1.1.a.10 Aksi Nyata – Penerapan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara di Kelas dan Sekolah

 

MENUM BUHKAN SIKAP KRITIS SISWA

MELALUI REFLEKSI PEMBELAJARAN

(Suhardi: SMPN 1 Muntilan)

1.1.a.10 Aksi Nyata – Penerapan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara di Kelas dan Sekolah

 

A.       Latar Belakang

Memasuki abad 21, peningkatan kualitas pendidikan merupakan tantangan nyata yang harus dihadapi oleh setiap negara termsuk Indonesia. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tekanan arus globalisasi yang menghapus batas-abatas antarnegara menuntut setiap negara untuk mengerahkan segenap kemampuan untuk tetap bisa bertahan dan bersaing dalam mempertahankan eksistensinya.

Oleh karena itu, pendidikan dewasa ini harus diarahkan pada peningkatan daya saing bangsa agar mampu berkompetisi dalam persaingan global. Hal ini bisa tercapai jika pendidikan di sekolah diarahkan tidak semata-mata pada penguasaan dan pemahaman konsep-konsep ilmiah, tetapi juga pada peningkatan kemampuan dan keterampilan beripikir siswa, khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi yaitu keterampilan berpikir kristis. Artinya, guru perlu mengajarkan siswanya untuk belajar berpikir. Kehidupan dalam era globalisasi dipenuhi oleh kompetisi-kompetisi yang sangat ketat. Keunggulan dalam berkompetisi terletak pada kemampuan dalam mencari dan menggunakan informasi, kemampuan analitis-kritis, keakuratan dalam pengambilan keputusan, dan tindakan yang proaktif dalam memanfaatkan peluang-peluang yang ada.

Pendidikan dari masa ke masa harus terus menerus mengalami kamajuan sebagai bentuk menjawab persoalan bangsa serta ikut mengarahkan tujuan bangsa menuju yang lebih baik.  Penyelenggaraan pendidikan ditingkat bangku pendidikan pun juga harus dikenalkan dengan pandangan-pandangan baru tentang pola belajar baru, makna baru sebuah belajar, dan paradigma baru bagaimana seharusnya pendidikan harus digelar di bangku pendidikan. Yang lebih penting lagi adalah bagaimana pendidikan kedepannya harus dikemas dengan sedemikian rupa untuk menjawab tantangan zaman.

Secara sederhana dapat diungkapkan bahwa siswa perlu dibekali dan dibiasakan untuk mampu berpikir secara kritis terhadap segala sesuatu. Bagaimana hal itu bisa diwujudkan? Perlu upaya cerdas untuk mewujudkan hal tersebut.

Berkaitan dengan hal tersebut, penulis mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut, yaitu bagaimana mewujudkan sikap kritis. Tulisan ini mencoba mendeskripsikan satu srategi yang sekiranya dapat menjawab tantangan tersebut yatu mewujudkan siswa yang kritis. Tuisan ni saya beri judul Menumbuhkan Sikap Kritis Siswa melalui Tindakan Reflektif dalam Pembelajaran. Tulisan ini akan mengungkap bagaimana proses tindakan reflektida dalam pembelajaran untuk menumbuhkan sikap kritis siswa?

 

B.        Tujuan

1.      Menumbuhkan dan mengembangkan sikap kritis siswa.

2.      Menumbuhkan sikap kritis siswa melalui tindakkan reflektif pembelajaran

3.      Meningkatkan peran serta atau keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan kegiatan sekolah pada umumnya.

 

 

Gambar 1. Guru menyusunan skenario pembelajaran

 

C.       Aksi Nyata

1.      Rencana Aksi

a.       Menyusun skenario pembelajaran yang mengintegrasikan tindakan reflekstif siswa dalam pembelajaran.

b.      Kolaborasi dengan teman sejawab untuk menentukan bagaimana pelaksanaan reflekttid siswa dalam pembelajaran.

c.       Pembuatan form untuk memberikan ruang kepada siswa dalam memberikan refleksi pembelajaran.

d.      Lebih lanjut, berpikir kritis dimaksudkan sebagai berpikir yang benar dalam pencarian pengetahuan yang relevan dan reliabel tentang dunia realita. Seseorang yang berpikir secara kritis mampu mengajukan pertanyaan yang cocok, mengumpulkan informasi yang relevan, bertindak secara efisien dan kreatif berdasarkan informasi, dapat mengemukakan argumen yang logis berdasarkan informasi, dan dapat mengambil simpulan yang dapat dipercaya. Berpikir kritis merupakan aktivitas mental dalam mengevaluasi suatu argumen atau proposisi dan membuat keputusan yang dapat menuntun diri seseorang dalam mengembangkan kepercayaan dan melakukan tindakan.

 

 

 

2.      Pelaksanaan Aksi

a.       Guru memahami pentingnya mengembangkan diri dalam rangka meningkatkan kompetensi yang dimiliki sehingga bisa menghadirkan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan menyenangkan bagi siswa. Melalui kegiatan aksi nyata ini guru-guru di sekolah tempat penulis bertugas mendapatkan ilmu baru terkait pemanfaatan game dalam pembelajaran dan langsung mereka manfaatkan dalam pembelajaran di kelasnya masing-masing. Kegiatan pembelajaran pun berlangsung dalam situasi yang menyenangkan untuk siswa, selain itu siswa menjadi lebih mudah dalam memahami materi pelajaran melalui game yang dimainkannya.

b.      Guru dapat berkolaborasi dengan rekan sejawatnya di dalam mengembangkan diri dan meningkatkan kompetensinya. Bentuk kolaborasi dapat dilakukan melalui kegiatan saling berbagi dengan rekan-rekannya terkait praktik baik pembelajaran yang telah dilakukan di kelas nya masing-masing untuk dapat diberi masukan dan di adopsi oleh guru lain. Seperti yang sudah dilakukan pada aksi nyata ini, penulis berbagi dengan guru lain di sekolah terkait pemanfaatan game dalam pembelajaran.

c.       Guru dapat berinovasi dalam melaksanakan pembelajaran. Guru dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran yang mereka laksanakan seperti pemanfaatan aplikasi untuk game dan kuis. Dengan demikian pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru akan lebih variatif dan tidak membosankan bagi siswa.

d.      Siswa menikmati proses pembelajaran yang mereka ikuti, tidak bosan, menyenangkan, dan tentunya bermakna bagi mereka.

 

3.      Tindak Lanjut Aksi

Tindak lanjut dari aksi ini adalah mempelajari dan memahami ungkapan rasa dari siswa yang tertulis di form refleksi. Setelah semua mengisi, guru mengunduh form refleksi dan dijadikan bentuk

 

 

D.       Rencana Perbaikan di Masa Mendatang

Berdasarkan sikap dan perilaku siswa dalam pembelajaran yang terasa antusias, menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Positif dalam arti ada kemauan untuk menjadi lebih baik dan kritis terhadap berbagai gejala yang ada dalam masyarakat. Hal ini bisa berdampak pada sikap orang lain dalam masyarakat. Artinya bahwa dalam hidup bermasyarakat setiap orang akan menyadari bahwa sikap dan perilakunya diperhatikan oleh orang lain. Sikap dan perilaku yang tidak baik akan menjadi sorotan atau pembicaraan masyarakat. Hal ini akan berdampak pada “sikap rikuh” bila tidak seperti yang diharapkan masyarakat.

Siswa yang semakin kritis merupakan satu asset yang harus djga dan dikembangkan agar tidak mengarah kepada hal-hal yang bersifat negatif. Sebagai guru harus aktif dan kreatif dalam menentukan langkah-langkah dalam pembelajaran. Di samping itu juga harus merasa diri dengan sadar bahwa guru adalah sosok yang selalu dijadikan panutan bagi anak didiknya.

Kreativitas guru harus selalu ditingkatkan dan dikembangkan untuk “mengimbangi” perkembangan siswa. Selain itu jugaagar peayanan terhadap siswa menjadi lebih optimal.

           

E.         Dokumen Aksi Nyata

 

 

Gambar : persiapan materi pembelajar

Gambar : Siswa mengalisis dan mengkritisi prinsip kedaulatan Negara Repiblk Indonesia

 

Gambar : Siswa mengerjakan tugas ketrampiln yang diberikan guru

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN AKSI NYATA MODUL 2.3 COACHING MODEL TIRTA ALTERNATIF SOLUSI MEMECAHKAN MASALAH

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 3.1