harus ditingkatkan agar amanat negara melalui
Undang-undang tentang Program Wajib Belajar 9 Tahun dapat tercapai, namun juga
kualitas tetap terjaga.
Hasil Aksi Nyata
a. Terlaksananya
dengan baik rancangan Aksi nyata sebagai satu tugas yang harus dilaksanakan
Calon Guru Penggerak
b. Optimalisasi
peran guru dalam memberikan pelayanan kepada murid.
c. Menyelesaikan
masalah yang dihadapi di sekolah dengan tidak ada yang merasa dirugikan.
2. Feeling
/ Perasaan
a.
Saat merencanakan aksi nyata, saya dihadapkan
dengan paradigma dilema etika jangka pendek lawan jangka panjang dengan memilih
antara yang kelihatannya terbaik untuk saat ini dan yang terbaik untuk masa
yang akan datang sehingga benar jika Program Pendidikan Guru Penggerak
merupakan prioritas dan di satu sisi, juga memberikan pelayanan kepada Murid
(pembelajaran) dan juga tugas sebagai wakil kepala sekolah bidang kurikulum.
b.
Dengan bekal elaborasi pemahaman
bersama instruktur, berdiskusi dengan fasilitator, serta pendampingan dari Pengajar
Praktik dan juga sesama calon guru penggerak, dan belajar secara mandiri, saya melakukan
metakognisi terhadap materi pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran
dengan mengambil prinsip resolusi yakni Berpikir berbasis hasil akhir (End-based thinking). Artinya, keputusan
yang diambil untuk kebaikan orang banyak.
c.
Selanjutnya penulis menerapkan 9
langkah pengujian dan pengambilan keputusan. Mulai dari mengenali nilai-nilai
yang saling bertentangan, menentukan siapa yang terlibat, mengumpulkan
fakta-fakta yang relevan, melakukan pengujian benar atau salah: Uji Legal
(Apakah ada pelanggaran hukum dalam situasi ini), Uji Regulasi/profesionalitas
(Apakah ada pelanggaran peraturan/ kode etik), Uji Intuisi (Menurut
intuisi/perasaan kita, apa ada yang salah), Uji Halaman Depan Koran (Apabila
hal ini dipublikasikan (warga di luar sekolah tahu), apakah akan merasa malu
dan tidak nyaman), dan Uji panutan/idola (apa yang dilakukan orang bijak jika
masalah ini terjadi), Pengujian paradigma Benar Lawan Benar, melakukan prinsip
resolusi, Investigasi opsi trilemma (Apakah ada sebuah penyelesaian yang
kreatif lainnya yang tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah
ini), membuat Keputusan dan terakhir melihat kembali keputusan dan
merefleksikan.
d.
Setelah melakukan langkah-langkah di
atas, maka saya memiliki optimism dengan memutuskan untuk tetap menjalankan
tugas program jangka pendek sebagai guru dan juga Wakil Kepala Sekolah Bidang
Kurikulum dan tugas-tugas sebagai calin guru penggerak yang merupakan program
jangka panjang artinya tenggat waktu penugasannya lebih lama sehingga penulis
dapat melakukannya secara seimbang dengan cara memanajemen waktu secara efektif
dan efisien. Alhasil, dengan perasaan penuh semangat penulis dapat melakukan
pengimbasan kepada guru dan tenaga kependidikan.
3. Finding/Pembelajaran
Dari dilema etika yang saya hadapi, maka ada beberapa
pembelajaran yang dapat dipetik yakni:
- Sebagai pemimpin pembelajaran
kita harus memiliki kompetensi resiliensi (daya lenting) sehingga dapat
menghadapi berbagai situasi dan tantangan.
- Guru harus memiliki kesadaran
diri bahwa ia memiliki tugas dan tanggung jawab yang banyak, maka dari itu
hanya dirinya yang memahami bagaimana cara menyelesaikannya.
- Guru harus memiliki kompetensi
pengelolaan diri terutama manajemen waktu sehingga setiap pekerjaannya
bisa diselesaikan dengan baik sesuai dengan prioritas yang ada.
- Guru harus memiliki kesadaran
sosial yakni dapat membagi ilmu dan pengalaman yang dimilikinya kepada
teman-teman sejawat, khususnya dalam satu sekolah.
- Seorang pemimpin pembelajaran
harus dapat membuat keputusan yang bertanggung jawab.
- Guru harus secara aktif
melakukan konsultasi, komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder yang ada dalam rangka
memberikan pelayanan secara optimal kepada murid.
Komentar
Posting Komentar